Chapter: Bab 153 : Pertaruhan TerakhirLama kelamaan, asap hitam yang beredar menyelimuti Giandra itu tambah pekat. Setitik pun cahaya tak lagi terlihat dalam kurungan ini. Seolah-olah dia tengah berdiri di dasar jurang yang tak pernah terjamah sinar matahari, suasana angker menari-nari di sekelilingnya.Bahkan walau pandangan Giandra didongakan, awang-awang di atasnya juga penuh dengan halimun gelap yang berputar. Perlahan dadanya mulai merasakan sempit, dan makin lama sesak itu pun makin kuat, karena paru-parunya kurang mendapatkan aliran udara bersih.Di keadaan yang sulit itu, sehembus ilham bagai bertiup ke dalam hati Giandra. Pikirannya kembali ingat kalau dia telah memiliki Ajian Tatapan Rajawali Menembus Awan. Bukankah kabut hitam ini juga laksana awan tembal yang membentuk tembok-tembok berkeliling? Dia pasti bisa mengatasinya.Kemilau cahaya putih terpancar di kedua bola mata Giandra. Dalam penglihatan di bawah petunjuk dari ajian yang dia gunakan itu, tampaklah wujud Iblis Hitam rupanya kini ada delapan sosok. S
Terakhir Diperbarui: 2026-04-09
Chapter: Bab 152 : Ajian Semburan Kabut Merapi Menggulung TumbalKobaran api yang berpusar kencang itu mulai menyerap seluruh udara di sekelilingnya. Hawa panas pun jadi makin melebar. Prabu Surya Buana berposisi agak jauh ikut merasakan dampak, dia turut menanggung sesak ketika bernafas, karena udara di sekitar perlahan-lahan makin menipis.Fenomena itu memang tampak amat mengerikan. Saking seriusnya mengamati, Prabu Surya Buana tak mengalihkan pandangan kalau sekejap, dia terpaku memperhatikan kobaran api yang berpusar laksana putting beliung itu. Hatinya masih penasaran, kejadian apakah yang akan terjadi sebentar lagi.Tiba-tiba kemudian, Giandra melompat keluar dari dalam sana. Tubuhnya berselimut cahaya kilat yang berpendar-pendar. Pemuda itu melayang dan lalu mendarat sekitar tujuh tombak dari kobaran api yang berpusar.Sambil kakinya terbuka lebar membentuk sikap kuda-kuda depan. Kedua belah tangan Giandra terulur lurus dengan semua jemari yang terkembang. Kelihatannya dia akan menuntaskan pertarungan ini, siap-siap untuk melakukan jurus ter
Terakhir Diperbarui: 2026-04-01
Chapter: Bab 151 : Jurus Sayap Elang Menggulung MatahariSetelah kematian Mpu Seta, tak ada lagi satu pun manusia yang pernah mempelajari ilmu Tatapan Rajawali Menembus Awan selain Argani. Saking berbahayanya ajian itu, sampai-sampai para tetua dunia persilatan menamainya ajian terlarang.Namun hari ini, Keangkuhan si pemimpin Persaudaraan Iblis akhirnya dipatahkan. Ada seorang pemuda yang menurutnya masih anak kemarin sore, tapi rupanya mampu menguasai ilmu itu melebihi dirinya.Beberapa saat, banjir cahaya terang menelan seluruh langit, meluas hingga ke punjuru Timur dan Barat. Lalu setelah fenomena itu berakhir, tak ada lagi tampak kilat-kilat yang berpendar, tak ada pula lagi gemuruh petir yang memekik bagaikan laungan naga. Langit kembali tenang dengan warna muram pagi yang perlahan semakin jelas.Hujan halilintar tidak jadi melanda halaman istana. Kesaktian yang Argani banggakan berhasil dibuat redup oleh Giandra. Tak ada yang mampu menandingi Ajian Tatapan Rajawali Menembus Awan kecuali kesaktian yang lebih tinggi.Si ketua Persaudar
Terakhir Diperbarui: 2025-12-25
Chapter: Bab 150 : Ilmu Yang SamaDengan menumpukan tangan di lantai teras yang terbuat dari batu, Prabu Surya Buana berjuang untuk bangkit. Argani pun lantas mendekatinya. Ketua Persaudaraan Iblis itu tentu tidak akan membiarkan lawannya yang hendak kembali berdiri. Baru beberapa langkah saja Argani berjalan, saat kaki kirinya mulai menginjak di atas lantai teras yang terbuat dari susunan batu, alih-alih terdengar ada suara yang berseru lantang sekali. “Akulah lawanmu, hai Bajingan!”Mendengar dirinya dipanggil dengan sebutan yang amat tak enak didengar oleh kuping, maka Argani pun memutar pandangannya ke belakang. Seorang pemuda rupanya telah berdiri tegak dengan dada busung dan sinar mata yang tegas. Orang itu tidak lain adalah Giandra.Argani pun membalikkan tubuhnya. Dia tak jadi mendekati Prabu Surya Buana. Kemunculan Giandra membuat Argani sangat jengkel. Seharusnya menurut Argani para pejuang kerajaan saat ini masih berada di Gunung Ratri, namun ternyata, ada satu orang yang sekarang sudah kembali, ini tentu
Terakhir Diperbarui: 2025-10-30
Chapter: Bab 149 : Perisai EmasBaru sesaat Prabu Surya Buana tiba di halaman istana, dia lanngsung disambut dengan pemandangan yang benar-benar tidak menyenangkan. Di depan matanya sendiri, sang prabu menyaksikan mayat para pengawal yang bergeletakan di tanah. Tak ada satupun dari mereka yang masih hidup.Semua tubuh yang terkapar itu mati dalam keadaan hangus. Kulit mereka hitam legam bagaikan layaknya arang. Argani Bhadrika memang sangat kejam sekali.Melihat ada sosok yang berpakaian agung baru keluar dari dalam istana, Argani pun tak mau bertele-tele lagi, dia tahu kalau ini adalah Prabu Surya Buana, maka dia pun ingin langsung menantangnya saja sekarang.Pertemuan dengan sang raja ini sudah begitu lama direncanakan oleh Argani. Bila di akhir malam ini dia berhasil membunuh raja tersebut, niscaya tujuannya untuk mendapatkan takhta akan segera menjadi kenyataan.Prabu Surya Buana pun mengamati Argani yang mulai mendekat. Batinnya lantas bertanya-tanya siapakah orang ini. Sebelumnya sang prabu memang tak pernah b
Terakhir Diperbarui: 2025-10-29
Chapter: Bab 148 : Keonaran di Halaman IstanaDi akhir malam yang hampir mendekati waktu subuh, para pengawal semuanya berkumpul di halaman istana, mereka digemparkan dengan sebuah keributan, empat orang dari mereka yang menjaga pintu gerbang telah tewas tergeletak dengan mulut bersimbah darah.Saat itu hanya tinggal dua belas orang pengawal yang masih melindungi istana, sedangkan sisanya yang lain telah ikut pergi ke medan perang menjadi prajurit. Dengan jumlah yang amat sedikit ini, kekuatan mereka tak akan sepadan untuk menghadapi Argani Bhadrika.Kehadiran Argani yang muncul secara tiba-tiba bagaikan hantu di penghujung malam tentu membuat mereka jadi terheran-heran. Bagaimana bisa orang tak dikenal ini datang ke istana dan langsung melakukan porakporanda.Si peneror ini sudah membunuh empat penjaga yang berdiri di depan gerbang. Tak ada satu pun dari pengawal kerajaan yang mengenali Siapakah lelaki ini. Percakapan singkat pun lalu terjadi di antara para pengawal itu.“Sia
Terakhir Diperbarui: 2025-10-27