author-banner
Yu.Az.
Yu.Az.
Author

Novels by Yu.Az.

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Dicap sebagai putri palsu keluarga Adipati Dirgantara, Elena hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan. Tiga tahun ia menanggung siksaan, hingga akhirnya kepalanya dipenggal oleh orang yang paling ia cintai, yaitu Putra Mahkota Daniel karena fitnah dari sang putri asli, Kanaya. Tapi takdir memberinya kesempatan kedua. Elena terlahir kembali sebelum semuanya hancur, Elena tak lagi gadis lemah yang rela diinjak. Ia akan meninggalkan keluarga Adipati yang kejam, mencari keluarga kandungnya yang sesungguhnya, dan menuntut balas pada mereka yang pernah menghancurkannya.
Read
Chapter: Bab. 220
“Elena,” bisik Lily, suaranya nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk di sekitar mereka. “Itu Yang Mulia Kaisar Ethan. Kau pasti belum pernah melihatnya.”Elena menelan ludah pelan. Alisnya mengerut tipis, kebingungan jelas tergambar di wajahnya. Ia melangkah setengah langkah ke depan, lalu menunduk hormat dengan sikap sempurna, jarak dijaga rapi, tak memberi ruang sedikit pun untuk salah paham.“Yang Mulia Kaisar,” ucapnya jernih dan tenang. “Nama saya Elena. Anda keliru.”Kalimat itu jatuh seperti pisau tipis yang perlahan menusuk dada Kaisar Ethan.Pria itu menggeleng pelan, napasnya tersendat, seolah kebenaran yang diucapkan Elena adalah sesuatu yang tak sanggup ia terima. “Tidak … tidak mungkin keliru,” katanya lirih. “Wajah itu … tatapan itu … Aku tidak mungkin salah.”Ia tertawa kecil, getir, nyaris seperti isak yang dipaksakan. “Aku sudah menghafalnya. Bertahun-tahun.”Tiba-tiba Kaisar Ethan melangkah maju, kedua lengannya terangkat hendak memeluk Elena.“Elena hati-hati!” seru Lily
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: Bab. 219
Adipati Dirgantara mengangkat kepalanya, wajahnya memerah oleh amarah dan kepanikan yang bercampur menjadi satu. “Masukkan gadis itu ke penjara bawah tanah!” teriaknya lantang. “Jaga ketat! Jika satu helai rambutnya lolos, kalian semua bertanggung jawab!” Prajurit segera menyeret Guru Maya yang sudah lemas dan penuh luka. Teriakan, sumpah serapah, dan tangis histerisnya perlahan menjauh, tenggelam di balik hiruk-pikuk pesta yang telah berubah menjadi kekacauan total. Di sisi lain, Kanaya terus mengerang kesakitan. Tubuhnya bergetar hebat di pelukan ayahnya, tangannya mencengkeram lengan jubah Adipati Dirgantara seolah takut terlepas. “Ah … sakit … Ayah … sakit sekali …” rintihnya, suaranya nyaris tak terdengar. Permaisuri Lola berdiri di samping mereka, wajahnya pucat pasi. Napasnya terengah, matanya liar menatap darah di wajah Kanaya. Dalam kepanikan yang begitu besar, ia sama sekali tak menyadari siapa saja yang ada di sekelilingnya. “Cepat … cepat angkat putri kita sekarang ju
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: Bab. 218
Saat itu Elena sedang menerbangkan lampionnya bersama Caspian.Tak jauh dari sana, di balik bayangan pepohonan, sepasang mata mengamati mereka tanpa berkedip. Pria berkerudung hitam, pembunuh bayaran yang disewa Guru Maya, berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk, menyatu dengan gelapnya malam. Tangannya tersembunyi di balik jubah, jari-jarinya sudah terbiasa menggenggam botol kecil berisi cairan mematikan itu.“Target masih bersama pria itu,” gumamnya pelan. “Menyebalkan.”Ia mulai bergerak, menjaga jarak, langkahnya ringan nyaris tak bersuara. Setiap kali Elena dan Caspian berjalan, ia ikut berpindah, matanya tak pernah lepas dari sosok gadis berhanfu ungu muda itu.Namun saat ia berbelok di sebuah jalan kecil yang agak ramai, tubuhnya tiba-tiba menabrak seseorang.Brugh!“Ugh!” Pria itu terbatuk keras.Serbuk putih beterbangan di udara. Pembunuh bayaran itu refleks menarik napas, lalu langsung terbatuk-batuk lebih keras. Matanya memerah, tenggorokannya terasa perih.“Apa-apaan ini—”
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Bab. 217
Pagi itu sebelum pesta cahaya dimulai. Elena berdiri dengan tangan terlipat di depan dada. Wajahnya tenang, namun sorot matanya tajam dan penuh perhitungan.Caspian berdiri tak jauh darinya, bersedekap, sementara Rando menyandarkan tubuh di dekat pintu, memperhatikan keduanya dengan ekspresi serius.Caspian memecah keheningan. “Kau benar-benar yakin melakukan ini?”Elena menoleh, menatapnya tanpa ragu. “Tentu.” Bibirnya melengkung tipis. “Aku telah menjadi sasaran. Jika mereka ingin bermain kotor, maka kali ini aku yang menentukan papan permainannya.”Rando mengangkat alis. “Dan kau yakin ini akan berhasil?”“Elena tidak pernah bertindak tanpa jalan keluar,” jawab Caspian datar, meski ada kekhawatiran terselip di matanya. Ia kembali menatap Elena. “Tapi tetap saja, ini berbahaya.”Elena melangkah mendekat, suaranya tenang namun mantap. “Justru karena berbahaya, mereka akan lengah. Mereka yakin aku tidak akan melawan.”Ia berhenti tepat di depan Caspian. “Aku ingin memberi mereka pelaj
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Bab. 216
Semua orang terpaku.Suasana alun-alun yang tadinya riuh mendadak sunyi, seolah seluruh suara tersedot habis oleh satu sosok yang berdiri di bawah panggung yaitu Elena.Ia mengenakan hanfu ungu muda. Yang paling mengejutkan, pakaiannya nyaris identik dengan gadis di atas panggung yang wajahnya rusak parah.Desahan terkejut terdengar di mana-mana.“Apa?”“Bukankah itu Elena?”“Lalu siapa yang di atas panggung?”“Jadi yang terluka siapa?" Tuan Bastian menatap lurus ke arah Elena. Dadanya naik turun hebat, lalu perlahan ia mengembuskan napas panjang, seolah beban puluhan tahun runtuh dalam satu detik. Matanya memerah.“Syukurlah,” gumamnya lirih. “Syukurlah kau baik-baik saja, Nak.”Di atas panggung, Lily membeku beberapa detik sebelum wajahnya berubah drastis. “Elena?” suaranya bergetar. Ia menoleh ke gadis yang wajahnya rusak, lalu kembali menatap Elena di bawah panggung. “Kalau begitu … kalau itu bukan kamu …”Matanya menyipit tajam. “Lalu siapa dia?”Brugh! Tanpa ragu lagi, Lily me
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Bab. 215
Di atas panggung, udara seakan membeku.Tatapan jijik dan ngeri tertuju pada gadis yang berlutut itu. Kulit wajahnya mengelupas parah, kemerahan dan hitam bercampur tak beraturan, hingga hampir tak tersisa ciri wajah yang bisa dikenali. Ia gemetar hebat, napasnya tersengal, lalu kembali menutup wajahnya dengan kedua tangan yang bergetar.“Jangan lihat aku … jangan .…” isaknya lirih namun terdengar jelas.Bisik-bisik segera pecah, menyebar cepat seperti api.“Menjijikkan .…”“Bagaimana bisa separah itu?”“Kasihan … tapi juga menakutkan …”Kanaya melangkah setengah maju. Wajahnya dipenuhi ekspresi iba yang dibuat dengan sempurna. Ia mengangkat suaranya sedikit, cukup keras agar seluruh alun-alun mendengarnya.“Tenanglah, Kak Elena …” ucapnya lembut, namun penekanan pada nama itu begitu jelas. “Aku tahu ini menyakitkan bagimu.”Nama itu seperti petir di siang bolong.“Elena?”“Yang itu Elena?”“Bukankah dia gadis yang sering dibicarakan akhir-akhir ini?”Keluarga Adipati Dirgantara terte
Last Updated: 2026-02-04
Dewi Penyembuh Surgawi

Dewi Penyembuh Surgawi

Zhao Xueyan, dokter wanita jenius berusia 35 tahun. Dia tewas dibunuh oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebelum napas terakhir, Zhao Xueyan meledakkan rumahnya dengan bahan kimia yang dibuatnya. Bukannya tewas, Zhao Xueyan justru terbangun di tubuh seorang permaisuri bodoh yang buruk rupa. Dengan kecerdasan dan ruang dimensi, dia mampu mengguncang dunia kultivasi.
Read
Chapter: Bab 536
Setelah kedua bayi kembar itu dibersihkan dan dibedong dengan kain sutra lembut, Zhao Xueyan terlihat berbaring lemah namun wajahnya dipenuhi senyum kebahagiaan. Ratu Bing Qing duduk di samping ranjang, menggendong cucu laki-lakinya dengan hati-hati, menatap wajah mungil itu dengan penuh kasih. “Cucu nenek tampan sekali, benar-benar seperti ayahnya,” gumam Ratu Bing Qing sambil tersenyum haru. Di sisi lain, Kaisar Tian Ming duduk di samping Zhao Xueyan sambil menggendong bayi perempuannya. Tangannya mengusap pelan pipi sang putri yang putih kemerahan itu dengan mata berkaca-kaca. “Putriku, cantik sekali. Benar-benar mirip ibumu.” Saat itu Raja Zhao Yun mendekat, menatap sang cucu perempuan dengan tatapan gemas. Dia lalu menatap Kaisar Tian Ming dengan alis terangkat. “Yang Mulia, izinkan aku menggendong cucuku sebentar,” ujarnya sambil mengulurkan tangan. Namun Kaisar Tian Ming langsung memalingkan tubuhnya, menjauhkan sang putri dari jangkauan Raja Zhao Yun sambil menatapnya den
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 535
Sembilan bulan kemudian…Di paviliun Naga, suasana terlihat sangat tegang. Suara jeritan dan napas terengah-engah terdengar memenuhi ruangan. Zhao Xueyan terbaring dengan tubuh penuh peluh, rambutnya menempel di wajah pucatnya. Tangannya mencengkeram erat kain di bawahnya.“Arghhh … ahhh .…” suara Zhao Xueyan parau menahan sakit yang luar biasa.Di samping ranjang, Kaisar Tian Ming memegangi tangan istrinya dengan mata merah menahan tangis. Tangannya yang besar membelai kepala Zhao Xueyan dengan lembut.“Sayang, bertahanlah, sebentar lagi … sebentar lagi bayi kita lahir .…” suara Tian Ming bergetar menahan rasa sakit yang seolah ikut dia rasakan.Zhao Xueyan menatap suaminya dengan mata penuh air mata.“Tian Ming, sakit sekal i… ahhhh .…” jeritnya kembali menggema.Di sisi lain, Tabib Sun dengan sigap memeriksa sambil memberikan aba-aba.“Yang Mulia Permaisuri … tarik napas … lalu dorong! Sekarang!”Zhao Xueyan menarik napas dalam, menahan tangisnya, lalu mengejan sekuat tenaga.Niuni
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 534
Sebulan kemudian…Istana kekaisaran Tianyang kembali pada suasana damai dan megah seperti sedia kala. Setelah sekian lama diliputi ketegangan dan intrik kotor, kini suara musik lembut, aroma dupa, dan tawa bahagia terdengar di setiap sudut istana.Hari ini, Kaisar Tian Ming mengadakan perayaan besar-besaran untuk merayakan kehamilan sang istri tercinta, Permaisuri Zhao Xueyan.Terlihat Zhao Xueyan duduk anggun di singgasananya dengan hanfu putih bersulamkan benang emas, perutnya yang mulai membuncit menambah aura keibuannya. Ia tersenyum menatap rakyat dan para pejabat yang datang untuk memberi selamat.Seorang pejabat tua menatap Zhao Xueyan dengan senyum ramah lalu menangkupkan tangan memberi hormat.“Selamat atas kehamilan Yang Mulia Permaisuri, semoga putra atau putri yang lahir kelak membawa kejayaan dan kebahagiaan bagi Kekaisaran Tianyang.”Zhao Xueyan tersenyum lembut sambil membalas hormat dengan anggun. “Terima kasih atas doanya, Menteri Li.”Tak jauh dari sana, Kaisar Tian
Last Updated: 2025-07-12
Chapter: Bab 533
Setelah Putri Min Ji beserta keluarganya diseret keluar aula penobatan dengan jeritan histeris, suasana altar kembali hening. Hanya terdengar suara napas berat Ibu Suri Gao yang perlahan melangkah mendekati suaminya.Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Suri Gao menatap Kaisar Tian Jing. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Kedua tangannya meraih lengan sang suami dengan lembut, seolah takut sentuhannya akan membuat pria itu menghilang lagi.“Suamiku … Jing’er … akhirnya kau kembali,” suaranya serak bergetar penuh kerinduan. “Aku … aku merindukanmu setiap hari. Aku mengira telah kehilanganmu selamanya.”Tapi tatapan Kaisar Tian Jing tidak menunjukkan kehangatan yang diharapkan sang istri. Matanya hanya menatap Ibu Suri Gao dengan sorot dingin yang penuh kekecewaan.Melihat itu, Ibu Suri Gao menelan ludah. Hatinya berdebar tak karuan. Perlahan ia bertanya dengan suara gemetar.“Ada … ada apa, suamiku? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kenapa kau menatap istrimu dengan tatapan seperti itu? Apa ke
Last Updated: 2025-07-11
Chapter: Bab 532
Saat itu, seluruh aula penobatan terdiam membeku. Hening yang menyesakkan seolah menelan semua suara. Hanya suara napas ketakutan Putri Min Ji yang terdengar pelan.Tiba-tiba, terdengar suara berat yang menua namun tegas memecah keheningan itu.“Benarkah … aku akan mati, Min Ho?”Suara itu bergema pelan namun menusuk ke jantung setiap orang yang mendengarnya.Semua orang menoleh dengan cepat, menatap ke arah sumber suara. Di sudut ruangan, di antara deretan kursi para tamu bangsawan, tampak sosok seorang pria tua dengan pakaian kekaisaran meski telah lusuh. Rambutnya sudah beruban seluruhnya, namun matanya tajam penuh wibawa.Deg! Itu Kaisar Tian Jing.Dia berdiri tegak meski tubuhnya kurus, tatapannya menusuk lurus pada Tuan Min Ho di atas altar.Di sampingnya, berdiri Zhao Xueyan dengan hanfu putih polos dan selendang biru. Wajah Zhao Xueyan tanpa riasan, namun sorot matanya begitu dingin dan tajam. Tatapannya mengarah pada Putri Min Ji dengan tatapan meremehkan yang menusuk.Mulut
Last Updated: 2025-07-10
Chapter: Bab 531
Ibu Suri Gao menatap tajam ke arah Tuan Min Ho. Suaranya bergetar menahan amarah dan keterkejutan yang luar biasa.“Apa maksudmu Kaisar Tian Jing akan mati?” suaranya meninggi, matanya menatap tajam. “Suamiku itu sudah lama mangkat! Jangan menyebut-nyebut namanya sembarangan roh beliau akan merasa kau mempermainkan hal ini!”Tuan Min Ho justru tertawa terbahak-bahak. Tawanya terdengar menakutkan di tengah keheningan aula. Semua orang menatapnya dengan kengerian. Putri Min Ji yang terduduk menangis, perlahan menatap ayahnya dengan mata penuh harap.Nyonya Kim Na melangkah mendekat, menatap putrinya dengan senyum menenangkan. Dengan lembut namun tegas, dia membantu Putri Min Ji berdiri sambil berbisik pelan namun terdengar jelas.“Bangunlah, putriku. Kita belum kalah.”Mendengar itu, Putri Min Ji perlahan menghapus air matanya. Matanya yang bengkak kini menatap dengan sinar penuh harap, senyum kecil kembali muncul di wajahnya.Tuan Min Ho menatap lurus pada Ibu Suri Gao. Tatapan matanya
Last Updated: 2025-07-09
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status