Chapter: Bab 449Tak lama kemudian, pintu besar aula perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan yang sejak tadi mengiringi para tamu berubah menjadi lebih lembut, membuat seluruh perhatian tertuju pada sosok yang muncul dari balik pintu. Elena akhirnya melangkah keluar dengan mengenakan pakaian pengantin berwarna merah yang dihiasi sulaman indah. Tudung pengantin menutupi sebagian wajahnya, sementara beberapa ornamen rambut berkilauan setiap kali ia melangkah. Suasana aula mendadak hening. Bahkan para tamu yang sejak tadi berbicara ikut menahan napas. Semua mata mengikuti langkah Elena yang perlahan mendekati altar tempat Caspian telah menunggunya. Kaisar Ethan memandang putrinya dengan mata berkaca-kaca. Di sampingnya, Tuan Bastian tersenyum bangga, sementara para anggota keluarga kerajaan lainnya memberikan tatapan penuh kebahagiaan. Ketika Elena akhirnya tiba di hadapan Caspian, pria itu melangkah maju. Tangannya terulur, lalu menggenggam tangan Elena dengan lembut. "Elena." "Ya?" Caspian ter
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 448Setelah pesta mulai semakin larut, Elena dan Caspian memilih meninggalkan aula yang masih dipenuhi para tamu. Keduanya berjalan melewati taman istana yang diterangi cahaya bulan hingga akhirnya tiba di sebuah danau yang tenang, jauh dari keramaian.Permukaan danau memantulkan cahaya bulan yang berkilauan. Angin malam berembus perlahan, membuat suasana di antara mereka terasa jauh lebih tenang dibandingkan pesta sebelumnya.Caspian berhenti di tepi danau.Elena yang berjalan beberapa langkah di depannya ikut berhenti. "Kau kenapa?" tanyanya.Caspian menghela napas panjang. "Elena, ada sesuatu yang ingin kukatakan."Elena menoleh. "Serius sekali."Caspian tersenyum tipis. "Memang serius."Ia terdiam beberapa saat, seolah sedang menyusun kalimat yang tepat. "Pertama-tama, apa kau tidak pernah penasaran dengan identitasku?"Elena mengangkat alis. "Tentu saja aku penasaran."Caspian tampak sedikit terkejut. "Benarkah?"Elena tertawa kecil. "Memangnya selama ini aku terlihat tidak penasaran
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab. 447Kabut tipis menyelimuti sebuah pulau terpencil yang berada jauh dari wilayah Kekaisaran Kaelum. Di tengah pulau berdiri sebuah benteng tua dengan dinding batu hitam, sementara di bawahnya terdapat beberapa sel besi yang dijaga ketat dan terpisah satu sama lain.Di dalam salah satu sel, Permaisuri Lola mencengkeram jeruji besi dengan wajah penuh amarah. "Lepaskan aku!" teriaknya. "Sialan kau, Elena!"Tidak jauh dari sana, Elena berdiri dengan wajah dingin. Tatapannya berpindah dari Lola ke dua sel lainnya, tempat Adipati Dirgantara dan Kanaya juga ditahan secara terpisah."Kenapa kau melakukan ini?" teriak Dirgantara dari selnya. "Bukankah pengadilan sudah menjatuhkan hukuman kepada kami?"Elena tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap mereka dengan sorot mata yang sulit dibaca.Lola kembali mengguncang jeruji selnya. "Seharusnya kau membunuh kami saja! Akkkhh!" teriakan Lola saat tak sengaja ia menyentuh penjara Besi yang dipenuhi dengan eleme listrik dan air.Ya, mereka tidak dihuk
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab. 446Pagi itu, alun-alun Kekaisaran Kaelum dipenuhi ribuan rakyat yang berdatangan dari berbagai penjuru ibu kota. Berita tentang kejahatan Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara telah tersebar luas, membuat rakyat ingin melihat sendiri dua orang yang selama ini mereka percaya ternyata menyimpan begitu banyak kejahatan.Suara kerumunan terdengar semakin keras ketika rombongan pengawal memasuki jalan utama. Di tengah barisan prajurit, Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara berjalan dengan tangan dan kaki yang dibelenggu rantai besi.Bukan hanya keduanya saja. Tapi Marco serta antek-antek yang ikut terlibat akan dihukum penggal hari ini juga.Pakaian mereka sederhana dan tidak lagi menunjukkan kedudukan yang pernah mereka miliki. Wajah keduanya terlihat muram ketika ratusan pasang mata menatap mereka dengan kebencian."Itu mereka!""Permaisuri Lola!""Dan Adipati Dirgantara!"Teriakan rakyat langsung menggema.Seseorang dari kerumunan melemparkan sebuah tomat busuk ke arah mereka."Ini untuk
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 445Brak!Ledakan aura spiritual yang sangat dahsyat tiba-tiba mengguncang seluruh aula. Gelombang energi menyebar dari tubuh Elena dalam sekejap, membuat para pejabat, pengawal, bahkan kedua kaisar yang berada di dalam aula terdiam dan membeku di tempat.Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara menjadi dua orang yang paling dekat dengan sumber ledakan tersebut. Tubuh mereka terpental kuat hingga membentur dinding bagian atas aula sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai."Akh!"Keduanya mengerang kesakitan. Para pengawal yang berada di sekitar mereka segera mundur karena tekanan spiritual yang semakin kuat membuat mereka kesulitan untuk bergerak.Namun Elena seolah tidak menyadari apa pun.Matanya memerah, sementara seluruh tubuhnya diselimuti cahaya spiritual yang begitu terang. Rambut dan hanfunya berkibar hebat diterpa gelombang energi yang terus memancar dari tubuhnya."Nona Elena!"Tabib Sandra segera memanggilnya. "Berhenti! Kau harus mengendalikan auramu!"Namun Elena tidak menjawab
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab. 444Semua mata tertuju ke arah pintu aula setelah Elena dan Tabib Sandra melangkah masuk. Keheningan menyelimuti ruangan yang luas itu, seolah tak seorang pun berani bernapas terlalu keras.Para pejabat senior saling bertukar pandang. Wajah Tabib Sandra masih mereka kenali meski usia telah mengubah penampilannya. Namun, gadis muda yang berjalan di sampingnya justru menjadi tanda tanya besar bagi sebagian besar pejabat Kekaisaran Kaelum."Siapa gadis itu?""Aku belum pernah melihatnya.""Mungkinkah dia saksi lain?"Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai sudut aula. Namun rasa penasaran mereka segera tersisihkan ketika Tabib Sandra melangkah ke tengah ruangan.Wanita itu membungkuk hormat kepada Kaisar Ethan."Yang Mulia."Kaisar Ethan menatapnya dengan sorot mata serius."Aku mengenalmu.""Tabib Sandra.""Ya, Yang Mulia."Sandra mengangkat kepalanya perlahan."Hamba datang untuk memenuhi janji yang selama ini belum sempat hamba tepati."Ia kemudian menoleh ke arah Permaisuri Lola dan Ad
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 536Setelah kedua bayi kembar itu dibersihkan dan dibedong dengan kain sutra lembut, Zhao Xueyan terlihat berbaring lemah namun wajahnya dipenuhi senyum kebahagiaan. Ratu Bing Qing duduk di samping ranjang, menggendong cucu laki-lakinya dengan hati-hati, menatap wajah mungil itu dengan penuh kasih. “Cucu nenek tampan sekali, benar-benar seperti ayahnya,” gumam Ratu Bing Qing sambil tersenyum haru. Di sisi lain, Kaisar Tian Ming duduk di samping Zhao Xueyan sambil menggendong bayi perempuannya. Tangannya mengusap pelan pipi sang putri yang putih kemerahan itu dengan mata berkaca-kaca. “Putriku, cantik sekali. Benar-benar mirip ibumu.” Saat itu Raja Zhao Yun mendekat, menatap sang cucu perempuan dengan tatapan gemas. Dia lalu menatap Kaisar Tian Ming dengan alis terangkat. “Yang Mulia, izinkan aku menggendong cucuku sebentar,” ujarnya sambil mengulurkan tangan. Namun Kaisar Tian Ming langsung memalingkan tubuhnya, menjauhkan sang putri dari jangkauan Raja Zhao Yun sambil menatapnya den
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 535Sembilan bulan kemudian…Di paviliun Naga, suasana terlihat sangat tegang. Suara jeritan dan napas terengah-engah terdengar memenuhi ruangan. Zhao Xueyan terbaring dengan tubuh penuh peluh, rambutnya menempel di wajah pucatnya. Tangannya mencengkeram erat kain di bawahnya.“Arghhh … ahhh .…” suara Zhao Xueyan parau menahan sakit yang luar biasa.Di samping ranjang, Kaisar Tian Ming memegangi tangan istrinya dengan mata merah menahan tangis. Tangannya yang besar membelai kepala Zhao Xueyan dengan lembut.“Sayang, bertahanlah, sebentar lagi … sebentar lagi bayi kita lahir .…” suara Tian Ming bergetar menahan rasa sakit yang seolah ikut dia rasakan.Zhao Xueyan menatap suaminya dengan mata penuh air mata.“Tian Ming, sakit sekal i… ahhhh .…” jeritnya kembali menggema.Di sisi lain, Tabib Sun dengan sigap memeriksa sambil memberikan aba-aba.“Yang Mulia Permaisuri … tarik napas … lalu dorong! Sekarang!”Zhao Xueyan menarik napas dalam, menahan tangisnya, lalu mengejan sekuat tenaga.Niuni
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 534Sebulan kemudian…Istana kekaisaran Tianyang kembali pada suasana damai dan megah seperti sedia kala. Setelah sekian lama diliputi ketegangan dan intrik kotor, kini suara musik lembut, aroma dupa, dan tawa bahagia terdengar di setiap sudut istana.Hari ini, Kaisar Tian Ming mengadakan perayaan besar-besaran untuk merayakan kehamilan sang istri tercinta, Permaisuri Zhao Xueyan.Terlihat Zhao Xueyan duduk anggun di singgasananya dengan hanfu putih bersulamkan benang emas, perutnya yang mulai membuncit menambah aura keibuannya. Ia tersenyum menatap rakyat dan para pejabat yang datang untuk memberi selamat.Seorang pejabat tua menatap Zhao Xueyan dengan senyum ramah lalu menangkupkan tangan memberi hormat.“Selamat atas kehamilan Yang Mulia Permaisuri, semoga putra atau putri yang lahir kelak membawa kejayaan dan kebahagiaan bagi Kekaisaran Tianyang.”Zhao Xueyan tersenyum lembut sambil membalas hormat dengan anggun. “Terima kasih atas doanya, Menteri Li.”Tak jauh dari sana, Kaisar Tian
Last Updated: 2025-07-12
Chapter: Bab 533Setelah Putri Min Ji beserta keluarganya diseret keluar aula penobatan dengan jeritan histeris, suasana altar kembali hening. Hanya terdengar suara napas berat Ibu Suri Gao yang perlahan melangkah mendekati suaminya.Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Suri Gao menatap Kaisar Tian Jing. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Kedua tangannya meraih lengan sang suami dengan lembut, seolah takut sentuhannya akan membuat pria itu menghilang lagi.“Suamiku … Jing’er … akhirnya kau kembali,” suaranya serak bergetar penuh kerinduan. “Aku … aku merindukanmu setiap hari. Aku mengira telah kehilanganmu selamanya.”Tapi tatapan Kaisar Tian Jing tidak menunjukkan kehangatan yang diharapkan sang istri. Matanya hanya menatap Ibu Suri Gao dengan sorot dingin yang penuh kekecewaan.Melihat itu, Ibu Suri Gao menelan ludah. Hatinya berdebar tak karuan. Perlahan ia bertanya dengan suara gemetar.“Ada … ada apa, suamiku? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kenapa kau menatap istrimu dengan tatapan seperti itu? Apa ke
Last Updated: 2025-07-11
Chapter: Bab 532Saat itu, seluruh aula penobatan terdiam membeku. Hening yang menyesakkan seolah menelan semua suara. Hanya suara napas ketakutan Putri Min Ji yang terdengar pelan.Tiba-tiba, terdengar suara berat yang menua namun tegas memecah keheningan itu.“Benarkah … aku akan mati, Min Ho?”Suara itu bergema pelan namun menusuk ke jantung setiap orang yang mendengarnya.Semua orang menoleh dengan cepat, menatap ke arah sumber suara. Di sudut ruangan, di antara deretan kursi para tamu bangsawan, tampak sosok seorang pria tua dengan pakaian kekaisaran meski telah lusuh. Rambutnya sudah beruban seluruhnya, namun matanya tajam penuh wibawa.Deg! Itu Kaisar Tian Jing.Dia berdiri tegak meski tubuhnya kurus, tatapannya menusuk lurus pada Tuan Min Ho di atas altar.Di sampingnya, berdiri Zhao Xueyan dengan hanfu putih polos dan selendang biru. Wajah Zhao Xueyan tanpa riasan, namun sorot matanya begitu dingin dan tajam. Tatapannya mengarah pada Putri Min Ji dengan tatapan meremehkan yang menusuk.Mulut
Last Updated: 2025-07-10
Chapter: Bab 531Ibu Suri Gao menatap tajam ke arah Tuan Min Ho. Suaranya bergetar menahan amarah dan keterkejutan yang luar biasa.“Apa maksudmu Kaisar Tian Jing akan mati?” suaranya meninggi, matanya menatap tajam. “Suamiku itu sudah lama mangkat! Jangan menyebut-nyebut namanya sembarangan roh beliau akan merasa kau mempermainkan hal ini!”Tuan Min Ho justru tertawa terbahak-bahak. Tawanya terdengar menakutkan di tengah keheningan aula. Semua orang menatapnya dengan kengerian. Putri Min Ji yang terduduk menangis, perlahan menatap ayahnya dengan mata penuh harap.Nyonya Kim Na melangkah mendekat, menatap putrinya dengan senyum menenangkan. Dengan lembut namun tegas, dia membantu Putri Min Ji berdiri sambil berbisik pelan namun terdengar jelas.“Bangunlah, putriku. Kita belum kalah.”Mendengar itu, Putri Min Ji perlahan menghapus air matanya. Matanya yang bengkak kini menatap dengan sinar penuh harap, senyum kecil kembali muncul di wajahnya.Tuan Min Ho menatap lurus pada Ibu Suri Gao. Tatapan matanya
Last Updated: 2025-07-09