author-banner
Yu.Az.
Yu.Az.
Author

Novels by Yu.Az.

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Dicap sebagai putri palsu keluarga Adipati Dirgantara, Elena hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan. Tiga tahun ia menanggung siksaan, hingga akhirnya kepalanya dipenggal oleh orang yang paling ia cintai, yaitu Putra Mahkota Daniel karena fitnah dari sang putri asli, Kanaya. Tapi takdir memberinya kesempatan kedua. Elena terlahir kembali sebelum semuanya hancur, Elena tak lagi gadis lemah yang rela diinjak. Ia akan meninggalkan keluarga Adipati yang kejam, mencari keluarga kandungnya yang sesungguhnya, dan menuntut balas pada mereka yang pernah menghancurkannya.
Read
Chapter: Bab. 319
“Elena aku kalah.”Suara Lily terdengar lirih, penuh penyesalan. Wajahnya menunduk, matanya sedikit berkaca-kaca meski ia berusaha menahannya.Elena yang berdiri di samping ranjang hanya tersenyum tipis. “Tidak apa-apa,” katanya lembut. “Kau sudah berusaha keras.”Mereka kini berada di klinik akademi, ruangan yang dipenuhi aroma obat-obatan dan suasana tenang. Cahaya matahari masuk dari jendela, menerangi wajah Lily yang masih tampak lelah.Seorang tabib baru saja selesai memeriksa kondisi Lily. Ia merapikan alat-alatnya, lalu menoleh ke arah Elena dan keluarga Mahardika.“Tidak ada yang serius,” ujar tabib itu. “Nona Lily hanya kelelahan.”Semua orang langsung sedikit lega.“Beberapa hari ini sepertinya terlalu memaksakan diri saat latihan,” lanjutnya. “Istirahat yang cukup, dan kondisinya akan pulih.”Lily menghela napas pelan. “Jadi tidak ada luka serius?” tanyanya.Tabib menggeleng. “Tidak. Hanya kelelahan otot.”“Terima kasih, Tabib,” ucap Elena.Tabib itu mengangguk, lalu keluar
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab. 318
Sreett!Suara gesekan keras menggema saat tubuh Kanaya terdorong mundur beberapa langkah akibat hantaman serangan Lily. Ujung sepatunya bahkan nyaris melewati batas arena, membuat debu tipis beterbangan di sekelilingnya. Untuk sesaat, keseimbangannya goyah.Penonton langsung bersorak.“Hampir saja!”“Kanaya hampir jatuh?!”Kanaya menancapkan kakinya kuat-kuat, menahan tubuhnya agar tidak terlempar keluar. Dadanya naik turun, napasnya mulai tersengal, sementara matanya perlahan memerah karena amarah yang memuncak.“Sialan!” gumamnya dalam hati.Tatapannya terkunci pada Lily yang berdiri beberapa langkah di depannya dengan cambuk yang masih bergetar.'Aku terlalu meremehkan gadis bodoh ini.'Tangannya mengepal erat. 'Kali ini aku tidak akan bersikap lembut lagi.'Dengan gerakan cepat, Kanaya menghunus pedangnya. Kilatan baja itu memantulkan cahaya matahari, menciptakan aura dingin yang langsung mengubah suasana.Ia tahu, ia tidak bisa terus mengandalkan elemen angin. Energinya mulai ter
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab. 317
Arena bergemuruh saat dua sosok berdiri saling berhadapan di tengah lingkaran batu yang luas. Angin berembus ringan, mengibaskan ujung hanfu mereka, seolah ikut merasakan ketegangan yang semakin memuncak. Semua mata tertuju pada pertarungan ini.Kanaya berdiri dengan santai, dagunya sedikit terangkat, senyum tipis penuh rasa meremehkan menghiasi wajahnya.“Nona Lily,” ucapnya ringan, suaranya cukup jelas terdengar di seluruh arena. “Kau yakin ingin melawanku?”Lily berdiri beberapa langkah di depannya, bahunya tegang, namun tatapannya tidak mundur sedikit pun.“Kau tahu,” lanjut Kanaya, “aku juara berturut-turut di kompetisi ini.” Ia memiringkan kepala sedikit. “Lebih baik kau mundur sekarang sebelum kau terluka parah.”Lily mendengus. “Lebih baik aku kalah dengan terhormat,” balasnya tajam, “daripada harus mengalah pada gadis teh hijau sepertimu.”Sorak kecil langsung terdengar dari sebagian penonton.Wajah Kanaya langsung berubah. Tangan di samping tubuhnya mengepal kuat.“Aku bukan
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab. 316
Hari itu, arena Akademi Pedang Langit kembali dipenuhi oleh lautan manusia. Tribun yang menjulang tinggi penuh sesak oleh para bangsawan, murid, dan utusan dari berbagai kekaisaran yang datang untuk menyaksikan babak lanjutan kompetisi yang semakin menegangkan.Sorak sorai dan bisik-bisik antusias bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang bergetar oleh ekspektasi.Dari empat kekaisaran yang sebelumnya bertanding, kini hanya tersisa dua. Kekaisaran yang kalah sebagian memilih pulang dengan wajah kecewa, namun tidak sedikit pula yang tetap tinggal, ingin menyaksikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Karena kali ini, pertarungan tidak lagi berkelompok, melainkan individu.Di bawah tribun, beberapa area khusus disediakan untuk para peserta beristirahat sebelum dipanggil ke arena. Salah satu area itu ditempati oleh Kanaya.Gadis itu duduk dengan anggun, mengenakan hanfu tempur berwarna merah muda yang mempertegas aura elegannya. Di sekelilingnya, keluarga Adipati Dirgantara t
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab. 315
Paviliun tamu Kekaisaran Kaelum di wilayah Solaria tampak tenang dari luar, namun di dalamnya, udara terasa berat oleh sesuatu yang tak terlihat.Karina duduk di kursi ukir dengan punggung tegak, tangannya saling bertaut di pangkuan, namun jemarinya bergerak gelisah. Tatapannya sesekali mengarah ke pintu, menunggu dengan perasaan yang bercampur antara harap dan kesal.Begitu suara langkah kaki terdengar mendekat, Karina langsung berdiri. Ia merapikan hanfunya dengan cepat, lalu menunduk hormat saat sosok yang ditunggu akhirnya muncul.“Salam hormat, Yang Mulia Permaisuri,” ucapnya sopan.Permaisuri Lola berjalan masuk dengan anggun, wajahnya dihiasi senyum tipis yang sulit ditebak maknanya. Ia melirik Karina sekilas sebelum duduk di kursi utama.“Duduklah,” katanya ringan.Karina menurut, duduk kembali dengan sikap lebih tertata.“Ada apa menemuiku, Nona Karina?” tanya Permaisuri Lola sambil menyandarkan tubuhnya santai.Karina tidak bertele-tele. “Yang Mulia Permaisuri, bagaimana den
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab. 314
Taman istana Kekaisaran Solaria sore itu dipenuhi cahaya keemasan yang jatuh lembut di antara pepohonan dan bunga-bunga yang bermekaran.Angin berhembus pelan, membawa ketenangan yang kontras dengan suasana hati seseorang yang duduk sendirian di bangku batu di tepi kolam.Putra Mahkota Erland menatap air yang tenang, namun pikirannya jauh dari damai. Sedangkan Reno, ia hanya menatap sang tuan dari jauh, tanpa beani menganggu pria itu.Langkah kaki terdengar mendekat, ringan namun pasti.“Sejak kapan kau jadi orang yang suka menyendiri seperti ini?” suara itu tenang, namun penuh wibawa.Erland tidak langsung menoleh. Ia sudah mengenali suara itu.“Ayahanda,” ucapnya pelan.Kaisar Ethan duduk di sampingnya tanpa banyak bicara. Tatapannya mengikuti arah pandang Erland ke permukaan air yang beriak halus.“Ada apa?” tanya Kaisar Ethan. “Kau terlihat marah setelah keluar dari paviliun ibundamu. Apa kau sedang berdebat dengan ibumu?”Erland menghela napas panjang. Ia menyandarkan tubuhnya se
Last Updated: 2026-03-26
Dewi Penyembuh Surgawi

Dewi Penyembuh Surgawi

Zhao Xueyan, dokter wanita jenius berusia 35 tahun. Dia tewas dibunuh oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebelum napas terakhir, Zhao Xueyan meledakkan rumahnya dengan bahan kimia yang dibuatnya. Bukannya tewas, Zhao Xueyan justru terbangun di tubuh seorang permaisuri bodoh yang buruk rupa. Dengan kecerdasan dan ruang dimensi, dia mampu mengguncang dunia kultivasi.
Read
Chapter: Bab 536
Setelah kedua bayi kembar itu dibersihkan dan dibedong dengan kain sutra lembut, Zhao Xueyan terlihat berbaring lemah namun wajahnya dipenuhi senyum kebahagiaan. Ratu Bing Qing duduk di samping ranjang, menggendong cucu laki-lakinya dengan hati-hati, menatap wajah mungil itu dengan penuh kasih. “Cucu nenek tampan sekali, benar-benar seperti ayahnya,” gumam Ratu Bing Qing sambil tersenyum haru. Di sisi lain, Kaisar Tian Ming duduk di samping Zhao Xueyan sambil menggendong bayi perempuannya. Tangannya mengusap pelan pipi sang putri yang putih kemerahan itu dengan mata berkaca-kaca. “Putriku, cantik sekali. Benar-benar mirip ibumu.” Saat itu Raja Zhao Yun mendekat, menatap sang cucu perempuan dengan tatapan gemas. Dia lalu menatap Kaisar Tian Ming dengan alis terangkat. “Yang Mulia, izinkan aku menggendong cucuku sebentar,” ujarnya sambil mengulurkan tangan. Namun Kaisar Tian Ming langsung memalingkan tubuhnya, menjauhkan sang putri dari jangkauan Raja Zhao Yun sambil menatapnya den
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 535
Sembilan bulan kemudian…Di paviliun Naga, suasana terlihat sangat tegang. Suara jeritan dan napas terengah-engah terdengar memenuhi ruangan. Zhao Xueyan terbaring dengan tubuh penuh peluh, rambutnya menempel di wajah pucatnya. Tangannya mencengkeram erat kain di bawahnya.“Arghhh … ahhh .…” suara Zhao Xueyan parau menahan sakit yang luar biasa.Di samping ranjang, Kaisar Tian Ming memegangi tangan istrinya dengan mata merah menahan tangis. Tangannya yang besar membelai kepala Zhao Xueyan dengan lembut.“Sayang, bertahanlah, sebentar lagi … sebentar lagi bayi kita lahir .…” suara Tian Ming bergetar menahan rasa sakit yang seolah ikut dia rasakan.Zhao Xueyan menatap suaminya dengan mata penuh air mata.“Tian Ming, sakit sekal i… ahhhh .…” jeritnya kembali menggema.Di sisi lain, Tabib Sun dengan sigap memeriksa sambil memberikan aba-aba.“Yang Mulia Permaisuri … tarik napas … lalu dorong! Sekarang!”Zhao Xueyan menarik napas dalam, menahan tangisnya, lalu mengejan sekuat tenaga.Niuni
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 534
Sebulan kemudian…Istana kekaisaran Tianyang kembali pada suasana damai dan megah seperti sedia kala. Setelah sekian lama diliputi ketegangan dan intrik kotor, kini suara musik lembut, aroma dupa, dan tawa bahagia terdengar di setiap sudut istana.Hari ini, Kaisar Tian Ming mengadakan perayaan besar-besaran untuk merayakan kehamilan sang istri tercinta, Permaisuri Zhao Xueyan.Terlihat Zhao Xueyan duduk anggun di singgasananya dengan hanfu putih bersulamkan benang emas, perutnya yang mulai membuncit menambah aura keibuannya. Ia tersenyum menatap rakyat dan para pejabat yang datang untuk memberi selamat.Seorang pejabat tua menatap Zhao Xueyan dengan senyum ramah lalu menangkupkan tangan memberi hormat.“Selamat atas kehamilan Yang Mulia Permaisuri, semoga putra atau putri yang lahir kelak membawa kejayaan dan kebahagiaan bagi Kekaisaran Tianyang.”Zhao Xueyan tersenyum lembut sambil membalas hormat dengan anggun. “Terima kasih atas doanya, Menteri Li.”Tak jauh dari sana, Kaisar Tian
Last Updated: 2025-07-12
Chapter: Bab 533
Setelah Putri Min Ji beserta keluarganya diseret keluar aula penobatan dengan jeritan histeris, suasana altar kembali hening. Hanya terdengar suara napas berat Ibu Suri Gao yang perlahan melangkah mendekati suaminya.Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Suri Gao menatap Kaisar Tian Jing. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Kedua tangannya meraih lengan sang suami dengan lembut, seolah takut sentuhannya akan membuat pria itu menghilang lagi.“Suamiku … Jing’er … akhirnya kau kembali,” suaranya serak bergetar penuh kerinduan. “Aku … aku merindukanmu setiap hari. Aku mengira telah kehilanganmu selamanya.”Tapi tatapan Kaisar Tian Jing tidak menunjukkan kehangatan yang diharapkan sang istri. Matanya hanya menatap Ibu Suri Gao dengan sorot dingin yang penuh kekecewaan.Melihat itu, Ibu Suri Gao menelan ludah. Hatinya berdebar tak karuan. Perlahan ia bertanya dengan suara gemetar.“Ada … ada apa, suamiku? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kenapa kau menatap istrimu dengan tatapan seperti itu? Apa ke
Last Updated: 2025-07-11
Chapter: Bab 532
Saat itu, seluruh aula penobatan terdiam membeku. Hening yang menyesakkan seolah menelan semua suara. Hanya suara napas ketakutan Putri Min Ji yang terdengar pelan.Tiba-tiba, terdengar suara berat yang menua namun tegas memecah keheningan itu.“Benarkah … aku akan mati, Min Ho?”Suara itu bergema pelan namun menusuk ke jantung setiap orang yang mendengarnya.Semua orang menoleh dengan cepat, menatap ke arah sumber suara. Di sudut ruangan, di antara deretan kursi para tamu bangsawan, tampak sosok seorang pria tua dengan pakaian kekaisaran meski telah lusuh. Rambutnya sudah beruban seluruhnya, namun matanya tajam penuh wibawa.Deg! Itu Kaisar Tian Jing.Dia berdiri tegak meski tubuhnya kurus, tatapannya menusuk lurus pada Tuan Min Ho di atas altar.Di sampingnya, berdiri Zhao Xueyan dengan hanfu putih polos dan selendang biru. Wajah Zhao Xueyan tanpa riasan, namun sorot matanya begitu dingin dan tajam. Tatapannya mengarah pada Putri Min Ji dengan tatapan meremehkan yang menusuk.Mulut
Last Updated: 2025-07-10
Chapter: Bab 531
Ibu Suri Gao menatap tajam ke arah Tuan Min Ho. Suaranya bergetar menahan amarah dan keterkejutan yang luar biasa.“Apa maksudmu Kaisar Tian Jing akan mati?” suaranya meninggi, matanya menatap tajam. “Suamiku itu sudah lama mangkat! Jangan menyebut-nyebut namanya sembarangan roh beliau akan merasa kau mempermainkan hal ini!”Tuan Min Ho justru tertawa terbahak-bahak. Tawanya terdengar menakutkan di tengah keheningan aula. Semua orang menatapnya dengan kengerian. Putri Min Ji yang terduduk menangis, perlahan menatap ayahnya dengan mata penuh harap.Nyonya Kim Na melangkah mendekat, menatap putrinya dengan senyum menenangkan. Dengan lembut namun tegas, dia membantu Putri Min Ji berdiri sambil berbisik pelan namun terdengar jelas.“Bangunlah, putriku. Kita belum kalah.”Mendengar itu, Putri Min Ji perlahan menghapus air matanya. Matanya yang bengkak kini menatap dengan sinar penuh harap, senyum kecil kembali muncul di wajahnya.Tuan Min Ho menatap lurus pada Ibu Suri Gao. Tatapan matanya
Last Updated: 2025-07-09
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status