Chapter: Bab 420“Ayo kita mulai pengobatannya.” Elena menarik napas pelan setelah mengambil keputusan akhirnya. Tatapannya tenang, tetapi penuh keyakinan. “Dan tolong, jangan menggangguku sampai semuanya selesai.” Baru saja Elena berbalik hendak kembali ke ruang tempat Lian berada, tangannya tiba-tiba ditarik dari belakang. Langkahnya terhenti seketika. “Elena.” Suara Caspian terdengar rendah dan berat. Namun sebelum Elena sempat bertanya apa yang terjadi, tubuhnya sudah ditarik masuk ke dalam pelukan pria itu. Deg! Mata Elena sedikit membesar karena terkejut. Tubuhnya membeku sesaat ketika merasakan kedua lengan Caspian merengkuhnya erat. Aroma khas cendana dan mint yang selalu melekat pada pria itu langsung memenuhi indera penciumannya. Aroma yang entah sejak kapan terasa begitu akrab dan menenangkan bagi dirinya. Untuk beberapa detik, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Hanya keheningan yang menyelimuti lorong itu. Lalu suara Caspian akhirnya terdengar pelan di atas kepalanya. “
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Bab. 419“Nona.”Mina menangis sambil terus menundukkan kepala di depan Elena. Tubuh wanita itu gemetar hebat karena rasa takut dan bersalah yang bercampur menjadi satu.“Nona tidak perlu melakukan apa pun untuk Lian. Saya sudah sangat bersyukur selama ini Nona membantu kami, bahkan mengangkat derajat kami sampai bisa hidup layak seperti sekarang.”Elena memandang Mina cukup lama tanpa berkata apa-apa. Tatapannya lalu perlahan beralih pada Lian yang tertidur lemah di sofa dengan napas yang masih terdengar berat.Ruangan itu mendadak sunyi beberapa detik sebelum Elena akhirnya membuka suara pelan. “Aku akan menyembuhkan Lian.”Deg!Mina langsung membelalak kaget. Air matanya jatuh semakin deras saat wajahnya berubah pucat ketakutan.Bahkan Caspian yang sejak tadi diam ikut menoleh cepat ke arah Elena dengan ekspresi terkejut.Di saat bersamaan, pintu ruangan terbuka dan Cani masuk sambil membawa beberapa barang medis yang tadi diminta Elena. Namun langkah gadis itu langsung terhenti begitu mend
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab. 418Kereta kuda yang membawa Elena dan Caspian akhirnya berhenti tepat di depan kediaman Elena.Matahari pagi mulai naik perlahan, menyinari halaman rumah yang terlihat tenang seperti biasa. Namun ketenangan itu langsung buyar ketika pintu depan terbuka dengan tergesa-gesa.“Nona Elena!”Seorang wanita berlari keluar dengan wajah pucat penuh kepanikan. Mina, pelayan sekaligus penjahit yang selama dua tahun membantu mengurus toko Elena, terlihat menggendong seorang anak laki-laki kecil di pelukannya.Langkah Elena langsung terhenti. Wajahnya berubah serius begitu melihat kondisi anak itu yang tampak sangat lemah. Kulitnya pucat, bibirnya sedikit membiru, dan napasnya terdengar berat meski tubuh kecil itu sudah bersandar lemas di bahu Mina.“Mina, ada apa?” Elena buru-buru mendekat. “Kenapa dengan Lian?”Mata Mina langsung memerah menahan tangis. Tangannya gemetar saat memeluk putranya semakin erat. “Penyakitnya kambuh, Nona ....” suaranya bergetar panik. “Lian tiba-tiba sesak lagi sejak pa
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab. 417Setelah meninggalkan area kedai, suasana di sekitar mereka perlahan kembali tenang. Jalanan pagi itu dipenuhi lalu lalang kereta kuda dan para pedagang yang mulai membuka toko. Namun berbeda dengan Elena yang masih memikirkan pertemuannya dengan Daniel, Caspian justru terlihat terus tersenyum kecil sejak tadi.Elena akhirnya melirik pria di sampingnya dengan heran. “Ada apa?” tanyanya pelan. “Kenapa kau terus tersenyum seperti itu?”Caspian menoleh menatap Elena. Senyum di bibirnya justru semakin jelas, membuat wajah dinginnya terlihat jauh lebih hidup dari biasanya. “Tidak ada,” ujarnya santai. “Aku hanya sedang senang.”“Senang?” Elena mengernyit bingung.Caspian tiba-tiba berhenti melangkah. Sebelum Elena sempat bertanya lagi, pria itu langsung menarik pinggang Elena mendekat ke arahnya hingga jarak mereka nyaris tidak menyisakan ruang.“Elena ....” suara Caspian terdengar rendah di dekat telinganya. “Aku ini kekasihmu, jadi ....”Deg!Jantung Elena langsung berdegup kacau. Napas h
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Bab. 416“Elena!” suara Putra Mahkota Daniel terdengar jauh lebih keras dari sebelumnya. Tatapannya penuh ketidakpercayaan saat memandang gadis di belakang Caspian itu. “Katakan sesuatu. Dia pasti bohong, bukan? Dia hanya mengada-ada.” Daniel menatap Elena seolah berharap mendapatkan jawaban berbeda. Ada kegelisahan yang begitu jelas di wajahnya, sesuatu yang jarang sekali terlihat dari seorang putra mahkota. “Kalian pasti hanya berpura-pura ... benar begitu?” Elena terdiam sesaat. Angin pagi berembus pelan memainkan helaian rambutnya, sementara mata beningnya menatap Daniel tanpa sedikit pun kelembutan seperti dulu. Lalu perlahan, bibirnya terbuka. “Sayangnya ....” Elena tersenyum tipis. “Dia memang kekasihku.” Kalimat itu menghantam Daniel tanpa ampun. Wajah pria itu langsung berubah pucat sebelum perlahan memerah menahan emosi yang bercampur dengan rasa sakit. Tatapannya bergetar saat memandang Elena dan Caspian bergantian. “Tidak!” Daniel menggeleng pelan seolah menolak mempercayainya.
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab. 415Langkah Elena terhenti sesaat. Gadis itu memejamkan mata sebentar seolah menahan rasa kesal sebelum akhirnya berbalik perlahan. “Apakah Yang Mulia memiliki urusan penting?”Daniel menatap Elena cukup lama. Wajah tampannya terlihat jauh lebih letih dibanding biasanya. “Kau bahkan tidak mau menatapku sekarang?”“Saya rasa tidak ada yang perlu dilihat.” Suara Elena terdengar datar, tetapi dingin. “Jika Yang Mulia hanya ingin membicarakan masa lalu, maka maaf, saya tidak punya waktu.”Rahang Daniel mengeras. Ia melangkah lebih dekat, namun Caspian langsung berdiri di samping Elena dengan tatapan tajam. Meski tidak berkata apa-apa, sikapnya jelas menunjukkan bahwa ia tidak akan membiarkan Daniel bertindak sembarangan.“Aku tidak sedang mencari masalah denganmu, Caspian,” ucap Daniel dingin tanpa mengalihkan pandangan. “Aku hanya ingin bicara dengan Elena.”“Dan saya tidak ingin berbicara.” Elena memotong cepat. “Bukankah semuanya sudah jelas sejak lama?”Tatapan Daniel berubah rumit. Ada p
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 536Setelah kedua bayi kembar itu dibersihkan dan dibedong dengan kain sutra lembut, Zhao Xueyan terlihat berbaring lemah namun wajahnya dipenuhi senyum kebahagiaan. Ratu Bing Qing duduk di samping ranjang, menggendong cucu laki-lakinya dengan hati-hati, menatap wajah mungil itu dengan penuh kasih. “Cucu nenek tampan sekali, benar-benar seperti ayahnya,” gumam Ratu Bing Qing sambil tersenyum haru. Di sisi lain, Kaisar Tian Ming duduk di samping Zhao Xueyan sambil menggendong bayi perempuannya. Tangannya mengusap pelan pipi sang putri yang putih kemerahan itu dengan mata berkaca-kaca. “Putriku, cantik sekali. Benar-benar mirip ibumu.” Saat itu Raja Zhao Yun mendekat, menatap sang cucu perempuan dengan tatapan gemas. Dia lalu menatap Kaisar Tian Ming dengan alis terangkat. “Yang Mulia, izinkan aku menggendong cucuku sebentar,” ujarnya sambil mengulurkan tangan. Namun Kaisar Tian Ming langsung memalingkan tubuhnya, menjauhkan sang putri dari jangkauan Raja Zhao Yun sambil menatapnya den
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 535Sembilan bulan kemudian…Di paviliun Naga, suasana terlihat sangat tegang. Suara jeritan dan napas terengah-engah terdengar memenuhi ruangan. Zhao Xueyan terbaring dengan tubuh penuh peluh, rambutnya menempel di wajah pucatnya. Tangannya mencengkeram erat kain di bawahnya.“Arghhh … ahhh .…” suara Zhao Xueyan parau menahan sakit yang luar biasa.Di samping ranjang, Kaisar Tian Ming memegangi tangan istrinya dengan mata merah menahan tangis. Tangannya yang besar membelai kepala Zhao Xueyan dengan lembut.“Sayang, bertahanlah, sebentar lagi … sebentar lagi bayi kita lahir .…” suara Tian Ming bergetar menahan rasa sakit yang seolah ikut dia rasakan.Zhao Xueyan menatap suaminya dengan mata penuh air mata.“Tian Ming, sakit sekal i… ahhhh .…” jeritnya kembali menggema.Di sisi lain, Tabib Sun dengan sigap memeriksa sambil memberikan aba-aba.“Yang Mulia Permaisuri … tarik napas … lalu dorong! Sekarang!”Zhao Xueyan menarik napas dalam, menahan tangisnya, lalu mengejan sekuat tenaga.Niuni
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: Bab 534Sebulan kemudian…Istana kekaisaran Tianyang kembali pada suasana damai dan megah seperti sedia kala. Setelah sekian lama diliputi ketegangan dan intrik kotor, kini suara musik lembut, aroma dupa, dan tawa bahagia terdengar di setiap sudut istana.Hari ini, Kaisar Tian Ming mengadakan perayaan besar-besaran untuk merayakan kehamilan sang istri tercinta, Permaisuri Zhao Xueyan.Terlihat Zhao Xueyan duduk anggun di singgasananya dengan hanfu putih bersulamkan benang emas, perutnya yang mulai membuncit menambah aura keibuannya. Ia tersenyum menatap rakyat dan para pejabat yang datang untuk memberi selamat.Seorang pejabat tua menatap Zhao Xueyan dengan senyum ramah lalu menangkupkan tangan memberi hormat.“Selamat atas kehamilan Yang Mulia Permaisuri, semoga putra atau putri yang lahir kelak membawa kejayaan dan kebahagiaan bagi Kekaisaran Tianyang.”Zhao Xueyan tersenyum lembut sambil membalas hormat dengan anggun. “Terima kasih atas doanya, Menteri Li.”Tak jauh dari sana, Kaisar Tian
Last Updated: 2025-07-12
Chapter: Bab 533Setelah Putri Min Ji beserta keluarganya diseret keluar aula penobatan dengan jeritan histeris, suasana altar kembali hening. Hanya terdengar suara napas berat Ibu Suri Gao yang perlahan melangkah mendekati suaminya.Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Suri Gao menatap Kaisar Tian Jing. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Kedua tangannya meraih lengan sang suami dengan lembut, seolah takut sentuhannya akan membuat pria itu menghilang lagi.“Suamiku … Jing’er … akhirnya kau kembali,” suaranya serak bergetar penuh kerinduan. “Aku … aku merindukanmu setiap hari. Aku mengira telah kehilanganmu selamanya.”Tapi tatapan Kaisar Tian Jing tidak menunjukkan kehangatan yang diharapkan sang istri. Matanya hanya menatap Ibu Suri Gao dengan sorot dingin yang penuh kekecewaan.Melihat itu, Ibu Suri Gao menelan ludah. Hatinya berdebar tak karuan. Perlahan ia bertanya dengan suara gemetar.“Ada … ada apa, suamiku? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kenapa kau menatap istrimu dengan tatapan seperti itu? Apa ke
Last Updated: 2025-07-11
Chapter: Bab 532Saat itu, seluruh aula penobatan terdiam membeku. Hening yang menyesakkan seolah menelan semua suara. Hanya suara napas ketakutan Putri Min Ji yang terdengar pelan.Tiba-tiba, terdengar suara berat yang menua namun tegas memecah keheningan itu.“Benarkah … aku akan mati, Min Ho?”Suara itu bergema pelan namun menusuk ke jantung setiap orang yang mendengarnya.Semua orang menoleh dengan cepat, menatap ke arah sumber suara. Di sudut ruangan, di antara deretan kursi para tamu bangsawan, tampak sosok seorang pria tua dengan pakaian kekaisaran meski telah lusuh. Rambutnya sudah beruban seluruhnya, namun matanya tajam penuh wibawa.Deg! Itu Kaisar Tian Jing.Dia berdiri tegak meski tubuhnya kurus, tatapannya menusuk lurus pada Tuan Min Ho di atas altar.Di sampingnya, berdiri Zhao Xueyan dengan hanfu putih polos dan selendang biru. Wajah Zhao Xueyan tanpa riasan, namun sorot matanya begitu dingin dan tajam. Tatapannya mengarah pada Putri Min Ji dengan tatapan meremehkan yang menusuk.Mulut
Last Updated: 2025-07-10
Chapter: Bab 531Ibu Suri Gao menatap tajam ke arah Tuan Min Ho. Suaranya bergetar menahan amarah dan keterkejutan yang luar biasa.“Apa maksudmu Kaisar Tian Jing akan mati?” suaranya meninggi, matanya menatap tajam. “Suamiku itu sudah lama mangkat! Jangan menyebut-nyebut namanya sembarangan roh beliau akan merasa kau mempermainkan hal ini!”Tuan Min Ho justru tertawa terbahak-bahak. Tawanya terdengar menakutkan di tengah keheningan aula. Semua orang menatapnya dengan kengerian. Putri Min Ji yang terduduk menangis, perlahan menatap ayahnya dengan mata penuh harap.Nyonya Kim Na melangkah mendekat, menatap putrinya dengan senyum menenangkan. Dengan lembut namun tegas, dia membantu Putri Min Ji berdiri sambil berbisik pelan namun terdengar jelas.“Bangunlah, putriku. Kita belum kalah.”Mendengar itu, Putri Min Ji perlahan menghapus air matanya. Matanya yang bengkak kini menatap dengan sinar penuh harap, senyum kecil kembali muncul di wajahnya.Tuan Min Ho menatap lurus pada Ibu Suri Gao. Tatapan matanya
Last Updated: 2025-07-09