Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

last update最終更新日 : 2026-05-07
作家:  Yu.Az.たった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
40 評価. 40 レビュー
402チャプター
90.4Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Wanita Kuat

Bangsawan

Kerajaan

Melawan Takdir

Dicap sebagai putri palsu keluarga Adipati Dirgantara, Elena hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan. Tiga tahun ia menanggung siksaan, hingga akhirnya kepalanya dipenggal oleh orang yang paling ia cintai, yaitu Putra Mahkota Daniel karena fitnah dari sang putri asli, Kanaya. Tapi takdir memberinya kesempatan kedua. Elena terlahir kembali sebelum semuanya hancur, Elena tak lagi gadis lemah yang rela diinjak. Ia akan meninggalkan keluarga Adipati yang kejam, mencari keluarga kandungnya yang sesungguhnya, dan menuntut balas pada mereka yang pernah menghancurkannya.

もっと見る

第1話

1. Terlahir Kembali

“Pembunuh!”

“Wanita jahat! Hukum dia!”

“Penggal kepalanya!”

Suara-suara itu bergema tajam di telinga, bagaikan dengungan ribuan lebah. Setiap teriakan disertai tatapan kebencian, hinaan, dan jijik yang menghujam lebih tajam daripada pedang mana pun.

Di tengah lapangan eksekusi, seorang gadis muda berdiri dengan tangan terikat ke belakang, rambut panjangnya kusut, hanfu yang dikenakannya jauh dari kata layak.

Gadis itu akan dihukum, karena kesalahan yang tidak dilakukannya. Mencelakai Putri Kanaya, dengan mengirimkan bandit pada gadis itu untuk diperkosa, untungnya Putra Mahkota Daniel datang tepat waktu menyelamatkan gadis itu. Ini semua telah direkayasa oleh seseorang.

Elena memandang sekeliling, mencari satu tatapan iba sekadar bukti bahwa ia tidak sepenuhnya sendirian di dunia ini. Namun yang ia temukan hanyalah tatapan kebencian.

‘Aku benar-benar sendirian?’ batinnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Tidak ada keluarga Adipati Dirgantara, tidak ada orang yang mencintainya. Hanya orang-orang yang menunggu kematiannya dengan senyum lebar.

Di ujung pandangan, algojo mengangkat pedang besar yang memantulkan sinar matahari. Bilahnya terlihat berkilau dan tajam.

‘Jadi sampai di sini jalanku?’ batin Elena.

Elena menutup mata rapat, kini ia pasrah. Sebuah bilah pedang menyentuh kulitnya.

Crash!

Seketika semuanya terlihat gelap.

"Tidak!"

“Hosh! Hosh!”

Elena terbangun dengan teriakan tertahan. Napasnya tersengal-sengal, keringat dingin membasahi kening. Tangannya refleks meraih lehernya masih utuh, tanpa luka, tanpa darah. Jantungnya berdegup kencang seperti hendak pecah.

Pintu kamar terbuka dengan cepat, seorang gadis pelayan berambut cokelat masuk tergesa-gesa mendengar teriakan dari dalam.

“Nona! Apa yang terjadi?!” serunya panik, matanya melebar melihat nona mudanya menggigil di atas ranjang.

Elena menoleh cepat, pandangannya langsung terpaku. “Cani?” suaranya serak, nyaris tidak percaya apa yang dilihatnya.

Pelayan itu berhenti di ambang pintu. “Iya, Nona. Ini aku. Kenapa? Anda terlihat sangat pucat. Apa hari ini Nona kurang sehat?” tanyanya dengan khawatir.

Elena tidak menjawab, hanya menatap pelayan muda itu lekat-lekat, seolah takut gadis itu akan menghilang kapan saja. Di kehidupan sebelumnya, Cani pelayan setianya telah meneguk racun untuk menggantikan dirinya, gadis itu mati di pelukannya, tetapi sekarang?

“Kau masih hidup?” tanya Elena, suaranya bergetar.

Cani mengerutkan kening bingung. “Tentu saja, Nona. Apa nona bermimpi buruk?”

Elena mengabaikan pertanyaan itu, tangannya kembali meraba leher, memastikan sekali lagi bahwa kepalanya tidak terpisah. Semuanya nyata, panas tubuhnya, detak jantungnya, semuanya hidup.

“Cani!” Elena menatapnya dengan tatapan penuh kegelisahan, “tahun berapa sekarang?”

Cani terdiam heran, namun tetap menjawab, “Tahun 261 M, Nona. Kenapa bertanya seperti itu?”

Dunia seakan berhenti berputar, Elena menahan napasnya. Tahun 261 M itu adalah tiga tahun sebelum kematiannya. Hari ketika Kanaya datang ke rumah Adipati Dirgantara untuk pertama kalinya, hari ketika segalanya mulai runtuh.

Mata Elena membulat sempurna. ‘Aku … aku kembali? Dewa apakah ini kesempatan kedua?’ batinnya berdegup kencang.

“Nona?” Cani melangkah mendekat, pelayan itu bertanya kembali, “Apa Anda—”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Elena tiba-tiba menarik pelayan itu ke dalam pelukannya.

“Cani,” bisik Elena.

Tangis Elenaa pecah, penuh rasa kehilangan yang baru saja dihapus oleh keajaiban. “Kau hidup … kau benar-benar hidup.”

Cani membeku, kaget dengan pelukan hangat yang tiba-tiba itu. “Nona apa yang sebenarnya terjadi? Anda jangan menakutiku.”

Elena menahan air mata yang nyaris jatuh. Di kehidupannya yang lalu, Cani mati, kini ia bersumpah dalam hati tak akan membiarkan hal itu terulang.

“Tidak apa-apa,” kata Elena dengan suara bergetar, mencoba tersenyum. “aku hanya sangat bersyukur.”

Cani menatap wajah nona mudanya yang pucat, masih diliputi kebingungan. “Nona harus menenangkan diri. Adipati memerintahkan agar Anda bersiap ke aula utama. Katanya pagi ini ada tamu penting.”

Ucapan Cani itu menghantam kesadaran Elena. Aula utama, ingatan masa lalunya melintas jelas di ingatannya. Hari ini adalah hari Kanaya putri kandung Adipati Dirgantara akan datang. Hari di mana dirinya dipaksa menyerahkan paviliun pribadinya, fi kehidupan lalu, ia menolak dengan keras, dan berakhir dihukum.

Tapi kini Elena menarik napas panjang, tidak lagi ia menjadi bodoh. Ia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.

Elena melepaskan pelukan pada Cani dan menatapnya penuh tekad kuat. “Baik. Bantu aku bersiap.”

Cani mengangguk, masih ragu namun tetap patuh. “Ya, Nona. Saya akan menyiapkan air hangat lebih dulu.”

Saat Cani bergegas ke kamar mandi. Elena menatap bayangan dirinya di cermin besar. Gadis berambut hitam panjang itu dengan mata biru kehijauan menatap balik. Di balik kelembutan wajahnya, kini terpantul sesuatu yang baru, tekad keras yang lahir dari kematian.

Elena menggenggam jemarinya erat. “Kesempatan kedua ini,” gumamnya pelan, “akan kupakai untuk merebut kembali hidupku.”

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

評価

10
100%(40)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
40 評価 · 40 レビュー
レビューを書く

レビューもっと

Adelia
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
2026-05-05 17:59:47
0
0
afdhika Rey
afdhika Rey
satu kata keren
2026-05-05 07:59:08
0
0
Farman Firdan
Farman Firdan
sangat bagus
2026-05-01 12:23:32
0
0
Dartini Titin
Dartini Titin
cerita bagus, kerren sekali, di tunggu cerita selanjutnya.
2026-05-01 10:15:24
0
0
Sulistia Ningsih Aning
Sulistia Ningsih Aning
Thorrrr,, ar u ok??
2026-04-25 10:59:12
0
0
402 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status