LOGINDicap sebagai putri palsu keluarga Adipati Dirgantara, Elena hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan. Tiga tahun ia menanggung siksaan, hingga akhirnya kepalanya dipenggal oleh orang yang paling ia cintai, yaitu Putra Mahkota Daniel karena fitnah dari sang putri asli, Kanaya. Tapi takdir memberinya kesempatan kedua. Elena terlahir kembali sebelum semuanya hancur, Elena tak lagi gadis lemah yang rela diinjak. Ia akan meninggalkan keluarga Adipati yang kejam, mencari keluarga kandungnya yang sesungguhnya, dan menuntut balas pada mereka yang pernah menghancurkannya.
View MoreRaymond si pria muda tampan berbodi bagus ini senyum ceria, malam ini adalah malam sakral baginya dan Rahma, istrinya. Ulang Tahun ke 4 mereka sebagai suami istri.
Raymond hanyalah sales sebuah dealer mobil yang dikatakan sulit laku, karena jual mobil-mobil asal negeri Tiongkok.
Sial…masih separuh jalan lagi sampai rumah, Raymond terpaksa berteduh, hujan yang tadi sudah gerimis, kini turun dengan derasnya.
Tiba-tiba ponsel jadulnya bunyi, ada chat masuk. Raymond pikir istrinya yang ngontak karena ini sudah pukul 21.00 lewat, tapi saat di buka, ternyata dari nomor tak di kenal.
“Hmm…siapa pengirimnya, kok ada lampiran fotonya,” batin Raymond, kaget saat membuka kiriman tiga buah foto tersebut.
Matanya melotot, jantungnya berdegup kencang. Foto itu perlihatkan seorang wanita cantik dengan rambut panjangnya dan gaun malamnya yang berwarna merah menyala sangat seksi, sampai perlihatkan pakaian dalamnya yang membayang.
Siapapun laki-laki normal pasti tergoda!
Walaupun gambar ini sedikit buram, karena di ambil secara sembunyi-sembunyi dan tempatnya seperti-nya sebuah pub atau klub malam, tapi wajahnya masih bisa di kenali.
Si wanita ini tak sendirian, ada seorang pria setengah tua yang terlihat merangkul si wanita seksi ini dan mengecup pipinya dengan mesra.
Wanita itu mirip sekali dengan…Rahma istrinya.
Raymond…serasa tak menjejak bumi, tubuhnya seketika mematung.
Benarkah itu Rahma…kenapa dia begitu dekat dan akrab dengan pria setengah tua necis dan terlihat sangat kaya raya itu?
Jadi…isu-isu miring yang selama ini dia dengar, sejak karir istrinya melejit dan kalahkan dirinya, di peroleh Rahma dengan cara selingkuh…apakah benar adanya?
Saking marahnya, Raymond letakan begitu saja kue berharga 145 ribu di sebuah halte tempatnya berteduh tadi. Dan tak peduli hujan deras, ia tancap gas pulang ke rumah mereka.
Raymond tak melihat mobil istrinya di garasi, artinya Rahma belum pulang!
Hatinya yang emosi kini dia redam, dengan berpikir positif, paling wanita di foto itu hanya mirip.
Tapi…kenapa 3 foto itu dikirim ke dia…apa maksudnya? Pikirnya dengan galau.
Pukul 23.45 menitan terdengar mobil datang, Rahma istrinya membuka pintu dan langsung menuju kamar.
Mereka berdua memang bawa kunci rumah masing-masing.
Melihat Raymond sudah ‘tidur’ dengan memunggunginya, Rahma hanya hela nafas, dia lalu ke toilet dan hapus make up cetar-nya.
Padahal Raymond aslinya belum tidur, hatinya masih galau dan panas dengan foto itu.
Tak sampai 15 menitan usai merebahkan diri di sisinya, dengkur halus Rahma terdengar. Raymond berbalik dan melalui siluet lampu tidur dia melihat wajah istrinya seperti orang yang sangat kelelahan…!
“Hmm…dia lupa dengan ulang tahun ke 4 pernikahan? Tapi…kenapa dia begitu terlihat lelah..?” kembali batin Raymond berkata, rasa curiga makin menjadi-jadi.
Paginya di meja makan…
Raymond masih terngiang-ngiang dengan kiriman 3 foto yang belum ia hapus, saat melihat istrinya kini terlihat makin cantik dengan blouse warna krimnya.
Di tambah rambut panjang yang sengaja dikritingin dan diberi warna coklat melewati bahunya, plus parfum mahal, cantik sekali Rahma ini di tambah kulit tubuhnya yang putih dan mulus serta semampai.
Rahma memang terlahir blasteran, ayahnya asli Australia, ibunya Sunda.
Mulut Raymond sudah gatal ingin bertanya, kemana saja istrinya hampir pukul 00.00 baru pulang tadi malam.
Tapi mulutnya kalah start, bibir Rahma yang di lapisi lipstick merah menyala duluan bicara.
“Bang, siang nanti mama tiriku dan kakak perempuanku datang dari Australia, mereka akan nginap di tempat kita selama di Jakarta. Katanya rumah mereka sedang di renovasi, jadi sementara pulang ke tanah air dulu, sekalian travelling,” cetus Rahma, sambil memotong roti dan memakannya perlahan.
Raymond diam saja, dia menunggu, apakah istrinya ingat hari ini genap 4 tahun mereka jadi suami istri?
Tapi…sampai Rahma pamit duluan ngantor, tidak ada sama sekali ucapan istrinya tentang ultah itu. Raymond hanya hela nafas panjang.
Padahal ini hari Minggu, tapi Rahma tetap kerja!
“Oh ya…aku mungkin pulang malam lagi, soalnya aku menemani bos di kantor metting dengan klien kakap, yang akan bangun pusat perbelanjaan di Kalimantan,” cetus Rahma lagi sebelum berlalu dari hadapan Raymond.
Si lelaki tak berdaya karena kalah karir dan penghasilan.
Dan kali ini Rahma tidak bawa mobil, tapi di jemput sebuah mobil….mewah!
Raymond hanya bisa mengangguk dan tidak ada ‘kuasa’ melarang. Ia tahu diri, saat ini, 90 persen kebutuhan rumah tangga mereka uangnya dari kantong Rahma.
Sejak karir Rahma melejit, mereka naik pangkat dari keluarga sederhana ke keluarga kelas menengah elit.
Kebutuhan hidup mereka pun otomatis menyesuaikan…mau tak mau, Rahma lah yang dominan keluar biaya!
Raymond bersihkan bekas makanan mereka, hal kecil yang dulunya dilakukan Rahma, kini dialah yang melakukannya, mereka memang tak memiliki pembantu.
Sesaat ia merasa harga dirinya jatuh ke titik rendah…!
**
BERSAMBUNG
Tak lama kemudian, pintu besar aula perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan yang sejak tadi mengiringi para tamu berubah menjadi lebih lembut, membuat seluruh perhatian tertuju pada sosok yang muncul dari balik pintu. Elena akhirnya melangkah keluar dengan mengenakan pakaian pengantin berwarna merah yang dihiasi sulaman indah. Tudung pengantin menutupi sebagian wajahnya, sementara beberapa ornamen rambut berkilauan setiap kali ia melangkah. Suasana aula mendadak hening. Bahkan para tamu yang sejak tadi berbicara ikut menahan napas. Semua mata mengikuti langkah Elena yang perlahan mendekati altar tempat Caspian telah menunggunya. Kaisar Ethan memandang putrinya dengan mata berkaca-kaca. Di sampingnya, Tuan Bastian tersenyum bangga, sementara para anggota keluarga kerajaan lainnya memberikan tatapan penuh kebahagiaan. Ketika Elena akhirnya tiba di hadapan Caspian, pria itu melangkah maju. Tangannya terulur, lalu menggenggam tangan Elena dengan lembut. "Elena." "Ya?" Caspian ter
Setelah pesta mulai semakin larut, Elena dan Caspian memilih meninggalkan aula yang masih dipenuhi para tamu. Keduanya berjalan melewati taman istana yang diterangi cahaya bulan hingga akhirnya tiba di sebuah danau yang tenang, jauh dari keramaian.Permukaan danau memantulkan cahaya bulan yang berkilauan. Angin malam berembus perlahan, membuat suasana di antara mereka terasa jauh lebih tenang dibandingkan pesta sebelumnya.Caspian berhenti di tepi danau.Elena yang berjalan beberapa langkah di depannya ikut berhenti. "Kau kenapa?" tanyanya.Caspian menghela napas panjang. "Elena, ada sesuatu yang ingin kukatakan."Elena menoleh. "Serius sekali."Caspian tersenyum tipis. "Memang serius."Ia terdiam beberapa saat, seolah sedang menyusun kalimat yang tepat. "Pertama-tama, apa kau tidak pernah penasaran dengan identitasku?"Elena mengangkat alis. "Tentu saja aku penasaran."Caspian tampak sedikit terkejut. "Benarkah?"Elena tertawa kecil. "Memangnya selama ini aku terlihat tidak penasaran
Kabut tipis menyelimuti sebuah pulau terpencil yang berada jauh dari wilayah Kekaisaran Kaelum. Di tengah pulau berdiri sebuah benteng tua dengan dinding batu hitam, sementara di bawahnya terdapat beberapa sel besi yang dijaga ketat dan terpisah satu sama lain.Di dalam salah satu sel, Permaisuri Lola mencengkeram jeruji besi dengan wajah penuh amarah. "Lepaskan aku!" teriaknya. "Sialan kau, Elena!"Tidak jauh dari sana, Elena berdiri dengan wajah dingin. Tatapannya berpindah dari Lola ke dua sel lainnya, tempat Adipati Dirgantara dan Kanaya juga ditahan secara terpisah."Kenapa kau melakukan ini?" teriak Dirgantara dari selnya. "Bukankah pengadilan sudah menjatuhkan hukuman kepada kami?"Elena tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap mereka dengan sorot mata yang sulit dibaca.Lola kembali mengguncang jeruji selnya. "Seharusnya kau membunuh kami saja! Akkkhh!" teriakan Lola saat tak sengaja ia menyentuh penjara Besi yang dipenuhi dengan eleme listrik dan air.Ya, mereka tidak dihuk
Pagi itu, alun-alun Kekaisaran Kaelum dipenuhi ribuan rakyat yang berdatangan dari berbagai penjuru ibu kota. Berita tentang kejahatan Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara telah tersebar luas, membuat rakyat ingin melihat sendiri dua orang yang selama ini mereka percaya ternyata menyimpan begitu banyak kejahatan.Suara kerumunan terdengar semakin keras ketika rombongan pengawal memasuki jalan utama. Di tengah barisan prajurit, Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara berjalan dengan tangan dan kaki yang dibelenggu rantai besi.Bukan hanya keduanya saja. Tapi Marco serta antek-antek yang ikut terlibat akan dihukum penggal hari ini juga.Pakaian mereka sederhana dan tidak lagi menunjukkan kedudukan yang pernah mereka miliki. Wajah keduanya terlihat muram ketika ratusan pasang mata menatap mereka dengan kebencian."Itu mereka!""Permaisuri Lola!""Dan Adipati Dirgantara!"Teriakan rakyat langsung menggema.Seseorang dari kerumunan melemparkan sebuah tomat busuk ke arah mereka."Ini untuk












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore