02 - Ide Gila

Jangan lupa komentarnya yah

*****

Zeline mematut wajahnya di cermin. Ia baru saja membasuh wajahnya. Menghabiskan waktu hampir lima belas jam untuk tidur. Patah hati membuat ia membatalkan segala pekerjaannya. Wanita itu lebih memilih tidur ketimbang bekerja.

Zeline tak habis pikir, kenapa pria hanya memikirkan sex di kepalanya selama menjalin hubungan dengan seseorang.

Di usia yang menginjak 25 tahun, Zeline memang sama sekali belum merasakan sex. Meskipun dirinya termasuk wanita bebas yang berteman dengan hiburan malam serta alkohol. Namun, untuk sex sendiri Zeline masih takut karena ucapan beberapa orang.

Pengetahuan Zeline mengenai sex yaitu ketika sex pertama kali itu akan mengakibatkan nyeri yang luar biasa lalu pendarahan dan sulit untuk berjalan. Mendengar hal mengerikan itu saja, membuat Zeline merinding. Meskipun sahabatnya sudah berusaha meyakinkan jika tidak seperti itu kenyataannya.

Sifat paranoid yang dimiliki Zeline membuatnya tetap menjadi perawan. Menonton video sex, membuatnya bergidik ngeri. Banyak pria yang melakukannya dengan kasar. Oh, big no! Zeline masih menyayangi lubang surgawinya dan kulit mulusnya.

Itulah alasannya mengapa para mantan kekasihnya banyak yang berselingkuh darinya. Keengganan Zeline melakukan hubungan badan dengan mereka semua yang membuat para mantan kekasihnya berpaling.

Zeline mencintai para mantannya tersebut. Ia bukan wanita yang memandang pria dari segi materi namun Zeline begitu menyukai wajah yang rupawan. Deretan para mantan kekasih Zeline, merupakan pria yang baik dan cukup tampan serta mampu membuat Zeline nyaman di awal kedekatan dan hubungan mereka. Namun, lambat laun mereka meminta pembuktian cinta dengan melakukan sex.

Zeline sepertinya harus segera memeriksakan diri ke psikiater. Mengobati penyakit phobia yang ia derita.

✈✈✈✈✈

"Kau benar-benar akan pergi ke psikiater?"

Saat ini, Zeline berada di studio foto milik Vera untuk melakukan photoshoot katalog salah satu merek produk lokal pakaian kasual. Zeline mengangguk menjawab pertanyaan Vera.

"Aku pikir kau tidak perlu ke psikiater, kau bisa mengobati penyakitmu lewat dirimu sendiri," kata Vera bijak.

Vera menyodorkan sekaleng bir dingin rendah alkohol untuk Zeline. Vera prihatin terhadap kehidupan percintaan sahabatnya ini meskipun kisah cintanya pun tidak jauh berbeda dengan Zeline. Hanya saja, ia tidak pernah diselingkuhi kekasihnya.

"Kau hanya perlu membuktikan apa yang ada pikiranmu itu. Tidak perlu membayar mahal psikiater untuk mengobati penyakit ketakutanmu itu." Vera menegak minumannya.

Zeline menatap Vera seakan bertanya. "Maksudmu? Aku harus mencoba melakukan sex?" Vera mengangguk.

Wanita itu dengan cepat menggeleng. Membayangkan tongkat milik pria merobek selaput daranya yang akan menyebabkan pendarahan. Mengerikan!

"Zeline, itu hal yang menyenangkan. Come on!"

"Buktinya, aku, Mesya, Fini, tetap hidup bahagia sampai detik ini. Kami tidak terluka bahkan kesakitan seperti bayanganmu." Vera mulai nampak geram.

Zeline pikir ucapan sahabatnya satu ini cukup masuk akal. Apalagi, jam terbang seorang Fini begitu mencengang-kan, karena beberapa kali Zeline mendapati Fini melakukan itu dengan pria yang berbeda.

"Kau harus mencobanya!" Vera meyakinkan Zeline. Zeline hanya bisa diam sambil menggigit bibir bawahnya dengan kuat.

"Aku tidak punya pacar lagi sekarang," ucap Zeline putus asa.

"Kau bisa mencarinya di kelab malam Fini. Di sana banyak pria bertebaran." Vera memberi saran.

Zeline menaikan sebelah alisnya. "Big No! Aku ingin mendapatkan pria untuk kujadikan kekasih, bukan mencari pria sembarangan hanya untuk melakukan sex semata. Bukankah kau tahu, jika aku sulit menemukan pria yang mampu membuatku nyaman."

Vera memutar bola matanya saat mendengar ucapan Zeline. Sahabatnya satu itu memang begitu Complicated. Sejenak Vera berpikir, bagaimana cara Zeline menemukan pria yang bisa dijadikannya kekasih.

Vera menjentikan jarinya ke depan wajah Zeline.

"Salah satu klienku, bertemu calon suaminya melalui situs kencan online Internasional. Kau bisa saja mencobanya. Tidak ada yang tidak mungkin bukan? Kau bahkan bisa menyeleksi terlebih dulu dari wajah mereka, bagaimana?" Vera menawarkan sesuatu yang sangat tidak terpikirkan oleh Zeline sebelumnya.

"Kemungkinan besar kau mendapatkan kekasih bule sangat besar. Aku yakin, itu hal yang menyenangkan, Zel. Kau harus mencobanya," bujuk Vera dan Zeline menarik napas panjang lalu mengangguk menyetujui ide gila yang diajukan Vera padanya.

✈✈✈✈✈

New York

Ricard merenggangkan dasi yang melilit di lehernya. Pekerjaannya seharian ini cukup banyak. Jadwal bertemu klien-pun begitu padat.

Ricardo F Daniello, triliuner muda pewaris tahta kekayaan dari Daniello Corp. Perusahaan keluarga Daniello yang paling gagah perkasa di New York dan dikenal di seluruh belahan dunia. Saat ini, Daniello menjabat sebagai CEO Daniello Corp, perusahaan milik keluarganya dan Owner RFD Corp, perusahaan yang didirikan secara pribadi oleh Ricardo.

Wajah tampan yang dipenuhi dengan brewok, menutupi ketegasan rahang, memiliki sepasang bola mata abu-abu terang, serta tubuh yang begitu proposional menjadi magnet kuat untuk menjadi incaran para wanita. Belum lagi ditambah kekayaan yang berlimpah ruah. Ricardo F Daniello merupakan paket sempurna untuk seorang wanita.

Ricard sama halnya dengan pria dewasa yang hidup di negara bebas lainnya. Pria normal yang membutuhkan sex di dalam kehidupannya. Tapi, ia bukan pria bastard yang hobi berganti jalang. Ia melakukan hubungan sex hanya dengan kekasihnya. Ricard sendiri hanya pernah berpacaran dua kali dalam hidupnya secara serius.

Pria itu begitu selektif memilih wanita untuk dijadikan kekasih. Bella dan Sofia, dua wanita yang beruntung pernah menempati ruang hati Ricard. Namun, keduanya dicampakan begitu saja oleh Ricard ketika pria itu mengetahui pengkhianatan yang dilakukan Bella dan Sofia padanya.

Bella dan Sofia, keduanya wanita yang ditinggalkan Ricard akibat pengkhianatan yang dilakukan mereka. Bella yang sengaja mendekati Ricard untuk mengetahui sisi lemah perusahaan Ricard, karena pada saat itu Bella juga merupakan kekasih dari Rival bisnis Ricard. Terbuktinya hal itu akibat campur tangan Steven, sahabat baik Ricard. Saat itu ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Bella dan kekasihnya di suatu kelap malam. Tentu saja, Steven bergerak lebih cepat untuk merekam pembicaraan serta beberapa kali memotret keduanya yang sedang bermesraan. Bukti yang diberikan Steven cukup untuk membuat Ricard marah dan segera memutuskan hubungannya.

Beda lagi dengan Sofia. Wanita cantik dan seksi ini, merupakan salah satu model Internasional. Ricard dijodohkan oleh Ibunya yang bersahabat baik dengan Ibu Sofia. Tentu saja, sebagai anak yang berbakti, Ricard menerimanya tanpa penolakan. Lima bulan hubungan mereka berlangsung, apa pun permintaan Sofia, Ricard penuhi. Tas limited Edition, pakaian mewah, sepatu mahal dan kebutuhan mewah lainnya. Ricard tidak ambil pusing awalnya, karena bukankah wanita memang senang berbelanja dan dimanjakan dengan hal-hal mewah. Lagipula, Sofia terlihat begitu perhatian padanya. Ricard dibutakan oleh cintanya pada Sofia, sehingga tidak memperdulikan jika uangnya akan terkuras habis oleh Sofia. Sampai pada akhirnya, Ricard memergoki langsung Sofia sedang bercumbu mesra dengan seorang aktor yang sedang naik daun. Tanpa rasa bersalah, Sofia mengakui jika ia hanya mencintai uang Ricard bukan Ricardnya sendiri.

✈✈✈✈✈

Ricard dan Steven sekarang berada di private room salah satu kelap malam ternama di New York. Keduanya akan menghabiskan malam di sana untuk melepaskan penat.

"Kau terlihat seperti pria yang tidak terawat, Ri." Steven mengamati penampilan Ricard yang kini wajahnya dipenuhi bulu-bulu cukup tebal.

Ricard tersenyum pasrah. "Bukankah jika aku begini, aku terlihat semakin seksi?" Steven lantas terbahak.

"Entahlah. Aku bukan pria homo yang akan bilang kalau kau itu seksi!"

"Carikan aku IT handal yang bisa menghapus semua data diriku yang telah beredar di Internet!" ucap Ricard tiba-tiba.

Steven menoleh dan terkejut. "Untuk apa kau melakukan itu?"

"Aku ingin melakukan sesuatu. Namun, sebelumnya aku butuh semua informasiku dihapus, sehingga tidak ada yang bisa melacaknya."

"Hmm. Aku punya kenalan IT yang bisa membantumu melakukan itu semua. Akan tetapi, apa yang akan kau lakukan, jika datamu yang sudah beredar telah terhapus semua?" tanya Steven penasaran.

Ricard memainkan gelas whisky-nya. "Aku akan mendaftarkan diri di sebuah situs kencan online Inter-nasional. Aku ingin mencari kekasih yang entah di mana, yang tidak mengetahui identitas asli diriku."

Steven tercengang. "Are you kidding me? Seriously? Kau tidak depresi kan, Dude?"

Ricard menegak whisky-nya hingga tandas dan kemudian menuangkannya lagi. "Aku pikir, hal itu patut dicoba. Bukankah itu hal yang menarik sekaligus menantang?"

"Aku bahkan tidak sabar untuk mendaftarkan diri."

Steven menggeleng tak percaya akan pemikiran sahabat baiknya ini. Dari mana sahabatnya menemukan ide gila itu demi mendapatkan kekasih. Steven pikir, Ricard masih cukup tampan untuk membuat para wanita bertekuk lutut tanpa harus melakukan hal gila seperti itu.

"Kau yakin, Bro?"

"Sangat! Aku melihat di internet, banyak orang yang berhasil menemukan pasangan hidupnya di sana."

"Jika aku ingin wanita matre atau seksi semata. Hanya sekali kedipan mata, wanita akan datang dengan sendirinya menawarkan diri mereka," ucap Ricard percaya diri.

"Lakukan saja apa yang aku mau, Stev. Aku akan membayar berapa pun orang itu. Lakukan dengan segera, jangan bertele-tele!" Perintah Ricard pada Steven.

Steven menghela napas berat. Ia masih tak habis pikir. Namun, berusaha menghargai apa yang menjadi pilihan sahabat serta bossnya itu.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status