MasukShenina kembali dengan identitas baru, menyusup ke keluarga Karlsson untuk balas dendam atas kematian ibunya 15 tahun lalu. Ia muncul sebagai asisten pribadi dan membuat dua pewaris keluarga itu jatuh ke dalam permainannya: Leon, CEO dingin yang tak pernah kalah, dan Eren, dokter sempurna yang sulit ditolak. Namun, permainan hati tak pernah berjalan sesuai rencana…
Lihat lebih banyakEren tidak membalas pelukan itu. Hatinya terlalu sakit dengan semua fakta ini, tapi kehadiran Shenina selalu membuatnya kembali luluh. Meski begitu, hati Eren yang menghangat tiba-tiba menjadi dingin.Shenina melepas pelukannya, ia bisa merasakan hawa dingin itu. Shenina mundur beberapa langkah. Ia bahkan tak berani menatap wajah Eren.“Maaf, Eren,” ucap Shenina lirih, menyadari beberapa hal.Ia langsung bergegas hendak pergi. Lagipula jika terus berada di sini, hati nuraninya bisa saja berubah menjadi iba. Jujur saja, Shenina sedikit sulit untuk mengontrol perasaannya. Eren adalah pria baik, tapi kehancuran Eren juga adalah kehancuran Maria yang sangat diinginkan oleh Shenina.Ketika langkah Shenina mulai menjauh, tiba-tiba tubuhnya melayang ke pelukan Eren. Pria itu menariknya lembut lalu memeluk Shenina begitu erat. Eren masih diam seribu bahasa, tapi Shenina bisa merasakan bahunya mulai menghangat. Itu adalah air mata yang menetes dari wajah Eren.Shenina terdiam. Dia seharusnya
Wajah Shenina nyaris tak bisa menyembunyikan kepuasannya.Dari kejauhan, matanya beberapa kali melirik Maria yang berdiri kaku di antara para tamu. Wanita itu tampak semakin masam, senyumnya kaku, sorot matanya penuh tekanan. Semakin banyak tamu berdatangan, semakin jelas bahwa Maria kehilangan kendali atas pesta Leon dan Shenina. Dan yang paling menyiksa, Maria tidak bisa berbuat apa-apa.Saat Leon tengah sibuk berbincang dengan para relasi bisnis dan para pria penting yang sengaja ia undang untuk menegaskan dominasinya, Shenina melepaskan genggaman lengan suaminya.Ia melangkah pelan menuju arah Maria.Senyum tetap terukir di bibir Shenina.Senyum itu justru membuat Maria ingin merobek wajah Shenina.Langkah Shenina terhenti sejenak ketika melihat beberapa wanita yang seumuran dengan Maria, berbalut perhiasan mencolok dan gaun mahal, mendekati Maria. Tawa mereka dibuat-buat. Gerak-gerik mereka terlalu terlatih.Shenina mengamati dari kejauhan, matanya menyipit tipis. “Para nenek sos
“Dan orang itu adalah ibumu, Leon. Maria Karlsson.”Shenina baru tersadar ketika sepasang lengan kuat memeluknya tiba-tiba. “Leon?”Shenina sedikit terkejut. Kalimat itu beruntungnya hanya bergaung di kepalanya. Tapi pelukan ini terasa nyata. Ia bisa merasakan kehangatan yang tulus. “Shenina,” panggil Leon lirih.Pria itu merasakan sesuatu yang perih, sesuatu yang asing, setelah mendengar penderitaan masa kecil Shenina. Ia memeluk istrinya begitu ingin melindungi, meski egonya menolak mengakui bahwa cerita itu benar-benar melukai hatinya.“Aku janji,” ucap Leon tiba-tiba. “Mulai sekarang, kau akan merasakan kebahagiaan.”Nada suaranya tetap datar, namun Shenina mendengar ketulusan yang tak biasa di sana. Meski begitu, Shenina tidak goyah. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan datar.“Kebahagiaanku sudah mati sejak dulu, Leon,” batinnya dingin. “Kini hidupku hanya untuk menghancurkan keluarga kalian.”Ia justru membalas pelukan itu lebih erat, seolah perempuan yang sangat m
“Kita tidak akan ke rumah?” tanya Shenina saat mobil yang seharusnya berbelok ke kanan justru melaju lurus.Leon menyetir dengan kecepatan sedang bahkan terlalu pelan untuk ukuran dirinya. Tidak ada lagi raungan mesin dan desakan emosi. Jalanan terasa stabil, cukup membuat napas Shenina kembali teratur, meski sisa trauma masih mengendap di dadanya.“Tidak,” jawab Leon singkat. “Kita ke rumah baru. Kau perlu menenangkan diri dulu.”Kata-kata itu menusuk telinga Shenina. Rumah baru dan ketenangan bukan bagian dari rencananya. Shenina tidak memerlukan semua itu. Justru yang ia tunggu adalah bagian dari menjadi parasit di keluarga Karlsson.Shenina menatap lurus ke depan, lalu suaranya turun menjadi dingin.“Aku kira setelah menikah, aku akan langsung mendapat pengakuan sebagai bagian keluarga Karlsson. Rupanya aku terlalu berharap.”Ia menoleh, menampilkan raut sedih yang nyaris sempurna. Namun Leon tetap menatap jalanan, ekspresinya tak berubah.“Kita akan datang malam ini,” balas Leon
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.