Share

Sekali lagi maaf

Khalingga menarik napas berat, ia menyandarkan tubuhnya pada kursi, memegang dan menjambak rambut dengan kedua tangan. Otak cemerlangnya seolah buntu. Ia meraih ponsel mencari nama Narotama di sana. 

"Bodoh." gumamnya pelan.

Ya tidak mungkin dalam masalah ini ia akan melibatkan Tama. Entah bagaimana reaksi Tama mengetahui scandal ia dengan kekasih sahabatnya. Apa persahabatan yang mereka jalin sejak berseragam putih abu-abu akan berakhir begitu saja?

Khalingga mengusap wajah kasar, ia frustasi jika memikirkan pertemanan mereka. "Sudahlah." ucapnya kesal.

Gerakan tangan pada ponsel ia lanjutkan dan mencari kontak bertulisan Kavi.

"Pulanglah, aku akan menemui setelah makan siang di rumahmu." Tanpa basa-basi Khalingga langsung menyampaikan maksudnya.

"Oh oke," jawab Kavi singkat. Ia sangat paham pasti ada masalah bila Khalingga sudah bersikap dingin.

Sedangkan di

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status