A Night-Stand With My New Boss

A Night-Stand With My New Boss

last updateHuling Na-update : 2024-05-06
By:  Authoress LamsKumpleto
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
3 Mga Ratings. 3 Rebyu
102Mga Kabanata
13.8Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

*"I had a one night stand with a stranger who turned out to be my boss, oh my goodness what have I done,"* Valerie Skye is a young and hardworking woman, who finds herself entangled in a web of love, lies, and unexpected twists, after getting dumped by her ex-lover. She ends up having a one night stand with a total stranger, Dante Blaze, who turned out to be her boss. This becomes complicated for Valerie, as she tries every possible ways to avoid Dante. But as a charming playboy and her boss, Dante takes this as a challenge to clip Valerie's wings and make her his. Will she be able to stand his charm? Will he succeed in making her submit? Will love end up overruling Dante's Playboy's nature? Or will Valerie continuously live in shame of her night with him?

view more

Kabanata 1

Drowning myself in tears

Braaak!

"Kerja! Kerja! Setiap hari itu saja yang kau rengekkan!" kesal Anton kepada istrinya, Selena.

Dia menggebrak meja makan dengan kasar, bahkan piring, mangkok dan gelas ikut bergoyang karenanya. Saking emosinya setiap pagi mendengar istrinya merengek ingin kerja. Padahal, dia tidak kekurangan memberikan nafkah.

"Tapi, aku bosan di rumah, Mas," jawab Selena.

Dan selalu saja, alasan yang Selena ucapkan tidak pernah berbeda, selalu karena bosan di rumah. 

"Kau tidak perlu bekerja! Tugas istri itu hanya dirumah, mengurus rumah tangga!" teriak Anton semakin emosi.

"Tapi..." 

"Aku pergi!" potong Anton dengan cepat, meraih tasnya dan berlalu dengan mobilnya.

Bahkan, dia tidak menyentuh sarapan yang sudah disiapkan Selena sama sekali.

Selena hanya menatap debu yang ditinggalkan ban mobil suaminya. Dan beralih menatap meja makan yang tidak tersentuh. 

Dia hanya bisa menghela nafas berat. Ada setitik penyesalan bersarang di hatinya, seharusnya dia tidak membuka pembicaraan mengenai keinginannya untuk kembali bekerja.

Dua tahun lalu, dia bekerja sebagai supervisor marketing di sebuah perusahaan. Namun, setelah menikah dia berhenti atas permintaan sang suami.

Awalnya, dia menikmati hidupnya menjadi ibu rumah tangga. Namun, lama kelamaan rasa bosan mulai menghinggapi. Ditambah lagi, Anton tidak pernah memberikannya ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Dia dilarang memanjakan dirinya, seperti ke salon ataupun hanya sekedar ngopi sendirian. 

Apalagi ketika tidak sengaja bertemu dengan teman-temannya, mereka selalu bangga dengan pencapaian karir. Sedangkan dia?

Selena adalah seorang sarjana, dengan usia yang baru menginjak pertengahan dua puluh tahunan. Saat tamat kuliah sempat bekerja setahun dan akhirnya menikah.

Semakin lama, dia merasa semakin kesepian. Apalagi pernikahan mereka yang hampir menginjak usia dua tahun, belum juga dikarunia seorang anak. Kalau ada anak, mungkin kesepian itu akan sedikit berkurang.

"Ah, penyesalan itu selalu datang terlambat. Seharusnya dulu aku mengejar karir," ujar Selena yang akhirnya menghempaskan tubuhnya di sofa dan menyalakan televisi. 

Begitulah cara dia menghabiskan waktu.

Kring! Kring!

Ponsel yang terletak diatas meja berdering, menjerit dengan keras seolah meminta untuk segera dijawab.

Dengan malas, Selena meraih ponselnya. Menggeserkan ikon gagang telepon warna hijau. Dia sempat melihat, suaminya yang menelpon.

"Iya, Mas." Selena menjawab dengan datar ketika terdengar suara Anton diujung sana.

"Kau dimana?" tanya Anton.

"Di rumah."

"Malam ini, Pak Haris mau datang ke rumah. Siapkan makanan yang enak dan pastikan rumah dalam keadaan bersih dan rapi! Jangan malas!"

Begitulah Anton, setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya sebuah perintah. Selena seolah pembantunya. 

Padahal, dulu saat mereka belum menikah, Anton begitu lembut dan sabar. Tapi, sekarang dia berubah seratus delapan puluh derajat.

Baginya, istri itu harus menunjukkan kehebatannya di dapur, sumur dan kasur, juga tidak suka mengeluh, barulah disebut istri yang baik. 

"Selena, kau dengar tidak?" tanya Anton, tatkala Selena tidak segera menjawab.

"Mau ngapain Mas, bos kamu datang ke rumah kita?" Selena balik bertanya.

"Sudah, kau cukup lakukan saja yang aku katakan. Jangan banyak tanya! Dan ingat, jangan membuat malu!" 

Tut!

Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Anton secara sepihak.

Selena melirik jam di dinding. Sekarang pukul dua siang. Dia harus mulai bersih-bersih dan masak.

Detik berikutnya, Selena mulai berkutat di dapur. Mengolah bahan menjadi makanan yang lezat. Karena ini bos besar, jadi cukup banyak yang dia masak. Beruntungnya bahan makanan di kulkas masih cukup banyak, sehingga tidak perlu belanja terlebih dahulu.

Peluh membasahi dahi Selena, bahkan dia tidak sadar kalau sudah hampir seluruh tubuhnya berkeringat. 

Setelah selesai masak, masih mengenakan daster putih tipis, Selena melanjutkan membersihkan beberapa bagian rumah.

"Ya ampun, kenapa sih harus dadakan ngasih taunya?" ujar Selena dengan sedikit kesal menggantikan taplak meja makan dengan yang baru.

"Apa Mas Anton pikir menyiapkan makanan itu gampang? Tuh lihat, sekarang gak terasa sudah pukul lima," sambung Selena berbicara pada dirinya sendiri.

Selena mengelap wajahnya yang berkeringat dengan tisu.

Ting nong! Ting nong!

Di saat pekerjaannya belum beres, bel berbunyi. 

"Sepertinya paketku datang," ujar Selena tersenyum.

Dua hari lalu dia memesan paket skincare, dia yakin itu pesanannya yang baru tiba. Dia hanya merawat tubuhnya dengan skincare rutin, karena kalau ke salon, jangan harap mendapatkan izin dari sang suami.

"Sebentar," ujar Selena sambil mengelap tangannya ke daster, menyampirkan lap meja ke bahunya dia meninggalkan sejenak pekerjaannya.

Dengan langkah ringan, Selena berjalan menuju pintu. Inilah salah satu hiburannya di rumah yaitu unboxing paket. 

Kriet!

Selena membuka pintu.

Namun, matanya membola saat melihat siapa yang berdiri di depan pintunya. 

Bukan kurir seperti yang dia pikirkan, tapi seorang lelaki dewasa, penampilannya rapi dan berkharisma.

Selena sempat terpaku sejenak melihat bos suaminya sudah berdiri disana, bukankah katanya malam nanti baru datang?

"P-pak..." sapa Selena.

Haris yang berdiri di ambang pintu menatapnya tidak berkedip. 

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Rebyu

Beverly
Beverly
This book keeps you wanting to read more.
2025-03-10 17:46:19
2
1
David Aminu
David Aminu
i love this book so much
2024-06-06 22:10:26
1
0
autumn yellow
autumn yellow
nice book, totally my type
2024-01-23 18:38:52
2
1
102 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status