LOGINDuring the Thanksgiving holiday week, my husband, Caleb Whitman, keeps working overtime. I feel sorry for how hard he's working, so I take over all the household chores. While doing the laundry, I pull a food delivery receipt from the pocket of his coat. Everything on the order appears to be intended for a pregnant woman. It has bone broth, baked salmon, and fresh seasonal vegetables. It's obvious that everything was chosen with care. There's even a note that says, "For an expectant mother. Keep it low in oil and salt. Make sure the utensils are sterilized." The delivery was sent to a luxury apartment above Caleb's office building. I crumple the receipt, let out a cold laugh, and deliberately call him during lunch. "So, when's the baby shower for your kid? Don't forget to send me an invite."
View More❤️❤️❤️
“Dasar nyebelin!” gerutuku di dalam ruangan kerja.
Aku sangat kesal kepada laki-laki yang berada di samping ruangan kerjaku di kantor. Aku tidak mengerti kenapa harus berstatus menjadi istrinya. Hati pria itu keras seperti baja, dingin bak batu es. Terus terang, awalnya aku sama sekali tidak pernah berharap untuk menjadi pendamping hidupnya.
Hampir setiap hari sikapnya selalu membuatku ingin mengacak-acak rambutnya. Seenaknya dia memberikan perintah kepadaku seperti karyawati lainnya. Tidak adakah sedikit terlintas di benaknya kalau aku ini adalah istrinya?
Istri? Kenapa tiba-tiba aku merasa geli membayangkan kata itu? Sejak kapan aku setuju dan ikhlas menerima dirinya sebagai suamiku? Tidak sama sekali. Menikah dengannya adalah hanya semata-mata karena ingin bebas dari perjodohan yang direncanakan Papa dan Mama.
“Kamu harus menikah dengan Rama. Dia pasti akan memberikan segalanya untukmu.” Papa memaksaku beberapa bulan yang lalu untuk menikah dengan tuan tanah yang ada di desa tempat tinggalnya.
“Key nggak mau, Pah. Laki-laki itu lebih pantas menjadi ayah untuk Key.” Aku dengan yakin menolak permintaan Papa.
“Jika kamu tidak bersedia menikah dengan Rama, Papa kasih kamu waktu dua bulan agar segera menikah. Ingat, umur kamu tidak muda lagi. Kasihan adik kamu harus menunggu kakaknya duduk di pelaminan. Kamu tahu sendiri kalau dia sudah berencana menikah dengan pasangannya.” Papa panjang lebar memberikan penjelasan yang membuatku bingung.
“Tapi, Pah … Key nikah sama siapa?” Aku tidak terima dengan keputusan Papa.
“Kok, nanya Papa? Atau kamu mau tetap menikah dengan Rama saja?” Papa kembali menyebut nama laki-laki yang usianya terpaut dua puluh tahun dariku.
Siapa juga yang bersedia menjadi istri untuk duda yang bernama Rama? Aku benar-benar tidak dapat membayangkan harus hidup dengan laki-laki yang pantas menjadi ayahku. Papa sangat tega terhadap putri sulungnya ini.
Aku pun bingung harus menikah dengan siapa. Bagaimana mungkin dalam waktu dua bulan ini, aku mampu menemukan laki-laki yang bersedia mengajakku bersanding di pelaminan? Sudah bertahun-tahun lamanya, aku tidak memikirkan yang namanya kekasih.
Kriiing! Kriiing!
Suara telepon di meja kerja selalu berhasil mengagetkan diriku. Entah kenapa benda itu sering mengeluarkan suara saat hati ini sedang gundah gulana. Ingin rasanya menempatkannya di tempat yang jauh dariku supaya terbebas dari bunyi yang dikeluarkan.
Aku pun meraih gagang telepon lalu mengangkatnya. “Halo.”
“Ke ruangan saya sekarang!” Ternyata makhluk menyebalkan itu kembali memerintah diriku. Siapa lagi kalau bukan Farid, laki-laki yang berstatus sebagai suamiku.
“Baik, Pak.” Aku pun menutup telepon lalu melangkah menuju ruangannya.
“Maksudnya apa, nih?” Farid melemparkan berkas yang tadi aku serahkan kepadanya dengan kasar.
“Ada apa, Pak?” tanyaku penasaran.
“Lihat kerjaan kamu, nggak ada yang benar! Kamu bisa kerja, nggak?” Pertanyaannya membuatku ingin berbuat kasar kepadanya.
Aku sudah mengerjakan apa yang diminta tadi pagi, tetapi tidak tahu kenapa laki-laki itu justru menganggap pekerjaanku tidak benar. Farid selalu saja membuatku kesal dan tidak mengerti apa yang dia pikirkan. Dia sungguh menyebalkan.
“Tapi saya sudah menyiapkan semua yang Bapak minta.” Aku tetap berusaha membela diri.
“Siap apa seperti ini? Siap untuk dibuang?” Kalimatnya membuat dadaku terasa sesak. Apa yang kulakukan tidak dihargai sama sekali.
“Saya minta maaf, Pak. Izinkan saya memeriksanya kembali.” Aku pun mengambil berkas tersebut lalu meminta izin keluar dari ruangan Farid.
Dasar suami tidak punya perasaan, tahunya memerintah dan membentak saja. Salahku apa harus menikah dengan laki-laki seperti dia?
❤❤❤
“Key, aku ada kabar gembira, nih,” ucap Alea, dua bulan yang lalu. Dia merupakan sahabat terdekatku sejak duduk di bangku SMA.
“Kabar apaan?” tanyaku ingin tahu.
“Saudari papaku lagi cari menantu.” Alea dengan semangat memberikan kabar tersebut.
“Apa hubungannya denganku, Al?” tanyaku saat itu.
“Jelas ada, dong. Bukannya kamu cerita mau cari pendamping hidup karena desakan orang tua?” Alea mengingatkan kepedihanku kala itu.
“Oh, iya … aku hampir lupa, Al.”
“Kamu nggak bakalan kecewa, deh. Dia kakak sepupuku, cakep.”
“Tapi dia mau, nggak, nikahin aku?” Aku ragu dengan rencana Alea.
“Tenang aja. Semua bisa diatur. Dia sudah janji tidak akan menolak jika dicarikan jodoh untuknya. Tapi ….” Alea tiba-tiba menjeda.
“Tapi kenapa, Al?” Aku bingung melihat perubahan wajah Alea.
“Dia super dingin, cuek, dan egois. Apa kamu sanggup menghadapi cowok seperti itu?”
“Aku juga nggak tahu, Al. Tapi aku akan berusaha karena aku nggak mau dinikahkan papaku dengan cowok yang pantas menjadi ayahku. Lebih baik hidup bersama cowok dingin, cuek, dan, egois daripada laki-laki tua.” Aku sangat yakin mengucapkan pernyataan itu kepada Alea.
“Okeh, deh. Nanti aku pertemukan kamu dengan Tante Laras. Beliau orang baik. Kamu pasti nggak akan nyesal memiliki mertua seperti dirinya.”
“Apaan, sih. Mikirnya kejauhan. Beliau mau, nggak, punya menantu sepertiku?”
“Pasti mau, dong. Siapa, sih, yang nggak mau memiliki menantu cantik?”
“Cantik tapi nggak laku, itu kata adikku. Ha-ha-ha!”
Beberapa hari kemudian, aku pun bertemu dengan Tante Laras. Entah kenapa, wanita paruh baya tersebut langsung tertarik ingin menikahkan aku dengan putranya. Beliau pun menyampaikan akan segera menemui orang tuaku.
Tidak butuh proses panjang, sebulan kemudian, aku resmi menikah dengan anak Tante Laras, Farid. Wanita tersebut sekarang aku panggil dengan sebutan “Mami”. Dia sangat baik dan pengertian, aku merasa menjadi perempuan paling beruntung memiliki mertua seperti beliau.
Walaupun Farid bersikap dingin kepadaku, tetapi aku masih memiliki mertua dan adik ipar yang perhatian. Mereka yang telah membuatku untuk tetap bertahan menjadi istri Farid. Kalau mengingat perlakuan laki-laki itu, rasanya ingin berhenti menjadi pendamping hidupnya.
Dua bulan menjadi istri Farid, membuatkup menemukan keluarga baru yang berhati baik. Pria itu terdiri dari tiga bersaudara. Dia memiliki kakak dan adik perempuan. Farid merupakan anak laki-laki satu-satunya.
Kakak perempuannya yang bernama Cindy, tinggal bersama suaminya. Sementara adik bungsu masih berstatus sebagai mahasiswi dan sekarang sedang duduk di tingkat dua. Dia gadis manja, tetapi sangat sayang kepadaku.
“Gimana suasana di kantor, Sayang?” tanya mami mertua kepadaku. Saat ini kami sedang menikmati makan malam bersama.
“Seperti biasa, Mih. Berusaha membantu pekerjaan Farid.” Aku melirik ke arah laki-laki itu.
“Nggak kerasa, ya, kamu udah dua minggu bantu Farid di kantor.” Papi mertua membuka suara.
“Bantu merusak pekerjaan Farid, Pih,” ucap Farid. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu.
Farid menghentikan makannya lalu dia pun beranjak menuju ruang keluarga. Entah kenapa laki-laki itu selalu mencari kesalahanku, padahal aku sudah berusaha membantunya mengurus pekerjaan sesuai dengan permintaan mami mertua.
Mampukah aku untuk tetap bertahan menjadi istri Farid? Apakah keputusanku sudah tepat memilihnya sebagai suami?Apa yang harus aku lakukan?
============
"The perfume you smelled? That was a gift from another man," Juliette said.Every word she spoke pierced Caleb's heart. His face went bright red as he suddenly lunged forward, trying to grab Juliette by the throat."You bitch! I'll kill you!" Caleb shouted.The bodyguards beside Juliette immediately rushed in and pinned Caleb to the floor within seconds.Juliette said, "Don't kill him. He will stain the hospital floor. Throw him out."Caleb was thrown out of the hospital like garbage. Some people took photos, others recorded videos, and soon, what happened there went viral online.The headline read, "Cheating scumbag dumped by mistress and beaten in public."Caleb lay outside the hospital for a long time before finally getting up. He staggered along the street, having no idea where to go. In the end, he arrived downstairs at my building.I was reading when the doorbell rang. The security footage showed that Caleb was kneeling at the doorway. His face was swollen beyond recognit
At that moment, Juliette vanished.Arnold tracked her down quickly. "She checked into the presidential suite at Crestpoint Hotel," he said.He sent me several photos. "The person covering the bill is Mr. Roberts, the real estate developer."In the photos, Juliette clung to Mr. Roberts' arm while smiling brightly.Even more brazen, she posted a new Instagram story. The caption read, "Some men love to brag without having any real capabilities. They promise to give you the best life, but in the end, they can't even afford a handbag. And then they still have the nerve to say that they love you. Ladies, keep your eyes open."The photo showed her latest trophy, a Hermes bag worth one hundred thousand dollars.When Caleb saw it, he went berserk. He rushed to Crestpoint Hotel and pounded on the door of the presidential suite like a madman."Juliette, come out right now! You shameless slut! That baby is mine! How dare you run off with my child?"The door opened, but instead of Juliett
"Chloe can't stand seeing us happy, so she deliberately fabricated all of this to drive a wedge between us," Juliette said. "Cal, the child that I'm carrying is yours."Seeing that she was on the verge of tears, Caleb's heart softened immediately. "Jules, I'm sorry. I was too sensitive. That woman is truly vicious. She's resorting to such dirty tricks."He said menacingly, "Once I get through this crisis, I'll make her pay for it!"I watched the surveillance footage Arnold sent me and couldn't help but shake my head. Caleb was clearly blinded by love. Even with the evidence staring him in the face, he refused to accept it. However, that didn't matter, because he would soon see Juliette for who she really was. No matter how convincing her performance was, it couldn't last forever, especially once Caleb had nothing of value left to offer.I scrolled through my phone and saw that Juliette had just posted a new update on a dating platform. The caption read, "I've been feeling down la
"Juliette has been very busy in the past couple of days," Arnold said.He sent me several photos. "Yesterday afternoon, she met with Lewis Roberts, a real estate developer. This morning, she had coffee with Carson Golding from the finance world."In the photos, Juliette, who was heavily pregnant, was dressed in a revealing outfit and openly flirting with different men.I sneered as I looked at the photos. It turned out that Juliette was involved with more than one man."Arnold, please keep digging."I thought for a moment, then continued, "Focus on her social media accounts and find out who she has been interacting with."…Two days later, the information Arnold sent left me stunned. Juliette had been maintaining ambiguous relationships with three men at the same time. Aside from Caleb, Juliette was also involved with Mr. Roberts and Mr. Golding. All three men believed that they might be the father of her baby, and each of them had been financially supporting her.Arnold pull












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.