Início / Romansa / ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN / 28. Pengacara dan Rencana Cadangan

Compartilhar

28. Pengacara dan Rencana Cadangan

Autor: Senjaaa_
last update Data de publicação: 2026-04-17 19:14:02
"Pak! Bapak ini pengacara atau kolektor foto diam-diam? Kalau mau foto saya dan Arlan, bilang saja, nanti saya kasih yang pose lebih estetik!" seru Keyla sambil berkacak pinggang di depan rak dokumen.

Dia menatap pria tua itu dengan berani, meskipun jantungnya masih berdegup kencang karena kaget. Keyla tidak menyangka pengacara yang biasanya bicara sopan ini ternyata punya hobi menguntit.

Pak Lukman hanya tersenyum tipis, dia merapikan jasnya yang sedikit berdebu tanpa rasa bersalah sedikit
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   61. Sandaran CEO

    "Arlan! Itu si Arlo KW super kenapa dadah-dadah dari kapal pesiar kayak mau ikut lomba melambai sedunia?! Terus ini kenapa helikopternya miring-miring begini, apa pilotnya lagi belajar goyang di udara?!" seru Keyla sambil mencengkeram sabuk pengamannya erat-erat hingga buku jarinya memutih.Wajah Keyla sudah pucat pasi, matanya melirik ngeri ke arah laut lepas yang terlihat gelap dan bergulung di bawah sana. Keyla merasa perutnya dikocok habis-habisan, rasa takut akan ketinggian berbaur dengan rasa kesal melihat Arlo yang tampak sangat santai di atas kapal mewah itu.Arlan segera menarik tubuh Keyla ke dalam dekapannya, membiarkan kepala asisten kesayangannya itu bersandar di dada bidangnya yang kokoh. Dengan tangan yang sangat tenang, dia mengusap bahu Keyla, berusaha menyalurkan kekuatan dan ketenangan yang selalu ia miliki."Tenanglah, Keyla. Helikopter ini sangat stabil, pilot saya hanya sedang menyesuaikan dengan arus angin laut agar perjalanan kita lebih mulus," jawab Arlan deng

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   60. Duel Tampan

    "Arlan! Itu tadi siapa yang nelepon kok suaranya mirip kamu tapi versi lebih menyebalkan?! Terus kenapa dia panggil kamu Kakak? Kamu beneran punya kembaran yang tertinggal di masa lalu?!" seru Keyla sambil memegang erat pegangan pintu mobil yang mulai melaju kencang meninggalkan villa.Napasnya memburu, bayangan wajah bermasker di layar ponsel tadi benar-benar menghantuinya. Keyla merasa kepalanya mau pecah membayangkan ada dua pria setampan Arlan di dunia ini, tapi yang satu sepertinya ingin mencuri hidup suaminya.Arlan tidak membiarkan Keyla tenggelam dalam ketakutan, dia segera memindahkan tangannya dari kemudi hanya untuk menggenggam jemari Keyla yang dingin. Dia memberikan tatapan mata yang sangat tajam namun penuh keteduhan, berusaha meredam badai di hati asisten kesayangannya itu."Tenanglah, Keyla. Dia bukan kembaran biologis saya, melainkan sepupu jauh bernama Arlo yang sejak kecil memang dididik untuk menjadi bayangan saya dalam urusan bisnis keluarga," jawab Arlan dengan s

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   59. Rahasia Kembaran

    "Arlan! Itu kakek kamu kok hidup lagi? Terus kenapa dia pegang foto bayi kembar begitu? Kamu jangan bilang kalau sebenarnya saya ini punya kembaran yang tertukar di puskesmas?!" seru Keyla dengan suara melengking sambil menunjuk-nunjuk layar monitor di balik pintu villa.Napasnya memburu, matanya membelalak melihat pria tua di depan pintu yang sangat mirip dengan mendiang Kakek Adiguna. Keyla merasa dunianya kembali jungkir balik, membayangkan jika selama ini ada orang lain yang memiliki wajah persis sepertinya dan mungkin sedang merencanakan sesuatu yang aneh.Arlan tidak membiarkan Keyla terus berimajinasi liar sampai menembus batas logika. Dia segera menarik Keyla ke belakang punggungnya, lalu dengan tenang membuka pintu villa setelah memastikan tidak ada ancaman senjata di tangan pria tua tersebut."Tenanglah, Keyla. Beliau bukan hantu kakek saya, melainkan adik kembar Kakek yang selama ini menetap di luar negeri untuk mengelola yayasan panti asuhan rahasia itu," jawab Arlan denga

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   58. Lift Macet

    "Arlan! Ini pintunya kok didobrak segala?! Terus kenapa kita harus lari-lari di kegelapan begini, kamu nggak lagi ngajak saya main petak umpet versi ekstrem kan?!" seru Keyla sambil tersandung kakinya sendiri karena suasana kantor yang mendadak gelap gulita.Jantungnya berdegup kencang, suaranya bergema di lorong gedung yang biasanya tenang. Keyla mencengkeram lengan jas Arlan seolah itu adalah satu-satunya pegangan hidupnya di tengah kepungan orang-orang misterius yang mendobrak masuk ke ruangan mereka tadi.Arlan tidak membiarkan Keyla jatuh, dia segera menangkap pinggang istrinya dan menariknya ke dalam pelukan yang sangat protektif sambil terus melangkah menuju lift darurat. Dengan gerakan tenang namun sangat sigap, dia mengeluarkan kartu akses khusus yang bisa menyala di dalam kegelapan."Tenanglah, Keyla. Itu bukan penjahat bersenjata, melainkan tim audit gadungan yang sengaja dikirim oleh inisial S.A. untuk mencuri dokumen proyek 1998 yang baru saja kamu temukan," jawab Arlan d

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   57. Tikus Kantor

    "Arlan! Itu di paviliun kenapa ada suara teriakan histeris begitu?! Apa Ayah lagi nonton film horor sendirian atau jangan-jangan ada tikus raksasa masuk ke sana?!" seru Keyla sambil meloncat dari kursi balkonnya dan hampir saja menumpahkan jus jeruk mahal di atas meja.Napasnya memburu, bayangan boneka hancur tadi masih membekas di kepalanya, membuat imajinasinya liar memikirkan hal-hal buruk yang menimpa Pak Surya. Keyla sudah siap lari turun tangga tanpa alas kaki jika memang ada bahaya yang mengancam satu-satunya orang tua yang ia miliki.Arlan dengan sigap menangkap pergelangan tangan Keyla, memberikan pegangan yang sangat kokoh dan stabil untuk menenangkan kepanikan istrinya. Dia memberikan tatapan mata yang sangat teduh, seolah berkata bahwa selama dia ada di sana, tidak akan ada hal buruk yang benar-benar terjadi."Tenanglah, Keyla. Itu bukan suara Ayah mertua, melainkan suara Bibi Sumi yang sepertinya baru saja menemukan kejutan tak terduga di dapur paviliun," jawab Arlan deng

  • ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN   56. Air Mata Buaya

    "Arlan! Itu di TV kok ada wanita ngaku jadi Ibu saya, padahal wajahnya lebih mirip tante-tante yang suka rebutan diskon panci di pasar swalayan daripada Ibu saya yang lembut?!" seru Keyla sambil menunjuk layar tablet dengan jari yang sedikit gemetar, namun matanya tetap memicing penuh curiga.Keyla merasa jantungnya hampir copot saat melihat wanita itu menangis tersedu-sedu di depan kamera, mengklaim bahwa hak Keyla telah dirampas oleh keluarga besar Adiguna. Padahal, seingat Keyla, ibunya memiliki aura yang sangat damai, bukan penuh drama teatrikal seperti yang sedang tayang di berita itu.Arlan tidak membiarkan Keyla larut dalam kebingungan, dia segera mematikan tablet tersebut dan menarik Keyla ke dalam pelukannya yang sangat hangat dan kokoh. Dia memberikan tatapan yang sangat tenang, seolah ingin meyakinkan Keyla bahwa dunia tidak akan kiamat hanya karena satu berita sampah."Tenanglah, Sayang. Itu bukan Ibu kamu, melainkan seorang aktris figuran gagal bernama Ratna yang sengaja

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status