"Ingat, Keyla. Jangan mempermalukan saya di depan Ibu," ucap Arlan tajam.Keyla merapikan gaun emerald green yang membalut tubuhnya. Dia tidak menoleh, justru sibuk memastikan riasannya tidak luntur di spion."Bapak yang minta saya jadi tameng, kan?" sahut Keyla tenang."Ya. Tapi tameng yang berkelas, bukan yang membawa bakwan ke ruang rapat," sindir Arlan.Keyla hanya tersenyum tipis, lalu keluar dari mobil dengan anggun. Arlan sempat terpaku melihat perubahan drastis asistennya itu.Mereka melangkah masuk ke restoran mewah bergaya klasik Eropa. Di meja bundar paling sudut, dua wanita sudah menunggu dengan tatapan menilai."Arlan, akhirnya kamu datang. Ibu pikir kamu lebih memilih asistenmu daripada undangan Ibu," ucap Nyonya Sofia dingin.Arlan tidak segera duduk, dia justru menarik kursi untuk Keyla dengan gerakan protektif. "Maaf terlambat, Bu. Saya harus memastikan Keyla siap bertemu Ibu."Mata Nyonya Sofia beralih ke Keyla, menatapnya dari ujung kepala hingga kaki. Di sampingnya
Last Updated : 2026-04-03 Read more