Short
After Rebirth, I Made That Bastard Live To Regret It

After Rebirth, I Made That Bastard Live To Regret It

Oleh:  BubblesTamat
Bahasa: English
goodnovel4goodnovel
9Bab
3.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

After my rebirth, I no longer reached out to save Lucas when he was beaten half to death. Wherever he went, I went the other way. When he said we could be together, I refused without hesitation. I cut off every thread that tied us. In my last life, the moment I discovered this Omega was my fated mate, I fell for him recklessly. At first he was cold to me, but once we were together, he treated me with overwhelming care. I thought my sincerity and devotion had won him over. For twenty years, I used my position as the Alpha's daughter to make him the pack's Beta. The first thing he did after becoming Beta was frame my father and drive me to the edge of a cliff. He stood there with his first love in his arms, looking at me with pure hatred. "Why did you tear me and Catherine apart? Why did you make us miss each other for so many years?" In that moment, my heart died. I threw myself off the cliff. When I opened my eyes again, I was back on the day Lucas got beaten by his loan sharks. This time, I planned to stand back and watch the show.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Tidak lama setelah reuni alumni itu berakhir, semua orang mulai menyadari perubahan sikap Olivia.

Awalnya, Olivia menghapus semua unggahan di media sosialnya yang berkaitan dengan suaminya, Reynald.

Ketika Reynald pulang ke rumah, tidak ada lagi satu lampu pun yang sengaja dinyalakan untuk menyambut kepulangannya.

Kemudian, Olivia bahkan menghentikan program bayi tabung yang selama ini dijalaninya di rumah sakit.

Lima tahun silam, Olivia dan Reynald mengalami kecelakaan mobil. Tepat pada saat kedua kendaraan bertabrakan, Olivia mati-matian melindungi Reynald dengan menindih tubuhnya.

Reynald nyaris tidak mengalami luka apa pun, sementara Olivia justru mengalami cedera parah pada tubuhnya. Dia bahkan sempat koma selama tiga hari tiga malam di rumah sakit. Dokter menyatakan bahwa seumur hidupnya kemungkinan besar dia akan sulit memiliki anak.

Demi memuaskan permintaan orang tua Keluarga Osvaldo untuk meneruskan garis keturunan dan menikmati hari tua bersama cucu, dia pergi ke rumah sakit setiap bulan untuk melakukan suntikan dengan jarum yang bahkan lebih panjang daripada lengannya. Setiap harinya, dia berharap agar dirinya bisa hamil.

Setelah itu, Olivia tidak mengurus masalah Keluarga Osvaldo lagi, tidak berkunjung lagi ke kediaman lama, dan tidak lagi peduli dengan aktivitas Reynald.

Olivia seolah-olah sudah melupakan identitasnya sendiri, sebagai istri Reynald yang seharusnya bisa hidup nyaman dan serba berkecukupan. Dia justru mencurahkan hampir seluruh waktunya untuk pekerjaan hingga lupa diri, bahkan sering berangkat pagi dan baru pulang larut malam.

Pada hari ini, akhirnya Reynald menyadari ada yang berbeda dengan Olivia. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia segera pergi ke studio Olivia.

Reynald mengenakan setelan jas. Setiap gerak-geriknya memancarkan aura seorang pria berkuasa yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis.

"Olivia," panggil Reynald dari depan pintu. Suaranya dipenuhi dengan kelembutan.

Olivia yang berdiri di depan meja terdiam sejenak. Dia tidak menoleh dan hanya berbicara dengan nada yang sangat lembut.

"Ada urusan apa?"

Olivia tidak seperti dulu lagi yang akan berbalik menyambutnya, melepaskan jasnya yang masih menyimpan hawa dingin dari luar, lalu menggenggam kedua tangannya dan mengembuskan napas hangat berulang kali untuk menghangatkannya. Olivia bahkan tidak meliriknya sama sekali.

Ada rasa kehilangan yang tiba-tiba muncul di hati Reynald. Dia hendak melihat ekspresi wajah Olivia, tetapi wanita itu menghindar dan menyembunyikan wajahnya di balik rambut panjangnya.

"Kamu pulang dulu saja. Aku masih harus bekerja cukup lama."

Ucapan Olivia terdengar begitu sopan dan tenang, tetapi hati Reynald justru terasa semakin sesak.

Hari itu, Reynald memang ada urusan sehingga tidak menghadiri reuni alumni. Belakangan, dia baru mengetahui apa yang terjadi di sana, tetapi semua itu hanyalah omongan orang mabuk.

"Olivia, semua bukan seperti yang dikatakan Wilona. Dia terlalu banyak minum dan bicara sembarangan. Aku dan dia sudah nggak punya hubungan apa-apa lagi. Sekarang, aku hanya sekadar membantunya karena dia nggak punya apa-apa ...."

"Kamu nggak melakukan kesalahan. Belum lagi, dulu kita juga sesama alumni. Sekarang kamu adalah seorang pengusaha, tentu saja kamu harus sedikit ‘berjiwa sosial’ demi menjaga reputasimu. Kalau aku berada di posisimu, aku juga akan membantunya …. Aku lihat dari unggahan Wilona di media sosial, hari ini ulang tahunnya. Kamu nggak mau pergi merayakannya?"

Reynald sedikit mengerutkan keningnya. "Olivia, apa kamu masih ngambek? Hari ini, aku datang khusus untuk mencarimu. Aku ingin kita pulang sama-sama!"

Olivia tetap sibuk di depan meja. Sambil membuat beberapa garis pada sketsanya, dia menjawab.

"Acara ulang tahunnya hanya sekali dalam setahun. Kamu akan menyesal kalau melewatkannya."

Nada bicara Reynald mulai terdengar sedikit kesal.

"Tapi, sudah beberapa hari kita nggak makan dan ngobrol bersama di rumah! Olivia!"

Baru saja Reynald menyelesaikan omongannya, ponselnya pun berdering.

Suara Wilona yang berada di ujung telepon terdengar terisak-isak.

"Reynald, aku nggak sengaja menjatuhkan kue ulang tahunku untuk acara hari ini. Bisa nggak kamu sekalian membelikanku yang baru sebelum datang ke sini? Kalau nggak, kue ulang tahunku jadi terasa nggak lengkap …."

Reynald menyipitkan matanya dengan sedikit tidak sabar, tetapi tubuhnya justru dengan jujur berbalik menuju pintu.

Namun, sesampainya di depan pintu, dia kembali berhenti.

Dari pantulan di pintu kaca, Reynald dapat melihat gerak-gerik Olivia masih seperti tadi. Dia bahkan tidak sedikit pun merasa kecewa, seolah-olah memang tidak mempermasalahkannya.

"Itu, Olivia … kamu tunggu aku setelah pulang nanti. Persiapkan teh pereda mabuk untukku. Nanti mereka pasti akan memaksaku untuk minum … oke?"

"Selain itu, aku baru saja memenangkan lelang sebuah patung dewa pembawa keturunan yang terbuat dari batu giok untukmu. Kita pasti akan punya anak."

Ketika Olivia masih belum menjawab, Reynald sudah menutup pintu dan meninggalkan tempat.

Di sudut studio, mata asisten Olivia memerah karena merasa tidak adil terhadap atasannya.

"Kenapa Pak Reynald bersikap seperti ini? Jelas-jelas dia tahu, kamu kesulitan memiliki anak karena melindunginya dulu. Kenapa dia malah merayakan ulang tahun wanita lain, bahkan mengungkit hal yang paling menyakitkan bagimu!"

"Nggak masalah." Nada bicara Olivia masih terdengar sangat ringan.

Namun jika dilihat dari dekat, kertas sketsa sudah dipenuhi dengan bekas air mata dan tulisan sudah memburam.

Olivia dengan mati rasa menyunting kalimat terakhir di bagian akhir emailnya di dalam ponselnya, lalu menekan tombol kirim.

Tidak lama kemudian, dia menerima balasan.

[Kami sangat menyambut kedatanganmu untuk bergabung dengan studio desain kami di luar negeri. Aku sudah lama menunggumu.]

Olivia kembali tersenyum.

Tujuh hari lagi, Olivia akan berpamitan dengan tempat ini dan merestui pasangan itu.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Özlem Uysal
Özlem Uysal
it's a good revenge story
2026-05-09 22:30:31
0
0
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status