Short
Alpha’s Childhood Sweetheart Killed My Mother, I Faked Death

Alpha’s Childhood Sweetheart Killed My Mother, I Faked Death

By:  Alyssa JCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
24Chapters
3.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

My Alpha mate Cain's childhood sweetheart Vivienne had returned from her overseas training in healing. She'd made a bet with the other healers that she could use the deadly wolfsbane to cure patients. Every senior healer told her it was absolutely impossible. But she ignored the warnings and injected a massive dose of wolfsbane extract straight into my mother Iris's body. My mother fell into a deep coma after her wolf was killed. My brother Ethan, enraged at the Moonlight Gathering, demanded a Trial by Blood from Vivienne, demanding her life. But Cain had Ethan imprisoned in the Silver Prison before the gathering. I was trembling with rage, wanting to tell everyone the truth at the gathering. But Cain stopped me. “When you go up on stage, tell everyone that what happened to your mother was an accident.” I froze, tears streaming down my face. I was his mate, after all. A flicker of guilt crossed Cain's eyes as he gently wiped away my tears. “Don't cry, baby,” his voice was low and gentle. “Vivian and I grew up together. She saved my life when we were little. She's a good person. She would never intentionally use Wolfsbane to harm your mother. It was an accident.” “You just need to admit it wasn't Vivian's fault,” Cain said, “and I'll get the best healers to treat your mother.” He paused. “Ethan will be released immediately too.” I closed my eyes. “Okay…” Since Vivienne was so important to you, then I would grant your wish. I turned and staged my death, leaving with my mother and brother. But the powerful Alpha broke down, searching the world for me and begging me to come back.

View More

Chapter 1

Chapter 1

“Bang Adnan, tunggu!”

Lolita membuka lebar kedua tangannya, berniat menghalangi laju kaki Adnan.

“Kenapa Lol? Lo jangan gangguin gue dulu. Gue ada rapat penting sama anak BEM.”

Bisik-Bisik orang sekitar mulai menggema. Mereka mencibir kelakuan Lolita yang tak ada habisnya. Bukan satu atau dua kali anak semester 4 itu mengganggu ketua BEM mereka. Gadis itu selalu menyatakan perasaannya. Entah sudah berapa kali, hasilnya pun tetap sama— ditolak.

“Lima menit,” Lolita merekah kan kelima jarinya. “Eh, nggak-nggak!” Kepalanya menggeleng, lalu empat jarinya hingga menyisakan jari telunjuk. “Satu menit aja! Cukup.”

Adnan menghela napasnya. Menghadapi fans fanatik seperti Lolita memang membutuhkan kesabaran yang ekstra.

“Lol, jawaban gue nggak akan berubah.”

“Tenang Bang. Hari ini gue nggak mau nembak lo kok. Serius!” Lolita memasang tampang paling menyakinkan yang dirinya miliki. Tujuannya menghadang pujaan hatinya memang bukan untuk menyatakan perasaan. Ia mempunyai keperluan lain, yang sama pentingnya dengan menunjukkan rasa cintanya pada pemuda itu.

“Apaan? Tolong cepetan, Lol. Anak-anak nungguin gue!”

“Oke!”

Lolita menghirup udara melalui kedua lubang hidungnya. Ia mengambil napas dalam sebelum mengeluarkannya cepat.

“Bang Adnan, tatap mata gue!” Pinta Lolita dengan nada seriusnya.

“Bukan muhrim!”

Seketika saja Lolita tersentak. Bagaimana ini. Ritual pemeletannya tidak mungkin bisa dilakukan jika Adnan tak menatap matanya. Ia belum mempelajari kesaktian mandraguna dukun-dukun populer Indonesia.

‘Hais! Coba aja dulu! Katanya asal yakin, bisa! Kan pake kekuatan pelet kemauan diri!’ batinnya, menyemangati diri sendiri. Ambisi dan tulusnya perasaannya pasti bisa dijadikan sebagai dorongan kekuatan. Intinya! Yakin saja dulu. Kalau gagal coba lagi nanti.

“Ya udah, nggak usah tatap-tatapan. Nggak lagi shooting film India juga.”

Dia mau ngapain sih? Makin kesini, makin kesana tuh adek tingkat.

Udah semenit nggak sih? Harusnya Bang Adnan udah cabut nih.

Kalimat terakhir yang merasuk ke dalam gendang telinga Talita membuat gadis muda itu segera bergegas. Jangan sampai misi membacakan mantranya tidak terlaksana.

“Aaaa!!!” Teriak Lolita. Tangan kanannya terangkat, mendarat tak jauh dari wajah tampan Adanan. “Badabum.. Badabum! Cemriwing! Wing! Buat Bang Adnan terkintil-kintil! Bwah!” Terakhir, tangannya bergerak seperti orang yang sedang memercikan air ke wajah pemuda dihadapannya.

“Udah! Bye, Bang!!” Ucap Lolita lalu berlari cepat meninggalkan Adnan dan orang-orang yang terpelongo melihat tingkahnya.

Gema tawa menyeruak. Mereka menertawakan keabsurd-an Lolita. Sajian siang hari yang benar-benar menghibur jiwa kemalasan para mahasiswa. Sepertinya rasa suka gadis itu pada si ketua BEM sudah memasuki fase depresi. Anak itu menggila sampai-sampai melakukan hal sereceh tadi.

“Nan, lo baik-baik aja?” tanya sahabat Adnan, Richi. “Lo nggak beneran kena peletnya tuh bocah tengik kan?”

“Hah? Itu tadi gue dipelet? Kok nggak berasa apa-apa, selain malu sendiri sama kelakuannya?” Beo Adnan. Pemuda itu menggaruk kepalanya.

“Ck! Mana bisa lo dipelet. Bokap lo shalatnya kenceng! Jalan lagi aja. Anak-anak nunggu kita.”

Adnan mengangguk. Berhubung kendala terberat di kehidupannya sudah tak lagi mengganggu, ia kembali melanjutkan langkah tanpa peduli dengan reaksi para mahasiswa.

Di Sudut lapangan futsal yang menjadi perantara terhubungnya dua fakultas, Argam Gondo Joyo— Kakak Lolita, mengepalkan jari-jarinya. Ia ikut shock dengan perilaku ajaib adiknya itu.

“Gam, Adek lo makin-makin.” Celetuk teman Argam. “Bawa ke psikiater gih! Takutnya LCD-nya kena, Nyet!”

Wah— Maminya harus tahu perihal kebodohan adiknya ini. Bisa-Bisanya anak itu kembali mempermalukan diri hanya untuk seorang manusia.

“LOLITA CANTIKA! LO NGAPAIN ANJENG!” Kesal Argam. Minta diguyur air kembang setaman memang adiknya itu. Perasaan Argam, setan ditubuh adiknya kenapa tak kunjung menghilang sampai sekarang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Brandi
Brandi
Loved the story. So many the same stories but yours had me hooked from beginning to end.
2026-03-20 12:43:49
0
0
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status