LOGIN'Bocah, jangan larut dalam kesedihan! Cepat serap energi jiwa gadis itu! Kalau kamu nggak menyerapnya, aku nggak akan sungkan-sungkan!' Pada saat itu, suara Leluhur Naga kembali terdengar dan mendesaknya dengan nada serius.Bahkan Leluhur Naga juga tidak menyangka, akhir dari semua ini malah akan menjadi seperti sekarang. Jiwa Afkar tidak hancur, melainkan orang lain yang mati menggantikannya.Di dalam hati, Leluhur Naga hanya bisa menghela napas panjang. Itu berarti, dia juga tidak mungkin lagi mengambil alih tubuh Afkar. Namun, dia tidak benar-benar merasa menyesal. Tubuh Afkar memang luar biasa dan memiliki potensi besar, tetapi tetap saja tidak sepenuhnya cocok baginya.Akan tetapi, energi jiwa murni yang terbentuk dari kehancuran jiwa Zivina membuat Leluhur Naga benar-benar tergoda.'Aku ... bagaimana mungkin aku menyerap energi jiwanya?' Afkar meraung dengan penuh duka dan amarah.'Bocah, nggak ada yang perlu kamu ragukan! Dia sudah rela hancur demi menyelamatkanmu. Kalau kamu me
'Apa? Kamu punya cara?'Mendengar ucapannya, Afkar langsung tertegun. Hatinya dipenuhi keterkejutan, sekaligus muncul secercah harapan.Felicia punya cara? Jika masih ada kemungkinan untuk hidup, tentu Afkar tidak ingin jiwanya hancur begitu saja. Benar juga! Felicia adalah Dewi Langit dari Dunia Negara Pertapa, mungkin dia mengetahui rahasia tertentu?Fiuh ....Namun tepat pada saat itu, Afkar yang sedang berkomunikasi lewat kesadaran tiba-tiba merasakan sesuatu yang mengerikan. Jiwa lawannya seakan berubah menjadi nyala api kecil yang berkobar hebat! Jantung Afkar langsung bergetar, lalu jiwanya pun ikut bergetar hebat.'Tidak! Sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu gila!' Afkar meraung dengan putus asa.'Afkar, aku nggak gila! Maafkan aku, aku sebenarnya bukan istrimu, Felicia. Aku telah membohongimu ....' Suara Zivina terdengar pilu, getir, sekaligus mengejek dirinya sendiri. Seiring dengan proses membakar jiwanya sendiri, Zivina langsung merasakan tekanan kekuatan pemakan jiwa yang m
Merasakan gejolak emosi itu, hati Afkar dipenuhi amarah sekaligus kepedihan.Raja Bintang benar-benar pantas mati! Sedangkan Felicia ... apa pun yang terjadi, dia harus hidup!Keputusan Afkar untuk membakar jiwanya bisa dikatakan sepenuhnya demi Felicia. Karena bagaimanapun hasil akhirnya adalah kehancuran jiwa, daripada ditelan Raja Bintang, lebih baik dia bertarung habis-habisan. Lebih baik hanya dia seorang yang mati daripada Felicia harus ikut bersamanya!'Sayang, jangan takut. Selama aku masih ada, aku nggak akan membiarkanmu celaka! Sekarang dengarkan aku baik-baik!' kata Afkar dengan suara dalam.Anehnya, mendengar suara itu di benaknya, emosi Zivina malah perlahan menjadi lebih tenang. 'Mm ... bagaimana caranya? Afkar, apakah kamu punya jalan keluar?'Afkar menjawab tegas, 'Ada! Dengan membakar jiwaku sendiri, aku bisa melepaskan diri dari kekuatan pemakan jiwa milik Raja Bintang. Aku akan melakukan itu!''Jiwaku akan meninggalkan tubuh fisikku dan masuk ke dalam tubuhmu, memba
Bahkan dengan tingkat jiwa mencapai wujud nyata, Afkar tetap tidak mampu melawan kekuatan aneh yang dapat menekan jiwanya ini. Lantaran tidak ada jalan lain, dia terpaksa kembali meminta bantuan Leluhur Naga.'Senior! Kali ini bukan hanya aku yang mati, jiwaku pun akan ditelan. Aku khawatir kamu juga nggak akan bisa lolos!' teriak Afkar dengan putus asa melalui kesadarannya.'Bocah, aku tahu! Jangan berteriak!' Suara Leluhur Naga terdengar di dalam benak Afkar.Dari nadanya, bahkan eksistensi agung dari zaman purba itu pun terdengar diliputi keseriusan yang berat. Leluhur Naga juga merasakan ancaman besar!Bagaimanapun juga, lawan mereka adalah makhluk yang mampu menyeberangi lautan bintang dan datang ke bumi. Pada masa kejayaannya, kekuatannya sama sekali tidak lebih lemah dari Zuro.'Senior, apakah kamu punya cara? Kalau kamu juga nggak punya jalan keluar, kali ini kita benar-benar tamat!' Afkar tersenyum getir.Meskipun saat ini Raja Bintang masih bersembunyi dan belum kembali ke pu
Dari generasi ke generasi, setelah para ahli tingkat pencapaian agung dibawa oleh para penjaga masuk ke dalam "Balai Suci Leluhur" ini, nasib mereka persis sama seperti lima belas ahli tingkat pencapaian agung yang ada sekarang!Mereka semua "ditelan" oleh Raja Bintang dengan metode yang aneh dan tak terduga, bahkan hingga tidak menyisakan jiwa sedikit pun. Mereka menjadi "bahan bakar" untuk memulihkan kekuatannya!Inilah alasan mengapa selama ribuan hingga puluhan ribu tahun, jumlah ahli tingkat pencapaian agung di Dunia Negara Pertapa tidak pernah bertambah, bahkan sering kali terjadi kekosongan generasi."Apa? Semua ahli tingkat pencapaian agung di dunia ini ... ditelan?" seru Angin Merah dengan suara gemetar. Dalam suaranya, tersirat penderitaan yang mendalam.Setiap orang yang terbungkus oleh darah iblis pengubah keabadian, sedang mengalami siksaan yang amat menyakitkan. Perasaan itu adalah rasa takut dan keputusasaan karena merasakan daging dan darah sendiri perlahan-lahan terkor
Seiring dengan suara yang bergema itu, seluruh aula mendadak kembali diselimuti lapisan cahaya merah yang jauh lebih pekat.Sret!Sesaat kemudian, sepasang mata raksasa tiba-tiba muncul di langit-langit aula bawah tanah itu. Mata itu memancarkan cahaya penuh kegembiraan yang jahat dan menyeramkan, menatap semua orang di dalam aula. Seolah-olah, sebuah dewa jahat sedang memandang rendah semua orang di bawah kakinya.Pada momen ini, Afkar, Zivina, Freya, Noah, Api Hitam, serta tiga reinkarnasi iblis .... Semua orang merasakan tubuh mereka seakan terikat oleh suatu kekuatan yang tak terlihat. Kekuatan itu seolah langsung membelenggu jiwa mereka.Orang-orang yang sebelumnya saling bertarung sengit, kini semuanya membeku di tempat dan tak mampu bergerak sedikit pun.Gluduk ... gluduk ... gluduk ....Kemudian, terdengar suara aneh seperti cairan yang mendidih. Dari bawah kaki Afkar dan semua orang lainnya, gumpalan-gumpalan zat merah darah berbentuk gel perlahan muncul. Zat-zat itu kemudian







