Share

521. Kereta Kencana

Kereta kencana itu melaju ditarik kuda-kuda terbaik istana. Para pengawal dari kerajaan Warih dan dari pasukan Raja Dawuh mengiringinya. Hewan dan binatang buas masih mengikuti mereka di kiri, kanan dan belakang mereka. Panglima Adhihra duduk di sebelah Raja Dawuh. Raja itu sendiri yang memintanya. Dia ingin Panglimanya yang paling setia itu berada di dekatnya, agar jika terjadi sesuatu yang buruk, Panglima itu bisa dengan sigap melindunginya.

“Apakah binatang-binatang buas itu utusan dari Raja Abinawa, Yang Mulia?” tanya Panglima Adhira di dalam kereta kencana itu dengan heran pada Raja Dawuh.

“Aku rasa bukan,” jawab Raja Dawuh.

Panglima Adhira heran.

“Jikan bukan, siapakah yang mengirim mereka untuk menemani perjalanan kita ke istana kerajaan Warih? Apakah Yang Mulia sendiri yang mengutus mereka dengan sebuah ajian?” Panglima Adhira sangat penasaran.

“Aku rasa Bimantara yang mengirimnya kemari,” jawab Raja Dawuh.

Panglima Adhira terbelalak mendengarnya.

“Bimantara?”

“Ya, hanya dia y
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status