LOGINMalam semakin larut, lelah dan rasa kantuk mulai menghinggapi Jyu, Taffie, dan Sizhi. Tapi istirahat masih belum bisa dilakukan, ketiganya harus tetap berlari menuju ke barat. Tapi akhirnya mereka menyerah!
Sejatinya berlari di alam darkent sungguh melelahkan. Daratan alam darkent adalah pasir, sehingga kaki akan terasa lebih berat saat berlari.
"Beristirahat sebentar!" kata Taffie dan kini ketiganya bersembunyi di balik bebatuan kerucut.
"Aku setuju!" kata Jyu deng
Kini situasi semakin rumit, tiba-tiba saja Sizhi mendekati istana iblis dengan kecepatan tinggi. Bahkan Jyu sendiri tak bisa mengikutinya, hanya bisa melihat tanpa mampu berbuat apapun."Jangan mengejarnya, Alber bukan musuh yang bisa kamu hadapi. Jika kau tertangkap selesai sudah nasibmu" kata Elveryn yang mencoba mengingatkan Jyu agar tak mengejar Sizhi.Dari kejauhan Jyu bisa melihat bahwa Sizhi menangis. Entah mengapa dia seperti melihat orang terdekatnya yang telah lama meninggal."Dia tadi berkata kakek, apa itu artinya Alber adalah kakeknya?" gumam Jyu saat dia bersembunyi bersama Elveryn."Gawat!"Jyu mengintip dari celah-celah bebatuan, kini Sizhi sudah bertemu dengan Alber. Tanpa disangka Sizhi langsung memeluk pria tua yang menjadi pemimpin alam darkent tersebut. Tanpa disangka juga Alber membalas pelukan itu dengan begitu erat. Setelah beberapa saat Alber mengajak masuk Sizhi ke dalam istana iblis."Apa yang harus ku lakukan seka
Raja terdahulu, ini adalah kata kunci yang membuat Jyu, Taffie, dan Sizhi kebingungan. Lalu ke manakah dia sekarang? Dan kenapa harus ada terowongan pelarian seperti ini?"Kenapa dia harus membuat terowongan pelarian seperti ini?" tanya Jyu yang penasaran.Elveryn langsung menunjukkan jalan untuk menuju ke istana iblis. Dia terus bergelantungan di pundak Jyu sambil menunjukkan jalan yang benar. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah persimpangan, ada empat lorong yang mengarah ke arah yang berbeda."Ke kanan, berjalan ke lorong yang paling kanan" perintah Elveryn. Semua mengikutinya, berjalan beriringan sambil terus waspada terhadap serangan yang mungkin saja muncul.Elveryn lantas melanjutkan ceritanya, "Raja terdahulu di kudeta oleh orang jelek. Dia membunuh raja terdahulu lalu menggantikan posisinya sekarang"Mendengar hal ini membuat Jyu, Taffie, dan Sizhi saling pandang. Mereka seperti bertanya-tenya, ternyata di alam darkent ada juga aksi ku
Kuma kini sudah melompat begitu tinggi untuk menyerang Yeti. Tangannya sudah mengepal, kilatan-kilatan hitam menyambar dari tangannya itu. Kekuatannya bakal membunuh Yeti."Sekarang!" teriak Jyu memerintahkan Kuma untuk melakukan serangan.Kini Kuma mengincar kepala Yeti, berharap satu pukulan ini langsung menghancurkannya. Tapi Yeti telah sadar bahwa Kuma berniat menyerangnya. Dia langsung marah dan mengaum keras. Bahkan kini Yeti juga bersiap untuk menyerang.Kuma melancarkan serangannya, tapi di saat yang sama Yeti juga menyerang. Kedua tinju pun beradu dan lengan kanan Yeti hancur setengah. Dia kesakitan hingga meraung-raung begitu keras."Sial! Kita salah sasaran" kata Jyu yang kesal.Jyu tak mau menunggu lagi, sebelum Yeti bangkit dia ingin menyerang monster itu. "Tiga menit, aku harus mengulur waktu hingga tiga menit"Serangan pertama gagal, artinya kekuatan Kuma baru bisa dipakai lagi tiga menit kemudian.Sementara itu, Jyu da
"Siapa Alber?" tanya Taffie dengan serius.Jyu pun langsung menantikan jawaban Elveryn. Entah mengapa dadanya berdetak kencang, seperti menemukan ancaman besar di balik nama Alber. Bahkan Jyu yakin orang inilah yang harus dikalahkan untuk bisa menutup portal dimensi.Elveryn langsung memandangi Jyu dan Taffie, tapi tatapannya sungguh menggemaskan."Jadi kalian benar-benar tak tahu dia?" kata Elveryn."Aku rasa aku tak bisa berharap terlalu banyak kepada kalian" katanya lagi yang kini ekspresi wajahnya menunjukkan rasa frustasi."Dia itu penguasa alam ini. Tapi aku tak suka dengannya. Alber itu orang luar, dia sok jagoan dan bikin onar di alam darkent. Aku tak suka dengannya, aku ingin membunuhnya"Benar dugaan Jyu dam Taffie, Alber adalah penguasa alam darkent. Artinya semua masalah yang terjadi sekarang adalah dia penyebabnya. Kini sudah jelas siapa yang harus Jyu kalahkan."Hei Elveryn, antarkan aku ke istana iblis, aku
Situasi semakin mendesak saat dua badai mulai mendekat. Jyu dan Sizhi begitu panik karena tak ada celah lagi untuk kabur. Tapi Taffie berbeda, dia panik tapi masih cukup tenang. Dia seperti sedang konsentrasi untuk memecahkan masalah ini. Tapi harus cepat karena waktu mereka tak banyak.Hingga akhirnya dia merencanakan sesuatu."Sizhi panggil iblismu, minta dia membuat bola dari benangnya. Pastikan bola itu sangat elastis dan cukup untuk kita masuki" perintahnya.Tanpa berpikir lagi Sizhi langsung melaksanakan perintah Sizhi. Svider pun muncul dan dia langsung mengerti apa yang dimau oleh Taffie. Dalam sekejap sebuah bola dari benang-benang elastis telah jadi. Ketiganya pun sudah berada di dalamnya.Inilah strategi Taffie. Mereka akan berlindung di dalam bola tersebut. Harapannya bola ini akan terombang-ambing saat dihantam badai, sehingga secara tidak langsung melindungi ketiganya, termasuk agar tak terpisah lagi.Kini badai sudah datang menerjang
Tepat di sekitar Taffie, Jyu, dan Sizhi ada 30 lebih makhluk mistis yang mengepung. Dari ciri-ciri fisik mereka, diperkirakan mereka tergolong dalam makhluk mistis tingkat Devil. Cukup kuat dan mereka pasti sangat merepotkan, terutama soal jumlahnya.Namun Taffie memberikan perlawanan dengan kekuatan iblisnya. Dalam sekejap iblisnya muncul, sosok wanita berambut panjang dengan jubah putih compang-camping, memakai topeng, dan tanduk runcing di dahinya, serta pedang indah di tangannya.Iblis bernama Karakura itu langsung menggandakan tubuhnya hingga 30 orang. Kini jumlah mereka seimbang, pertarungan pun bisa dilakukan dengan adil. Kesempatan menang pun sama-sama besar.Karakura memang memiliki kekuatan untuk menggandakan tubuh hingga tak memiliki batas. Uniknya setiap bayangan tubuhnya memiliki kekuatan yang sama, hampir tak ada bedanya dengan wujud asli Karakura.Alasan inilah yang membuat Taffie dipilih oleh Master Jenna untuk mendampingi Jyu menyusul ke
Rasanya seperti terkena setruman listrik. Sekujur tubuh Jyu bergetar hebat saat melihat mata Tyrex terbuka lebar. Kini menatapnya tajam!Dalam beberapa detik tubuh Jyu seperti tak bisa digerakkan. Ingin rasanya dia kabur atau langsung menyerang, tapi tubuhnya sama sekali enggan menur
Kini Jyu merasakan lelah dan sakit di seluruh tubuhnya. Rasanya tubuhnya tak mau lagi bergerak, hanya bisa berbaring di atas tanah dengan suasana gelap dan sunyi di dalam gua. Ia pun hanya bisa menutup mata dan mengatur nafasnya agar bisa tenang.Apa yang dilakukan Jyu sekarang seperti med
Satu hantaman lagi bebatuan ini benar-benar hancur. Jyu semakin panik karena sebentar lagi dia akan tertangkap monster Tyrex menjijikkan yang ada di depannya. Ia harus berpikir cepat untuk meloloskan diri.Dengan kepanikan yang terus memuncak, Jyu mengamati sekitarnya. Area bebatuan ini memanjang d
Beruntung!Kali ini Jyu benar-benar beruntung, makhluk mistis itu tak sadar akan keberadaannya. Dia memilih pergi dengan terbang, begitu cepat, dan dalam sekejap sudah hilang. Jyu yakin makhluk mistis ini memiliki tingkat kekuatan yang cukup tinggi, melawannya sudah pasti kematian.Perlahan Jyu dud







