MasukJyu, seorang pemuda yang memiliki takdir begitu kelam. Dia lahir di keluarga miskin, terpinggirkan, dan selalu ditindas hingga mati mengenaskan. Tapi ia malah hidup kembali dan terjebak di situasi membingungkan hingga akhirnya memiliki kekuatan iblis berupa boneka beruang. Kekuatannya begitu konyol, sehingga membuatnya terus dianggap sebagai pecundang yang tak bisa bertarung. Tapi anggapan ini salah, kekuatan iblisnya begitu misterius dan memiliki kekuatan yang mengerikan. Hingga akhirnya dia dihadapkan pada situasi sulit yang mengancam dunia. Jyu pun mempertaruhkan nyawanya demi menjadi pahlawan terhebat yang pernah ada di dunia. Dengan bantuan boneka beruang ia pun menantang semua musuh yang ada. Yang bisa diharapkan: - Seorang MC yang tumbuh bersama boneka beruangnya. - Boneka beruang yang bangkit, berubah, dan berevolusi. - Beragam karakter yang saling membantu untuk tumbuh.
Lihat lebih banyak"Kita sudah memberinya racun, satu menit lagi dia akan mati"
Inilah perkataan yang terdengar samar oleh seorang pemuda berambut merah darah, tubuh kurus, dan wajah penuh luka sayatan.
"Argh," sedetik kemudian ia mengerang kesakitan, racun di tubuhnya mulai bereaksi merusak setiap organnya.
Tiba-tiba sebuah tendangan mendarat tepat di perutnya. Seorang pria yang baru saja memberinya racun adalah tersangka utama. Perlahan pria itu melangkah pergi dengan tawa bahagia.
Perlahan juga kesadarannya pudar, matanya terpejam sedikit demi sedikit. Rasa sakit kian menggerogoti tubuhnya, dada terasa terbakar dan jantung seperti ingin meledak. Begitu menyakitkan!
"Bedebah kalian! Demi uang kalian tega meracuni semua warga. Aku akan menuntut balas di neraka," pemuda ini siap menemui ajalnya. Tapi dia bersumpah akan melakukan pembalasan yang lebih kejam. Mereka harus membayarnya!
Dan dia pun kehilangan kesadarannya. Mati mengenaskan!
***
"Jyu, bangunlah!"
Gelap. Hanya ada kegelapan, tapi kini jiwanya sudah terbangun.
"Aku dimana?"
Jyu membuka matanya perlahan, samar-samar terlihat ada seorang pria berdiri di depannya. Sosoknya sungguh misterius, memakai jubah berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan juga memakai penutup kepala hingga wajahnya tak terlihat.
"Siapa kau? Jangan-jangan kau malaikat maut?"
Pria misterius itu membuka penutup kepalanya. Kini terlihat jelas siapa dia, pria tua dengan rambut putih dan kerutan ada di seluruh wajahnya. Kumisnya panjang dan melengkung ke atas. Tapi ada satu yang mengerikan, mata kanannya putih sempurna dengan pupil berwarna abu-abu.
Dia mengulurkan tangannya, mencoba membantu Jyu untuk bangun.
"Aku adalah Yomi, penjaga alam roh. Kau sekarang telah bangkit di alam roh"
Jyu meraih tangan Yomi untuk berdiri. Ia melihat sekelilingnya, kini berada di sebuah gua yang ada di tengah hutan. Hanya ada hamparan pepohonan, menjulang tinggi dengan sedikit parapan cahaya yang entah itu dari matahari atau bulan. Jyu pun hanya bisa menerka-nerka. "Ku rasa alam roh tak begitu menakutkan, tak seperti bayanganku sebelumnya"
"Ikutlah denganku, waktumu tak banyak," kata Yomi. Pria tua ini pun langsung berjalan meninggalkan gua dimana ia menemukan Jyu.
Waktu yang terbatas. Tentu saja ini membuat Jyu penasaran. Tanpa menunggu perintah lagi ia mengikuti Yomi, berjalan menyusuri hutan yang akar pohonnya keluar dari tanah. Kondisi ini membuat kontur tanah tak rata, membuat perjalanan terasa begitu berat. Berulang kali juga Jyu harus memanjat akar pohon itu yang tingginya sampai dua meter.
Tapi anehnya rasa susah ini cuma dirasakan oleh Jyu, sebab Yomi dengan tenang berjalan tanpa harus repot-repot melewati rintangan yang ada. Langkahnya seperti melayang, ia seperti memiliki kemampuan terbang layaknya burung.
Dengan rasa capek yang mulai terasa, Jyu berusaha mengejar Yomi untuk menanyakan sesuatu.
"Kenapa kau berbeda denganku? Lalu apa maksudmu waktuku tak banyak"
Yomi terus saja melangkah tanpa memerdulikan pertanyaan Jyu. Tapi tak lama setelah itu secercah cahaya mulai terlihat, awalnya redup tapi lama kelamaan jadi begitu terang. Beberapa saat kemudian Yomi berhenti di atas sebuah batu besar.
Jyu terus mengejarnya. Dan tak lama ia sudah keluar dari dalam hutan, cahaya terang kini menyinarinya. Ternyata cahaya ini berasal dari bulan. Jyu memerhatikan langitnya, bulan bersinar terang tapi cahayanya sangat berbeda jauh dengan alam dunia, di sini lebih lembut dan menenangkan.
Tentu Jyu harus mengabaikan hal ini karena dia harus mengejar Yomi. Dia pun menaiki batu besar itu dan terlihatlah hamparan pedesaan dengan hiruk pikuk aktivitas penghuninya.
"Apa ini?," katanya yang terkejut saat melihat pedesaan yang begitu indah.
"Inilah alam roh. Sejatinya alam roh tak ada bedanya dengan alam dunia, hanya berbeda dimensi saja," jelas Yomi saat Jyu sudah berdiri di sampingnya.
Lalu Yomi menunjuk satu titik yang ada di ujung desa, seperti sebuah gua yang ada di area perbukitan.
"Kesanalah?"
Jyu melihat Yomi dengan serius, tampak jelas raut wajah kebingungannya. "Kenapa aku harus kesana? Kamu belum menjawab semua pertanyaanku tadi"
"Belum waktunya kau berada di alam roh," tegas Yomi.
"Maksudnya?"
"Alam roh hanya diperuntukkan bagi roh yang telah damai. Bagi orang-orang yang mati karena dibunuh atau bunuh diri dan masih memiliki keinginan kuat untuk hidup akan diberi satu kesempatan lagi, asalkan...asalkan dia membangkitkan kekuatan iblis"
"Tapi waktumu tak banyak, hanya tiga hari. Selama tiga hari kau harus sudah memiliki kekuatan iblis dan kembali ke dunia manusia, jika tidak maka kau akan terjebak di alam Darkent, tempat dimana iblis berkumpul"
"Apa?," Jyu hanya bisa kaget saat mendengar perkataan itu.
***
Sejatinya alam roh tak akan pernah menerima jiwa-jiwa manusia yang belum damai. Masih memiliki ambisi dan dendam yang ingin dituntaskan. Semua orang yang masih memilikinya tak jauh berbeda dengan iblis. Karena itulah alam roh memberikan mereka kesempatan untuk hidup lagi dengan membangkitkan kekuatan iblis dalam diri mereka.
Tapi ini tak seperti doorprize, setiap orang yang jiwanya masih terjebak dalam ambisi atau biasa disebut sebagai Surcy, harus mengusahakan kekuatan iblisnya sendiri. Caranya mudah tapi begitu mematikan.
Para Surcy harus masuk ke dalam gua yang akan mengirimnya ke alam Darkent, disanalah mereka harus mencari kekuatan iblis. Jika sampai tiga hari mereka tak bisa membangkitkan kekuatan iblis, jiwa mereka akan terjebak di alam Darkent, tempat dimana iblis dan setan berkumpul. Terjebak di sana dan abadi, menjadi budak para makhluk-makhluk durjana.
Suka tidak suka tiga hari adalah batas waktunya. Bukan soal kekuatan iblis saja, tetapi juga kondisi tubuh manusianya. Tubuh para Surcy sejatinya telah dianggap mati oleh manusia di alam dunia. Karena itulah jasad mereka telah dikuburkan di dalam tanah. Waktu tiga hari adalah waktu paling masuk akal karena tubuh belum sepenuhnya rusak atau membusuk, karena faktor alam atau digerogoti serangga yang ada di dalam tanah.
Ketika para Surcy berhasil membangkitkan kekuatan iblis, maka mereka akan hidup lagi. Seketika memiliki kekuatan terbangun yang mengerikan.
***
Kini Jyu harus segera memasuki gua itu, sendirian tanpa diantar oleh Yomi. Tugas Yomi sudah selesai, ia hanya mengarahkan, soal masa depan itu berada di tangan Jyu sendiri. Membangkitkan kekuatan iblis atau terjebak di alam Darkent, siapa yang tahu?
Dengan tergesa-gesa Jyu menuruni perbukitan, berlari kencang melewati bebatuan. Melompat dari satu batu ke batu lainnya, langkahnya cepat ingin segera sampai di gua yang ada di ujung pedesaan. Sayangnya jaraknya begitu jauh, mungkin perlu waktu setengah hari untuk sampai di sana.
Tak ada kata menyerah, dia hanya ingin hidup kembali dan menuntaskan ambisinya di dunia, membalas dendam. Setelah itu, ia mati pun tak apa karena sejatinya Jyu sendiri sudah capek hidup. Karena itulah semangat untuk hidup kembali terlihat di matanya.
Tiga hari! Entah rintangan apa yang akan menghadangnya, tapi Jyu sudah siap.
Setelah bersusah payah menuruni perbukitan, akhirnya ia sampai di area pedesaan alam roh. Jyu terus saja berlari, jaraknya masih jauh dengan gua yang dimaksud oleh Yomi. Langkah kakinya masih cepat menyusuri jalan setapak yang ada di tengah-tengah desa.
Meski sudah malam nyatanya penghuni alam roh tetap beraktivitas seperti biasanya. Mereka bersenda gurau di luar rumah, ada yang makan, bahkan bermain dengan hewan peliharaan. Uniknya semua orang di sini awet muda, seperti menjadi versi terbaik mereka semasa hidup di dunia, cantik dan ganteng.
Setiap orang yang berpapasan dengan Jyu selalu memberi sapa dan melemparkan senyum manisnya. Mereka seperti sudah tahu bahwa Jyu sedang diburu oleh waktu demi bisa kembali ke dunia manusia.
"Semangat anak muda!," beberapa di antaranya juga terus berteriak untuk menyemangati Jyu.
Jyu hanya bisa melemparkan senyuman kepada mereka. "Rasanya aneh disemangati oleh hantu," kata hatinya.
Jyu sendiri sudah berlari sangat jauh, tapi jaraknya dengan gua masih teramat jauh juga. Kini rasa lelah sudah memenuhi tubuhnya, ototnya menegang, aliran darahnya mengalir deras, jantung terus memompa darah dengan cepatnya. Jyu pun berhenti sejenak, di bawah rindangnya pepohonan.
Angin alam roh bertiup pelan, menenangkan ketika setiap hembusannya mengenai Jyu. Ia menyandarkan bahu dan kepalanya di batang pohon. Nafasnya masih begitu cepat, tapi perlahan mulai teratur dan pelan.
Banyak roh yang berjalan di sekitarnya, tapi mereka cuek. Jyu mencoba mengajak mereka bicara, tapi tak ada satupun yang mau menanggapi. Hanya ada satu kalimat, "maaf aku tak bisa membantumu" lalu mereka pun pergi begitu saja.
Tak terasa matahari telah terbit, sinarnya begitu terang tapi tak panas malah menyejukkan untuk dilihat atau dirasakan. Sungguh alam roh menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali bagi para jiwa yang damai.
Jyu tak mau membuang waktu lagi, segera ia berdiri dan berlari menuju gua. Langkahnya kembali menyusuri jalan setapak di pedesaan alam roh yang di sekelilingnya hanya ada rumah-rumah kayu bernuansa klasik.
Ketika matahari sudah terbit tinggi di atas kepala, Jyu akhirnya sampai di ujung pedesaan. Kini jaraknya dengan gua hanya terhalang perbukitan yang cukup tinggi, Jyu harus mendaki, hanya ini caranya biar bisa sampai ke sana.
"Belum masuk gua saja staminaku sudah habis. Apa bisa aku menyelesaikan misi ini?"
Dengan tekat kuat Jyu akhirnya merangkak naik. Tapi ini tak mudah, bebatuannya begitu rapuh. Ketika dipegang atau diinjak, selalu ada bebatuan yang terlepas dan menggelinding ke bawah. Jyu harus benar-benar mencari bebatuan yang kuat untuk pijakannya.
Bahkan Jyu beberapa kali merosot ke bawah. Jari jemarinya penuh darah karena berusaha meraih bebatuan keras. Wajahnya juga kian banyak luka karena terus menempel di permukaan kasar.
"Sial! Kenapa Yomi tak langsung memberiku kekuatan saja, tampaknya dia orang kuat"
Sejatinya ini tak ada bedanya dengan panjat tebing. Karena itulah sebelum berpijak Jyu akan mencari dulu bebatuan keras, memukulnya dengan tangan untuk mengetes tingkat kerapuhannya.
Tapi tak semudah itu juga, kedua tangannya penuh darah hingga membuat cengkramannya licin. Dengan menahan sakit ia mengusapkan tangannya ke pasir dari bebatuan yang hancur. Dengan begini cengkramannya tak licin lagi.
Setelah memanjat dengan strategi ini, akhirnya Jyu bisa sampai di atas perbukitan. Suasananya sunyi, hanya ada pepohonan yang mengapit sebuah gua besar yang bagian dalamnya gelap gulita. Jyu memasukinya, bersiap untuk melawan rintangan yang ada. Jyu masuk dengan ketakutan dan tiba-tiba saja hal aneh muncul hingga membuatnya kian panik.
"Apa ini?"
"Ini tak masuk akal"
Kini Jyu merasakan lelah dan sakit di seluruh tubuhnya. Rasanya tubuhnya tak mau lagi bergerak, hanya bisa berbaring di atas tanah dengan suasana gelap dan sunyi di dalam gua. Ia pun hanya bisa menutup mata dan mengatur nafasnya agar bisa tenang.Apa yang dilakukan Jyu sekarang seperti meditasi. Dalam sekejap ia bisa tenang dan fokus serta masuk ke dalam inti jiwanya. Meditasi ini membuat semua panca inderanya lebih sensitif. Kini Jyu seperti tahu semua yang terjadi di sekitarnya. Monster kelinci yang berlari ke selatan dan monster-monster pengerat lain yang sedang berlindung di dalam gua.Jyu juga tahu keberadaan Tyrex, monster ini sedang berdiam diri atau berlindung di celah bebatuan besar. Matanya tertutup, tapi salah satunya masih meneteskan darah karena sayatan dari pedang Jyu.Dan Jyu pun menemukan tempat dimana kekuatan iblisnya berada."Disana!," kata Jyu yang seketika matanya terbuka lebar saat mengetahui dengan pasti posisi kekuatan iblis beruan
Satu hantaman lagi bebatuan ini benar-benar hancur. Jyu semakin panik karena sebentar lagi dia akan tertangkap monster Tyrex menjijikkan yang ada di depannya. Ia harus berpikir cepat untuk meloloskan diri.Dengan kepanikan yang terus memuncak, Jyu mengamati sekitarnya. Area bebatuan ini memanjang dengan celah kecil di tengahnya. Jyu pun menyadari bahwa celah inilah jalur pelariannya.Tanpa pikir panjang lagi, Jyu segera merangkak ke belakang menyusuri celah kecil tersebut. Sedangkan monster Tyrex masih saja menghantamkan tubuhnya ke area bebatuan. Mungkin beberapa detik lagi bebatuan ini akan hancur.Ketika Jyu hampir sampai di ujung celah bebatuan, ia melihat gua yang tersembunyi di area bebatuan yang memiliki ukuran begitu besar. Tingginya mungkin 20 meter atau lebih."Akhirnya aku menemukan tempat bersembunyi yang aman"Jyu segera keluar dari bebatuan yang sudah rapuh tersebut. Baru melangkah sebentar, bebatuan di belakangnya benar-benar hancur karena hantaman terakhir Tyrex. Monst
Beruntung!Kali ini Jyu benar-benar beruntung, makhluk mistis itu tak sadar akan keberadaannya. Dia memilih pergi dengan terbang, begitu cepat, dan dalam sekejap sudah hilang. Jyu yakin makhluk mistis ini memiliki tingkat kekuatan yang cukup tinggi, melawannya sudah pasti kematian.Perlahan Jyu duduk dan bersandar di bebatuan. Nafasnya masih tersengal-sengal karena ketakutan."Aura makhluk itu sungguh mengerikan. Pantas saja para monster kepiting tadi langsung kabur""Aku harus berhati-hati dengan gerbang antar dimensi itu"Setelah ketakutannya mereda, barulah Jyu beranjak pergi melanjutkan perjalanannya. Tapi sebelum itu ia melihat situasi sekitarnya, semuanya aman tak ada makhluk mistis yang berkeliaran. Akhirnya ia berlari kencang ke arah bebatuan kerucut yang ada di depannya, mungkin berjarak satu kilometer.Tapi Jyu tak boleh hanya berlari, sebab akan ada makhluk mistis yang muncul tiba-tiba. Akhirnya ia harus berkamuflase menjadi bebatuan kecil. Tapi strategi ini bisa dilakukann
Ular itu menyemburkan bisanya, berulang kali tanpa belas kasihan. Jyu tak mau berpasrah diri, dengan cepat ia menghindar, melompat atau berguling-guling di pasir.Pergerakan ular itu sungguh cepat. Tubuh panjangnya seperti tak menghambatnya bergerak. Dengan sekali loncatan ular bertubuh kehitaman ini sudah berada di dekat Jyu. Berusaha langsung memakannya dengan membuka mulutnya lebar-lebar. Tapi hanya makan angin, kekosongan!Jyu sudah menghindar, lalu menebas sisi samping mulut ular itu. Darah kental kebiruan pun muncrat membasahi pasir. Tapi serangannya ini sama sekali tak membuat ular besar itu kesakitan. Bahkan ia masih sempat mengibaskan ekornya, mengenai Jyu hingga ia terlempar keluar area bebatuan."Sial! Aku bisa terlihat monster lainnya, kurang ajar kau ular jelek"Tak ada waktu lagi untuk merasakan kesakitan, Jyu segera melihat sekelilingnya. Ada beberapa makhluk mistis yang langsung melihatnya, seperti ingin segera memangsa. Mereka pun langsun






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.