Se connecter"Saya mau menjadi Selir Kedua anda Ratu." "Saya akan melakukan apapun demi menjadi Selir Ketiga anda." "Saya mau menjadi Selir Keempat anda Ratu." .... Estelle Von Miller menikah dengan Kaisar Raymond Alaska. Pernikahan mereka sudah berjalan lima tahun namun Estelle belum juga hamil sehingga di juluki ratu mandul. Padahal Estelle tidak pernah di sentuh karena Raymond tidak mencintai dan pernikahan mereka hanyalah wasiat dari nenek kaisar. Estelle seorang tokoh antagonis. Dia selalu berusaha membuat Raymond si tokoh pria mencintainya dan berpisah dengan Tokoh utama wanita, Helena. Raymond yang mencintai Helena menjadikan dia sebagai selirnya dan tanpa menoleh pada Estelle. Membuat Estelle menjadikan lelucon, di hina bahkan di tertawakan dengan terang-terangan. Estelle kini di rasuki oleh jiwa asing dan anehnya Kaisar Raymond bisa membaca pikirannya. Akankah Kaisar Raymond melepaskan Estelle saat Estelle di perebutkan oleh empat pria?
Voir plus"Ratu Estelle, aku sudah memberikan kenyamanan. Keinginan mu menjadi Ratu sudah aku penuhi, tapi kenapa kau mengusik wanita ku." Teriak Kaisar Raymond menggelagar di ruangan itu. Suasana begitu mencekam seolah akan mematikan siapa pun yang berada di ruangan itu.
Ratu Estelle tersenyum miris. "Aku mengemis cinta pada mu. Aku menjadi seperti yang kau inginkan..Kau sama sekali tidak menoleh pada ku. Saat kau membawa wanita murahan itu aku diam. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun." "Ratu Estelle, aku tidak menyesal karena tidak menyentuh mu. Kau memang pantas tidak memiliki anak." Kaisar Raymond melemparkan sebuah botol berwarna ungu. "Minumlah racun ini. Aku memilihkan kematian yang tidak menyakitkan untuk mu." Ratu Estelle tertawa lepas, air matanya mengalir. Dia mengambil racun itu. Dalam kesedihan mendalam dia menatap punggung Kaisar Raymond yang sama sekali tidak menoleh padanya. Perlahan seluruh tubuhnya terasa sakit hingga memuntahkan darah. .... "Kaisar sialan!" Umpatnya. Dia menaruh apel yang masih tersisa itu di sampingnya. "Apa-apaan ini. Estelle mati begitu saja?" Sosok yang cantik, rambut hitamnya dan netranya yang berwarna biru itu sungguh ia kagumi. "Aku tidak terima. Novel sialan ini tidak membuat ku puas. Aku benci dengan novel ini. Tokohnya semua sialan. Bagaimana bisa empat orang yang berpengaruh menaruh cinta pada Helena dan akhirnya dia menjadi Ratu. Oh kasihan sekali Ratu ku." Nancy menangis tersedu-sedu. Niat hati untuk menenangkan pikirannya membaca novel karena pekerjaan yang menumpuk malah membaca novel roman yang berakhir tragis. Sekalipun kekaisaran Alaska hancur namun cinta Kaisar Raymond dan Ratu Helena abadi. Drt "Nyonya muda waktunya anda berangkat kerja," ucap seorang asisten pria di seberang sana. Nancy menutup ponselnya. Dia seorang CEO yang ternama. Tiap hari dia harus bekerja dan bekerja. Ingin rasanya ia mengubur dirinya hidup-hidup karena ingin bebas. Ia mencintai kebebasan. Salahnya orang tuanya yang tidak memiliki anak lain lagi dan meninggal hanya menyisakan dirinya. Tidak ingin terlambat, Nancy betgegas ke kantorny. Dia mengebut karena mengejar waktu namun tanpa di sangka sebuah truk menabrak mobilnya hingga terguling. Nancy membuka kedua matanya dan merasakan kepalanya terasa sakit. "Ayah, ibu." Nancy pun kehilangan kesadaran dan sebuah buku mengeluarkan sinar dan lenyap begitu saja. Mengingat kecelakaan yang begitu menyeramkan. Nancy terbangun. Nafasnya naik turun dengan peluh keringat membasahi kain putih di tubuhnya. "Aku kecelakaan, aku kecelakaan." Nancy mengusap dahinya yang memang terasa sakit. Klek "Ratu Estelle, anda sudah sadar." Seorang wanita tersenyum. Dia memberikan hormat pada wanita yang sudah beberapa hari koma. Nancy memiringkan wajahnya. Sejak kapan dia menjadi Ratu dan dia seorang CEO. Ia tidak pernah ikut syuting dimana pun. "Kau mengatakan aku Ratu. Aku ini ..." Nancy ingin menjelaskannya namun tiba-tiba ia merasakan sakit di kepalanya. Bayangan yang terasa asing masuk ke dalam pikirannya. "Aku ... aku ..." Nancy sangat syok saat mengingat semuanya. Dia kecelakaan mobil bukan kereta. "Aku .. aku siapa?" "Ratu Estelle Alaska." 'Apa aku menjadi Ratu? Ratu Estelle Alaska. Jangan-jangan novel yang aku baca' pikir Estelle. Wanita bernama Ana itu mengerutkan keningnya saat mendengarkan suara aneh yang berbicara namun tidak ada orangnya. Dia menatap Ratu Estelle di hadapannya. 'Aku Estelle seorang Ratu' "Jangan-jangan ini suara hati Ratu," ucap Ana. Nancy yang kini harus menjadi Estelle. Harus menerima nasibnya. Ia bahagia karena menjadi tokoh favoritenya namun ia kesal kenapa harus menjadi Ratu. Hidupnya ingin bebas. 'Aku tidak mau hancur, aku harus bercerai dengan Kaisar sialan itu. Kekaisaran ini akan hancur ya hancur saja tidak perlu mengajak-ngajaknya hancur' Ana melebarkan kedua matanya saat mendengarkan kekaisaran Alaskan hancur. Padahal Alaska kekaisaran yang kuat karena kesatrianya. Estelle melirik Ana. 'Dia Ana seorang dayang pribadi Estelle. Dia selalu mengikuti Estelle dan melakukan apa pun demi Estelle, tapi sayangnya dia mati juga karena Estelle. Padahal dia memiliki seorang adik yang sakit keras. Aku tidak mau dia hancur. Kasihan adiknya' Ana semakin terkejut mendengarkan Estelle tau bahwa adiknya sedang sakit parah. Seorang pelayan pun datang. Dia ingin menyampaikan sebuah kabar. "Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Kaisar sudah kembali namun Yang Mulia membawa seorang wanita." 'Wanita? Apa ini tokoh utama wanita. Wanita itu bernama Helena. Kaisar Raymond membawanya saat berada di medan perang' Ana mengerutkan keningnya. Perasaannya mulai tidak nyaman. "Yang Mulia Ratu saya akan membantu anda bersiap-siap." 'Tidak, siapa yang mau menemuinya. Menyusahkan sekali. Biarkan saja aku malas menemui Kaisar sialan itu' Ana semakin tidak nyaman. Ratunya selalu mengatakan dalam hatinya dengan menyebut kaisar adalah kaisar sialan. Dimana menghina kaisar hukuman mati. "Ana katakan padanya aku tidak bisa menyambutnya," ucap Ratu Estelle dengan nada tegas. Ketegasannya sebagai seorang CEO dan sebagai seorang Ratu menyatu padu. Seolah tidak ada yang tau bahwa di dalam tubuh Ratu Estelle terdapat wanita asing. "Baik Yang Mulia Ratu." Ratu Estelle bersila. Dia merencanakan bercerai dan hidup di desa yang sangat nyaman dan asri. Dia harus mengumpulkan banyak harta. Sayangnya dia adalah anak Duke Alerix Von Miller yang tidak di cintai karena dia seorang anak yang berasal dari wanita tidak jelas yang menjebak Duke Alerix. Lalu dia di kirim ke kediaman Duke Alerix sewaktu kecil.David menatap dalam Ratu Estelle yang masuk ke kereta mewah itu. "Kita akan bertemu lagi Ratu."Ratu Estelle menarik sebelah sudut bibir dengan mata memicing. Dia merasa aneh dengan David yang akan bertemunya lagi. Helena juga memasuki keretanya sedangkan Kaisar Raymond menggunakan kudanya. Kaisar Raymond berjalan di samping kereta Ratu Estelle. Tadi ia ingin bersama dengan Ratu Estelle, tetapi tidak memungkinkan melihat kereta Ratu Estelle yang di tutup. "Ratu aku merasa kau begitu dekat dengan David," ucao Kaisar Raymond. Tadi ia melihat David berbicara dengan Ratu Estelle.Kalau begitu mata mu bermasalah. Dari mana aku dekat dengannya batin Ratu Estelle.Kaisar Raymond tersenyum tipis. Ia senang jika Ratu Estelle tidak dekat dengan David. Dalam hitungan beberapa menit, dia selalu menoleh ke arah kereta. Ia bingung pada dirinya sendiri yang tiba-tiba begitu takut jika Ratu Estelle menghilang. "Kita beristirahat," ucap Kaisar Raymond. Dia turun dari kudanya. Beberapa pengawal
"Aku tidak berbohong. Aku baru menemukannya," ucap David. Dia berusaha memendam amarahnya. Melihat wajah Helena seperti melihat ayah Helena. Tidak menyangka saja. Helena menatap dalam wajah David. Hatinya di penuhi dengan keraguan. Namun ia berpikir bahwa David tidak mungkin berbohong. David begitu mencintainya. "Baiklah aku percaya pada mu, tapi siapa yang menculik Yang Mulia Ratu dan kenapa bukan kau yang menculiknya?" Tanya Helena. Dalam hitungan menit selesai ia bicaranya biasanya David akan bereaksi padanya. Apa pun itu akan David lakukan. David menatap Helena. "Apa kau senang jika aku yang menculik Ratu Estelle?" "Tentu saja, dengan begitu tidak akan terjadi apa pun pada Ratu Estelle." David sungguh bingung, padahal kalau Ratu Estelle di culik olehnya sudah pasti akan ia siksa tidak mungkin ia ampuni. "Kau sepertinya senang jika Ratu di culik." Helena langsung mengubah senyuman di bibirnya. "Bukan begitu David. Kau pasti tau bahwa aku tidak terjadi apa pun pada Ratu, tapi
David berpikir keras, jika suara hati Ratu Estelle mudah di dengar olehnya artinya Kaisar Raymond juga mendengarnya. Entah apakah Helena juga mendengarnya atau tidak. Ia harus memastikannya sendiri. "Tuan saya sudah membawa tuan muda Jasper dan tuan muda Asher," ucap seorang pria. Dia memang di tugaskan untuk membawa kedua anak itu. "Antarkan mereka pada Ratu Estelle."David berdiri lalu melangkah keluar. Dia melihat Ratu Estelle begitu bahagia dan memeluk kedua anak itu. Padahal ia telah mencari tau bahwa kedua anak itu anak jalanan. Sepertinya rumor hanyalah pandangan sebelah mata saja."Ratu Estelle sepertinya kau sangat senang," ucap David.Pria tengik ini tidak mungkin memberikan cuma-cuma. Dia pasti mau meminta sesuatu dari ku. Dia sama sekali tidak memiliki sopan santun pada seorang Ratu. Lihat saja bicaranya. "Aku tau dalam pikiran mu dan kau sangat cerdas. Aku memang ingin meminta sesuatu dari mu. Kau boleh tinggal di sini."Hah, ide gila dari mana dia dapatkan. Aku harus
David membaca surat itu, lalu menaruhnya di atas meja kerjanya. Ia tidak berniat untuk membalasnya karena rasa sakit hati yang ayah Helena lakukan padanya.Tidak seharusnya ia mencintai dan menyayangi anak orang yang telah membunuh ibunya."Ibu, maafkan aku." Ia merasa bersalah karena tidak bisa membuat ibunya bahagia dan dialah yang menjadi penyebab kematian ibunya.Davida menoleh pada asistennya. "Apa yang dilakukan oleh Ratu Estelle?" "Tuan David, Ratu Estelle tidak ada rasa takutnya sama sekali. Justru dia bersantai, banyak makan dan tidur. Dia seolah hanya menghabiskan hidupnya bersantai saja."David tersenyum tipis. Ratu Estelle bahkan tidak tertarik padanya di saat banyak orang lain memujinya. Ia merasa Ratu Estelle menarik. Seorang murid perempuan berambut pendek menghampiri David. Tuan David, Ratu Estelle ingin bertemu dengan anda.David menyembunyikan surat itu. Dia mengangguk menandakan sang asisten untuk membawa Ratu Estelle.Dia sih tampan, tapi sayangnya dia itu kejam
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.