Share

Bab 203 

Penulis: Belinda
Kyna mengambil ponsel itu dan menempelkannya kembali ke telinga Aldrian. William berteriak beberapa kali, "Aldri, Aldri! Kamu sudah ketiduran?"

"Emm ...." Aldrian sudah mabuk dan kehilangan kesadaran. "Jagalah Nara ...."

"Aldri, kenapa harus serepot itu? Kamu kan bisa jaga dia sendiri!" ucap William sambil menghela napas di ujung telepon.

Kyna tidak yakin apakah dia salah lihat, tetapi dia merasa seperti ada air mata yang mengalir dari sudut mata Aldrian. Ketika mendengar suara Aldrian yang tercekat, Kyna yakin dia tidak salah lihat. Itu benar-benar adalah air mata.

Aldrian benar-benar menangis saat berkata kepada William, "Nggak mungkin lagi. Aku nggak mungkin bisa bersamanya lagi dalam kehidupan ini. Aku harus bertanggung jawab atas Kyna, aku nggak bisa .... Nara ... Nara ...."

"Ya sudah, kamu istirahat saja. Aku tutup teleponnya dulu. Haih ...."

Panggilan itu berakhir dengan desahan panjang dari William. Kyna meletakkan ponsel itu di samping Aldrian. Dia sama sekali tidak merasakan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 214 

    Kyna terlalu malas untuk mengatakan apa pun lagi sekarang. Terutama, dia akan pergi dalam dua hari. Dia tidak ingin ada komplikasi atau faktor tak terduga yang dapat menyebabkan perubahan situasi.Setelah berpikir sejenak, Kyna hanya menjawab, "Orang harus selalu melihat ke depan, bukan terpaku pada masa lalu. Kalau nggak, gimana orang bisa lanjut hidup?"Aldrian menghela napas lega dan bahkan memberi Kyna senyum yang jarang terlihat. Dia mengelus rambut Kyna dan berujar, "Baguslah kalau kamu berpikir begitu. Apa pun yang terjadi, kita akan menghabiskan hidup kita bersama. Yang paling penting, kita bisa gembira dan berpikir terbuka." Kyna mengangguk. Tentu saja, itu untuk menyetujui bagian tentang "gembira", bukan bagian tentang "menghabiskan hidup bersama". Dia berkomentar dalam hati, 'Siapa yang mau menghabiskan hidup bersamamu?'Kemudian, Aldrian mengeluarkan ponselnya. "Aku pergi tangani urusanku dulu. Setelah selesaikan semua urusan dalam dua hari ini, aku akan punya waktu luang

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 213

    Kyna tetap tenang sepanjang waktu. Dia tidak membuat keributan, juga tidak sengaja mengabaikan Aldrian. Setelah mengemasi barang-barangnya di hotel, dia check out dan pulang bersama Aldrian. Dia bersikap begitu tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan mereka hanyalah orang asing yang tidak saling kenal.Dalam perjalanan, Aldrian menatap Kyna beberapa kali saat menunggu lampu merah. Dia merasa reaksi Kyna agak sulit dipercaya. Dia sudah siap untuk memberikan penjelasan panjang lebar, tetapi semuanya sudah berlalu dengan semudah itu?Ketika Kyna diculik, pintu rumah terbuka dan pesanannya masih ditaruh di luar pintu. Sekarang, semuanya sudah dirapikan dan barangnya juga dibawa masuk. Selain itu, ada juga tambahan dua kotak bayberry. Kyna tahu bahwa itu adalah pemberian Eldric.Kyna tidak mengatakan apa-apa. Dia mengganti sepatunya, lalu mandi lagi dan berganti pakaian santai. Dia mencuci sepiring buah bayberry dan menyimpan sisanya di lemari es. Kemudian, dia duduk untuk makan baybe

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 212 

    Aldrian memeluk Kyna. Dia tidak berbicara, hanya memeluk Kyna.Kyna tidak meronta. Dia terlalu malas untuk menghabiskan energi.Setelah sekian lama, Kyna akhirnya bertanya, "Sudah cukup? Kakiku capek." Kemudian, Aldrian baru melepaskannya. "Aku yang salah." Aldrian langsung menggendong Kyna dan meletakkannya di tempat tidur. "Capek nggak? Mau istirahat sebentar lagi?" Kyna tidak menjawab.Ekspresi Aldrian berubah serius. "Kyna, aku tahu masalah hari ini sudah bikin kamu nggak nyaman. Tapi ... dalam situasi itu, aku juga sulit memilih.""Memilih?" Kyna tersenyum sinis, lalu mencibir dalam hati, 'Kamu benar-benar memilih? Berani-beraninya kamu pakai kata itu!'"Kyna ...." Aldrian menghela napas, lalu berkata, "Nara sangat peduli dengan penampilannya ....""Memangnya aku nggak peduli?" Aldrian pun terdiam."Bukan, Kyna ...." Aldrian berujar, "Nara harus kerja di luar. Kalau wajahnya dirusak, hidupnya juga akan hancur. Selain itu, dia belum nikah. Baginya, wajahnya sangat penting." Ky

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 211 

    Aldrian hanya ingin memprovokasi Eldric. Namun, Eldric sama sekali tidak terpancing. Dia hanya tertawa di belakang Kyna. "Tanggung jawab seorang pria adalah melindungi orang yang paling dicintainya, bukan meninggalkannya di saat paling berbahaya!" Kyna juga tertawa. Tawa mengandung sedikit ejekan. "Kamu salah. Pak Aldrian itu pria sejati kok. Yang dia lindungi hari ini memang orang yang paling dicintainya."Jangankan yang paling dicintai, cinta Aldrian bahkan tidak pernah ditujukan untuk Kyna. Jika sebelumnya dia masih menipu diri dan menjaga harga diri dengan tidak membiarkan orang luar tahu, sekarang tidak ada lagi yang perlu disembunyikannya.Aldrian memejamkan matanya, lalu membukanya lagi. Matanya dipenuhi rasa sakit. "Kyna, jangan ngomong begitu. Aku juga terpaksa ....""Ya, terpaksa. Terpaksa terlibat dalam hubungan nggak jelas dengan wanita lain, terpaksa tampil di depan umum bersama wanita lain, sampai-sampai para penculik menculik orang yang salah. Ketika disuruh pilih anta

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 210

    "Eldric." Aldrian menggertakkan giginya, "Kamu harus mengerti satu hal. Mau kamu ada di sisi siapa, itu nggak penting bagiku atau Kyna. Kyna itu istriku! Kamu nggak seharusnya bersamanya!""Oh ya?" Eldric sama sekali tidak mengalah. "Kalau aku nggak muncul di sisi Kak Kyna, dia mungkin sudah melompat dari gedung atau wajahnya dihancurkan. Itu yang kamu mau?""Kamu ...." Aldrian mencengkeram kerah baju Eldric. "Bocah busuk, sehebat apa pun keluargamu, jangan harap kamu bisa sentuh wanitaku!" Eldric mengepalkan tinjunya dan menyahut dengan dingin, "Pak Aldrian, tolong pahami satu hal. Nama seniorku Kyna. Dia punya nama dan adalah seorang penari. Dia bukan wanita, istri, atau pelengkap siapa pun!"Aldrian jelas sudah marah. Dia meninju dagu Eldric sambil meraung, "Coba tanyakan padanya! Tanya siapa dia sebenarnya! Apakah dia wanitaku atau bukan!" Melihat ini, Kyna bergegas mendekat dan mengadang di depan Eldric. "Aldrian! Keluar dari kamar ini!" Aldrian menatap Kyna dengan terkejut. "A

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 209 

    Kyna mandi dan berganti pakaian baru yang dibeli Eldric untuknya. Setelah dia siap, Eldric baru kembali lagi dan membunyikan bel pintu."Ini aku. Aku belikan sedikit makanan." Kyna membuka pintu dan melihat Eldric berdiri di luar sambil menenteng dua kantong besar. Kantong itu berisi makanan dari restoran dan buah-buahan."Kamu pasti lapar, 'kan? Ayo makan." Eldric tersenyum sambil berjalan masuk. Dia meletakkan makanan di atas meja dan berujar, "Aku nggak tahu kamu suka makan apa. Jadi, aku cuma asal beli beberapa macam makanan."Begitu melihatnya, Kyna menyadari bahwa Eldric bukan hanya asal beli. Ikan kerapu kukus adalah makanan favoritnya. Dia menyukai ikan kukus, tetapi Eldric lebih menyukai ikan saus pedas.Setelah insiden pagi ini, baik Kyna maupun Eldric merasa lapar. Mereka menghabiskan semua ikan, sup, masakan tumis, dan sayuran yang dibeli Eldric.Eldric tertawa. "Kak, kita nggak terlihat seperti penari." Kyna tersenyum dan menggeleng. "Aku sudah berhenti menari selama ber

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status