LOGINMemiliki wajah cantik tidak selalu membuat wanita bahagia, Revina Sanchez adalah salah satunya. Dia memiliki rambut merah menyala, bermata hijau langka dan otak yang cemerlang. Sayangnya, kecantikan membuat kepandaiannya diragukan. Dia dianggap wanita bodoh yang mengandalkan wajahnya untuk mendapatkan keinginannya, termasuk nilai akademis. Lelah dengan tuduhan tersebut, dia mengecat rambutnya menjadi hitam legam dan merubah warna matanya menjadi amber, wajah cantiknya disembunyikan dengan kaca mata besar dan memakai pakaian satu ukuran lebih besar dari ukuran tubuhnya. Dia juga mengganti namanya menjadi Sara demi keselamatan yang mengancam jiwanya. Berkat kepandaian yang dimiliki, Sara berhasil diterima kerja di perusahaan D. R. T. Corp, di sana dia jatuh cinta dengan Theodor Rodriguez, pemilik perusahaan tersebut. Sayangnya, pria itu sudah dijodohkan dengan Revina Sanchez yang adalah dirinya sendiri hingga akhirnya mereka terpaksa bertunangan. Cinta Sara bersambut, Theodor ternyata mencintainya juga. Pria itu dengan terang-terangan menolak Revina Sanchez dan merendahkannya seperti kebanyakan orang. Sadar jika Theodor lebih mencintai karakter yang dia buat, membuat Revina ingin membunuh karakter Sara, menjauhkan Sara dari tunangannya dan kembali menjadi dirinya sendiri. Namun semakin Sara menjauh, Theodor semakin membenci Revina. Revina terjebak dalam karakter yang dia buat dan terancam kehilangan tunangannya karena Sara.
View MoreSeorang pria berumur 55 tahun dengan rambut yang mulai memutih, keluar dari sebuah mobil mewah. Mobil tersebut hanya dibuat 5 unit di dunia ini dan Reagan Rodriguez adalah salah satu pemiliknya. Sebuah karpet merah tergelar di hadapannya, jajaran petinggi D. R. T. Corp berdiri di sepanjang pintu masuk dengan membungkukkan badan mereka.
Hanya satu orang petinggi di perusahaan tersebut yang tidak terlihat batang hidungnya. Dia adalah presiden direktur D. R. T. Corp, putra dari Reagan Rodriguez. Pria berumur 30 tahun yang bernama Theodor Rodriguez, malah memilih bersenang-senang bersama wanitanya dibanding menyambut kedatangan Papanya. Tidak ada senyum di bibir Reagan Rodriguez, bahkan dia tidak peduli dengan semua sambutan dari seluruh jajaran petinggi D. R. T. Corp. Dia berjalan cepat diikuti oleh dua pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitam serta mengenakan kacamata hitam. Siapapun pasti tahu jika kedua pria itu adalah pengawalnya. Tujuannya datang ke perusahaan tersebut untuk satu tujuan. Dengan rahang yang mengeras serta tatapan dingin, dia menuju ke sebuah ruangan untuk mendapatkan tujuan tersebut. Sebuah desahan keras terdengar menjijikkan, terdengar dari sebuah ruangan yang dituju oleh Reagan. Dengan kasar Reagan membanting pintu ruangan tersebut. Suara pintu yang berdebum keras, mengagetkan sepasang pria dan wanita yang berada di dalam ruangan tersebut. Wanita yang berada di dalamnya, berteriak kaget sambil menutup tubuhnya yang masih dalam keadaan setengah telanjang. Sedangkan pria di depannya tampak santai dengan pakaian yang berantakan. Bahkan dia tidak perlu repot untuk merapikan pakaiannya, saat sepasang mata menatapnya dengan tatapan membunuh. “KELUAR DARI RUANGAN PUTRAKU SEKARANG JUGA ...! DASAR WANITA JALANG ...!” teriak Reagan dengan marah. “Perkataanmu terlalu kasar untuk seorang wanita, Papa,” kata Theodor tanpa benar-benar membela wanita yang baru saja memuaskannya. Bahkan Theo masih duduk dengan santai di kursi kebesarannya, tanpa rasa hormat pada Papanya. “DIAM KAMU, THEO ...!” Theodor hanya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dan tidak berkomentar lagi. “Bawa wanita jalang ini keluar dari sini!” kata Reagan pada kedua bodyguard-nya. Kedua pria berpakaian hitam itu langsung memegang lengan wanita yang berada di dekat Theodor dan menyeretnya keluar dari ruangan pria itu. “Theo, tolong aku,” teriak wanita itu memohon. “Maaf Sayang, aku tidak berani membantah Papaku,” jawab Theodor dengan nada yang dibuat-buat, tidak ada keinginan sedikit pun darinya untuk menolong wanita yang baru dikenalnya itu. Bahkan saat ini dia sudah lupa, siapa nama wanita yang datang ke ruangannya tersebut. Setelah Reagan hanya berdua dengan putranya di dalam ruangan, pria itu mengajak bicara putranya. “Berhenti bermain-main, Theo. Sadarlah dengan umurmu, tahun ini kamu sudah berkepala tiga dan kamu tidak pernah serius dengan wanita manapun.” “Aku khawatir nantinya akan kecewa, Papa. Ekspektasiku selalu berbeda dengan ekspektasi Papa dan Mama. Berapa wanita yang aku bawa ke rumah untuk aku perkenalkan pada kalian dan akhirnya kalian menolaknya? Aku sudah lelah dengan sikap kalian yang terlalu mengatur hidupku,” Theodor berusaha membela diri. “Itu karena wanita yang kamu bawa hanyalah wanita murahan yang hanya menginginkan hartamu. Tidak ada yang benar-benar mencintaimu,” jawab Reagan. Theodor tertawa keras mendengar perkataan Papanya. “Apakah Papa sekarang beralih profesi sebagai peramal yang bisa menebak isi hati orang lain? Bagaimana Papa bisa tahu isi hati wanita yang aku perkenalkan pada kalian, jika menatapnya saja kalian tidak bersedia. Jangan melucu di depanku, Pa!” “Dimana ponselmu? Beberapa hari aku menelponmu, tapi kamu tidak menjawab. Apakah kamu menyimpannya di tempat sampah?” sindir Reagan yang mengalihkan pembicaraan. Dia terlalu lelah berdebat dengan putra tertuanya itu. “Aku sedang sibuk dengan semua wanitaku, sebelum hal itu dilarang oleh mu,” jawab Theodor tanpa rasa bersalah. “Nanti malam pulanglah! Mamamu merindukanmu,” kata Reagan dengan nada sedikit melembut. “Aku akan usahakan untuk pulang dan makan malam bersama kalian. Apakah hanya itu yang ingin Papa katakan hingga harus jauh-jauh datang ke sini?” “Tentu saja tidak, ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu.” “Sudah aku duga. Apakah Papa akan menjodohkan aku lagi setelah kejadian yang terakhir kali?” Reagan tidak langsung menjawab pertanyaan putranya. Dia mengeluarkan selembar foto dari saku bajunya lalu meletakkan foto tersebut di depan Theodor. Mata Theodor menatap sekejap wanita di foto tersebut. Wanita cantik dengan rambut merah menyala, tersenyum menatap dirinya. Matanya sangat indah, berwarna biru dengan semburat hijau membentuk lingkaran unik di sekelilingnya. Untuk sejenak, Theodor mengagumi wanita tersebut, tapi wajahnya kembali memasang tampang dingin di hadapan Papanya. Dia tidak mau Papanya merasa menang karena mengetahui dirinya mengagumi wanita di dalam foto tersebut. “Gadis itu bernama Revina Sanchez. Selama ini keluarga Sanchez menyembunyikan putrinya demi keselamatan gadis tersebut. Mereka tidak mau kejadian kakaknya terulang kembali,” jelas Reagan. “Keluarga Sanchez lagi? Tidak, aku tidak ingin berhubungan dengan mereka. Kamu bisa mencarikanku wanita kaya raya untuk menimbun kekayaanmu, tapi tidak untuk keluarga dengan banyak musuh seperti keluarga Sanchez,” tolak Theodor. “Mereka membutuhkan pertolonganmu, Theo.” “Tidak, mereka membutuhkan pertolonganmu, bukan pertolonganku. Kamu bisa menikahkan gadis itu dengan putramu yang lain. Masih ada Reviano dan Kenric yang sudah cukup matang untuk menikah. Lagi pula berapa umur gadis itu? 24... 23...?” “22 tahun,” jawab Reagan. “What...? Bahkan Delano masih pantas untuknya, dia terlalu kecil untukku. Aku tidak mau disebut pedofil saat berjalan dengannya. Aku yakin, dia bahkan belum tahu apa-apa soal ranjang. Kamu tahu sendiri Pa, gairahku sangat besar di ranjang, hanya wanita berpengalaman yang bisa memuaskanku.” “THEO ... JAGA UCAPANMU ...!” “Aku hanya mencoba berbicara jujur pada mu, Pa.” “Aku tidak mau dibantah. Kamu adalah putra tertuaku dan umurmu sudah terlalu tua untuk menikah. Aku akan memberi kabar kapan kalian bisa bertemu. Saat ini, dia masih ada di luar negeri dan dalam beberapa bulan lagi dia akan pulang, saat itulah kalian akan bertemu.” “Papa tidak bisa mengaturku seperti ini, aku sudah dewasa.” “Tentu saja Papa bisa, Nak. Kedudukan presiden direktur yang kamu emban bukanlah halangan buat Papa untuk memaksamu berjalan sesuai dengan aturan yang telah keluarga Rodriguez jalankan selama ini. Perusahaan besar yang kamu jalankan saat ini hanya kerikil kecil di kaki Papa.” “Hati-hati Pa, kerikil kecil kadang lebih menyakitkan daripada batu besar yang kamu tendang.” “Apakah kamu sedang ingin melawan Papamu, Nak? Berapa lama kamu menjalankan bisnis ini? 5 tahun? 10 tahun? pengalamanmu belum bisa menandingi pengalamanku,” ancam Reagan dengan senyum sinis. Rahang Theodor mengeras, mendengar ancaman Papanya. Selama ini hubungan mereka memang tidak begitu baik, hanya seperti atasan dan bawahan. Bahkan Theodor sampai lupa kapan dia memeluk Papanya dan bilang jika dia mencintainya. “Simpan foto itu, siapa tahu akan berguna untukmu. Jangan lupa nanti malam pulanglah, 3 saudaramu juga akan ada di rumah,” kata Reagan yang kemudian berbalik memunggungi putranya. Dengan langkah penuh percaya diri dan kesombongan, pria tua itu meninggalkan ruangan putranya. Tangan Theodor mengepal kuat menahan amarah. Untuk kedua kalinya dia dijodohkan, apakah kali ini akan berakhir sama dengan perjodohan pertamanya yang gagal? Bahkan wanita itu mati di pelukannya, sebelum Theodor menikahinya. Tangan Theodor mengambil foto yang Papanya berikan, menatapnya sekali lagi wanita itu, kemudian meletakkan foto tersebut di laci meja. Dia tidak akan pernah menyentuh wanita yang Papanya sodorkan. Lebih baik dia menikah dengan wanita jalang yang dia temui di pinggir jalan daripada menyenangkan hati Papanya dengan menikahi gadis yang dijodohkan Papanya. Apalagi harus kembali berurusan dengan keluarga Sanchez, semua itu mustahil untuk dia lakukan. Thomas dan Rebeca Sanchez sedang berada di bandara, suami istri itu tampak gelisah menunggu putri mereka yang datang dari luar negeri. Hampir 6 tahun keluarga itu tidak saling bertemu karena mereka sengaja menyembunyikan putri mereka dari penjahat yang ingin melukai putri mereka. Thomas adalah seorang detektif polisi, sedangkan Rebeca adalah seorang jaksa. Mereka mempunyai dua orang putri, yang pertama bernama Lalita Sanchez dan yang kedua adalah Revina Sanchez. Lalita Sanchez meninggal, seminggu sebelum acara pernikahannya digelar. Dia tertembak tepat di bagian dada saat pergi bersama teman-temannya. Pelakunya adalah bandar narkoba yang tangan kanannya ditangkap oleh Thomas dan sedang menjalani proses pengadilan dengan Rebeca sebagai jaksa penuntutnya. Semenjak saat itu, keluarga mereka selalu menerima ancaman. Demi keselamatan putrinya, Thomas dan Rebeca mengirim Revina Sanchez pada Aunty Moore dan mengganti nama putri mereka menjadi Sara Moore. Setelah dianggap aman, Revina akhirnya bisa pulang dan berkumpul bersama keluarganya. Seharusnya Revina pulang beberapa bulan lagi, tapi karena dia diterima kerja di sebuah perusahaan besar di kota kelahirannya, wanita itu memutuskan untuk pulang lebih awal. Pesawat yang dinaiki oleh Revina baru saja mendarat, mata Thomas dan Rebeca mencari putri mereka di gerbang kedatangan. Mereka mencari wanita berambut merah yang selalu mudah ditemukan di antara banyak orang, tapi setelah beberapa menit menunggu, tidak terlihat wanita yang mereka cari. Tangan Rebeca mulai gemetar, memikirkan hal negatif yang kemungkinan terjadi pada putrinya. Thomas yang tahu kegelisahan istrinya, menggenggam tangan istrinya dengan lembut, mencoba menenangkan kegelisahan istrinya. Air mata Rebeca menggembang di pelupuk matanya saat orang terakhir dari penerbangan putrinya sudah turun dan tidak terlihat putri mereka berada di antara orang-orang itu. “Thom, dimana putri kita?” gumam Rebeca di pelukkan suaminya. “Mungkin Revina sedang ke toilet lebih dulu, kita tunggu sebentar lagi. Tenanglah!” jawab Thomas yang sebenarnya juga khawatir dengan keadaan Revina. “Mama ... Papa …!” panggil seorang wanita dengan rambut hitam legam sebahu, serta sepasang mata coklat yang tidak dikenal oleh Thomas dan Rebeca. Ditambah lagi kacamata bulat besar yang menutupi kecantikan wanita tersebut. “Revina ...?” kata Rebeca seakan tidak percaya dengan putrinya yang sudah merubah penampilannya. “Yes, I’am Revina,” jawab wanita itu dengan senyum manis. “Bagaimana kamu bisa berubah seperti ini? Mama sampai tidak mengenalimu,” kata Rebeca dengan perasaan lega dan senyum bahagia karena putrinya tiba dengan selamat.Tiffany mencoba mendorong tubuh besar pria itu. “Reviano, hentikan atau aku akan mengusirmu sekarang juga dari apartemenku,” ancam Tiffany dan itu berhasil. Dengan wajah kecewa dan cemberut, Reviano menjauh dari tubuh wanita itu. Tiffany menutup tubuhnya, menata rambutnya dengan asal lalu pergi ke luar dari kamar. Dia menuju pintu apartemen dan membukanya.“Pagi Tiffany, apakah kita jadi pergi berolah raga hari ini?” sapa Ancell.Tubuh Tiffany langsung membeku, bagaimana dia bisa lupa jika dia ada janji dengan Ancell untuk olah raga bersama.“Maafkan aku, Ancell, aku benar-benar lupa jika kita akan pergi bersama. Aku ...”“Siapa yang mengganggu aktifitas kita?” suara Reviano membuat dua orang yang berdiri di pintu memucat menatapnya. Tiffany merasa tidak enak dengan Ancell sedangkan Ancell terkejut melihat kakaknya baru saja keluar dari kamar Tiffany dengan hanya memakai celana pendek dan dada terbuka.“Apa y
“Maaf jika aku harus bilang, aku bangga dengan apa yang Tiffany lakukan. Keluargamu memang bukan keluarga jahat tapi kalian sangat sombong dan menjengkelkan. Mungkin kalian butuh sedikit cambukkan agar bisa menurunkan sikap sombong kalian itu,” ujar Derrick jujur. Ada seringai sinis yang Reviano tujukan pada Derrick saat pria itu menyindir keluarganya. “Aku tidak mau Tiffany hancur karena dendamnya. Aku juga ingin bisa bertemu dengan anakku, apakah ada jalan keluar agar aku bisa menyakinkannya, jika apa yang dia lakukan saat ini adalah kesalahan besar? Tiffany sendiri akan terluka dan aku akan terpisah dengan anakku. Apakah kamu mempunyai jalan keluar?” “Kamu mencari orang yang salah jika meminta jalan keluar padaku karena aku akan membuat masalahnya menjadi semakin rumit.” “Apa maksudmu menjadi rumit?” tanya Reviano semakin heran. “Saat Theresa pergi dari kediaman Watson, dia membawa Tiffany dalam keadaan mengandung. Dia s
Tangan Tiffany terangkat lalu mengusap lembut rambut Reviano. Dia mendekap pria itu dan membiarkan tertidur di dadanya. Sebentar lagi tujuannya tercapai, dia tidak boleh ragu karena sikap manja Reviano. Jika dia tidak segera menyelesaikannya, dia tidak akan bisa segera berkumpul bersama dengan Elea. Dia sudah sangat merindukan putrinya dan ingin meninggalkan semua kepenatan hatinya, hidup bahagia hanya berdua dengan putrinya. Memikirkan semua yang terjadi dan gejolak di dalam hatinya, membuat dadanya terasa sesak, air matanya jatuh membasahi pipi. Dia dihadapkan pada pilihan sulit, harus memilih untuk bisa bersama Reviano atau pulang dan hidup bersama Elea. Malam itu, ganti Tiffany yang tidak bisa tidur. Matanya menatap kosong dinding kamarnya, tangannya terus mengusap rambut Reviano dengan lembut dan memainkannya. Saat matahari terbit dan menyinari wajahnya, keputusan sulit telah dia ambil. Tiffany memantapkan keputusan tersebut.
Reviano terbangun tanpa Tiffany di sampingnya. Selalu seperti ini, wanita itu selalu meninggalkannya jika kesadaran wanita itu sudah pulih. Apakah Tiffany sama sekali tidak mencintainya? Apakah hanya gairah yang wanita itu rasakan terdapat dirinya? Reviano meragukan dirinya untuk mampu mengambil hati Tiffany dan membuat wanita itu mencintainya.Saat ingin beranjak dari ranjang, ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponsel tersebut dan melihat nama Diana memanggilnya.“Ada apa Diana?” tanya Reviano. “Anda harus segera ke kantor, Tuan. Launching produk Golden Company dimajukan hari ini, media sudah ramai meliputnya,” kata Diana dengan cemas.Rahang Reviano mengeras mendengarnya. “Adakan pertemuan dadakan untuk seluruh penanggung jawab produk baru Guez Group. Jangan sampai pemegang saham tahu kekacauan internal kita. Sebentar lagi aku akan sampai kantor.”“Baik Tuan.”Setelah menutup panggilannya, Reviano bergegas menuju kant
“Saya sudah meletakkan makan malam Anda dan Tuan Theodor di meja. Makanlah lebih dulu, Nona,” ucap Eli.“Terimakasih Eli, kamu bisa meninggalkan kami sekarang. Biar aku yang mengurus Theodor.”“Baik Nona," jawab Eli yang kemudian meninggalkan kamar Theodor.Setelah Eli
“Apakah Papa ingin bilang jika Kakak seorang petugas berwenang?” tanya Revina.“Dia bagian dari intelijen, mata-mata yang menangani obat-obatan terlarang. Dia yang menjadi informan untuk setiap operasi obat-obatan terlarang di negara ini,” terang Thomas.“Apakah itu berarti Kaka
Mendengar hal tersebut, jantung Revina seakan ingin lepas dari tempatnya. Dia memang ingin dekat dengan Theodor, tapi bukan berarti dia harus tinggal di rumah kediaman Rodriguez. Itu pasti sangat menyeramkan, belum lagi dia harus berhadapan dengan Mama Theodor dan adik-adiknya yang tidak menyukai
“Sampai kapan kita akan terkurung di sini?” tanya Revina. “Sampai badai mereda dan jalanan bisa dilalui,” jawab Theodor. “Apakah kita akan baik-baik saja di sini?” “Tentu saja, kita aman di sini. Bangunan ini kokoh, kayu perapian kita cukup untuk dua h
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews