LOGINApa pun alasannya, perselingkuhan tidak bisa dibenarkan. Namun, setelah Freya mengetahui Juan berkhianat, situasi tak terduga mendorongnya untuk membalas perbuatan sang kekasih dengan cara serupa. Freya tidak mau bermain api dengan sembarang pria. Incarannya adalah Aryan, CEO Harsa Group sekaligus tunangan Lucy, perempuan yang selama ini menjadi selingkuhan Juan. “Mau jadi selingkuhanku?” Malam itu, tekad Freya sudah bulat. Menjalin hubungan terlarang dengan Aryan diyakini sebagai langkah terbaik untuk membikin Juan menyesal seumur hidup. Hanya saja, tanpa Freya sadari, Aryan diam-diam memiliki rencananya sendiri. Bagi Aryan, menjadi selingkuhan Freya merupakan dosa termanis yang harus dinikmati dengan sepenuh hati.
View MoreJustru aneh jika Chef Wiyoko tidak mengetahui huru-hara yang terjadi. Biarpun tidak aktif di media sosial, pria itu sangat mungkin sudah mendengar berbagai berita miring yang beredar dari rekan seprofesi. “Saya mulanya tidak tertarik dengan gosip anak muda, tapi begitu tahu bahwa korbannya adalah Freya, keponakan saya ini, mana bisa saya menutup mata.”Freya hampir saja kelepasan berdecak sinis. Rasanya benar-benar aneh melihat orang selain Chika bersikap seolah mereka masih memiliki hubungan keluarga.“Untungnya, keponakan saya yang cerdas ini ternyata cepat sekali mendapatkan pasangan yang lebih baik.”Chef Wiyoko tersenyum sambil memandang Freya dan Aryan secara bergantian. “Saya sangat bersyukur karena pria yang bersama Freya sekarang bukan orang sembarangan.”Aryan tampak senang mendengarnya. Dia pun menoleh ke arah Freya. Sekilas saja, sekedar pamer senyum tipis penuh kemenangan.Di sisi lain, Freya mendengus pelan melihat ekspresi sombong Aryan. Dia lalu berkata, “Om Wiyoko se
Aryan tampak menakutkan saat sisi dominannya muncul. Jangankan bernapas dengan benar, Freya bahkan tak bisa melakukan apa-apa selain terpaku pada tatapan dingin pria itu.Namun, berbarengan dengan rasa takut yang membuat tubuhnya membeku, Freya juga mendapati jantungnya berdetak lebih cepat. Semakin lama mereka beradu pandang, siapa sangka Freya malah tersipu.“Aryan …,” ucap Freya terbata.“Ya, Sayang,” sahut Aryan sambil terus menatap Freya dengan ekspresi datarnya.Rona merah di pipi Freya seketika menjalar hingga telinga. Padahal Aryan sudah berulang kali menyebut Freya sayang, tetapi ternyata beda sekali rasanya jika Aryan mengucapkannya dengan sorot intensnya begini.Freya sebenarnya ingin kembali mengingatkan Aryan tentang kesepakatan mereka yang hampir berakhir. Jika itu tak cukup, Freya akan menyinggung trauma yang belakangan membuatnya sering mimpi buruk.Andai Aryan masih keras kepala, Freya bertekad menekankan perbedaan status sosial mereka. Hubungan mereka bukan lagi soal
Seorang perempuan bersepatu hak tinggi keluar dari restoran dengan muka masam. Mulutnya tak berhenti bergumam kesal, memaki pria yang baru saja dia temui.“Cowok bangsat! Ternyata itu bukan cuma rumor. Aslinya memang bajingan!”Jeda 20 menit, hal serupa dilakukan perempuan lain. Jalan cepat sambil menghentakkan kaki, serapah marah terlontar dari bibir merahnya.“Sinting! Harusnya dia dikurung di rumah sakit jiwa!”Sekitar 30 menit kemudian, kejadian yang hampir sama kembali terulang. Tidak ada umpatan kasar, tapi si perempuan kelihatan sangat jengkel. Dia mendengus kasar berulang kali, seolah baru saja berhadapan dengan pria paling menyebalkan sedunia.Perempuan keempat agak beda. Dia tidak cuma mengumpat, tetapi juga menyiram lawan bicaranya dengan secangkir es kopi. Untungnya, si pria gercep menghindar sehingga minuman itu tidak mengenai wajahnya.“Saya juga nggak minat menikah dengan orang gila seperti Anda! Dasar berengsek!”Perempuan berikutnya beda lagi. Bukannya marah-marah, di
“Kamu itu terlalu baik. Bisa-bisanya malah melindungi perempuan yang mengandung anak mantan pacarmu.”Freya tertawa ringan mendengar pujian bernada sindiran yang dilontarkan Aryan. “Nggak ada salahnya, kan?” balasnya.“Mau gimana juga, kalau bukan karena dia, mungkin sekarang aku masih nggak tahu apa-apa soal kelakuan busuknya Juan.”Freya menghormati keputusan Naya untuk mempertahankan janin dalam kandungannya. Dia juga mendukung Naya yang bertekad menghilang dari kehidupan Juan, bahkan menawarkan tempat tinggal sementara yang jauh dari jangkauan pria itu.Setidaknya Naya aman di sana hingga bayinya lahir. Bakal ada orang kepercayaan Freya yang mendampingi juga, memastikan Naya baik-baik saja hingga hari persalinan tiba.“Hitung-hitung ucapan terima kasih. Selain itu, emangnya kamu nggak kasihan? Dia lagi hamil, lho.”Berdiri di tepi balkon atap kantor, Freya bertelepon sambil menikmati teh susu premium yang dikirim Aryan sore ini.Oh, Aryan tentu tidak hanya membeli teh untuk Freya.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore