Share

Bab 265 

Penulis: Belinda
Aldrian mengirim foto salah satu jas.

[ Bagian bahu jas ini agak sempit. Aku mau ubah. ]

Kyna merasa sangat kesal.

[ Kalau senggang, aku akan bicara dengan pihak studio dan jadwalkan waktu untuk penyesuaian. ]

Aldrian mengirimkan foto lain.

[ Yang ini juga perlu disesuaikan, lengannya terlalu pendek. ]

[ Kyna: ? Nggak mungkin! Mereka sudah buatkan setidaknya 100 set pakaian untukmu. Waktu kubawa pulang, kamu nggak pernah bilang ada yang nggak pas. Sekarang, kamu mau ubah semuanya? ]

[ Aldrian: Ya, perlu disesuaikan. Yang ini juga. Lihat saja sendiri. ]

Aldrian mengirimkan foto dirinya mengenakan pakaian itu. Pakaian itu jelas-jelas sangat pas!

[ Kyna: Bukannya sudah pas? ]

[ Aldrian: Nggak, aku nggak suka model ini, terlalu membosankan. Aku mau ganti juga. ]

Kyna pun merasa bingung. Siapa yang pernah bilang, "Aku ini seorang penanggung jawab perusahaan. Aku harus pertahankan citra dewasa dan bermartabat di publik. Pakaianku nggak perlu terlalu modis."

[ Kyna: Aldrian, sepertinya kamu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 268

    Kyna sangat panik. Ini tidak bisa dibiarkan! Eldric adalah seorang penari. Bagaimana jika dia terluka? Wajahnya tidak boleh dipukul!Namun, Aldrian seperti orang gila dan mengabaikan semua seruan Kyna. Keduanya benar-benar sudah hampir bergumul menjadi satu.Kyna yang sudah kehabisan akal mau tak mau menyelip di antara mereka, lalu berkata kepada Eldric yang masih agak waras, "Kamu pulang saja dulu!" Eldric yang takut Kyna akan dirugikan tentu saja menolak."Eldric!" Kyna berujar dengan serius, "Bersikaplah yang rasional! Jangan bilang tangan atau kakimu cedera, aku bahkan nggak akan biarkan kamu terluka gores sedikit pun!" Eldric masih harus menyelesaikan begitu banyak pertunjukan! Dia sama sekali tidak boleh terluka!Bagaimanapun juga, Kyna masih tetap adalah senior yang tegas seperti biasanya. Eldric akhirnya tenang. Dia memelototi Aldrian sambil terengah-engah."Cepat pulang dulu!" kata Kyna dengan tegas.Eldric tidak kembali, hanya berkata, "Aku akan berdiri di sana. Panggil aku

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 267 

    Keributan itu akhirnya menarik perhatian manajer lobi. Dia pun berjalan mendekat untuk mencari tahu apa yang terjadi. Kedua belah pihak menjelaskan apa yang telah terjadi.Aldrian mengeluarkan paspornya dan foto akta nikahnya dengan Kyna di ponsel, lalu menunjukkannya kepada manajer lobi untuk membuktikan bahwa mereka adalah pasangan suami istri. Kunci itu memang miliknya.Aldrian berujar dengan sangat tegas, "Asal membuang barang tamu itu salah. Tindakan kalian itu sangat nggak bertanggung jawab. Kalau kunci ini jatuh ke tangan yang salah, bukankah pencuri bisa dengan mudahnya masuk ke rumah?" Resepsionis itu membantah, "Kami sudah hubungi tamu tersebut. Dia sendiri yang bilang sudah nggak mau dan suruh kami membuangnya.""Nggak mungkin!" Aldrian tiba-tiba berdiri. "Ini kunci rumahnya! Mana mungkin dia nggak mau lagi? Lagian, ada foto kami di gantungan kunci itu!"Apa pun yang terjadi, Aldrian tidak akan percaya bahwa Kyna mengatakan dirinya tidak menginginkan kunci rumah mereka lagi

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 266

    Keesokan paginya, masalah mobil telah teratasi. Kyna beserta rombongan tur naik ke bus dan melaju menuju kota berikutnya, Winise yang dijuluki kota air.Winise sangat terkenal, apalagi boneka lokal yang diberi nama "Malaikat Jodoh".Melihat boneka-boneka yang dijual di hampir setiap toko di jalanan, Kyna tiba-tiba teringat deretan boneka di rumah yang katanya untuk menemaninya karena takut dia kesepian. Dia dengan naif mengira boneka-boneka itu benar-benar untuk menemaninya. Pada akhirnya, boneka-boneka itu juga entah menemani siapa.Eldric mengira Kyna ingin membeli boneka itu dan bertanya, "Kak Kyna, mau pilih satu?" Kyna menggeleng. Bukannya boneka itu buruk, tetapi baginya, boneka itu adalah kenangan yang tidak menyenangkan.Ponsel Kyna tiba-tiba berdering. Yang menelepon adalah nomor internasional yang tidak dikenal. Kyna menjawab dan orang di ujung telepon dengan sopan memperkenalkan diri sebagai resepsionis hotel. Ternyata itu adalah panggilan dari hotel di Gerlandia, tempat m

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 265 

    Aldrian mengirim foto salah satu jas.[ Bagian bahu jas ini agak sempit. Aku mau ubah. ]Kyna merasa sangat kesal. [ Kalau senggang, aku akan bicara dengan pihak studio dan jadwalkan waktu untuk penyesuaian. ]Aldrian mengirimkan foto lain.[ Yang ini juga perlu disesuaikan, lengannya terlalu pendek. ][ Kyna: ? Nggak mungkin! Mereka sudah buatkan setidaknya 100 set pakaian untukmu. Waktu kubawa pulang, kamu nggak pernah bilang ada yang nggak pas. Sekarang, kamu mau ubah semuanya? ][ Aldrian: Ya, perlu disesuaikan. Yang ini juga. Lihat saja sendiri. ]Aldrian mengirimkan foto dirinya mengenakan pakaian itu. Pakaian itu jelas-jelas sangat pas![ Kyna: Bukannya sudah pas? ][ Aldrian: Nggak, aku nggak suka model ini, terlalu membosankan. Aku mau ganti juga. ]Kyna pun merasa bingung. Siapa yang pernah bilang, "Aku ini seorang penanggung jawab perusahaan. Aku harus pertahankan citra dewasa dan bermartabat di publik. Pakaianku nggak perlu terlalu modis."[ Kyna: Aldrian, sepertinya kamu

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 264

    Kyna bangun sangat pagi setiap hari. Ketika Aldrian mengirim pesan itu, dia sudah bangun dan sedang dalam perjalanan untuk melakukan rehabilitasinya. Pesan itu berisi hal serius. Terlepas dari apa yang terjadi di antara dirinya dan Aldrian, dia tidak boleh menunda urusan studio.Kyna mengira studio Xavier yang mengirim pakaian itu ke rumah, supaya dia bisa mencoba dan mengonfirmasinya. Jadi, dia membalas pesan Aldrian. [ Kamu nggak perlu kasih tanggapan apa-apa. Aku akan mengurusnya. ]Saat menggulir ke bawah, Kyna menemukan bahwa asisten Vier Studio telah mengiriminya pesan. Akan tetapi, pesan itu terkubur di bagian bawah daftar pesannya. Setiap hari, dia terlalu sibuk untuk mengecek satu per satu pesan masuk sehingga melewatkannya. Dia segera membalas. [ Maaf, aku lagi nggak ada di dalam negeri akhir-akhir ini, jadi pesannya kelewatan. Nggak ada masalah dengan pakaiannya. Aku sudah terima. Langsung potong saja semua biayanya dari kartu keanggotaanku. ]Vier Studio beroperasi dengan

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 263

    "Anak gadis? Naif?" cibir Xavier."Apa maksudmu? Kamu mau diskriminasi perempuan berdasarkan usia?" Anara akhirnya menemukan kesalahan Xavier dan kembali meninggikan suaranya.Xavier tersenyum sinis. "Sebagai desainer yang kompeten, usia cuma nilai tambah di mataku. Kecantikan yang terbentuk seiring waktu nggak kalah sama kecantikan di masa muda. Aku tetap bisa buat wanita berusia 90 tahun terlihat cantik dan elegan." Xavier terkekeh lagi sebelum menambahkan, "Pak Aldrian, sebaiknya kamu bawa pulang anak gadismu itu. Ucapanku biasanya kurang enak didengar. Jadi, pergilah sebelum aku bicara terlalu kasar." Penekanan yang disengaja pada kata "anak gadis" sudah merupakan sindiran.Bagi Aldrian yang pada dasarnya memiliki harga diri tinggi, sikap Xavier termasuk penghinaan serius. Namun, karena Anara menarik-narik pakaiannya dari belakang, dia memaksakan senyum."Pak Xavier, maafkan kata-kataku yang kurang pantas. Tapi baik itu pelanggan tetap atau pelanggan baru, semuanya pasti punya ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status