MasukTerluka karena pengkhianatan sang tunangan, Lily melampiaskannya dengan menenggak tiga gelas cocktail hingga mabuk. Saat tersadar, Lily mendapati dirinya berada di kamar bersama seorang pria asing bernama Arsen. Kesal karena Arsen malah menganggapnya pelacur, Lily melayangkan tamparan ke pipi pria itu. Nahasnya dua hari kemudian dia malah bertemu lagi dengan Arsen di sebuah pesta. Pria itu ternyata memiliki hubungan dekat dengan tunangan yang sudah membuat hati Lily hancur. Lily semakin dibuat tak percaya saat Arsen tiba-tiba saja malah menawarkan sebuah pernikahan kontrak padanya. “Pernikahan kontrak? Kenapa kamu tiba-tiba menawarkan pernikahan?” tanya Lily. “Kalau bukan menikah denganku, pria yang pertama kali tidur denganmu, siapa yang akan menerimamu menjadi istri?” balas Arsen dingin.
Lihat lebih banyakSuara nada panggil terdengar mengalun dari ponsel di telinga Arsen selama beberapa detik. Sore ini, suasana ruang kerjanya terasa sangat tenang. Arsen memutar kursinya menghadap ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota, menunggu panggilannya dijawab."Halo, Sayang?" Suara Lily akhirnya terdengar dari seberang sana.Arsen menyandarkan punggung tegapnya ke sandaran kursi kulitnya. Jari-jarinya mengetuk pelan permukaan lengan kursi. "Kamu di mana sekarang? Bagaimana hasil kunjungan hari ini? Apa Audrey mau bersekolah di sekolah yang kalian kunjungi tadi?"Terdengar hembusan napas yang cukup panjang dari ujung telepon. "Masih sama. Dia masih tidak mau."Mendengar jawaban istrinya, Arsen memijat pelan pangkal hidungnya. "Ya sudah. Kalau begitu, mulai besok kamu tidak usah lagi mempedulikan mau Audrey. Biar aku saja yang akan memilihkan sekolah untuknya.""Tapi, Sayang...” Lily terdengar mencoba menahan, nadanya menyiratkan keraguan. "Kita sudah sepakat untuk membiarkan
Langkah kaki Arsen dan Lily menuruni anak tangga terdengar seirama, mengantarkan keduanya menuju ruang makan yang sudah dipenuhi aroma roti panggang. Di meja makan, Risha dan Adhitama sudah duduk mendampingi Audrey dan Ace yang tengah mengunyah sarapan mereka.Arsen menarik kursi untuk Lily, membiarkan istrinya duduk lebih dulu sebelum ia sendiri mengambil tempat di sebelahnya. Setelah mengoles selai pada rotinya, Arsen menatap kedua mertuanya."Bund, Pa," panggil Arsen, menghentikan denting sendok di meja. "Lusa kita sudah pindah ke mansion. Kebetulan, aku sudah menyiapkan sebuah pesta kecil di sana. Aku mengundang beberapa kolega terdekat untuk datang."Mendengar hal itu, gerakan tangan Risha yang sedang mengaduk teh langsung terhenti. Wanita paruh baya itu menoleh, menatap Adhitama lekat-lekat. Keduanya saling bertukar pandang dalam diam selama beberapa detik, seolah sedang menyampaikan pesan yang tak terucap.Risha kemudian menoleh kembali pada Arsen dan Lily dengan senyum yang sed
Lily mengerjap cepat. Otaknya memutar kembali kejadian semalam. Ia sangat yakin seratus persen bahwa dirinya dan Arsen sama sekali tidak melakukan apa pun. Mereka hanya tidur, dan satu-satunya guncangan hebat yang terjadi hanyalah saat Arsen secara tiba-tiba membalikkan tubuhnya ke atas kasur hingga permukaannya membal.Perlahan, Lily berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan sang putra. Ia menangkup kedua lengan mungil Ace sambil memaksakan senyum santai."Tidak ada gempa, Ace," jawab Lily selembut mungkin, berusaha mengendalikan nada suaranya agar terdengar meyakinkan. "Semalam kan kita tidur bertiga. Ada Papa, Mama, lalu ada Ace di tengah. Mungkin karena kita tidur bersama-sama, kasurnya jadi terlalu berat, lalu bergoyang saat Papa atau Mama bergerak."Lily menatap mata bulat putranya, berharap alasan logis buatannya itu bisa langsung diterima oleh akal pikiran anak berusia prasekolah di depannya.Namun, alih-alih mengangguk paham, kening Ace justru semakin berkerut dalam. Ia
"Aku juga bisa seperti Ace dan Audrey," sahut Arsen tanpa mengubah posisinya. Nada suaranya terdengar datar, namun terselip kesal di setiap katanya. "Aku bisa merajuk juga, dan marah kalau sedang kesal. Kamu pilih kasih."Tawa Lily langsung pecah, meski ia buru-buru menahannya agar tidak terdengar terlalu keras. Ia menggelengkan kepala, lalu perlahan mengangkat tubuhnya hingga duduk tegak di atas kasur. Kedua tangannya terulur memegang bahu kokoh Arsen, menariknya cukup kuat agar suaminya itu mau berbalik dan menoleh ke arahnya.Namun, gerakan Arsen jauh lebih cepat. Laki-laki itu tiba-tiba memutar tubuhnya dan langsung membalik posisi mereka. Dalam hitungan detik, punggung Lily sudah terempas lembut ke atas kasur dengan tubuh besar Arsen yang mengungkungnya dari atas."Akh—mph!"Mata Lily membulat sempurna karena terkejut. Pekikan yang hampir lolos dari tenggorokannya langsung teredam saat kedua telapak tangannya bergerak refleks membungkam mulutnya sendiri. Jantungnya berdegup kencan
Bunga sudah keluar dari apartemen. Dia menoleh ke belakang, memastikan Ivy tidak mencurigai dan mengikutinya. Setelah memastikan aman. Bunga mengeluarkan ponselnya, lalu dia mendial nomor Thomas. Bunga dengan cemas menunggu panggilannya dijawab Thomas, begitu mendengar suara Thomas dari seber
Lily tampak gusar. “Berarti tadi yang kulihat tidak salah, Sayang. Itu memang Ivy,” ucap Lily begitu yakin setelah mendengar perkataan Audrey. Audrey bingung sampai menatap bergantian pada Lily dan Arsen yang saling tatap dengan ekspresi terkejut. Saat Arsen ingin membalas ucapan Lily, ponselnya
Hari berikutnya. Arsen pergi ke ARS seperti biasa. Dia kembali bekerja mengurus berkas-berkas yang sudah menumpuk di mejanya. Arsen tampak biasa saja, hingga saat Thomas masuk ke dalam ruangannya, lalu kembali meletakkan tumpukan berkas di meja, Arsen berhenti membalikkan lembaran kertas dan tat
Anthony terkejut mendengar pertanyaan Arsen. Dia diam beberapa saat, sebelum akhirnya membalas, “Aku sudah berusaha untuk bersikap baik ke Mama dan Dini. Dan, aku juga tahu jika harus memilih.” Arsen menatap Anthony yang gelisah, setelahnya dia kembali bertanya, “Lalu, siapa yang akan kamu pili






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak