FAZER LOGINTerluka karena pengkhianatan sang tunangan, Lily melampiaskannya dengan menenggak tiga gelas cocktail hingga mabuk. Saat tersadar, Lily mendapati dirinya berada di kamar bersama seorang pria asing bernama Arsen. Kesal karena Arsen malah menganggapnya pelacur, Lily melayangkan tamparan ke pipi pria itu. Nahasnya dua hari kemudian dia malah bertemu lagi dengan Arsen di sebuah pesta. Pria itu ternyata memiliki hubungan dekat dengan tunangan yang sudah membuat hati Lily hancur. Lily semakin dibuat tak percaya saat Arsen tiba-tiba saja malah menawarkan sebuah pernikahan kontrak padanya. “Pernikahan kontrak? Kenapa kamu tiba-tiba menawarkan pernikahan?” tanya Lily. “Kalau bukan menikah denganku, pria yang pertama kali tidur denganmu, siapa yang akan menerimamu menjadi istri?” balas Arsen dingin.
Ver maisTiba-tiba, sebuah lampu sorot menembak lurus ke arah panggung kecil yang berada di depan tangga utama. Sosok Arsen berdiri tegap di sana. Laki-laki itu memegang sebuah mikrofon. Jasnya sudah dikancingkan rapi, dan wajahnya tampak begitu tenang menatap ke arah kerumunan."Selamat malam, semuanya," suara bariton Arsen menggema ke seluruh penjuru ruangan melalui pengeras suara. "Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir di perayaan kecil ini. Seperti yang kalian tahu, malam ini adalah perayaan kembalinya saya untuk memimpin ARS Company secara penuh.”Terdengar tepuk tangan riuh dari para tamu. Arsen membiarkan suara tepuk tangan itu menggema selama beberapa detik sebelum kembali mengangkat tangannya, meminta ketenangan."Namun," Arsen menjeda ucapannya. Matanya bergerak menyapu kerumunan, mencari satu sosok yang sangat ia kenal. Begitu pandangannya menemukan Lily yang berdiri di tengah ruangan, tatapan Arsen terkunci di sana. "Alasan utama saya mengadakan pesta besar ini sama sekal
Hari kepindahan keluarga Arsen ke mansion tiba.Suara deru mesin mobil mewah Arsen perlahan memelan saat roda-rodanya menyentuh pelataran mansion. Bangunan megah itu kini bermandikan cahaya keemasan dari puluhan lampu taman dan lampu sorot yang dipasang di setiap sudut.Seorang pelayan bergegas mendekat, membuka pintu di sisi Arsen. Laki-laki itu melangkah turun lebih dulu. Ia merapikan kancing jas hitam pekatnya dengan satu tangan, sementara tangan yang lain terulur ke dalam mobil.Lily menyambut uluran tangan suaminya. Ia melangkah keluar dengan hati-hati, menjaga agar gaun malam berwarna navy yang melekat pas di tubuhnya tidak tersangkut. Ujung gaun itu menyapu lantai pelataran dengan anggun."Kamu bilang ini hanya pesta kecil," ucap Lily. Matanya menyapu deretan mobil mewah yang sudah terparkir rapi hingga ke ujung jalan masuk.Arsen tidak langsung menjawab. Ia menarik pinggang Lily mendekat, menempelkan sisi tubuh istrinya ke tubuhnya. "Untuk ukuran kolega-kolega bisnisku, ini hi
Melihat sorot mata Arsen yang menyipit curiga ke arahnya, Lily segera menghela napas panjang. Ia menutup perlahan buku cerita bergambar yang sejak tadi terbentang di atas pangkuannya. Suara kertas yang saling beradu terdengar jelas memecah keheningan sesaat yang menyelimuti kamar anak perempuannya itu.Lily menoleh sepenuhnya menatap Arsen. Ia membalas tatapan suaminya dengan raut wajah tenang, berusaha menepis kecurigaan laki-laki itu. "Bukan begitu," ucap Lily pelan.Arsen tidak langsung merespons. Ia menaikkan sebelah alisnya, menunggu kelanjutan kalimat istrinya dengan postur tubuh yang sengaja ditegakkan."Tadi siang kami memang sudah melihat sekolah lagi," lanjut Lily. Tangan kirinya bergerak mengusap lembut punggung tangan Audrey yang masih meremas ujung selimut dengan gugup. "Tapi, Audrey merasa masih belum benar-benar cocok dan pas untuknya. Jadi, wajar kalau dia bingung mau menjawab apa waktu kamu tanya tadi, Papa."Mendengar penjelasan dari Lily, raut wajah Arsen perlahan m
Suara deru mesin mobil yang memasuki pelataran rumah menandakan kedatangan Arsen. Begitu pintu utama terbuka, Lily sudah berdiri di sana menyambutnya. Arsen melangkah masuk, membiarkan Lily mengambil alih tas kerja dan jas yang baru saja ia lepaskan dari bahunya.Belum sempat Lily menanyakan bagaimana harinya, Arsen sudah menahan kedua bahu istrinya dengan raut wajah tegang."Sayang, aku minta izin untuk langsung lanjut bekerja lagi," ucap Arsen cepat. "Ada urusan penting yang harus aku lakukan saat ini juga."Kening Lily berkerut. Matanya menatap wajah suaminya lekat-lekat. "Apa ada masalah yang serius?"Arsen menghela napas pendek, mengusap puncak kepala Lily sekilas. "Ada sedikit masalah dengan produk baru kita. Tunggu sebentar ya, biarkan aku mengurus ini dulu."Melihat gurat kelelahan sekaligus keseriusan di wajah suaminya, Lily menganggukkan kepalanya pelan. "Ya sudah, kamu selesaikan saja dulu urusan pekerjaan. Aku akan menemani Audrey dan Ace di kamar."Arsen mengangguk setuju
Siang itu Lily pergi terburu-buru dari Mahesa. Lily mendapat kabar dari guru di sekolah Audrey kalau bocah itu menangis tanpa henti. Lily cemas, baru satu hari Audrey sekolah, tapi sudah ada kejadian seperti ini. Setelah menembus padatnya jalanan, Lily akhirnya sampai di sekolah Audrey. Dia b
Lily mengangguk matanya mengikuti punggung Arsen yang menjauh. Ia tersenyum, sentuhan lembut bibir Arsen masih terasa manis. Chef pengajar itu hanya menggeleng maklum. Ia sudah sering menghadapi pasangan super romantis seperti Tuan dan Nyonya Arsen. Setelahnya, sesi belajar kembali berjalan la
Arsen diam menatap datar Lily yang membantahnya. Istrinya itu masih saja bersikeras. “Katakan kamu mau pergi ke mana?” Lily mengatupkan bibir, merasa tidak perlu menjelaskan dengan jujur pada Arsen dia hendak pergi ke mana. “Ke Mahesa, ke mana lagi?” lirih Lily. “Panggil saja Riani ke sini
Di dalam mobil yang membawanya pulang ke rumah, Ella terlihat marah-marah. Beberapa kali Ella memukul kursi dengan tangannya yang mengepal. “Sialan, dia berani datang dan bicara seperti itu di depan wartawan yang sudah aku undang,” amuk Ella. Teddy yang duduk di sebelah Ella membuang muka ke lu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais