MasukNamun, ruang latihan sebenarnya hanyalah tempat untuk berlatih menari, bukanlah tempat yang cocok untuk menjalankan latihan rehabilitasi. Peralatan yang tidak memadai adalah masalah terbesar.Kyna mempelajari video latihan rehabilitasi itu untuk sesaat. Kemudian, dia memikirkan cara untuk memodifikasi setiap gerakan supaya bisa disesuaikan dengan kebutuhannya dan situasi saat ini. Sebelumnya, perawat membantu Kyna selama dia menjalani latihan rehabilitasi di klinik. Sekarang, tidak ada yang membantunya sehingga dia berulang kali jatuh. Dalam sekejap, tubuhnya sudah dibasahi keringat dan dia merasakan sakit yang luar biasa."Kyna!" Ketika Kyna jatuh lagi, suara lembut seorang wanita terdengar di belakangnya. Pada saat yang sama, sepasang tangan yang lembut nan lentur mengangkatnya dari belakang, persis seperti saat dia latihan menari di jurusan tari."Bu Sonia ...." Kyna merasa agak malu. Eldric juga datang bersama Sonia. Dia pun mengangguk untuk memberi salam.Kyna ingin pulih, tetap
Kyna akhirnya berhasil keluar dari rawa itu. Dia tidak akan terjerumus lagi.Kyna menggulir pesan-pesan dari Aldrian. Pesan yang masuk sangat banyak dan semuanya dikirim malam ini. Dia bahkan tidak ingin membaca semuanya dan langsung membalas. [ Aldrian, aku sudah katakan apa yang perlu kukatakan. Selain setuju untuk bercerai, jangan kirim pesan padaku lagi. Aku juga nggak akan membacanya. ]Setelah Kyna mengirim pesan itu, Aldrian langsung membalas. [ Kamu mau pakai perceraian untuk mengancamku? Kamu kira aku takut menceraikanmu? ] Kyna benar-benar bukan sedang mengancam Aldrian. Dia sudah mengatakannya berkali-kali sampai bosan![ Aldrian, surat kesepakatan cerainya ada di rumah. Kamu pasti sudah melihatnya. Baguslah kalau kamu nggak takut bercerai. Mari kita urus prosedurnya begitu aku kembali. ][ Oke. ]Setelah Aldrian membalas dengan kata itu, Kyna pun menghela napas lega. Baguslah jika Aldrian setuju. Namun, setelah mengirim "oke", Aldrian mengirim dua foto lagi. Yang satu a
Kyna menekan dadanya. Dia sudah tahu hatinya tidak akan sakit lagi. Namun, dia mengira dirinya setidaknya akan merasa mual. Tak disangka, perasaan itu juga sudah sirna.Kyna merasa kedua orang di ujung telepon hanya bagaikan orang asing. Setelah meninggalkan lingkungan dan orang itu, dia merasa seperti kupu-kupu yang terbebas dari belenggu. Hatinya benar-benar terasa ringan."Kak Kyna! Cepat kemari, kita sudah mulai makan!" panggil Eldric dari luar."Oke!" jawab Kyna dengan gembira."Kak Kyna." Suara Eldric terdengar lagi.Meskipun pintunya jelas-jelas terbuka, Eldric tetap mengetuknya. "Kak Kyna, sudah selesai? Tinggal tunggu kamu, nih!""Sudah, sudah. Aku akan keluar!" Kyna berjalan keluar dengan membawa ponselnya. Saat hendak mengakhiri panggilan video, wajah Aldrian tiba-tiba muncul di layar. Ekspresinya sangat suram.Kyna tidak ingin melihat wajahnya lagi. Baru saja Aldrian memanggil "Kyna", dia langsung mengakhiri panggilan video dan mengabaikan panggilan Aldrian yang selanjut
Kyna pun tertawa. Sebenarnya, dia juga pernah mengalami hal seperti ini sejak kecil. Latihan tari sangat menguras energi, sedangkan diet ketat kerap membuatnya kekurangan stamina. Lagi pula, meskipun hari ini dia hanya mengurus pekerjaan di balik panggung, dia tetap merasa lelah dan benar-benar lapar.Pada malam di negeri asing ini, semua orang berkumpul untuk menyantap hot pot instan. Menghirup aromanya sambil menunggu hingga makanannya matang terasa sangat menyenangkan.Pada saat ini, Kyna menerima panggilan video di ponselnya. Panggilan video itu dari Aldrian. Dia teringat pesan dari Aldrian yang mengatakan bahwa dirinya telah kembali ke Kota Hatam. Jadi, Aldrian pasti telah melihat surat kesepakatan cerai dan ingin memberinya jawaban sekarang.Kyna diam-diam membawa ponselnya ke kamar mandi untuk menjawab panggilan video tersebut. Tanpa diduga, orang di ujung sana adalah Anara."Kyna," panggil Anara dari video. Kemudian, dia mulai bergerak.Kyna dapat melihat jelas bahwa Anara seda
Aldrian bahkan tidak repot-repot membaca apa yang tertulis dalam surat kesepakatan cerai itu. Setelah membaca beberapa baris isi surat yang ditulis Kyna untuknya, dia pun tersenyum sinis dan melemparkan setumpuk kertas itu ke atas meja.Anara mencoba meraih kertas itu. Melihat Aldrian tidak menghentikannya, dia menjadi lebih berani dan dengan tegas mengambilnya. Dia membaca sekilas, lalu membacanya dengan cermat kalimat demi kalimat. Memastikan bahwa Kyna tidak mengungkapkan kebenaran tentang insiden sukarelawan itu, dia menghela napas lega.Namun, Anara juga terkejut setelah menemukan bahwa Aldrian telah membeli begitu banyak rumah atas nama Kyna, dan juga memberinya saham perusahaan. Meskipun tidak menginginkan aset Aldrian, Kyna bisa mandiri secara finansial setelah perceraian!"Aldri ...." Anara berbisik, "Jangan sedih, meski Kyna menceraikanmu ...." Anara awalnya ingin mengatakan "meski Kyna menceraikanmu, kamu masih punya kami". Namun, sebelum dia sempat menyelesaikan kalimat it
Pikiran Kyna dipenuhi dengan ide tarian yang baru saja terlintas di benaknya. Jika ingin menyusun koreografi itu menjadi pertunjukan tari, bagaimana dia harus melakukannya?Banyak ide yang melintasi benak Kyna sehingga membaca pesan Aldrian juga tidak membangkitkan emosi apa pun dalam hatinya. Pesan-pesan itu bagaikan beberapa tetes air yang tersapu oleh gelombang dahsyat di benaknya, lalu menghilang tanpa meninggalkan jejak.Kyna bahkan tidak mempertimbangkan untuk memblokir Aldrian karena itu sama sekali tidak mengganggunya. Setelah membaca pesan-pesan itu, dia lanjut memikirkan tariannya.Inspirasi tarian itu berasal dari kelahiran kembali burung phoenix. Dari sana, pemikirannya berkembang hingga mencakup kehidupan yang berkesinambungan, hingga sejarah yang panjang, dan sesuatu yang agung. Dia ingin menyusun sebuah pertunjukan tari yang bersifat simbolis dan imajinatif.Makin memikirkannya, makin bersemangat pula Kyna. Tidak ada emosi lain yang dapat mengalihkan perhatiannya. Malam







