Share

Bab 2553

Author: Hazel
Tirta tersenyum sinis dan menyahut, "Benar, aku memang ada di sini. Kemarin aku sengaja membiarkanmu kabur. Nggak disangka, kali ini kamu berani membawa anggotamu kemari. Kelihatannya kamu nggak takut mati."

Mendengar perkataan Tirta, Brandon terkejut. Dia membalas, "Apa? Kemarin kamu sengaja membiarkanku kabur?"

Sudah jelas Brandon kepikiran sesuatu yang buruk.

Sementara itu, Anthony yang berdiri di belakang Brandon juga tidak menyangka ternyata Tirta benar-benar datang ke laboratorium bawah ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3749

    "Tiga tanaman? Terlalu sedikit. Katakan dulu, apa yang harus kulakukan."Anjing hitam besar menjilat air liur yang menetes dari mulutnya."Temukan Kak Tabib Suci dan yang lainnya," jawab Tirta."Gampang, mencari orang adalah keahlianku. Serahkan saja urusan ini padaku!"Mendengar itu, anjing hitam besar langsung menyetujui. Setelah itu, hidungnya mengendus-endus. Dalam sekejap, dia menghilang dari pandangan Tirta dan yang lainnya, berlari secepat kilat."Tirta, meskipun tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun jumlahnya banyak, benda itu bukan sayuran yang bisa ditemukan di mana pun. Kita bisa mencari Tabib Suci sendiri.""Kamu benar-benar berniat memberi anjing itu tiga tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun?" tanya Selvi dengan sedikit heran."Aku tahu. Aku cuma nggak mau nantinya dia mencium aroma tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun, lalu terus mengikutiku dan merengek. Jadi, aku mencari alasan untuk mengusirnya.""Toh setelah memakan begitu banyak tanaman spiritu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3748

    "Apa aku boleh nggak ikut denganmu ke bumi?" Mendengar itu, Selvi tanpa sadar merapatkan kedua kakinya."Nggak boleh. Kalau nggak, aku akan memukul pantatmu.""Jangan lupa, dengan tingkat kultivasimu sekarang, kamu sama sekali bukan tandinganku." Sambil berbicara, Tirta mengangkat telapak tangannya."Bocah kurang ajar! Kamu pikir setelah kekuatanmu meningkat, kamu bisa memaksaku tunduk di bawah kekuasaanmu?" Selvi menggigit bibirnya erat-erat, berbicara dengan malu sekaligus kesal."Ya. Kamu juga boleh memahaminya seperti itu." Tirta mengakuinya dengan terus terang, lalu menyeringai."Ya sudah, kalau begitu aku menyerah saja. Tapi, jangan keterlaluan nanti. Kalau nggak, aku nggak akan sanggup menahannya."Melihat wajah Tirta yang menyebalkan itu, Selvi benar-benar ingin menggigitnya keras-keras. Namun, ketika memikirkan semua pertarungan hidup dan mati yang terus berlangsung sejak mereka memasuki Pegunungan Belantara, dia menyadari bahwa baru kali ini Tirta benar-benar bisa bersantai.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3747

    Genta berbicara dengan nada riang.Begitu selesai berbicara, Genta langsung menggerakkan tubuhnya dan melesat menuju bagian terdalam Pegunungan Belantara. Saat melintasi langit, sosoknya benar-benar terlihat anggun dan begitu indah bak lukisan. Jika dilihat langsung, gerakannya terlihat tidak terlalu cepat. Namun, dalam sekejap, dia sudah terbang melintasi jarak ratusan ribu mil."Grrr!"Tak lama kemudian, Tirta dan yang lainnya mendengar raungan penuh rasa enggan dari seluruh nadi naga di Pegunungan Belantara. Selain itu, mereka juga bisa merasakan dengan jelas bahwa esensi nadi naga yang tadinya begitu melimpah di tempat itu mulai surut."Kakak benar-benar luar biasa. Dia sudah menyerap esensi nadi naga dari wilayah seluas dua juta mil, tapi masih belum merasa puas. Jangan-jangan, dia berniat menyerap seluruh esensi nadi naga di tempat ini?" gumam Tirta sambil mengusap dagunya.Tindakan ini memang akan menyebabkan penurunan drastis pada konsentrasi kekuatan spiritual di Pegunungan Be

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3746

    Mata Genta terlihat begitu indah, seperti sesuatu yang berasal dari alam mimpi. Tidak peduli seindah apa pun kata-kata itu, tetap sulit untuk menggambarkan keindahannya.Tanduk naga yang berkilauan, tubuh yang ramping serta memanjang, dan sisik naga sehalus giok putih yang memancarkan warna memesona membuat Genta tampak seperti peri dan kesayangan sang pencipta. Namun, tekanan dahsyat dari naga sejati yang terpancar dari tubuhnya membuat siapa pun tidak ingin mendekatinya.Naga purba yang pernah ditemui Tirta dan yang lainnya sebelumnya maupun naga sakti yang menjelma dari darah leluhur buaya sakti sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Genta. Jika dibilang kedua naga itu berbeda jauh dengan Genta, itu pun tidak berlebihan. Naga sejati yang mustahil lahir di alam tingkat rendah pun kini benar-benar muncul di hadapan mereka.Selvi dan Kaisar Obat menatap Genta tanpa berkedip karena merasa sangat terkejut dan tidak percaya.Bahkan Jade juga demikian. Dia memang sudah pernah melihat G

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3745

    "Saat baru menetas, mereka biasanya nggak langsung tunjukkan vitalitas yang begitu kuat. Mereka harus simpan cukup banyak energi di dalam tubuh sebelum benar-benar terbangun," jelas Jade melalui transmisi suara."Ternyata begitu. Syukurlah, syukurlah," kata Tirta yang hatinya akhirnya lebih tenang. Namun, perasaan gembira yang meluap-luap masih membuatnya kesulitan menyusun kata-kata. Dalam kegugupan, kecemasan, dan harapan yang meluap-luap, setengah jam terasa seperti setahun baginya.Saat ini, lebih dari setengah esensi nadi naga dari wilayah dalam radius dua juta mil sudah terserap ke dalam tubuh mungil Genta. Cangkang telur naga akhirnya hancur sepenuhnya dan memperlihatkan tubuh seekor naga muda yang melayang di hadapan Tirta dan yang lainnya. Bahkan tanpa perlu arahan Selvi melalui formasi, naga muda itu sudah bisa menyerap energi nadi naga dengan sendirinya.Pemandangan ini benar-benar sulit dipercaya. Jika seorang ahli yang berada tingkat semi pengguncang langit menyerap energi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3744

    "Untung saja kita kembali nggak terlalu terlambat. Melihat keadaan ini ... sepertinya dia akan segera menetas, 'kan?"Tak lama kemudian, Tirta dan Jade kembali. Begitu melihat pemandangan di hadapannya, jantung Tirta berdebar. Dia merasa sangat gugup, sesuatu yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Dia bahkan bernapas dengan sangat hati-hati karena takut akan mengganggu Genta."Ck, aku belum pernah melihatmu begitu gugup. Kalau orang yang nggak tahu melihatnya, mereka mungkin akan mengira kamu sendiri yang melahirkan telur naga ini," kata Selvi. Dia merasa agak terkejut saat melihat sikap Tirta, sehingga dia pun diam-diam mengirim transmisi suara itu sambil tertawa geli."Tentu saja bukan aku yang melahirkan telur naga ini, tapi aku utang satu nyawa padanya. Nggak, utangku kepadanya jauh lebih besar daripada sekadar satu nyawa. Jadi, kalau dia berhasil menetas, setidaknya aku bisa sedikit menebus kesalahanku padanya meskipun itu hanya hal kecil," jawab Tirta melalui transmisi suara."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status