INICIAR SESIÓNTirta memang sudah membunuh Brandon dan Anthony, bahkan dia membunuh mereka dengan mudah. Namun, ucapan Brandon membuat Tirta resah.Tirta bergumam, "Sebenarnya apa maksud orang ini? Apa ... yang terjadi di Negara Darsia? Jangan-jangan masalah virus darah? Tapi, jelas-jelas sebelumnya Kak Saba mengabariku Negara Darsia baik-baik saja."Tirta tetap tidak tenang. Hanya saja, sekarang dia berada di laboratorium bawah tanah sedalam 200 meter lebih. Jadi, ponselnya tidak ada sinyal.Tirta berencana menghubungi Saba setelah keluar dari laboratorium bawah tanah ini. Dia hendak kembali ke bagian dalam laboratorium.Tiba-tiba, terdengar seruan seseorang. "Berhenti, kamu siapa? Jangan bergerak .... Ah, Pak Brandon dan Pak Anthony mati! Siapa pelakunya? Apa kamu yang membunuh mereka? Kamu pantas mati!"Suara orang ini sangat familier. Tentu saja dia adalah kepala laboratorium yang buru-buru datang setelah melihat Brandon dan Anthony di kamera pengawas.Hanya saja, kepala laboratorium ini tidak me
Anthony tidak mengerti dengan kejadian yang mendadak ini. Hanya saja, dia melihat Brandon berdiri di tempat dan Tirta hampir mengejar mereka. Jadi, dia langsung menggendong Brandon dan buru-buru kabur.Kala ini, Anthony baru benar-benar merasakan Tirta sangat mengerikan. Sewaktu di Black Gloves sebelumnya, dia memang pernah mendengar tentang semua kehebatan Tirta. Namun, Anthony merasa sekarang kemampuannya cukup hebat setelah mendapatkan hadiah dari Leluhur Darah.Biarpun menghadapi Tirta, seharusnya kemampuan mereka setara. Hanya saja, kenyataan di depan Anthony langsung membuatnya putus asa.Anthony tidak menyangka Brandon yang kekuatannya sama dengan dirinya tidak bisa melancarkan jurus saat melawan Tirta. Ini adalah kenyataan yang mengerikan!Sekarang Anthony mengerti alasan Brandon selalu menunjukkan ekspresi takut setiap mengungkit nama Tirta. Ternyata Tirta memang sangat kuat!"Kamu ingin kabur? Memangnya kamu bisa?" ujar Tirta. Dia tidak akan membiarkan Anthony membawa Brandon
Tirta tersenyum sinis dan menyahut, "Benar, aku memang ada di sini. Kemarin aku sengaja membiarkanmu kabur. Nggak disangka, kali ini kamu berani membawa anggotamu kemari. Kelihatannya kamu nggak takut mati."Mendengar perkataan Tirta, Brandon terkejut. Dia membalas, "Apa? Kemarin kamu sengaja membiarkanku kabur?"Sudah jelas Brandon kepikiran sesuatu yang buruk.Sementara itu, Anthony yang berdiri di belakang Brandon juga tidak menyangka ternyata Tirta benar-benar datang ke laboratorium bawah tanah yang sangat tersembunyi ini. Dia tidak melontarkan sepatah kata pun dan hanya memandangi Tirta dengan ekspresi waswas.Tirta mencibir, lalu menanggapi, "Tentu saja. Apa kamu kira kamu bisa kabur dari kendaliku?"Brandon yang dijebak merasa sangat malu. Dia berteriak, "Dasar orang Negara Darsia licik! Aku sudah paham, ternyata apa yang dibilang anggota Keluarga Randolph memang benar! Kamu sengaja memanfaatkanku untuk menghasut kami dan Keluarga Randolph!"Tirta menyeringai dan berujar, "Benar
Kala ini, Brandon dan lainnya sudah melewati pintu kedua yang dikunci dengan kode sandi. Masalah Tirta muncul mendadak sehingga Brandon tidak memberi tahu kepala laboratorium ini. Kalau tidak, pria itu pasti curiga ini adalah perbuatan Tirta.Para murid Yonatan berdiskusi sejenak."Apa kita mau mengikuti arahannya?""Kalau klona dibangkitkan, orang Negara Martim pasti akan memanfaatkannya untuk merusak perdamaian dunia.""Kalau Pak Yonatan ada di sini, dia pasti akan menolak tanpa ragu. Lebih baik kita mati daripada membantu orang Negara Martim melakukan hal yang nggak bermoral seperti ini."Akhirnya, semua murid Yonatan hanya berdiri di tempat. Para murid ini memberikan jawaban melalui sikap mereka.Tirta sangat puas melihat sikap mereka. Dia memang menyetujui permintaan Yonatan, tetapi dia merasa orang dari negara lain pasti tidak mungkin sehati dengan orang Negara Darsia.Jadi, Tirta berencana menyelamatkan orang Negara Darsia saja. Dia tidak akan memedulikan orang Negara Martim. Na
Awalnya Tirta ingin segera menyelamatkan semua murid Yonatan. Namun, Tirta melihat semua tabung besar yang berisi formalin itu saat mendengar klona Leluhur Darah.'Pantas saja tampang semua orang ini sama persis. Ternyata bukan mayat untuk penelitian, melainkan klona Leluhur Darah. Untuk apa orang Negara Martim mengklona Leluhur Darah?' batin Tirta.Tirta langsung kepikiran tindakan Keluarga Randolph, 'Seharusnya mereka juga menyiapkan rencana untuk mewaspadai Leluhur Darah. Semua klona ini memang belum bangkit, tapi aku sudah merasakan tubuh mereka mengandung kekuatan yang dahsyat.''Ternyata kekuatan mereka setara dengan kultivator tingkat inti emas. Benar-benar mengerikan. Jangan-jangan Leluhur Darah itu kultivator tingkat pembentukan jiwa atau tingkat pembentukan dewa?' lanjut Tirta.Maksud Tirta adalah dia ingin menggunakan kekuatan Genta untuk menghancurkan semua klona ini. Jika semua klona ini bangkit, mereka akan menjadi senjata andalan Black Gloves.Tiba-tiba, suara Genta munc
Rosie menjelaskan, "Aku tahu Tuan memang sangat hebat, tapi ini Wazton ... markas pusat orang Negara Martim. Dua ketua Black Gloves sudah datang. Kalau menemukan keberadaan Tuan, mereka pasti akan mengerahkan pasukan. Nantinya Tuan juga akan kewalahan menghadapi kepungan delapan ketua biarpun dia sangat hebat."Rosie menambahkan, "Yelena, kamu itu anggota Keluarga Randolph. Aku yakin kamu tahu jelas seberapa mengerikan kemampuan delapan ketua Black Gloves."Perkataan Rosie membuat Yelena merasa gugup. Mungkin dua ketua Black Gloves tidak menakutkan. Namun, takutnya Tirta akan terancam bahaya jika delapan ketua Black Gloves sama-sama beraksi.Yelena bertanya dengan ekspresi cemas, "Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang?"Rosie segera memutar otak dan menemukan dua cara, "Um ... kita bisa menyamar menjadi Tuan, lalu membuat kekacauan untuk menarik perhatian ketua Black Gloves. Kalau nggak ... kita segera beli senjata mematikan besar dalam jumlah banyak sambil menunggu di sin