Share

Bab 829

Penulis: Hazel
Wanita itu sedang memegang hasil pemeriksaan. Dia bertanya dengan terkejut, "Pak Suwanto, dadaku cuma agak sakit dan sesak. Selain itu, aku nggak merasakan apa pun lagi. Mana mungkin aku mengidap kanker payudara? Apa ada kesalahan?"

Mungkin karena terlalu terkejut dengan hasil pemeriksaan, wanita itu sama sekali tidak menyadari kehadiran Tirta.

"Dik, manusia bisa berbohong, tapi data yang terdeteksi peralatan medis nggak mungkin berbohong. Hasil seperti itu nggak mungkin bisa dipalsukan." Suwant
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Galak
bkin pnasaran sjh tdk ada lanjutan.x
goodnovel comment avatar
Hidayat Syarif
ayok mna lanjutan nya, aku menunggu arum main sama tirta
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2760

    Begitu pemikiran itu muncul, Kamala langsung menyangkal diri sendiri. Hal ini karena dia tahu dirinya tidak mampu melawan Tirta.Lagi pula, Kamala tidak punya kesempatan untuk kembali ke dunia asalnya lagi jika dia membunuh Tirta. Sebenarnya masih ada satu alasan terakhir.Kamala melihat Tirta sekilas dan membatin, 'Mungkin ... aku memang sedikit menyukai orang ini .... Aku benar-benar nggak berguna. Aku nggak bisa balas dendam lagi ....'Tiba-tiba, air mata Kamala menetes. Dia diam-diam menyekanya dan tidak bersuara.Angin laut berembus dan ombak menderu. Tanpa sadar, Kamala tertidur.Sekitar pukul 9 malam, Tirta yang awalnya sangat tenang tiba-tiba berseru, "Aku sudah memahami Formasi Teleportasi!"Kamala terbangun. Dia bertanya, "Apa?"Tirta memasukkan Batu Pancawarna ke dalam Cincin Penyimpanan dan menyahut, "Nggak apa-apa. Kita sudah bisa masuk ke dunia misterius.""Cepat sekali," komentar Kamala. Dia yang mulai sadar terkejut. Sebelumnya Kamala mengira setidaknya Tirta butuh wakt

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2759

    Sekarang Genta tidak tertarik pada batu spiritual, jadi Tirta yang diuntungkan. Bisa dibilang dia mendapatkan banyak keuntungan.Tirta membatin, 'Kultivator tingkat inti emas memang hebat. Hartanya jauh lebih banyak daripada kultivator tingkat pembentukan fondasi. Sayang sekali, wanita itu mati disambar petir. Aku nggak sempat mengambil Giok Penyimpanan milik wanita tua itu. Kalau nggak, aku bisa mendapatkan lebih banyak barang berharga.'Cahaya putih berkedip di tangan Tirta. Dia memainkan batu hitam itu. Hanya saja, Tirta tetap tidak tahu itu barang apa setelah menelitinya cukup lama.Saat Tirta hendak menggigit jarinya dan mencoba meneteskan darahnya, terdengar suara Kamala. "Kamu sudah membunuh canggahku, jadi nggak ada yang bisa mengaktifkan Formasi Teleportasi. Kita juga nggak bisa masuk ke dunia misterius biarpun datang ke pulau ini."Tirta menepuk pahanya dan membalas, "Eh? Kenapa kamu nggak beri tahu aku dari tadi? Kalau kita nggak bisa masuk ke dunia misterius dari sini, untu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2758

    Neoma bergumam, "Teknik apa ini? Ternyata lebih mengerikan daripada Formasi Mematikan Tingkat Tinggi yang kusiapkan dengan susah payah! Bahkan pemimpin sekte nggak pernah lihat petir seperti ini waktu melewati ujian untuk memasuki tingkat pembentukan jiwa."Neoma menambahkan, "Tapi ... aku nggak lihat pemuda ini mengukir formasi."Neoma sangat ketakutan sampai-sampai jiwanya bergetar. Dia tidak sempat menyelesaikan formasi terakhir lagi.Neoma mengeluarkan labu giok putih, lalu melompat ke atasnya dan buru-buru kabur. Whoosh! Kecepatan Neoma sangat tinggi hingga meninggalkan sisa bayangan.Menghadapi petir yang mengandung kekuatan destruktif, tubuh Kamala gemetaran. Dia berteriak dengan ekspresi panik, "Canggah, jangan tinggalkan aku! Bawa aku pergi!"Neoma sama sekali tidak memedulikan Kamala. Dia malah kabur lebih cepat.Namun, petir yang menyambar itu seperti mempunyai mata. Dalam sekejap, petir itu sudah berhasil mengejar Neoma.Krak! Jeritan Neoma langsung ditutupi petir. Tubuhnya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2757

    Jimat Angin Kegelapan berubah menjadi pisau, tombak, tongkat, pedang, dan senjata mematikan lainnya. Semua senjata itu memelesat dan hendak menebas kepala Tirta.Duar! Jimat Petir membangkitkan kekuatan langit, lalu petir menyambar."Huh! Aku nggak punya begitu banyak artefak. Tapi, aku rasa kertas emas ini sudah cukup untuk melawanmu!" seru Tirta.Awalnya Tirta ingin masuk ke dalam air untuk bersembunyi. Namun, dia melihat naga emas yang dipanggil Neoma sangat jelek. Naga itu tidak terlihat dominan seperti tubuh asli Genta yang sangat besar.Tirta merasa naga di depannya ini benar-benar tidak pantas disebut naga. Bahkan keberadaannya juga menodai Genta.Ngung! Tirta memfokuskan pikirannya. Dia memutuskan untuk mengerahkan energi ungu agar bisa mengeluarkan kertas emas.Kali ini, kertas emas berubah lagi. Begitu muncul di udara, kertas emas membesar hingga 30 meter lebih sehingga terlihat seperti dinding yang terbuat dari emas.Semua serangan termasuk naga emas ditangkis oleh kertas em

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2756

    Razin merasa putus asa. Tatapannya menjadi muram. Dia bertanya, "Ini bukan kemampuan kultivator tingkat inti emas. Hei, apa kamu bisa beri tahu aku kebenarannya?"Tirta merasa lega, lalu dia menyeringai dan menyahut, "Ternyata kamu cukup jeli. Tentu saja ini bukan kemampuanku, tapi di dalam tubuhku ada tokoh hebat tingkat pembentukan dewa. Aku cuma mengasah teknikku kalau bertarung denganmu. Kalau nggak, dari tadi kamu pasti sudah mati."Razin yang kaget menanggapi seraya memelotot, "Tingkat pembentukan dewa ... ternyata kamu disokong kultivator tingkat pembentukan dewa .... Kalau begitu ... nggak sia-sia aku mati ...."Kemudian, Razin langsung mati. Hanya kultivator di atas tingkat pembentukan jiwa tahap kelima yang bisa menghentikan inti emas tahap kesembilan meledak.Razin sudah hampir mati, jadi Tirta tidak perlu membohonginya lagi. Dia merasa bangga bisa mati di tangan tokoh hebat seperti itu, makanya dia mengatakan dirinya mati tanpa penyesalan.Tirta tidak buru-buru maju. Dia me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2755

    Tirta baru pertama kali merasakan kertas emas sangat hebat.Terdengar suara Genta dalam benak Tirta. "Apa hebatnya kultivator tingkat inti emas tahap kesembilan? Bahkan barang ini bisa menyingkirkan Mutiara Naga. Sayang sekali barang sebagus itu jatuh ke tanganmu."Namun, sekarang Tirta sedang memperhatikan pergerakan Razin. Jadi, dia tidak sempat menanggapi perkataan Genta. Hanya saja, Tirta tahu jelas kelak dia bisa menggunakan kertas emas untuk menghadapi masalah yang sulit.Sementara itu, darah yang dimuntahkan Razin menyebar di dalam air laut. Inti emas berhubungan dengan pikiran dan nyawa kultivator. Jadi, Razin memuntahkan darah karena inti emasnya diserang.Razin yang merasa tidak rela membatin, 'Sejak mulai berkultivasi, aku memasuki tingkat pembentukan energi pada usia 13 tahun. Kemudian, aku memasuki tingkat pembentukan fondasi pasa usia 19 tahun, tingkat inti emas pada usia 39 tahun, dan tingkat inti emas tahap kesembilan pada usia 109 tahun.''Demi fokus berkultivasi, aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status