MasukDi Kekaisaran Azure yang megah, Pangeran Torin adalah seorang bahan tertawaan. Sejak kecil, ia dicap bodoh, lemah, dan tidak pantas menjadi pewaris. Setiap hari adalah neraka baginya, dihina dan ditindas tanpa henti oleh sang adik tiri, Pangeran Valari yang licik dan ambisius. Ibunya, Permaisuri Aruna, merana dalam kesedihan, kesehatannya terus memburuk karena intrik jahat Valari dan ibunya, Selir Livia. Torin menyaksikan semua kehinaan ini, bara dendam diam-diam membakar di dalam hatinya yang terluka. Nasibnya berubah drastis saat ia menemukan sebuah buah persik misterius di tepi hutan kerajaan. Didorong rasa penasaran, Torin memakan buah itu, dan seketika dunianya terbalik! Otaknya yang semula tumpul kini bekerja dengan kecepatan kilat, menyerap pengetahuan dan strategi seperti spons. Ia mendadak memiliki kecerdasan luar biasa, ingatan fotografis, dan keberanian yang tak tergoyahkan. "Pangeran Bodoh" telah tiada, digantikan oleh seorang jenius yang siap melancarkan balas dendam. Diam-diam, Torin mulai menyusun rencana. Ia menghabiskan malam-malamnya berlatih seni pedang di bawah bimbingan Jenderal Arion, jenderal tua yang setia pada mendiang ayahnya. Dengan kecerdasan barunya, Torin berhasil mengungkap jaringan korupsi dan pengkhianatan yang telah merusak Kekaisaran Azure dari dalam. Ia membangun aliansi rahasia dengan Tabib Lyra yang cerdas dan berhati mulia, serta Kapten Rion, kepala pengawal yang akhirnya menyadari potensi Torin yang sebenarnya.
Lihat lebih banyakMatahari pagi menyinari puncak Tebing Tra dengan lembut, memantulkan cahaya dari butiran uap air terjun yang kini selalu tampak kebiruan.Suasana di Askaron begitu hidup; orang-orang sibuk mengemas barang, membawa persembahan, dan bunga-bunga hutan untuk dibawa turun ke wilayah bawah.Di balkon kediamannya yang menghadap langsung ke hamparan hijau, Torin sedang berdiri menatap cakrawala. Langkah kaki yang mantap namun ringan terdengar mendekat.Itu adalah Rion, yang kini terlihat lebih segar dengan pakaian linen berwarna cokelat bumi, selaras dengan energi hutan yang mengalir dalam dirinya.Rion berdiri di samping Torin, menatap ke arah Safana Tra yang kini tampak seperti permadani hijau zamrud di kejauhan."Tuan," buka Rion dengan nada bicara yang penuh hormat namun hangat. "Lusa adalah hari yang dijanjikan. Saya akan melangsungkan pernikahan dengan Lara di Safana Tra. Semua persiapan sudah hampir rampung."Torin menoleh dan menepuk bahu sahabatnya itu. "Aku tahu, Rion. Seluruh Askar
Kemudian Torin menurunkan zeni di depan kamar tebing atas kamar yang sangat prifat dan dari kamar ini bisa melihat suasana dari setengah ketinggian tebing melihat penduduk suku ek yang berdiam di bantaran Sungai tra.Malam semakin larut, namun gema pesta di kediaman Zano masih terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Di puncak tebing, di dalam kamar yang berbatasan langsung dengan gemuruh halus Air Terjun Tra, suasana terasa jauh lebih tenang namun bermuatan energi yang pekat.Torin berdiri di balkon, menatap aliran air biru yang menyala dalam kegelapan. Tiba-tiba, Zeni masuk dengan langkah yang manta pia memberikan jahe madu kepada suaminya. Mereka menikmati malam dari balkon sebelum bercinta kembali.Zeni mendekat, langkah kakinya terhenti tepat di belakang Torin. Ia bisa merasakan hawa dingin yang segar—bukan dingin yang membekukan, melainkan energi murni dari Pedang Langit yang merembes keluar dari pori-pori Torin."Semua orang merayakan namamu di bawah sana," bisik Zeni, suaranya ser
Zano dan Zeni yang sedang berjalan melewati pasar untuk mengambil pasokan logistik, ikut menimpali pembicaraan warga dengan gaya mereka yang khas."Dengar semuanya!" seru Zano sambil membusungkan dada. "Askaron bukan lagi desa kecil yang bersembunyi di balik pohon rot. Kita punya pemimpin yang bisa memerintah air dan menumbuhkan hutan dalam semalam.Persiapkan diri kalian, karena Askaron akan menjadi nama yang paling disegani di seluruh daratan ini!"Zeni menambahkan dengan nada yang lebih serius, "Tapi jangan cuma bergantung pada kekuatan mereka. Tuan Torin dan Rion sudah memberi kita fondasi yang kuat.Sekarang tugas kita adalah membangun dindingnya. Askaron yang kuat lahir dari rakyat yang tangguh!"Sorak-sorai kecil terdengar dari kerumunan. Ada rasa bangga yang menyelimuti setiap keringat yang jatuh pagi itu. Mereka yakin, selama Torin beristirahat di tebingnya dan Rion berjaga di safananya, Askaron akan tetap aman.**Malam jatuh di Tanah Tra, namun kegelapan tak lagi terasa men
Cahaya matahari pagi menyelinap di sela-sela formasi batuan tebing, membawa kehangatan yang berbeda dari biasanya. Jika kemarin matahari terasa membakar, pagi ini sinarnya terasa lembut, seolah ikut merayakan lahirnya kehidupan baru di Tanah Tra.Di kamar pribadinya yang terpahat langsung di dinding tebing, tak jauh dari gemuruh halus air terjun, Torin merebahkan tubuhnya. Ruangan itu terasa sejuk uap air yang terbawa angin masuk melalui jendela, memberikan aroma mineral yang segar.Torin masih mengenakan pakaian yang semalam bersinar biru, namun kini ia tampak seperti manusia biasa yang kelelahan. Meski begitu, di bawah kulitnya, masih terasa denyut energi Pedang Langit yang telah menyatu dengan jiwanya.Setiap kali ia memejamkan mata, ia bisa mendengar aliran air di seluruh sungai seolah itu adalah detak jantungnya sendiri.Ia butuh waktu untuk menstabilkan kekuatan besar ini. Dengan napas yang teratur, Torin tertidur lelap, sementara air terjun di luar kamarnya terus mengalir denga
Setelah pesta kecil di dermaga berakhir, Rion bersiap untuk melakukan pendakian kembali ke atas tebing. Ia telah mengganti pakaian penyamarannya dengan pakaian khas Suku Ek yang lebih santai namun gagah.Namun, sebelum kakinya melangkah menuju celah batu rahasia itu, langkahnya terhenti oleh seruan
Zeni sangat menkmati malam ini, sayang kamu sangat perkasa dan akum au itu terus. Zeni semakin mengamuk Bagai singa lapar dengan hujaman yang membabi buta oleh Torin, dan teriakan keduanya mencapai puncak cakrawala.Zeni terbaring lemas, di pelukan Torin di bawah selimut hangat suku ek. Mereka pun
Di tengah gemuruh air yang kini sewarna langit senja, Torin mulai bergerak. Ia tidak melangkah, melainkan meluncur keluar menembus tirai air dengan posisi kaki yang masih bersila sempurna. Jubahnya kering, seolah air itu sendiri segan untuk menyentuhnya.Ia melayang rendah di atas permukaan Sungai
Tangan Aruna yang lembut namun cekatan sibuk merawat tanaman-tanaman obat langka yang sengaja ia tanam:Tanaman yang ia siapkan untuk memulihkan energi Torin setelah semedi Api Biru.Obat yang ia racik khusus untuk menetralisir efek samping dari aroma iron brak jika suatu saat anak buahnya terpapar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.