Share

Bab 941

Author: Hazel
"Bi Ayu, aku sudah bawa Tirta kembali! Waktu aku sampai, dia sedang makan nasi kotak di vila!" Setelah kembali ke klinik, Arum melepaskan Tirta dan menepuk tangannya sambil berkata dengan tidak puas.

"Tirta, Arum sudah masak banyak makanan bergizi untukmu. Kenapa nggak dimakan dan malah pergi ke vila untuk makan nasi kotak?" tanya Ayu dengan bingung.

"Kenapa lagi?" Agatha tertawa dan menyela, "Karena dia nggak ingin makan kemaluan sapi!"

Di sudut meja makan, Nia yang mendengar ini merasa agak ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3224

    Pemandangan itu bagaikan menemukan secercah harapan di tengah jurang keputusasaan. Semua orang tak kuasa menahan semangat yang kembali muncul dalam hati mereka.Namun, tiba-tiba saja para binatang iblis di belakang mereka yang semula sangat tenang dan patuh mulai bergerak satu per satu.Meskipun berada di darat, mereka tetap terus bergerak, bahkan membuka sebuah jalan lebar yang mengarah ke lautan."Auuuu ...."Binatang iblis yang sedang diinjak oleh Tirta dan yang lainnya adalah seekor kura-kura raksasa yang bentuknya menyerupai kura-kura biasa, tetapi ukurannya puluhan ribu kali lebih besar. Cangkangnya saja cukup luas untuk menopang sebuah gunung. Benar-benar mengesankan.Keempat cakarnya telah berubah menjadi seperti cakar naga. Kepalanya yang seharusnya bulat dan memanjang ditumbuhi tanduk naga serta sisik hitam pekat. Sisik-sisik itu memantulkan cahaya dan membuatnya tampak begitu gagah.Kultivasinya setidaknya berada di tingkat pencapaian agung. Namun, bahkan seorang kultivator

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3223

    Wilayah terlarang Laut Utara sangat terkenal di seluruh dunia awani. Jika cerita tentang fenomena aneh ini tersebar ke luar, pasti akan menimbulkan kegemparan besar."Awalnya kukira ini akan menjadi perjalanan menuju kematian, nggak kusangka malah terjadi hal yang begitu luar biasa. Kalau kita semua bisa keluar hidup-hidup dari sini ... wilayah terlarang Laut Utara mungkin sudah ganti nama," kata Irena yang mulai merasa gembira."Jangan lengah sebelum benar-benar keluar dari sini. Wilayah terlarang tetaplah wilayah terlarang. Alasan tempat ini disebut wilayah terlarang tentu karena reputasinya yang mengerikan. Nggak pernah ada yang selamat.""Menurutku, nggak mungkin sesederhana ini." Yumika mengingatkan sambil tetap berwaspada.Binatang-binatang iblis itu terlalu besar. Setiap ekor memiliki ukuran yang sebanding dengan sebuah bukit kecil.Tubuh mereka terasa licin dan lengket, jadi kaki juga mudah tergelincir. Bisa dibilang perjalanan itu sangat sulit.Meskipun demikian, Tirta dan yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3222

    Binatang iblis yang jumlahnya tak terhitung itu berdesakan begitu rapat hingga seolah memenuhi seluruh cakrawala.Di belakang satu binatang iblis, masih ada binatang iblis lain yang lebih kuat. Pemandangan yang begitu mengguncang ini membuat Tirta sulit percaya bahwa semua itu benar-benar nyata.Kalaupun seluruh kultivator di dunia awani dikumpulkan di sini, mereka tetap tidak akan mampu menandingi para binatang iblis ini.Terlebih lagi, sekarang Pedang Penumpas Dewa tampaknya sudah kehilangan efeknya. Bahkan Tirta pun mulai merasakan kepanikan dan kegelisahan seolah tidak ada lagi tempat untuk meminta pertolongan."Sebenarnya mati bersama suamiku juga bukan hal yang buruk. Tapi di kehidupan berikutnya, tolong jangan gunakan peta hartamu itu lagi ya? Aku belum puas hidup, tapi sudah harus mati seperti ini. Sayang sekali."Irena menatap langit dengan mata kosong, merasakan keputusasaan yang mendalam."Aku juga nggak nyangka akan diteleportasi ke tempat seperti ini. Mungkin memang sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3221

    Di dalam Paviliun Ufuk, selain Bahadir, semua murid bergelimpangan di tangga panjang yang berlumuran darah. Tidak ada satu pun yang masih hidup."Ayah, aku nggak bisa pergi begitu saja .... Aku ... aku punya banyak obat suci penyembuh luka ....""Aku akan menyelamatkanmu ... lalu membalas dendam kepada Sodam!"Priya terkejut sekaligus murka. Dia hendak mengeluarkan obat-obatan penyembuh luka dari cincin penyimpanannya.Namun tepat pada saat itu, Sodam memegang pedang panjang yang masih meneteskan darah sambil berjalan mendekat dari belakang Priya dengan senyum dingin di wajahnya. Di belakang pria itu, sekelompok ahli Sekte Bulan Berdarah berpakaian hitam mengikuti."Hehe. Priya, aku memperlakukanmu dengan tulus selama ini, tapi kamu berkali-kali menginjak harga diriku!""Kamu lebih memilih dekat dengan si pecundang itu daripada mengucapkan sepatah kata pun kepadaku. Aku pasti akan bikin kamu merasakan akibat dari mengkhianatiku!""Pengawal! Cincang pemimpin Paviliun Ufuk di depan mata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1277

    "Mungkin dengan cara ini, orang-orang dari Negara Yumai masih bisa memaafkan kalian.""Menjadikan orang-orang Negara Yumai sebagai tamu kehormatan bukan sesuatu yang akan dilakukan oleh Keluarga Arshad!"Jelas, sebelum mereka keluar, Lystia dan Sanvi sudah mendengar dari Zavrina tentang apa yang dil

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1269

    Tirta menggenggam pisau buah berlumuran darah, lalu menoleh ke arah Elisa dan tersenyum."Sama-sama, yang penting kamu baik-baik saja." Melihat para pengawal Negara Yumai telah lumpuh akibat jarum peraknya, Elisa segera kembali ke sisi Ayu. Dia tak menunjukkan ekspresi terlalu peduli terhadap Tirta.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1365

    "Sekarang tanpa ada energi spiritual, aku bahkan nggak bisa pakai Teknik Melacak lagi. Sialan ...." Tirta mengumpat karena frustrasi. Dia ingat Susanti pernah bilang, kampung neneknya itu bernama Desa Benad. Jadi, dia berpikir untuk langsung naik taksi ke sana.Tepat saat Tirta menemukan taksi, tiba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1297

    Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status