Flora

Flora

last updateDernière mise à jour : 2021-05-16
Langue: English
goodnovel16goodnovel
8.7
11 Notes. 11 commentaires
7Chapitres
3.0KVues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Synopsis

Flora is a 17year old girl and she's very fond of vampires,some might say she's one of them because of the physical appearance she shared with them.she's loner and a depressed girl,so because of this nobody befriend's her. Everything changes when she finds herself being the most intelligent and smart student in her school,besides it's about time she shows the world,they shouldn't judge a book by it's cover . Find out what will happen when she was told to tutor a new transfer guy in her class.......will the secret hidden be untold? Written by Double A.

Voir plus

Chapitre 1

Author note

Jody yang berusia lima tahun menyilangkan tangan, wajah kecilnya dingin. "Buktinya sudah jelas, kamu masih saja berkelit?"

Evan yang berusia empat tahun juga mengangguk, nadanya polos tetapi kejam, "Mama, kalau Mama takut Paman Rion mati, seharusnya Mama nggak menabrak Tante Sylva. Dia 'kan kesayangan kami."

Jantung Therina tiba-tiba menegang.

Sylvaria adalah kesayangan mereka, lalu bagaimana dengan dirinya? Dia ini dianggap apa?

Therina menatap Vandero, berharap suaminya mau mengingat hubungan suami istri mereka selama bertahun-tahun dan melepaskan Alarion.

Namun pria itu hanya menatapnya dengan dingin, seolah sedang melihat orang asing.

Therina tiba-tiba tertawa, tetapi air matanya justru jatuh terurai.

Ternyata setelah sekian tahun, pria itu tetap hanya mencintai Sylvaria.

Kenangan menusuk jantungnya seperti pisau.

Therina, Vandero, dan Sylvaria adalah sahabat masa kecil yang tumbuh bersama sejak kecil.

Therina menyukai Vandero, tetapi di mata Vandero hanya ada Sylvaria. Dirinya hanya bisa diam-diam memberi restu, bahkan membantu Vandero merencanakan pengakuan cinta.

Namun tepat pada malam sebelum Vandero menyatakan perasaannya, pesawat yang ditumpangi Sylvaria mengalami kecelakaan dan tidak meninggalkan satu pun jasad.

Setelah itu, Vandero setiap hari mabuk-mabukan, hidupnya terpuruk hingga seperti bukan dirinya lagi.

Therina terus menemaninya, menjaganya. Saat pria itu mabuk sampai tidak sadarkan diri, dia memasakkan sup penawar mabuk untuknya. Saat si pria mengalami pendarahan lambung, Therina menjaganya semalaman tanpa tidur.

Suatu malam, Vandero mabuk berat, menggenggam pergelangan tangan Therina sambil bergumam menyebut nama "Sylva", lalu menindihnya di bawah tubuh.

Padahal Therina bisa saja menepisnya.

Akan tetapi, karena terlalu mencintai pria itu, sampai-sampai dirinya rela menjadi pengganti.

Keesokan harinya saat bangun, Vandero melihat noda darah di seprai dan terdiam lama. Pada akhirnya dia hanya berkata satu kalimat, "Aku akan bertanggung jawab. Kita menikah."

Mereka pun menikah.

Setelah menikah, Therina berusaha keras memperlakukan Vandero dengan baik.

Karena lambung si pria tidak sehat, Therina setiap pagi bangun lebih awal untuk memasak bubur penyehat lambung. Ketika pria itu sibuk bekerja, Therina belajar membantunya mengurus dokumen. Saat si pria bermimpi buruk di malam hari, Therina menemaninya tanpa tidur sepanjang malam.

Perlahan-lahan, cara Vandero memandangnya telah berbeda

Sepertinya dia juga mulai menyukai Therina. Dia mengingat jenis makanan menurut selera Therina, memasakkan air gula merah saat dia menstruasi, bahkan mencium keningnya dengan lembut ketika wanita itu tertidur.

Kemudian mereka memiliki Jody dan Evan.

Kedua anak itu sangat akrab pada Therina. Vandero juga sering tersenyum sambil merangkulnya dan berkata, "Sayang, kamu sudah bekerja keras."

Lima tahun itu adalah masa paling bahagia dalam hidup Therina.

Sampai suatu saat ....

Sylvaria tiba-tiba "hidup kembali" dan muncul lagi di hadapan Vandero.

Pada saat itu, Therina melihat dengan jelas bahwa Vandero segera terlihat ceria.

Dan yang lebih membuatnya putus asa adalah Jody dan Evan, dua putranya, juga dengan cepat berpihak pada Sylvaria.

"Tante Sylva jauh lebih lembut daripada Mama!"

"Tante Sylva mau bermain gim dengan kami, Mama hanya tahu melarang kami!"

"Papa, boleh nggak Tante Sylva jadi Mama kami?"

Setiap kali itu terjadi, Vandero hanya melirik Therina dengan tenang, lalu mengusap kepala putranya dan berkata, "Jangan bicara sembarangan."

Namun pria itu tidak pernah benar-benar membantahnya.

Bagaikan orang luar, Therina menyaksikan sendiri kebahagiaan lima tahun yang dicurinya itu hancur seketika saat Sylvaria kembali.

Dan sekarang, mereka bahkan menggunakan cara yang begitu kejam untuk memaksanya mengakui kejahatan yang sama sekali tidak pernah dia lakukan.

"Bukan aku yang menabraknya!" Therina tersadar dari lamunan, suaranya gemetar. "Vandero, lepaskan dia!"

Vandero menatap dengan aura dingin. "Karena kamu tetap keras kepala, maka rasakanlah sakit kehilangan orang yang paling kamu cintai."

Vandero mengangkat tangan memberi perintah, dan para pengawal segera memotong tali itu!

"Nggakkkkk ...."

Therina menyaksikan dengan mata kepala sendiri tali itu putus dan tubuh adiknya jatuh lurus ke arah kuali minyak mendidih.

Therina menerjang ke depan seperti orang gila, tetapi para pengawal menahannya dengan kuat. Dengan putus asa Therina menjerit, "Vandero! Kamu membunuhnya! Kamu membunuhnya!"

Rasa sakitnya seolah merobek jantung dan paru-parunya. Dirinya mendadak memuntahkan seteguk darah. Dengan tidak sabar, Jody melihatnya sambil mendecak, "Sudahlah, yang di atas itu sama sekali bukan Paman, cuma boneka saja. Mama, perlu setegang itu?"

Evan juga mendengus, "Benar, cuma menakut-nakuti Mama saja. Siapa suruh Mama menyakiti Tante Sylva."

Tubuh Therina segera terasa lemas dan dirinya duduk terkulai di tanah, jantungnya hampir berhenti berdetak.

Vandero memandangnya dari atas. "Rasakanlah ini, Sylva sudah kembali dari kematian. Aku nggak bisa kehilangan dia untuk kedua kalinya."

Pria itu berhenti sejenak, lalu nada suaranya sedikit melunak, "Aku tahu apa yang kamu khawatirkan. Aku sudah menikah denganmu, tetap menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan ayah. Kamu nggak akan kuceraikan, jadi jangan lagi mencoba segala cara mengusir Sylva."

Therina menengadah dengan gemetar.

Padahal dirinya sudah sedang mempersiapkan perceraian ....

Suami dan anak-anak yang begitu memihak Sylvaria seperti ini, dia sudah tidak menginginkan mereka lagi.

Baru saja hendak berbicara, ponsel Vandero tiba-tiba berdering.

"Sylva?" Dia mengangkat telepon, nadanya segera melembut. "Sakit lagi? Baiklah, aku segera datang!"

Setelah menutup telepon, bahkan tanpa melirik Therina, Vandero lalu melangkah pergi, dengan membawa Jody dan Evan.

Pabrik itu seketika menjadi kosong, hanya menyisakan Therina yang sedang berlutut, air matanya jatuh terurai.

Ketika dia menyeka air matanya dan hendak berdiri, ponselnya tiba-tiba bergetar.

Sebuah pesan dari Sylvaria muncul ....

[Rina, boneka itu sudah aku suruh orang ganti lho. Yang sedang digoreng di kuali minyak sekarang itu adik kandungmu.]

Therina seketika merasa darahnya membeku.

Dia terhuyung-huyung mendekati kuali minyak. Uap panas yang mendidih menerpa wajahnya hingga matanya terasa perih.

Di dalam kuali minyak itu, tubuh Alarion sudah tergoreng hingga daging dan darahnya hancur. Kulitnya hangus, anggota tubuhnya terpelintir dan berubah bentuk. Hanya kedua matanya yang masih terbelalak, menatap Therina tanpa berkedip.

"Rion ... Rion!"

Bagai telah gila, Therina mencoba meraihnya, tetapi minyak panas memercik ke tangannya dan seketika membakar kulitnya hingga melepuh.

Dia gemetar kesakitan, tetapi tetap berusaha meraih tangan adiknya. Sayangnya, Alarion bahkan sudah tidak mampu bersuara lagi. Bibirnya hanya sedikit bergetar, seolah ingin memanggilnya sekali lagi, "Kak!"

Dirinya harus menyelamatkan adiknya!

Walaupun hanya ada secercah harapan!

Dengan tangan gemetar, Therina menelepon ambulans, seperti orang gila mengangkat Alarion dan berlari keluar dari rumah Keluarga Zain.

Tubuh Therina gemetar hebat, air mata membuat pandangannya kabur. Walau begitu, dirinya tetap memeluk adiknya erat-erat sambil terhuyung-huyung menghentikan sebuah taksi.

"Ke rumah sakit! Cepat! Tolong!" Dia menjerit dengan suara yang serak, dirinya hampir runtuh.

Sang sopir terkejut melihat tubuhnya yang penuh darah, segera menginjak pedal gas dan melaju kencang.

Di koridor rumah sakit, Therina membawa Alarion yang sekarat masuk ke ruang gawat darurat. Namun perawat yang serba salah malah hanya menatapnya. "Nona Therina, Pak Vandero baru saja memerintahkan semua dokter agar pergi merawat Nona Sylvaria. Sekarang nggak ada yang bisa melakukan operasi untuk adik Anda ...."

Tubuh Therina gemetar hebat dan dia segera menelepon Vandero.

"Vandero! Kumohon ... kumohon suruh dokter menyelamatkan Rion! Dia jatuh ke dalam kuali minyak! Dia hampir mati!"

Di seberang telepon, suara Vandero berbicara dengan nada dingin, "Therina, itu hanya boneka. Sampai kapan kamu mau terus membuat keributan?"

Di latar belakang, suara Jody dan Evan masih terdengar mengeluh,

"Mama kenapa selalu membuat masalah seperti ini?"

"Papa, jangan pedulikan dia lagi. Tante Sylva masih menunggu Papa."

Vandero segera menutup telepon.

Sambil berlutut, Therina memohon ke mana-mana dengan putus asa, tetapi semua menghindarinya.

Akhirnya dia menemukan seorang dokter yang bersedia membantu, tetapi tubuh Alarion sudah benar-benar dingin.

"Rion ... Rion!"

Sambil memeluk erat tubuh adiknya yang hangus, dia menangis dengan histeris. Namun pemuda di pelukannya tidak akan pernah menyahut lagi.

Dia telah meninggal.

Meninggal di tangan orang yang paling dicintainya.

...

Tiga hari kemudian, di pemakaman.

Therina berdiri dengan wajahnya pucat di depan batu nisan adiknya.

Selama tiga hari ini, bagaikan mayat hidup, dirinya mengurus surat kematian, mengantar adiknya untuk dikremasi, lalu menguburnya dengan tangannya sendiri.

Sementara Vandero dan kedua putranya tidak pernah muncul sekali pun.

Dia membuka Instagram Sylvaria. Unggahan terbarunya adalah foto Vandero yang sedang menyuapi Sylvaria bubur, dengan keterangan: [Seseorang bersikeras ingin merawatku sendiri, aku benar-benar tak bisa menolaknya ....]

Di bawahnya ada komentar Jody dan Evan:

[Tante Sylva cepat sembuh, ya! Kami ingin pergi ke taman bermain denganmu!]

[Tante Sylva jauh lebih lembut daripada Mama, kami paling suka kamu!]

Therina menutup ponselnya, tatapannya benar-benar menjadi dingin.

Dirinya keluar dari pemakaman dan hanya melakukan dua hal:

Yang pertama, pergi ke kantor pengacara dan menyusun sebuah perjanjian perceraian.

Yang kedua, pergi ke kantor polisi dan berkata kepada petugas yang sedang berjaga,

"Halo, aku mau melaporkan Sylvaria atas pembunuhan dengan sengaja."
Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

commentairesPlus

Tcee Eke
Tcee Eke
The blurb is interesting and captivating. It's a must-read
2021-02-02 22:16:51
0
0
Grace Rivers
Grace Rivers
This is an amazing book! I love the blurb and narrative style🤩
2020-12-15 18:01:31
0
0
Nita
Nita
Who doesn't like a sprinkle of vampire genre to brighten up their day. I absolutely loved it can't wait to fully read it
2020-12-15 16:33:33
0
0
mo_jo_larh
mo_jo_larh
One of my favorite genres. It's the cover for me
2020-12-14 16:32:47
1
0
mo_jo_larh
mo_jo_larh
One of my favorite genres. It's the cover for me
2020-12-14 16:32:46
1
0
7
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status