ホーム / Romansa / Head Over Heels / 33. Dosa Orang Nyinyir

共有

33. Dosa Orang Nyinyir

作者: Snora
last update 公開日: 2021-12-03 13:54:40

Rena menatap sayang lauk-pauk melimpah tersaji di hadapannya. Meja makan terlihat penuh itu seolah tampak kontras dengan jumlah ketiga penghuni yang belum tentu mampu menghabiskan jatah makanan sebanyak itu.

Pukul sepuluh memang terlalu larut untuk disebut makan malam. Berterima kasihlah pada seseorang yang harus membuat mereka menunggu tanpa kepastian hanya untuk sekedar mengisi perut.

"Apa sebaiknya Mbok telepon saja?" tanya Rena pada Mbok Irma karena wanita paruh baya itu b

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Head Over Heels   66. Sumber Rasa Sakit

    Satu Jam Sebelum Pertemuan di Atap"Apa-apaan yang tadi itu! Kamu pikir dengan menantang semua orang, semua masalah akan langsung beres dalam sekejap mata?!" Andreas melonggarkan simpul dasi. Berjalan tak acuh keluar ruang rapat seraya membiarkan Antonio mengekori dibelakangnya meracau seperti kaset rusak. Ia hanya terlalu penat untuk meladeni perdebatan tak berujung dengan pria paruh baya itu. Bukankah intimidasi sekumpulan bandit di dalam tadi sudah cukup merepotkan? Menambah drama perselisihan baru bersama Antonio adalah hal terakhir yang ia inginkan."Kamu tidak lihat, hah?! Bagaimana tikus-tikus munafik itu sibuk berkomplot ingin menebas kepala kamu secara terang-terangan.""Dan sedang kerasukan setan apa kamu? Bagaimana bisa ide gila tenggat waktu pertanggung jawaban satu tahun muncul di balik otak sialanmu itu?!"Lukman yang berjalan menyusuli mereka, berusaha menjaga jarak aman bersama satu asisten Antonio yang lain karena sama-sama juga tak ingin terkena tinju nyasar."Sehar

  • Head Over Heels   65. Menjadi Egois

    Robert menutup pintu ruang kerja saat senja sudah mulai memupuk kelabu di ujung barat, pertanda kunjungan pasien terakhir cukup menyita jadwal padatnya seharian ini yang biasanya selalu selesai sebelum pukul 5 sore, tenaganya harus mampu tersimpan dengan baik sampai pergantian shift berikut di rumah sakit tempat ia biasa praktik malam nanti. Pria pertengahan 40-an itu hendak berlalu menuju parkiran sebelum perlahan langkah tergesanya tertahan oleh kehadiran punggung tegak seseorang yang tengah duduk pada bangku taman minimalis di depan klinik. Punggung familiar yang sudah lama tak lagi ia lihat kurang lebih satu atau mungkin saja dua tahun terakhir. Sebuah pemandangan cukup langka yang tak kuasa mencegat kakinya untuk bergerak maju menghampiri. "Untuk seseorang yang bekerja lembur bertahun-tahun bagai kuda, anda bahkan nyaris tidak mampu mengeluarkan sepeserpun meski hanya untuk membayar seorang tukang taman?" Ada sebersit senyum terbit begitu mendapati sarkasme yang melantun tak a

  • Head Over Heels   64. Rasa yang Tak Terhindarkan

    "Sejak awal Ciputra dibangun oleh Pak Mateo Pramoedya dan Pak Tama Hudoyo, kakek saya, branding kuat terhadap kepercayaan masyarakat dan kepercayaan investor tidak dipungkiri adalah salah satu kunci utama bagaimana Ciputra bisa bertahan sejauh sekarang." "Sudah menjadi tugas mutlak bagi setiap eksekutif mengemban tanggung jawab itu tanpa cela. Kegagalan dalam memisahkan kehidupan pribadi dan profesionalitas pekerjaan, adalah kesalahan yang tidak boleh ditoleransi dengan mudahnya. Apalagi jika hal tersebut sudah berdampak besar merugikan perusahaan, seperti menghadirkan pemberitaan buruk media dan kehebohan masyarakat yang merusak citra perusahaan, serta penurunan saham yang cukup signifikan di pasar modal." "Maka dari itu, tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat terhadap pimpinan, keputusan pemberhentian sementara ini saya rasa harus juga mempertimbangkan keadilan yang lebih merata. Dan tentunya dengan sanksi setegas-tegasnya, agar ke depan dapat menjadi pembelajaran bagi kita bersa

  • Head Over Heels   63. Kesalahan yang Sama

    Taman samping dengan saung kayu jati dinaungi pohon-pohon flamboyan berbunga cukup rindang, selalu menjadi tempat ternyaman Mateo menghabiskan sisa senja untuk mengusir suntuk. Entah hanya sekedar membaca beberapa lembar halaman buku falsafah hidup, mengikuti perkembangan berita terbaru dari layar mini tablet miliknya, atau sekedar memberi pakan pada kumpulan koi dalam kolam berundak batu alam seperti apa yang bisa Andreas lihat ketika ia mengayun langkah mendekat.Sebuah cerutu dengan asap mengepul terselip di bibir keriput lelaki tua itu, satu kebiasaan yang sulit hilang sekalipun paru-paru rentanya berteriak kewalahan. Andreas tak perlu heran darimana ia mewarisi kebiasaan candu menyecap batang nikotin setiap kali ia merasa kalut, mengingat kakeknya sendiri adalah pencetus nomor satu menurunkan kebiasaan memuja racun karsinogen itu.Derit kayu terdengar sesaat setelah Andreas ikut mendaratkan diri ke atas saung tempat Mateo masih bergeming duduk. Dirogohnya bungkusan rokok yang sel

  • Head Over Heels   62. Hantu Masa Lalu

    "Wow, pantas aja kamu kelihatan betah melarikan diri. Aku juga kalau disuruh semedi berhari-hari di villa mewah model asri begini juga nggak akan protes banyak---" Rena tak membiarkan Mala menyelesaikan ucapannya, dan lebih dulu menerjang bertubi-tubi gadis itu dengan pelukan erat. Astaga, padahal mereka tidak pernah absen saling bertukar kabar lewat sambungan telepon, tapi melihat kehadiran Mala secara nyata ada di hadapannya sekarang, benar-benar membuat perpisahan mereka terasa seperti berabad-abad. Melepaskan dekapan, Rena tersenyum kian lebar. "Aku janji akan traktir kamu makan apapun setelah gajian nanti," janjinya karena Mala sudah mau bersedia ia usik akhir pekannya dengan jauh-jauh menjemputnya kemari. Mala mendengus geli. "Traktiran yang kamu maksud pasti juga nggak akan jauh-jauh dari street food dan makanan murah lain. Kalau mau balas budi, sekali-kali yang levelnya setara Amuz atau Grand Hyatt biar lebih kerasa." Rena terkekeh pelan seraya menggandeng lengan gadis itu

  • Head Over Heels   61. Akhir Menyedihkan

    Penolakan bukan hal baru dalam hidupnya. Beberapa belas tahun lalu, ia pernah berada di titik serupa, bahkan dengan rasa sakit yang jauh lebih besar. Saking hebatnya goresan luka tak terlihat itu, ia nyaris tak bisa merasakan lagi apapun. Termasuk untuk sebuah penyesalan dan amarah sekalipun. Dan satu-satunya hal yang tersisa hanya perasaan hampa dan kosong. Jadi seharusnya semua berjalan baik-baik saja bukan? Belasan tahun tidur diselingi semua mimpi buruk itu, buktinya ia masih bisa bertahan sejauh sekarang. Terbiasa berkawan dengan kehilangan dan perasaan tak diinginkan bukanlah sesuatu yang akan membunuhnya. Ya, Andreas sudah cukup familiar dengan situasi seperti itu. Mematikan puntung rokok, ia menyandarkan diri ke kursi penumpang tanpa melepaskan pandangan dari biasan lampu hilir-mudik kendaraan di luar sana. Embusan napas beratnya terdengar samar. Nyaris setengah jam perjalanan ia habiskan hanya memandang kosong dari jendela terbuka mobil yang tengah melaju. Berharap udara m

  • Head Over Heels   54. Tawaran Andreas

    Rena merasa udara seolah ditarik menjauh paksa dari jangkauannya. Ia berdiri mematung dengan kedua tangan terkulai di sisi tubuh. Refleks pelukan yang diberikan Andreas, membuat akal sehatnya melayang dalam beberapa detik saja. Sehingga respon yang ia berikan hanya bergeming kaku bak manekin bern

  • Head Over Heels   53. Harga Kompensasi

    "Lagi-lagi kamu mengernyit dan gelisah dalam tidur." Suara familiar itu mengalun sendu membelai pendengarannya. "Apa ini yang selalu kamu rasakan setiap kali kenangan itu datang? Tersiksa hampir sepanjang malam?" lirih suara itu kembali. "Tapi kamu selalu menyimpan rasa sakit

  • Head Over Heels   51. Bandul Matahari

    "Selama satu minggu di sana, Pak Remond akan secara langsung memenuhi semua akomodasi dan kebutuhan anda. Jika memerlukan sesuatu, anda hanya perlu mengontak Beliau.""Terkait masalah akses jaringan yang cukup sulit, akan ada petugas penginapan yang bersedia mengantarkan anda ke pemukiman

  • Head Over Heels   49. Dia yang Hancur

    Rena menatap dreamcatcher yang berayun pelan dicumbu semilir angin sore. Tergantung pada jendela terbuka tak jauh di depannya. Ia merasa cukup puas walaupun tampilan benda itu tak secantik yang biasa ia temukan di toko-toko. Lagipula untuk ukuran pemula seperti dirinya, penangkal mimpi itu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status