MasukSaat orang terkaya di Kota Livia, Hendro Jamil dalam kondisi vegetatif, istrinya Wenny Cladia telah merawatnya selama tiga tahun. Namun, setelah dia bangun, Wenny menemukan pesan teks yang ambigu di ponselnya, cinta pertamanya telah pulang. Teman-temannya yang meremehkan Wenny bercanda, "Sang putri telah kembali, saatnya mengusir si wanita jelek." Baru pada saat itulah Wenny sadar kalau Hendro tidak pernah mencintainya dan dirinya hanyalah bahan tertawaan yang menyedihkan. Suatu malam, Hendro menerima surat cerai dari istrinya dengan alasan pihak pria mengalami impoten. Hendro pun datang dengan wajah muram dan mendapati kalau Nyonya Jamil yang dulunya jelek, sekarang telah berubah menjadi ahli medis dan berdiri anggun di bawah lampu yang terang. Melihat kedatangannya, Nyonya Jamil tersenyum dan berkata, "Pak Hendro, apakah kamu mencari dokter andrologi?"
Lihat lebih banyak"Cari jalan lain? Jalan apa?""Kalau Frank sudah nggak bisa diandalkan, kita masih punya ayah kandungmu kok!"Usai berkata demikian, ambisi langsung menyala di mata Jennifer. Dia segera mengeluarkan ponsel dan menelepon seseorang. Nada suaranya yang tadi penuh amarah seketika berubah lembut dan manis. "Jovian, kamu di mana? Ada masalah. Frank mulai mencurigaiku. Aku akan membawa Veren menemuimu."Dari seberang telepon terdengar suara pria yang rendah dan agak serak. Nadanya terdengar santai, tetapi menyimpan kesan dingin. "Datang saja. Aku ada di tempat biasa."Setelah menutup telepon, Jennifer menatap Veren. "Veren, sekarang kita pergi menemui ayah kandungmu!"Jennifer menyalakan mobil dan memutar arah. Tanpa menoleh lagi ke vila mewah Keluarga Lisandra, dia menginjak pedal gas dan melaju pergi.Dua puluh menit kemudian.Di sebuah apartemen mewah dan tertutup di pinggiran kota.Tempat itu jauh dari hiruk pikuk pusat kota. Interiornya mewah, tetapi tidak mencolok. Di sinilah pria yang
Jennifer seketika membeku. Hanya saja, akal sehatnya segera kembali. Dia tahu sekarang bukan saat yang tepat untuk benar-benar berselisih dengan Frank.Dia masih membutuhkan pria itu untuk mendapatkan semua yang diinginkannya."Kak Frank, tadi aku cuma terlalu emosi. Dituduh kamu seperti itu benar-benar membuatku sedih!"Namun kali ini, sikap Frank tidak lagi melunak. "Mulai sekarang, kalian nggak boleh lagi mencari masalah dengan Vania. Selama kalian tahu diri dan nggak membuat keributan, aku akan tetap menanggung kebutuhan kalian seperti biasa. Tapi kalau kalian masih berani membuat masalah, jangan salahkan aku yang nantinya nggak bersikap baik lagi!"Setelah mengatakan itu, Frank membuka pintu belakang mobil dan pergi.Pria paruh baya itu benar-benar pergi begitu saja.Veren langsung panik. "Bu, apa maksud Ayah? Apa maksudnya jangan salahkan dia kalau nggak bersikap baik lagi? Apa Ayah akan meninggalkan kita?"Jennifer menatap tajam punggung Frank yang makin menjauh. Jemarinya menge
Frank memejamkan mata. Keningnya berkerut dalam dan ekspresinya terlihat sangat lelah."Sudahlah, jangan dibahas lagi." Suaranya terdengar serak dan tak bertenaga. "Hari ini memang aku yang salah. Kalian yang menyuruhku membawa foto yang sudah dipotong itu ke pesta ulang tahun dan membuat keributan sampai seluruh keluarga dipermalukan. Ayah memarahiku karena memang aku pantas menerimanya."Ucapan itu seketika menyulut amarah Jennifer.Dia langsung menoleh tajam ke arah Frank dan akhirnya meluapkan semua emosinya. "Aku yang membuat keributan? Kak Frank, sekarang kamu malah menyalahkanku? Dulu siapa yang berjanji padaku? Kamu bilang Sabrina itu keras, suka mengatur, dan sifatnya menyebalkan. Kamu juga bilang sudah lama muak dengan istri sahmu! Kamu bilang nanti harta Keluarga Lisandra, saham, dan semua properti akan diberikan pada Veren! Kamu bilang suatu hari nanti kamu akan menikahiku secara resmi dan membiarkan Veren menjadi Nona Kedua Keluarga Lisandra dengan status yang sah!""Selam
Frank tertegun.Sabrina menatapnya dengan kebencian yang meluap di matanya. "Frank, seluruh hidupku hancur gara-gara kamu. Kalau bukan karena Vania, mungkin aku sudah lama mati. Aku nggak akan pernah memaafkanmu. Sekarang, aku cuma tinggal menunggu untuk melihat gimana nasibmu nanti!"Frank mengernyit. "Nasibku?"Sabrina melangkah maju mendekatinya. "Selama ini, kamu sudah lebih mementingkan wanita simpananmu daripada istrimu sendiri. Vania itu putri kandungmu, tapi hari ini kamu malah menggunakan foto itu untuk menghancurkannya!"Tenggorokan Frank tercekat. Akibat hubungannya yang buruk dengan Sabrina, selama ini dia memang tidak terlalu dekat dengan Vania. Namun, dia tidak pernah berniat menghancurkan hidup putrinya sendiri."Vania juga putriku. Mana mungkin aku ingin menghancurkannya?""Tapi saat kamu menunjukkan foto itu, apa kamu pernah memikirkan akibatnya? Kalau Steve nggak datang tepat waktu, apa kamu pernah membayangkan apa yang harus dihadapi Vania?""Aku ....""Frank, semua


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak