LOGINA girl who loves her father.. when her father asked her to marry his assistant she accepts him with out thinking a second.. but later she finds that her father asked her to marry the one whom she loved.. she becomes happy to marry her love and thinks she can lead a happy life with her Prince Charming husband... after marriage she gets shock by his changed behavior and his mysterious character... who is he?? why did he married her?? A cold, handsome, arrogant and ruthless billionaire marries a girl to take revenge.. why he is taking revenge?? what made him to take revenge.. what is his past?? what happened in his past life?? why did he hide his identity to marry her?? Damn... isn't love the most greatest weapon yet most dangerous, it says that love can change anyone but can it change this ruthless cold billanore, can it blind his revenge?? Important notice: this is my first book.. I am not good at English. There will grammar mistakes...
View MoreBab 1 : pertemuan.
“Ada apa ini!!” Evellyn terburu turun dari mobilnya, menghampiri beberapa orang berbadan besar yang terlihat sangar sedang mengintimidasi ibunya di depan pintu rumah. Para pria berbadan besar dan berkulit hitam menoleh ke sumber suara. “Kami mencari keberadaan Pak Dani Sudrajat. Kami sudah mencari di kantornya, tapi nggak ketemu.” “Ayah saya sedang keluar kota, kalau beliau pulang, nanti saya sampaikan kalau kalian mencari, semua kewajiban akan kami selesaikan dengan segera,” ucap Evellyn tegas pada deptcolector. “Pak Dani Sudah menunggak kewajiban beberapa bulan, kalau nggak segera diselesaikan, segala agunan akan kami sita. Bahkan rumah ini pun sudah menjadi agunan. Kalian bersiaplah untuk segera mengosongkan rumah,” seru deptcolector berbicara dengan nada ketus tak ramah. Tanpa menunggu jawaban dari Evellyn, beberapa pria berperawakan seram itu meninggalkan kediamannya. “Apa yang terjadi Eve? Kenapa dengan perusahaan Ayah?” tanya Ibu meminta penjelasan kepada Evellyn. “Tenang, Bu. Nggak usah dipikirin, semua bukan kesalahan ayah. Ayah ditipu, kerugian perusahaan terlalu besar. Tapi aku akan usahakan untuk membantu.” Evellyn mencoba menenangkan Ibunya. “Kenapa Ayah nggak pernah cerita masalah ini? Setiap Ibu tanya, Ayah hanya bilang ada sedikit kendala. Sedikit katanya. Tapi sekarang? Nyatanya bahkan rumah kita pun sudah akan disita.” Sang ibu terlihat nelangsa. Ia tak habis pikir, mengapa suaminya tidak mau terbuka masalah perusahaan. “Tenangkan diri Ibu, jangan sampai sakit. Aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini.” Evellyn terus membujuk Ibunya yang kini terlihat sedikit sesak napas. Setelah tenang, Evellyn membaringkan Ibunya yang terlihat begitu lelah. Ayahnya tidak memberi tahu sang ibu itu karena tidak ingin ibu berpikir berat. Ibu memiliki riwayat penyakit paru-paru. Jika memikirkan hal berat, penyakitnya bisa kambuh. Setelah melakukan ibadah, Evellyn merenung. Tiba-tiba ia teringat kalau memiliki kotak perhiasan peninggalan ibu kandungnya. Sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan perhiasan itu agar bisa membantu kedua orang tuanya saat ini. Dengan tangan gemetar dia raih kotak perhiasan dari atas lemari, setelah lama menenangkan hatinya. Kotak itu terlihat tidak begitu berdebu, mungkin Ana—ibu angkatnya— sering membersihkannya, pikir Evellyn. Jantungnya berdegup kencang, tangannya lalu membuka pengait, dan kotak pun terbuka. Namun, Evellyn langsung menutupnya kembali. Isi kepalanya berputar, memori kehilangan kedua orang tua kandungnya muncul kembali. Dia kemudian melangkah menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya. Selanjutnya ia bermunajat pada Tuhan dan berusaha menerima kalau semua yang terjadi sudah takdir ilahi. “Carikan wanita untuk menggantikan wanita sialan itu besok!” perintah Arkan setelah menghabiskan makanannya. “Hah?” Ervan mendongak menatap dengan sorot tanda tanya ke arah Bosnya. Setelah memberi perintah, Arkan berlalu masuk kamar. Ia tidak peduli dengan tatapan Ervan. Ia yakin kalau lelaki itu mendengar dengan jelas. Sebelum kamar tertutup, Arkan membalikkan badan. “Ganti seluruh dekorasi Apartemen ini, aku tak mau jejak wanita jalang itu tertinggal disini,” ucapnya lagi kepada Ervan. Kemudian, Ervan hanya bisa memandang kepergian Bosnya. Tanpa lama berpikir, hal pertama yang Ervan lakukan menghubungi jasa Desain Interior. “Yang Penting elegan untuk lelaki, semua design saya serahkan pada Anda dan pengerjaan harus selesai maksimal besok. Untuk kamar, tolong didesain selayaknya kamar pengantin baru. Bos kami akan melangsungkan pernikahan lusa,” ujar Ervan lewat saluran telepon. “Kirimkan nomor rekening untuk mentranfer biayanya. Oke, maaf saya dengan siapa? Oohhh ... oke saya save kontak Anda,” ucap Ervan lagi. Pria itu pun memutuskan sambungan telepon selulernya. “Huuuff ... selesai satu tugas,” ujar Ervan sambil menarik napas.Selanjutnya, dia kembali menghubungi seseorang, dan dengan sigap membuka laptop mencari data-data perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Ditempat lain. “Tim, kita mendapatkan proyek dadakan sebuah penthouse, klien meminta ganti seluruh dekorasi. Karena hanya diberi waktu dua hari, kita harus bagi tugas.” Seorang wanita berhijab dengan cekatan memimpin briefing. Evellyn Faiza—gadis manis berhidung bangir—memberikan arahan kepada setiap kepala bidang. Oke, semua siap ya.” Wanita itu masih sibuk memimpin briefing, memberi perintah. Evellyn bekerja pada perusahaan konstruksi dan desain interior sebagai seorang desainer. Setiap ruangan yang ditata olehnya, selalu memuaskan kliennya. Namun, kehidupannya tak seindah ruangan yang dia tata. Kelihaiannya tak dapat dia terapkan dalam hidupnya. Bahkan belakangan ini dirinya merasa seperti ada yang mengawasi. Setelah perusahaan ayah angkatnya tersandung masalah. Walaupun bukan anak kandung, Evellyn berusaha dengan sekuat tenaga untuk melindungi keluarga, terutama ayahnya. Sebab jika masalahnya tidak segera diselesaikan, maka jeruji besi sudah menunggu. Dengan cepat Ervan sudah mendapatkan data yang dibutuhkan, dan dengan cepat pula dia ajukan pada Arkan. “Bos, pilih mana yang paling menarik.” Ervan menyerahkan beberapa lembar foto wanita kepada Arkan. Arkan mengamati beberapa lembar kertas seperti kartu yang diberikan Ervan. “Aku pilih yang ini,” ucap Arkan menyerahkan foto wanita berhijab. Ervan mengernyit. Dari tiga foto itu, gadis ini yang berpenampilan paling kurang menarik. Entah apa maksud bosnya sampai memilih dia. “Bos! Kau tidak mau melihat foto yang lain lagi?” tanya Ervan. Ia menunjuk beberapa foto yang diabaikan sembari menajamkan pandangan kepada Arkan. Akan tetapi, yang ditanya hanya memandang Ervan tanpa menjawab. “Okee,, baiklah Bos, aku akan cari tahu seluk beluk wanita ini terlebih dahulu.” Ervan berusaha memahami keinginan bosnya. Sore menjelang pulang kantor handphone di dalam tas Evellyn berdering. “Siapa yang menelpon lewat saluran pribadi?” gumamnya. Tidak ada tertera nama pada kontak. Evelyn pun meletakkan kembali telepon selulernya ke dalam tas. Belakangan ini banyak yang menelepon ke nomor pribadinya untuk menanyakan sang ayah. Bahkan sudah ada yang mendatangi rumah. Biasanya selalu ia tanggapi dan mencari solusi terbaik, tetapi saat ini dia sedang fokus pada proyek yang baru didapatnya. [Nona tolong angkat teleponnya, kami akan membantu membayarkan hutang-hutang perusahaan ayahmu dan memulihkan nama baik perusahaan.] Sebuah pesan tanpa nama masuk ke kontaknya. “Assalamualaikum.” Gadis cantik bermata coklat itu menelepon orang itu dan memulai percakapan dengan salam pada orang yang memberinya pesan singkat. “Nona, bisa kita bertemu sekarang? Saya tunggu di Kafe Asyik, saya tunggu satu jam lagi.” “Saya ....” Tut ... tut ... tut. Sambungan telepon dimatikan sepihak. Evellyn melihat layar handphonenya dengan perasaan antara percaya dan tidak. Dia melihat pergelangan tangannya. Kafe Asyik lumayan jauh dari kantornya. Evellyn duduk di kursi yang sudah dipesan lelaki yang menelponnya. Ia lalu menyedot jus yang dia pesan. Suasana menenangkan kafe membuat pikirannya sedikit tentram. Lima menit kemudian, datang seorang lelaki berpenampilan smart casual. Pria itu menggunakan outfit kaos hitam dipadu jas dan celana warna coklat, menghampiri meja Evellyn. “Hallo Nona.”elina (p o v) I am so happy, that hayden is the boy who saved me in the past.. we met before in our life..then i asked him that I want to see kelvin place.. first two minutes he didn't said anything.. he just hugged mehayden: " fine let's go.. "then we both went to kelvin grave.. I took Lily flowers.. I kept it on grave and prayed.. we spent some time there.. then he took me to his old home, where he spent time with Jenna and kelvin.. all the things were there still.. but the place was clean...hayden: " whenever I was feeling sad.. I was coming to this place.. so maid will be cleaning this home time to time.. " I just nodded my head.. then he took me to kelvin room..his photos from birth till he died.. and all the toys were still neatly arranged... hayden was showing many things.. even kelvin clothes everything was there.. the way he was saying about kelvin and how he was playing with kelvin.. I got to know how
Hayden ( p o v) she left me in shock... I was thinking 'is there a chance that she is milky or did she like it and took it?? ahhhhhhh.... it's too confusing.. ' I brushed my thoughts away and thought to speak with her.. but she didn't came to my room.. she was with Anna only.. Anna went out that she has some work.. I thought elina will come to my room.. but this stubborn girl is staying in Anna room only.. only at the dinner I saw her.. as everyone occupied the seats.. only vacant seat was next to me.. I was smriking in my mind... she sat next to me.. I touched my legs with her, whole time while having dinner.. she felt uncomfortable, she was trying to be normal.. but she failed.. she ate only little and went back to the room.. After having my dinner, I went back to my room.. hoping she will be there.. but when I reached my room.. she was not there.. I went near Anna room.. yes she was with Anna.. they both were talking some Shit and laughin
hayden (p o v) we reached home, all were talking to elina, her dad and grandma.. dad said to take them rest.. already elina things has been shifted to my room.. now it's our room.. she went to my room.. even I followed her.. I thought she will speak to me but she is not even looked at me once also.. fine I deserve this.. let me only speak to her... I went inside my no our room and locked the door.. I looked at her, she was choosing some dress, before I say something, she took her dress and went to bathroom... ' ahh.... damn it.. this girl... ' without any option, I sat on couch and took my laptop to check mails, till she finishes her bath and come out of bathroom.. after twenty minutes, she came out.. she went directly towards dressing table and took hair dryer and drying her hairs.. I stood up and went near her and took hair dryer from her and started drying her hairs..me: " I am sorry e..."before I say her name.. I looked at her
hayden (p o v) They all went to discuss, leaving me alone in living area.. I was scanning whole house.. in first floor two bed room was there... in ground floor kitchen, dinning table and living area and one bedroom, in which now they all are discussing... I sat on couch.. I saw all the luggages are there at one side.. I think they all planned to leave the place.. thank god I came early little or else, it would have been difficult to find them.. thank god Michael is alive.. or else seriously I don't know how to face ELINA... and how to console her, and more over don't know how to answer her is she ask, because of me her dad died.. thank you so much, Michael is alive today..but I am happy now, she loves me like before, I know it.. she came here because she saw Jenna and she thought I will consider Jenna over her.. even if Jenna consider me also.. I would have not considered her because my heart and my soul everything was already captured by elina... I
ELINA (POV) Jessy: " what happened?? why are you crying cupcake?? is dad fine right?? "me: " yes.. he is fine.. let's go and talk outside.. come Jessy.. "jessy: " dad.. "me: " nurse will take care of him.. come.. he ate breakfast and sleeping now.. "
ELINA (P O V) I woke up in the morning.. I don't know when I slept on floor while crying only.. I have to ask dad.. but how shall I ask..?? he is already heart patient... what if something happens to him... oh god..!!! please help me... I did my morning routine and went o
HAYDEN (POV) As jack said I was waiting for him in his bar, my mood was off.. I almost searched by myself by driving half of the city.. I didn't find her.. soon Jack along with him Allen and the doctor whom I saw in hospital came..Allen: " he is Dr Ro
HAYDEN (P O V) I don't know how to face her now... I came out of the hospital.. I was sitting in the bench which is in garden, Jack came and sat beside me...Jack: " are you feeling sad?? you should feel happy right?? "me: " I never wished his death, I just w






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore