Mag-log inI have the same due date as Roxanne Coleman, the childhood sweetheart of my Alpha Mate, Sebastian Graham. However, her pup has been diagnosed with a congenital heart defect. That means it will never be as strong as a normal pup and may not even survive its first shift. Even the healers advise her not to give birth. Just as I begin to pity Roxanne, Sebastian makes a request that shatters me. He asks me to give our pup to her. "Roxanne's pack is harsh on her. They demand she bear a powerful heir," he explains patiently. "If they find out her pup is born with a heart defect, they'll kill her. "Please, I beg you. Save her. Let her take our pup." I stare at Sebastian in disbelief. "Are you saying we should trade our healthy pup for her defective one?" Seeing how resistant I am, he doesn't answer. In fact, he doesn't need to. … A month later, during a prenatal checkup, Sebastian secretly switches my medical report with Roxanne's. I can't believe he truly plans to steal my pup for her. At that moment, I broke down completely. So, I sever our mate bond and leave with our unborn pup. While Sebastian frantically searches for me, I accept the Temple of the Moon's invitation and become the only one who can speak to the Moon Goddess and deliver her oracles. And my pup will be the next Chosen One. From that day on, Sebastian is nothing to me.
view moreLaura sedang menangis, dia berada di diskotik dan sedang menunggu pesanan minumannya datang. Dia ingin mabuk karena dia ingin melupakan suaminya yang sedang berseligkuh dengan wanita lain. Datanglah seorang pria muda yang bernama Rendra, dia tertarik pada Laura wanita cantik yang duduk seorang diri di sudut diskotik.
"Hey cantik sendirian saja, mau berkenalan denganku tidak? kamu sedang sendirian." ajak Rendra."Boleh! Hanya saja aku sedang badmood. Duduk saja di sebelahku. Aku sedang menunggu minumanku yang belum datang, kenapa juga lama sekali?" jawab Laura dengan sinis."Aku Rendra kamu siapa?" ucap Rendra sambil duduk di sebelah Laura sambil menarik dan menjabat paksa tangan Laura."Aku Laura, untung sudah datang ini botol wineku. Aku ingin mabuk," Laura saat itu langsung menyambar minuman botol di meja itu lalu segera meminumnya."Hey wanita, kamu tidak salah pesan minuman? Dasar wanita gila. Mau mabuk banget ya?" tanya Rendra."Diam-lah! Tolong temani aku mabuk dan hibur aku. Beri aku kehangatan malam ini saja. Please aku mohon! Brengsek! Kalian berdua bajingan dan kalian selingkuh dibelakangku," kata Laura sambil dia menangis karena dia mulai mabuk."Laura, kamu kenapa?"tanya Rendra."Sayang, ayo kita ke hotel! Puaskan aku malam ini, aku sudah siap." ajak Laura lalu dia memeluk Rendra pria muda dan tampan yang baru di kenalnya di diskotik malam ini."Tentu saja aku mau. Kamu seorang wanita cantik yang begitu menggoda."Rendra lalu mengendong Laura yang sudah menghabiskan wine satu botol dalam hitungan menit. Laura mabuk dan dia hanya bisa ikut Rendra ke hotel yang dekat dengan diskotik Glamour itu.Rendra mengendong Laura, lalu menuju Hotel Royal Sweet. Dia memesan kamar langsung pada resepsionis. Rendra malam itu membawa Laura ke kamar hotel nomor 505 dan langsung membaringkannya di atas ranjang."Sayang sentuh aku," pinta Laura."Kamu tahu siapa aku?""Kamu Rendra, meskipun bayanganmu ada 4 saat ini dan aku tahu aku mabuk. Aku masih ingat, kamu pria tampan yang tadi mengajakku berkenalan di diskotik beberapa menit yang lalu," jawab Laura sambil memeluk rapat Rendra."Baiklah! Malam ini kamu milikku wanita cantik bernama Laura."Laura malam hari itu hanya ingin melupakan foto mesra suaminya dengan selingkuhannya. Dia hanya ingin bisa bercumbu mesra dengan pria yang selain suaminya. Dia ingin membalas perselingkuhan suaminya.Rendra mulai melepaskan satu persatu baju Laura. Rendra semakin memuncak nafsu birahinya saat melihat tubuh Laura wanita yang baru dia kenal satu jam yang lalu. Dia menciumi setiap inci dari tubuh Laura. Laura mengerang dengan nikmat karena Laura dalam kondisi mabuk."Aku akan memuaskanmu malam ini." kecup Rendra di kening Laura."Apa ini rasanya bercinta? Suamiku tidak pernah menyentuhku.""Kamu ternyata sudah memiliki suami. Kenapa kamu masih suci?"Laura tidak menjawab Rendra kepalanya pusing karena mabuk, dia langsung tertidur pulas setelah mereka bercinta. Rendra juga tidak habis pikir kenapa bisa dia kepincut wanita cantik yang sepertinya dia sudah mempunyai seorang suami. Malam itu masih jam sebelas malam. Dia tidur di dekat Laura dan memeluknya dengan erat.Pagi hari telah tiba, mereka masih tertidur lelap dan masih saling berpelukkan satu sama lain. Rendra Subagiyo adalah anak kedua dari pemilik perusahaan PT. Company Subagiyo Group. Dia tampan dan masih muda, dia lulusan terbaik karena dia pintar. Dia lulus kuliah hanya 2 tahun saja karena dia pintar.Dia anak kedua dan dia sangat kaya raya. Wajahnya tampan karena mamanya orang Amerika dan papanya orang Jawa. Rendra memiliki tubuh yang atletis dan tinggi, hingga membuat banyak wanita jatuh cinta ke dia meskipun umurnya masih muda. Tuan muda yang selalu menarik perhatian semua orang, malam itu dia begitu tertarik dengan wanita yang tidak sengaja bertemu degannya di diskotik sampai terlibat cinta satu malam."Kenapa kepalaku begitu pusing? Ini dimana? Aku ingat semalam aku mabuk. Arghh... Hey kamu siapa?" Laura kaget dia melihat seorang pria di sebelahnya yang memeluk dirinya dan mereka sama-sama tidak memakai satu helai benangpun."Kamu sudah bangun ya?""Apa yang kamu lakukan padaku? Cepat jawab!" suruh Laura sambil memukul badan Rendra."Kamu pakai-lah baju dulu. Sakit jangan begini!Hei kamu wanita kurang ajar. Kamu sendiri yang memintaku untuk memuaskan kamu di ranjang. Semalam kamu ke-enakkan sampai langsung ketiduran." Rendra marah dan dia mencengkram dagu Laura"Apa? Aku yang mengajakmu bercinta? Itu tidak mungkin. Lepaskan tangan kamu! Ini begitu sakit.""Dasar wanita pelupa. Baiklah! Aku akan melepaskan kamu. Kamu mandilah dan segera pergi dariku.""Minggir sana! Aku mau mandi dan kenapa bajuku sobek semua? Bagaimana aku bisa pulang? Kamu kurang ajar sekali."Laura terbangun dari tidurnya, dia menatap semua tubuhnya penuh dengan bekas cupang. Dia itu seorang istri yang masih belum bermalam pertama dengan suaminya. Laura menangis dan dia meronta-ronta memukuli pria yang lebih muda darinya itu.Laura menangis dan berteriak histeris karena kebodohannya sendiri mabuk di diskotik berujung sial. Saat itu juga pria yang baru dia kenal dan dia temui itu langsung memeluk dirinya yang masih belum mengenakan baju."Aku akan bertangung jawab padamu. Ini juga kesalahan kamu." Rendra mencoba mengigatkan kembali kejadian semalam.Untuk sementara waktu Laura tidak marah lagi, karena dia merasa bersalah juga. Dia sendiri yang mabuk semalam. Dia mendorong tubuh Rendra hingga dia jatuh dari ranjangnya. Laura berdiri dan mencoba untuk kabur, tetapi Rendra menariknya kembali.Rendra baru kali itu melewati satu malam yang begitu mengairahkan sepanjang hidupnya meskipun dengan istri orang. Rendra tidak menyesal karena istri orang lain itu cantik dan dia juga ternyata masih perawan."Kamu yang penggoda. Aku ini istri orang kenapa kamu mau tidur denganku?"Kamu itu istri murahan. Sudah tahu sudah punya suami tetapih masih saja mengajak pria lain tidur denganmu," hardik Rendra."Kamu itu pria muda kurang ajar! Aku benci kamu." Laura memukul dada Rendra lagi."Aku sudah bersabar padamu. Diamlah! Aku akan memesankan baju ke resepsionis. Aku akan pergi, kamu itu hanya istri orang yang kesepian." Rendra langsung pergi begitu saja meninggalkan Laura.Laura pagi itu dia langsung mandi dan dia mengosok seluruh tubuhnya karena merasa tubuhnya begitu kotor. Dia menangis sedih dan dia merasa bersalah karena dia memberikan kesuciannya pada pria lain. Dia tahu suaminya sedang berselingkuh dengan wanita lain tetapi dia tidak seharusnya melakukan perbuatan hina juga.Setelah mandi di ke luar dari kamar mandi dan tiba-tiba ponsel Laura bergetar dan suami Laura menelponnya. Laura menerima panggilan ponsel itu dengan nada ketakutan."Kenapa kamu tidak pulang ke rumah? Kamu sedang ada dimana?""Aku... aku akan pulang sekarang, Brian."'Apa yang harus aku lakukan? Kenapa bisa aku bodoh sekali? Aku harus kembali ke rumah suamiku. Aku tidak mau ketahuan dia kalau aku tidur dengan pria lain. Aku masih mencintai dia meskipun dia telah berselingkuh.' batin Laura.Another five years had passed. By now, the Temple of the Moon's reputation among various packs had reached an unprecedented height. Over the years, I had delivered countless oracles from the Moon Goddess, guiding the packs away from disasters that could have wiped them out. My name had become a symbol of wisdom and power. Noah, on the other hand, had grown from a pup who needed my protection into a calm, intelligent pre-teen. He had inherited my formidable soul energy. He could hear the voices of all living things and even see fleeting glimpses of the future during meditation. The Temple elders said that in a few years, Noah might become the youngest Chief Oracle in history. Occasionally, news of the Crescent Moon Pack reached me. I heard that after losing his powers, Sebastian had also been stripped of his Alpha status. The pack had quickly elected a new Alpha.At first, a few loyal pack members tried to support Sebastian. But as they watched him drift through his days in a
Under the guidance of the elders from the Temple of the Moon, the purification ritual took place by the Moonlit Spring at the heart of the pack's land. Sebastian kept his word. When the dagger pierced his chest, he didn't so much as flinch. Crimson blood dripped into the clear spring, spreading quickly.I watched with cold detachment as his power was stripped away, draining color from his face. His tall frame wavered. It was as if even standing had become too great a burden. The pack members surrounding us gasped. The elders who had opposed Sebastian's decision looked on with mixed emotions, while the mothers whose pups had been healed wept with gratitude. When Sebastian collapsed from the pain, something inside me faltered, but calm quickly settled back in. He had suffered to atone for his sins. Once the plague had been eradicated, the pack erupted in cheers, welcoming a fresh start.…That night, I went alone to the hillside and stood before the tombstone that read, "I
Sebastian led the way, guiding me to a quiet room that had long been prepared. As soon as the door closed, shutting us off from the world outside, he could no longer maintain his Alpha's authority.At such close range, my scent was unmistakable. He almost knew for certain that beneath the veil was the woman he had longed for over the past five years. "Olivia, is that you?" Sebastian asked, his voice trembling. He stepped forward to grab me but froze abruptly. Pain and regret brimmed in his eyes as he said, "It really is you! You're alive! I've missed you so much!"His words tumbled out as he began to apologize, trying to explain everything that had happened five years ago. "I'm sorry, Olivia. I was wrong. Back then, all I wanted was to save Roxanne. I never meant to hurt you. I assumed you'd understand because you were so kind. I never imagined things would turn out this way. "Not a single day has passed in these five years without regret. When you left, our mate bond was s
And so, I agreed to the Crescent Moon Pack's request. Donovan looked at me with concern. "Chief Oracle, are you certain you want to go?""I'll go. But they must agree to two conditions," I replied. My voice betrayed no hesitation. In the face of the innocent pups' lives, my personal grudges were irrelevant. Five years had passed, and I was no longer Olivia, the woman who had lived only for love and hatred. I went on, "First, I will only communicate with the Moon Goddess and deliver her guidance. How the pack acts on it is their decision. "Second, no one may see my face."…Three days later, the private plane of the Temple landed on the Crescent Moon Pack's airstrip. The door opened, and I stepped down slowly, holding Noah's hand. I wore the white robes of the Chief Oracle, while my face was hidden behind a veil. The pack's elders were already waiting. When they saw me, their gazes were filled with reverence and devotion. Flanked by the elders, I stepped into the co
Only five days remained before I would leave Sebastian. That day, I formally tendered my resignation to the pack's council of elders, asking to step down as Luna. Around the long table, the elders stared at me in disbelief. "Luna Olivia, why so sudden?" one asked, his voice heavy with regret.
In the days after Sebastian left, I began packing up my belongings and decluttering the house of things we no longer needed.This had been our home for three years. Nearly every item had been chosen by me in an effort to bring warmth to the empty house. But looking back now, it seemed I had been
Sebastian hadn't come home all night. I only saw him the next morning, on Roxanne's social media. In the photo, he was celebrating with her and her family. Everyone's faces were glowing with happiness. Roxanne stood at the center, while Sebastian looked at her with tenderness. The caption read
"Honey, give our pup to Roxanne. Otherwise, her mate will beat her to death." Sebastian Graham's voice was quiet, yet his words cut straight to my heart. The first time he said it, I froze, instinctively wrapping my hands around my swollen belly. Right then, the pup inside me kicked hard. It was


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.