Share

76. Mimpi?

Author: rainaxdays
last update publish date: 2026-01-11 20:23:36

Anna murung selama berhari-hari.

Ia menghabiskan waktunya di hutan halaman belakang, menatap ke arah kandang Panther yang telah kosong. Merenungi hari-hari ketika macan kumbangnya itu masih ada di sana, bermain dengannya bersama Phoenix.

Hatinya terasa kosong dan sesak. Tetapi, ia tahu tidak ada yang bisa ia lakukan.

Ia mulai mengabaikan eksistensi Kaiden.

Kaiden sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya di barak. Ketika pulang, dia hanya menatap Anna untuk sesaat, kemudian melangkah keluar me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kedua Sang Jenderal   177. Kehancuran Panthera Kroy

    Kaiden membeku di tempat, untuk sesaat merasa syok. Sampai kemudian, alarm keras yang berbunyi menyadarkannya dari posisinya. 5 menit. Mereka hanya memiliki waktu lima menit untuk keluar dari bunker itu sampai seluruh bom yang dipasang meledak. “Kaiden, ayo!” Anna sudah berlari ke arahnya dengan membawa pistol milik Baliant. Kaiden segera berdiri dan meraih tangan Anna. Mereka berlari keluar menuju lorong, hanya untuk berpapasan dengan tiga pemberontak. Wajah mereka semua terlihat panik mendengar alarm peringatan yang berbunyi keras. Kaiden tanpa basa-basi melumpuhkan dua pemberontak yang berada di barisan paling depan. Satu lagi berusaha menembak Kaiden, tetapi Anna lebih gesit membidik kepalanya. Mereka bertiga langsung tumbang ke lantai lorong dengan bunyi gedebuk keras. “Ke sana!” Kaiden kembali menarik tangan Anna menuju lorong yang lain. Alarm terus menghitung mundur, membuat adrenalin mereka berpacu tak terkendali. “Mungkin akan lebih banyak pemberontak yang muncul m

  • Istri Kedua Sang Jenderal   176. Bom Waktu

    “Ka-kaiden?”Anna berbisik rapuh, matanya melebar tidak percaya.Segaris senyum menyakitkan terbentuk di bibir Kaiden. “Ya, ini aku, Sayangku,” ucapnya dengan suara tercekat.Hatinya terasa dicabik-cabik melihat betapa ringkihnya tubuh sang istri. Berat badannya tampak turun drastis dan pipinya yang pucat terlihat sangat tirus. Air mata tanpa bisa ditahan menetes ke wajah Kaiden, merasa bersalah karena datang terlalu lama. “Maaf, aku datang terlambat.”Anna menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin mengatakan bahwa Kaiden tidak terlambat, tetapi tangis lebih dulu mengambil alih. Ia hanya bisa terisak keras saat Kaiden meraihnya dan merengkuhnya ke dalam dekapan.“Maafkan aku, maafkan aku,” bisik Kaiden berulang kali, suaranya pecah. Ia menciumi rambut Anna dalam-dalam dan menenggelamkan wajahnya di sana. Tubuhnya bergetar hebat, dibanjiri perasaan lega dan juga sesak.“Jangan minta maaf.” Anna berbisik parau. Kepalanya bersandar di dada Kaiden, merasakan debaran jantung suaminya

  • Istri Kedua Sang Jenderal   175. Pertemuan Anna dan Kaiden

    ‘Astaga, di mana mayatnya?’ Fay mulai merasa lelah mengecek satu per satu mayat yang ditumpuk di ruang pembakaran. Ruangan itu berbau busuk, membuatnya hampir tak tahan untuk berada lebih lama di sana. Namun, ia tidak bisa pergi begitu saja sampai menemukan mayat pria itu. Theo. Fay ingat dia dimasukkan ke ruang pembakaran bersama pria bernama Kobee. Theo adalah anggota penting Panthera Kroy dan setidaknya memiliki pangkat yang sama dengan Dominic. Setelah pergi ke medan perang, dia kembali dengan kedua tangan terpotong. Dia telah kehilangan banyak darah dan tidak bertahan lama di ruang perawatan. Lukanya mengalami infeksi parah sebelum akhirnya tewas. Fay sudah berencana untuk masuk ke ruang pembakaran sejak kemarin, tetapi ia tidak memiliki kesempatan. Sekarang, para penjaga sedang makan, jadi Fay harus bergegas menemukan mayatnya. Theo memiliki kunci penting untuk akses keluar-masuk bunker. Jika Fay bisa menemukannya, maka ia dan Anna dapat keluar dari bunker dengan muda

  • Istri Kedua Sang Jenderal   174. Kematian Lachey dan Lysa

    Anna sudah bisa berjalan. Penawar itu benar-benar efektif. Dalam seminggu, kakinya mulai menunjukkan perubahan besar tanpa rasa sakit sama sekali. Ia telah mencoba berjalan diam-diam ketika ruangannya kosong. Selama itu, Anna terus berpura-pura lumpuh. Baik ayahnya maupun Dokter Marcus tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Namun, akhir-akhir ini, ayahnya sering mendatanginya. Dia terus memaksanya untuk bekerja sama demi menghabisi Kaiden. Dia sudah putus asa dan nyaris ingin memohon padanya. Tentu saja, Anna terus menolak. Tidak peduli apa pun ancaman ayahnya, ia tidak akan pernah mengkhianati suaminya. Dari informasi yang diberikan Fay, rupanya Panthera Kroy telah gagal total dalam penyerangan mereka. Kaiden terus membuat strategi baru yang menjebak para pemberontak. Hari ini, Fay juga melapor kalau tidak ada seorang pun dari tim penyerangan yang kembali ke markas. Yang berarti, mereka semua tewas di Mosirette. Pemimpin penyerangan itu adalah Dominic dan tidak ada tanda-ta

  • Istri Kedua Sang Jenderal   173. Kaiden dan Dominic

    Kaiden berjalan keluar dari terowongan begitu Dominic menghilang dibalik pintu besi. Ia melangkah perlahan, memperhatikan pijakannya, kalau-kalau ada jebakan yang terpasang. Dirasa aman, pandangannya kemudian terarah ke titik di mana Dominic menghilang. Dia menggali pasir itu, lalu menemukan sebuah pintu sebelum memasukinya. Kaiden masih tercengang mengingat hal itu. Tidak pernah sedikit pun terpikir olehnya bahwa pintu masuk markas disembunyikan di bawah pohon akasia yang menjulang. Ia merasa takjub sekaligus kesal dengan kecerdikan Baliant. Biasanya, sebuah pohon selalu ditebang jika seseorang akan membuat bunker bawah tanah di gurun. Terutama jika pohonnya adalah pohon raksasa berusia ratusan tahun. Struktur akarnya yang besar, bercabang, dan banyak jelas akan membuat pembangunan bunker menjadi terhambat. Namun, Baliant sengaja tidak menebang pohonnya. Justru, ia menggunakan pohon itu sebagai pengecoh alami untuk melindungi pintu masuk bunkernya. Tidak ada seorang pun d

  • Istri Kedua Sang Jenderal   172. Pintu Masuk Markas Panthera Kroy

    Kaiden menatap sekeliling bunker bawah tanah yang ditempatinya. Seluruh senjata dan bom rakitan yang penting telah dipindahkan secara menyeluruh. Mereka hanya menyisakan beberapa barang yang terlihat cukup penting untuk mengecoh para pemberontak. Sekarang, tinggal memantau jebakan yang telah disiapkan khusus untuk mereka. Kaiden beralih menatap peta digital yang bersinar redup di hadapannya. Para pemberontak telah berada di barak dan sibuk menghancurkan apa pun yang mereka temukan. Mereka mengelilingi seluruh lantai, lalu turun ke lantai paling bawah. Kaiden menyeringai keji saat melihat mereka menuju pintu rahasia yang terhubung ke terowongan. Mereka mengikuti jebakannya dengan sangat baik. Kini, saatnya pertunjukkan dimulai. Kaiden duduk di kursi tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari layar. Seringai kejam yang tersemat di bibirnya kian melebar ketika pemberontak itu mencoba membuka terowongannya secara paksa. “Tim tiga maju sekarang. Pasang dan hubungkan bomny

  • Istri Kedua Sang Jenderal   23. Lysa Proxie yang Aneh

    “Seorang prajurit kelas atas akan mengantar Anda ke perpustakaan utama, Nona.” Camila berkata setelah menata sarapan di atas meja. Anna mengangguk dan memperhatikan penampilannya sejenak. Ia kembali memakai gaun sutra yang ketat membentuk tubuh, juga rambut yang disanggul ke belakang. Camila menam

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Istri Kedua Sang Jenderal   131. Anna Hamil

    Anna merasa tidak enak badan pagi ini.Ia duduk di tepi tempat tidur cukup lama, menyentuh kepalanya yang terasa pusing. Sekeliling kamar terasa berputar untuk sejenak, lalu berangsur-angsur normal kembali. Tetapi, bagian belakang kepalanya masih menyisakan rasa sakit yang tajam.Apakah karena ia k

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Istri Kedua Sang Jenderal   129. Saling Memuaskan (21+)

    “Apa kau baik-baik saja?” Kaiden duduk di sisi ranjang dan mengelus pundak Anna yang tengah berbaring di sana. Setelah menonton penyiksaan yang berlangsung selama sejam lebih, Anna berakhir mual dan lemas. Darah yang terpercik dari tubuh Selena, Genevi, dan Titus otomatis mengingatkan Anna pada

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Istri Kedua Sang Jenderal   126. Ingatan Kaiden Kembali

    Cahaya menyilaukan yang datang dari jendela membuat Kaiden terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjap menyesuaikan pandangan dan mengerang parau. Ada titik di bagian belakang kepalanya yang masih terasa nyeri, meskipun terasa samar. Begitu matanya terbuka lebar, hal pertama yang ia lihat adalah

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status