author-banner
rainaxdays
rainaxdays
Author

Novels by rainaxdays

Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Warning 21+ | Explicit sex scenes, vulgar & strong language, strong political & military violence, torture, traumatic war scenes, etc. Mature audiences only! Kekuatan dan kekuasaan adalah hal yang utama di Mosirette. Rakyat jelata seperti Annalise York hanya bisa tunduk pada perintah. Ia terpaksa harus menerima lamaran dari Kaiden Hyperion—seorang jenderal kejam yang merupakan tangan kanan pemimpin negara mereka. Demi menuruti permintaan ayahnya, Annalise mau tak mau menjadi istri kedua. Tetapi rupanya, keinginan ayahnya tidak sesederhana itu. Ketika rahasia satu per satu terungkap, Annalise hanya bisa memilih satu pihak untuk didukung.
Read
Chapter: 154. Terguncang
Anna membolak-balik berkas Panthera Kroy dengan tergesa-gesa, mencoba menemukan sesuatu yang berkaitan dengan markas. Ia sudah menemukan beberapa petunjuk, dan berharap semua itu mengarah ke satu tempat yang jelas. Matanya bergerak cepat membaca tiap catatan penting, terutama yang ditulis oleh ayahnya sendiri. Rencananya malam nanti, ia akan memberitahukan semuanya pada Kaiden. Tepat setelah menemui ayahnya di rumah sakit, Anna bertekad untuk tidak menyembunyikan apa pun lagi dari Kaiden. Tangan Anna kembali terasa berkeringat dingin memikirkan itu. Ia membalik berkas dan tiba di catatan terakhir. ‘Bawa semua amunisi kita ke balik pintu besi. Pindahkan para anak-anak ke markas di daerah Selatan. Lalu, habisi semua anggota yang tidak penting.’ Anna termangu membaca catatan itu. Ia sudah membacanya puluhan kali, tetapi kali ini, ada dua kata yang terus menempel di kepalanya. Pintu besi. Ia mendadak teringat dengan lemari besi di ruang bawah tanah ayahnya. Apakah itu yan
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: 153. Pengkhianatan
Kaiden datang ke barak setelah makan siang. Anna katanya ingin ke rumah sakit untuk menemui ayahnya, jadi Kaiden memutuskan untuk mengecek ke barak. Ucapan Anna sebelumnya masih terus terngiang-ngiang di kepalanya. ‘Aku mencintaimu, Suamiku.’ Tiga kata itu terus berputar-putar di pikirannya layaknya kaset rusak. Kaiden rasanya masih tidak percaya. Ia pikir ia akan menunggu lebih lama, tetapi tak disangka Anna akan mengatakannya secepat itu. Ada rasa lega dan kebahagiaan yang membuncah dalam dadanya. Bahkan hanya dengan mengingat suara manis Anna, dada Kaiden terasa bergemuruh hebat. Tanpa sadar sudut bibir Kaiden tertarik ke atas. Tatapan Anna yang penuh kehangatan dan afeksi terbayang-bayang di benaknya. Itu bukan kebohongan atau ucapan semata, tetapi murni datang dari lubuk hati istrinya. Kaiden jadi ingin mendengarnya lagi dan lagi. Ia bersandar ke belakang dan senyumnya melebar melihat langit biru yang cerah dibalik jendela. Ia mendadak sangat merindukan Anna, pada
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: 152. ‘Maafkan Aku, Kaiden’
Matahari pagi menyinari wajah Anna dan Kaiden yang tengah duduk di balkon. Kaiden duduk di kursi, sementara Anna duduk di pangkuannya dengan posisi menyamping. Kepalanya rebah di pundak Kaiden, sementara satu tangan Kaiden memeluk punggungnya dengan lembut. Mereka tengah menikmati pemandangan pagi dari bunga bakung yang baru mekar. Sebuah kopi dan teh tersaji di atas meja bundar kecil. Asapnya masih mengepul. Roti gandum panggang yang harum menjadi pelengkapnya. Rasanya begitu nyaman, damai, dan menenangkan. Waktu seolah terhenti—hanya ada mereka berdua yang tengah menikmati momen bersama. Anna tidak ingin kebersamaan keduanya berakhir, tetapi Kaiden harus pergi ke barak pagi ini. Ia bisa saja meminta Kaiden untuk tinggal. Ia tahu Kaiden tidak akan menolak. Hanya saja, Anna tidak ingin mengganggu pekerjaan Kaiden yang sudah menumpuk. Lagi pula, ia juga harus menemui ayahnya hari ini. Ia harus membuat ayahnya mengaku. Itu mungkin satu-satunya jalan yang bisa membuat huku
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: 151. Jatuh Cinta Pada Suaminya (21+)
Anna kembali ke mansion keesokan paginya.Begitu tiba di kamarnya, Camila memberitahu kalau Kaiden sedang menginap di barak dan tidak pulang ke mansion sejak kemarin. Hari ini, mereka katanya akan mengeksekusi beberapa pemberontak di depan publik.Mendengar kata ‘pemberontak’, Anna otomatis teringat dengan ayahnya. Sudah jelas jika Anna memberitahu Kaiden apa yang terjadi, maka ayahnya akan menerima hukuman yang sama. Tidak peduli kalau Baliant adalah ayah mertuanya sendiri.Kaiden tidak pandang bulu jika itu berkaitan dengan Panthera Kroy.Dan mungkin saja, ayahnya akan menerima siksaan yang lebih keji. Mengingat, dia telah menipu Kaiden dan Pemimpin Shelton.Itu adalah pengkhianatan yang tak termaafkan.Anna terduduk di sisi ranjang dengan jantung berdebar cemas. Stres dan ketakutan. Hatinya bukan batu yang tidak bisa merasakan apa pun untuk ayahnya, tetapi Anna selalu berpegang teguh pada keadilan.Ia mungkin akan dicap sebagai anak durhaka, tetapi Anna tidak peduli. Bagaimana pun
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: 150. Pergerakan Awal Anna
“Jadi benar Anda hamil? Astaga!”Fay tidak bisa berhenti kagum ketika Anna memberitahukan kehamilannya. Dia membungkuk, terus menatap perut Anna yang masih datar.Anna mulai merasa geli saat Fay mengelus perutnya. “Nyonya, apa jenis kelaminnya?” tanyanya, mendongak menatap Anna. Wajahnya berseri-seri.“Belum diketahui, Fay.” Anna tersenyum dan mengisyaratkan Fay untuk berdiri tegak. “Aku baru bisa melihatnya menjelang bulan kelima, tapi Kaiden bersikeras mengatakan bahwa bayi kami pasti laki-laki.”Fay tertawa kecil. “Tentu saja Jenderal Kaiden menginginkan pewaris. Tapi bagaimana kalau anak Anda perempuan?”“Perempuan atau laki-laki, aku yakin Kaiden akan menerimanya,” ucap Anna, mengelus perutnya dengan sayang. “Kaiden sudah menyiapkan nama untuk bayi kami.”Fay menyatukan tangannya di depan dada, ikut merasa senang mendengar ucapan Anna. Tampaknya, Jenderal Kaiden telah berhasil memenangkan hati Anna.Jika dulu Anna bersikeras menolak lamaran Kaiden, bahkan terang-terangan membenc
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: 149. Melawan Ayahnya Sendiri
“Tuan, ini laporan untuk rapat pagi ini.”Vargaz mengangsurkan berkas hasil rapat dengan politisi pagi itu. Namun, Kaiden sama sekali tak merepons. Kepalanya terus tertunduk, menatap dokumen di atas meja.“Tuan?” panggil Vargaz dengan suara lebih keras.Kaisen tersentak, seolah baru tersadar dari lamunannya. Ia mengangkat kepala dan mengerjap-ngerjap. “Oh. Berkasnya sudah selesai?”Vargaz mengangguk heran. Baru kali ini ia melihat Kaiden tidak fokus. Bahkan saat tidur, Kaiden bisa saja menyadari kehadiran seseorang. Namun sekarang, dia tampaknya sedang memikirkan sesuatu yang serius.Apakah ini tentang markas Panthera Kroy yang belum mereka temukan?“Apa yang Tuan pikirkan? Apa ini tentang markas itu?” tanya Vargaz hati-hati.Kaiden menggeleng dan mengusap wajahnya. “Tidak, bukan itu. Tapi ini soal Annalise.”“Nyonya Annalise? Ada apa dengan Nyonya, Tuan?”“Aku hanya merasa kalau sikap Anna sangat aneh sejak kemarin,” ucap Kaiden dengan suara pelan. Ia menghela napas, tatapannya tampa
Last Updated: 2026-05-20
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

Warning 18+ | mature themes, including strong language, graphic violence, and organized crime activities such as human trafficking, gunplay, etc. — Arabella Charlotte telah lama membunuh harapan dalam dirinya setelah berpisah dengan ibunya. Ia pikir, budak seperti dirinya hanya akan terus terikat dan terkungkung dengan pemiliknya. Namun sebuah kebakaran yang terjadi menghantarkan Bella pada jalan hidup yang lain. Benang takdir menuntunnya pada keluarga Linford dan mempertemukannya dengan anak mereka—Damian Linford. Sebuah pertemuan yang membuat hidup Bella terasa dijungkir balikkan. Beberapa fakta yang tidak ia ketahui sebelumnya, datang layaknya badai yang menghantam. Dan Damian Linford mengambil banyak andil di dalamnya.
Read
Chapter: 149. Ending: Parade Musim Panas Alderson dan Kehamilan Bella
“Awas! Itu ada di mana-mana! Sebaiknya tepikan sepedamu di tempat lain!”Musim panas telah tiba. Kehangatan, liburan, dan piknik yang dirindukan oleh semua orang ada di depan mata. Tetapi, saat itu pula tanaman tumbleweed memulai perjalanannya untuk mencari mangsa. Bella tidak tahu sudah berapa kali ia memberi peringatan pada anak-anak yang tengah bersepeda.Tanaman itu menggelinding seperti bola di sepanjang jalan yang berdebu. Setiap kali angin bertiup kencang, ada saja tanaman tumbleweed penuh duri yang melintas. Bukan hanya satu, tetapi tiga sampai empat sekaligus. Anak-anak mulai berteriak saat kulit atau ban sepeda mereka tertusuk.“Sayang, biarkan saja mereka. Mereka sendiri yang ingin bersepeda ke sana,” kata Damian seraya membelokkan mobilnya ke jalan utama.Bella menoleh dengan tatapan tajam dan Damian mengatupkan bibirnya. “Tetap saja, mereka hanya anak-anak!” protes Bella.Damian menghela napas dan mengangguk mengiyakan. “Baiklah, baiklah. Terserahmu saja, Sayang,” ucapny
Last Updated: 2025-05-27
Chapter: 148. Lembaran Baru, Rangkuman Hidup
“Apa kau sungguh ingin meninggalkan desa kita dan pergi bekerja di kota saat dewasa nanti?”“Ya, aku tidak ingin makan tumis jamur liar terus. Aku ingin sering makan daging dan membelikan apa pun untuk Ibuku,” jawab Bella, menatap Damian dengan senyum kecil.Bibir Damian mengerucut dan ia tampak merenung untuk sejenak. “Ayah juga pernah bilang ingin pergi ke Pennsyl, tapi aku belum tahu apa itu sungguhan,” katanya kemudian.“Berarti kita akan sama-sama meninggalkan desa. Apa kau pikir desa kita akan berubah?”“Entahlah. Saat kita tumbuh dewasa, mungkin desa kita sudah berubah menjadi kota.”Bella mengangguk setuju. “Mungkin.”Kenyataannya tidak begitu. Desa mereka telah menghilang.Bella tersenyum sendu mengingat kenangan masa lalunya. Bella dan Damian kecil yang penuh dengan mimpi dan harapan. Mereka tidak pernah mengira bahwa masa depan akan menjadikan mereka sebagai budak dan mafia.Hidup terus berjalan. Orang-orang pergi dan berdatangan. Tempat yang mereka kira takkan berubah pun k
Last Updated: 2025-05-26
Chapter: 147. Rencana Bulan Madu
Bella menatap suaminya, napasnya masih terengah-engah setelah ciuman panjang mereka. Rasa alkohol yang pahit tertinggal di mulutnya.Senyum tipis merekah di bibir Damian, tetapi matanya terasa membakar seluruh tubuh Bella. Mereka telah melakukannya beberapa kali sebelum pernikahan, tetapi malam ini, Damian tampak berbeda.Ini bukan efek alkohol atau minuman apa pun. Mereka tenggelam dalam gairah dan hanya ada satu hal yang dapat meredakan gejolak itu.Damian membungkuk dan menciumi rahang hingga leher Bella yang terbaring telentang di atas kasur. Bibirnya yang lembap meninggalkan jejak basah di kulit Bella, membuat gadis itu tanpa sadar mendesah. Tangan Bella bergerak turun untuk mengusap pinggang Damian.“Ya, sentuh aku di sana, Sayang,” gumam Damian serak. Suaranya rendah, menggoda.Bella menggerakkan tangannya semakin ke bawah dan napas Damian memberat. Damian memiliki pinggang yang ramping, padat, dan berotot, sementara bahu dan pundaknya lebar.Tubuhnya atletis, terbentuk dengan
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: 146. Hari Pernikahan (3)
“Dagingnya matang sempurna, itu terlihat enak.”“Kau mau?”“Tidak, aku hanya ingin memasukkannya ke dalam mulutku, brengsek!”“Sama saja kau mau, dasar bajingan!”“Memangnya aku tadi bilang apa?”“Heh! Mulutmu bau telur busuk!”Bella menggeleng-geleng mendengar percakapan heboh dari para anggota organisasi. Mereka tidak pernah menggunakan filter saat berada di mansion. Semua umpatan dan kata-kata kotor diucapkan secara gamblang.Di luar, mereka mungkin menunjukkan kesopanan dan sikap manis yang tidak ada duanya. Tetapi di wilayah mereka sendiri, semuanya serba transparan.Malam ini, setelah acara resepsi usai, mereka mengadakan perayaan kecil dengan membakar daging di halaman samping mansion. Hanya keluarga Damian dan anggota organisasi yang tinggal, sisanya sudah pulang sejak jam 5 sore.Bella duduk di salah satu bangku sambil menikmati anggurnya. Ia hanya minum sedikit, tidak sampai segelas. Di sisi lain, Damian entah sudah menghabiskan berapa botol anggur.Dia ikut membakar daging
Last Updated: 2025-05-11
Chapter: 145. Hari Pernikahan (2)
“Kuenya sangat enak. Ibu sendiri 'kan yang membuatnya bersama yang lain?”Helena mengangguk, dan memberikan sepotong kue lagi ke dalam piring Bella. “Iya, kami membuatnya bersama-sama. Ibu senang kau menyukainya, Sayang. Damian juga sudah mencobanya?”“Sudah, Ibu. Dia menghabiskan tiga potong sebelum pergi ke sana.” Bella mengedikkan kepalanya ke seberang ruangan, tempat di mana Damian sedang bicara dengan rekan bisnis Martinez. “Ibu sudah makan?”“Sudah. Jangan khawatirkan, Ibu, ya.” Helena tersenyum simpul. Jemarinya dengan lembut merapikan leher gaun Bella yang terlipat, kemudian ia menatap wajah putrinya lekat-lekat.Terlihat jelas bahwa Helena masih tidak menyangka bahwa putri satu-satunya yang ia miliki telah menikah. Helena tidak bisa berhenti mengucap rasa syukur. Setiap kali ia menatap Bella cukup lama, rasanya air matanya akan tumpah.Itu semua adalah air mata kebahagiaan.Seorang ibu yang sepanjang hidupnya membesarkan anaknya dalam keadaan menyedihkan, bahkan menyeretnya k
Last Updated: 2025-05-09
Chapter: 144. Hari Pernikahan (1)
“Damian?”“Hm?”“Damian?”“Ya?”“Vergara?”“Apa?!” Damian menoleh sepenuhnya dengan wajah jengkel. Ia tidak mengerti kenapa Bella sejak tadi hanya terus memanggilnya tanpa mengatakan apa-apa.Bella cengengesan. “Kau marah?”“Tidak. Tapi kenapa kau terus memanggil?”“Aku ingin tahu apa...” Bella memainkan tangannya dan terlihat ragu-ragu sejenak. “Apa kau mau menemaniku mencari jamur liar di hutan?”Damian mengernyit. Tangannya yang tengah membilas badan kuda mendadak terhenti. Ia menatap Bella dengan saksama. “Apa ayahmu masih belum pulang?”Bella menunduk, menatap air sungai yang telah keruh. Mereka hampir selesai memandikan kuda ayah Damian dan berniat pulang. “Iya. Ibu tidak punya uang untuk membeli gandum.”Terdengar helaan napas berat, kemudian Damian menyahut pelan, “Baiklah. Aku akan menemanimu.”Bella langsung mengangkat kepalanya. “Benarkah? Tapi apa ayahmu tidak marah?”“Tidak akan. Kau tunggu di sini, aku akan membawa pulang kuda ini dulu.”Bella mengangguk patuh dan keluar
Last Updated: 2025-05-07
Kontrak Pernikahan Sang CEO

Kontrak Pernikahan Sang CEO

"Aku sudah memiliki kekasih, dan ... aku tidak bisa meninggalkan wanita itu." Layla tidak pernah menyangka bahwa perjodohannya dengan sang CEO akan berakhir sebagai perjanjian. Kenyataan bahwa Arsen telah memiliki kekasih membuatnya terpaksa menerima tawaran perjanjian pernikahan yang pria itu sodorkan. Hanya setahun dan kemudian keduanya akan resmi berpisah. Tetapi, apakah takdir menginginkan hal yang sama untuk dua insan itu?
Read
Chapter: 96. Malam yang Panjang
Pagi harinya, mereka telah meninggalkan resort.Pak Surya datang kembali menjemput keduanya. Duduk di jok belakang, Arsen tidak berhenti bertanya apakah Layla baik-baik saja, semata-mata karena apa yang terjadi semalam.Arsen terlihat begitu khawatir, dan Layla malah ingin tertawa.Rasanya tidak sesakit yang Layla bayangkan. Apalagi dengan sentuhan Arsen yang lembut. Alih-alih sakit, ia justru merasa malu.“Kau ingin makan apa pagi ini?” tanya Layla saat mobil mulai berbelok masuk ke kompleks perumahan mereka.Arsen awalnya ingin memesan makanan, tetapi Layla menolak. Ia ingin memasak sendiri untuk Arsen. Mulai hari ini, ia akan menganggap kalau keduanya baru memulai hubungan sebagai suami-istri yang sesungguhnya.Tanpa kontrak itu.Memikirkannya kembali sungguh terasa seperti mimpi. Ketakutan yang selama ini bersarang di hatinya akhirnya menghilang, seperti burung-burung yang terbebas dari sangkarnya.Ketika ia menatap suaminya, hanya ada perasaan tenang yang tertinggal di dadanya. L
Last Updated: 2025-10-30
Chapter: 95. Malam Pertama
“Kalau kau merasa tidak nyaman, kita bisa pulang ke rumah.”“Tidak, tempat ini nyaman. Aku suka,” ujar Layla, menoleh dengan senyum tipis. Detik itu, sebuah kecupan mendarat di pelipisnya. Layla tidak tahu sudah berapa kali Arsen mengecupnya malam ini. Rasanya di setiap kesempatan, dia akan menunduk dan mengecupi wajahnya sampai Layla merasa geli. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa hatinya dipenuhi bunga yang mekar.Malam ini, sesuai ucapan Arsen, mereka menginap di resort yang baru dibangun. Tempatnya akan diresmikan dalam seminggu. Untuk itu, Arsen ingin memperkenalkan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh resort itu.Selain desain tiap ruangannya yang elegan dan mewah, resort itu juga memiliki fasilitas lengkap seperti kolam renang besar, pusat kebugaran, pusat olahraga air, restoran, spa dan juga arena bermain untuk anak. “Aku senang jika kau menyukainya,” gumam Arsen di belakangnya. Dia berdiri sangat dekat, panas tubuhnya terasa menembus gaun tidur tipis yang Layla k
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: 94. Ungkapan Perasaan Arsen
Olivia mendekat ke arahnya dengan cepat. Tatapannya sinis. Dia tidak berbasa-basi dan langsung menyembur Layla dengan cemoohan dan umpatan, “Pasti sekarang kau merasa di atas angin karena Arsen berpihak padamu dan kami sudah putus hubungan, bukan? Dasar wanita jalang.”Layla menghela napas kasar. “Kau berselingkuh darinya. Dan itulah alasan kenapa Arsen putus denganmu. Kenapa kau malah bersikap seolah aku yang bersalah, padahal jelas-jelas itu salahmu sendiri?” ujar Layla acuh tak acuh. Suasana hatinya berubah drastis dalam sekejap. Ia tidak sedang berminat untuk berdebat.Olivia mendecih. “Memangnya kenapa aku bisa berselingkuh dari Arsen? Itu karena kau merebut Arsen dariku.” Suara Olivia sama sekali tidak terdengar bersalah atau menyesal.Layla menatapnya dengan tidak percaya. Dari semua orang yang ditemuinya, Olivia-lah yang memiliki muka paling tebal. Ia tidak menyangka setelah semua kebusukannya terbongkar, Olivia masih saja mencoba menyalahkannya.“Aku tahu berbohong itu sangat
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: 93. Kehadiran Olivia
“... untuk memperhatikan lebih jauh kinerja para karyawan dan tunjangan yang sesuai...”Di atas panggung, penyambutan Arsen telah memasuki inti pembahasan. Seluruh atensi tertuju padanya. Suaranya setenang laut di belakang mereka, tetapi semua orang diam mendengarkan.Layla duduk di kursi depan panggung seraya memperhatikan suaminya. Arsen sebagai seorang direktur dan seorang suami memiliki sisi yang sungguh berbanding terbalik. Selalu seperti ini.Direktur Arsen Sergio adalah pria yang penuh wibawa. Kharismanya tak terbantahkan. Meskipun masih muda, aura kepemimpinan terpancar kuat dari tubuhnya. Mata hitamnya menatap tegas ke arah para karyawan.Pria yang dingin, kaku, dan workaholic itu sedang mengambil alih.Tetapi ketika pandangan Arsen terarah padanya, Layla bisa melihat kehangatan dan kasih sayang itu. Senyum kecil terbit di bibir Arsen, membuat Layla otomatis ikut tersenyum.“Pandangan kak Arsen saat menatap Kakak memang beda, ya,” bisik Kiran di sampingnya. Setelah berkelilin
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: 92. Kesungguhan Arsen
Layla tidak bisa tidur semalaman memikirkan ucapan Arsen.Layla tahu—ia tahu ini yang ia inginkan sejak lama. Tetapi mengingat Arsen baru putus dari Olivia, ia merasa ragu itu hanya kemarahan sesaat Arsen.Meskipun, keseriusan yang terpancar di mata Arsen... afeksinya... harapan dan keinginannya... semuanya terlihat jelas dalam pandangan Layla.Tetap saja, ada sepercik keraguan yang timbul di hatinya.Jadi, Layla belum memberi jawaban. Ia meminta waktu selama beberapa hari, sampai mungkin pikiran Arsen jernih dari segala amarah. Jika dia tidak menyesali ucapannya tentang kontrak itu, maka Layla tidak akan menyimpan keraguan lagi.Lebih dari apa pun, Layla ingin Arsen terus berada di sisinya. Hanya jika Arsen benar-benar menginginkannya, tanpa ada keterpaksaan.“Kak Layla? Kakak dari tadi melamun terus?!”Suara melengking Kiran berhasil menyentak Layla dari lamunannya. Ia menoleh terkejut, dan Kiran menatapnya khawatir.“Kakak tidak apa-apa?”Layla menggeleng. “Tidak, maaf. Aku—agak me
Last Updated: 2025-09-28
Chapter: 91. Di Tengah Kontrak dan Perasaan
Angin sepoi-sepoi berembus menerpa wajah Arsen yang termenung di dekat jendela. Pandangannya terarah ke jalanan yang padat di bawah sana, tetapi pikirannya melanglang buana.Ia merasa pusing.Ia belum berani bicara pada Layla. Mereka sarapan bersama pagi tadi, mengobrol seperti biasa, tetapi seolah ada ketegangan tak terlihat yang membentang di antara keduanya.Helaan napas panjang berembus keluar dari mulutnya. Arsen beranjak dari tempatnya ketika pintu ruangannya terbuka.Olivia melangkah masuk dengan terburu-buru. “Arsen, kau tidak mungkin serius—”“Kau seharusnya sudah berada di kantor cabang sekarang,” sela Arsen, sama sekali tidak menatap Olivia. Ia duduk di kursinya, lalu membuka laptopnya.Olivia memutari meja dan mencoba menyentuh Arsen, tetapi Arsen menepis tangannya. Olivia mundur dengan terkejut.“Arsen, tolong dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan apa yang terjadi semalam. Aku mabuk dan aku tidak sadar! Sungguh! Kali ini saja, tolong maafkan aku!” suara Olivia terdengar p
Last Updated: 2025-09-26
You may also like
Cinta Yang Tertunda
Cinta Yang Tertunda
Romansa · Erni sari
8.3K views
DENDAM SANG PUTRI
DENDAM SANG PUTRI
Romansa · Vanessa_nesa
8.3K views
Sepupu Rasa Suami
Sepupu Rasa Suami
Romansa · Sun fatayati
8.3K views
Janda Muda
Janda Muda
Romansa · Latifah Noviyanti
8.3K views
Turun Ranjang
Turun Ranjang
Romansa · Rifat Nabilah
8.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status