author-banner
rainaxdays
rainaxdays
Author

Novel-novel oleh rainaxdays

Presdir Yang Sakit Menginginkan Istrinya Kembali

Presdir Yang Sakit Menginginkan Istrinya Kembali

Mira Deyana baru berusia 19 tahun ketika dia dijual oleh ayahnya sendiri ke seorang Nyonya di kota. Ia dipaksa untuk menikahi seorang presdir sakit dan melahirkan pewaris untuknya. Namun, pernikahannya dengan Hayes Arsenio tidak pernah berjalan mulus. Sebuah kesalahpahaman terjadi dan Hayes mengusir Mira pergi, tanpa tahu bahwa Mira tengah mengandung anaknya. Bertahun-tahun kemudian, di bawah jalinan takdir, Mira kembali dipertemukan dengan Hayes. Apakah Hayes masih mengingat istrinya dengan putra mereka dalam gendongannya? Atau, dia justru telah... melupakan keduanya?
Baca
Chapter: 47. Seperti Anak Sendiri
“Tuan...” Hayes mengangkat tangannya. “Erwin, kau masuklah lebih dulu. Aku akan menyusul,” ujarnya, masih dengan garis-garis senyuman yang enggan hilang dari wajahnya. Tawa Hayes memang telah reda, tetapi binar kebahagiaan itu masih terpancar jelas di matanya yang biasanya tampak kosong dan dingin. “Baik, Tuan.” Erwin tidak bertanya lebih jauh. Dia hanya menatap Kian selama beberapa detik, sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan area parkiran. Hayes berdiri, lalu mengulurkan tangannya yang besar. Kian ragu-ragu menerima uluran tangannya. “Kau ingin membangun rumah besar seperti ini untuk Ibumu?” tanya Hayes, kembali ke topik mereka semula. Kian langsung mengangguk kepalanya dengan semangat. “Hu'um! Ian ingin membangun rumah yang sangat besar untuk Ibu. Bagaimana caranya, Bapak Yang Terhormat?” Hayes terkekeh pelan mendengar panggilan formal itu. “Bagaimana kalau panggil Paman saja?” “Paman?” “Iya, Paman Hayes.” “Baik, Paman!” Hayes tersenyum dan menarik Kian
Terakhir Diperbarui: 2026-10-18
Chapter: 46. Tawa Lepas Hayes
“Mira, ini kamarmu. Kau akan tinggal di sini selama dua minggu.” Kepala pelayan menunjuk ruangan di ujung lorong lantai dua. Satu lorong dengan perpustakaan yang ‘seharusnya’ ia bersihkan. “Terima kasih, Bu Ines.” Bu Ines mengangguk singkat. Sejenak, matanya melirik Kian yang terus bersembunyi di belakang Mira. Keningnya berkerut menyadari anak itu tampak takut melihatnya. “Ya sudah, aku menunggumu di bawah,” ucapnya kemudian sebelum berbalik pergi. Mira dan Kian berdiri memperhatikan Bu Ines sampai sosoknya menghilang di belokan. “Ibu, apa itu nenek sihirnya?” tanya Kian, mendongak menatap ibunya dengan takut-takut. “Eh bukan, Sayang.” Mira buru-buru membantah. Ia berlutut, lalu merapikan rambut anaknya. “Ibu itu sangat baik, bukan nenek sihir.” “Jadi di mana nenek sihirnya?” “Nanti biar Bibi Alina sendiri yang perlihatkan, ya?” ujar Mira, hampir menepuk jidatnya sendiri. Seharusnya ia tidak membiarkan Alina merecoki pikiran Kian. Sekarang, Kian pasti akan terus memi
Terakhir Diperbarui: 2026-10-17
Chapter: 45. Obat Tidur Hayes?
“Ibu, kita mau ke mana?” Kian duduk di atas tikar sambil memperhatikan ibunya yang mengepak pakaian ke dalam tas ransel. Mira menoleh dengan senyum kecil. “Untuk sementara, kita akan pindah ke tempat Ibu bekerja, Sayang. Ibu mendapat pekerjaan tambahan, jadi kita akan tinggal di sana selama dua minggu.” “Apa itu tempat yang Ibu bilang kereta api juga bisa lewat?” tanya Kian ceria, membayangkan rumah besar yang biasa ia lihat di buku dongeng. “Iya, Sayang. Tapi ingat, Kian tidak boleh nakal di sana.” “Siap!” Kian segera memberi hormat. “Ian akan menuruti apa kata Ibu.” Mira tersenyum dan menaikkan ritsleting jaket Kian sampai ke leher. Udara begitu dingin setelah hujan deras mengguyur dini hari tadi. Mira tidak ingin anaknya kembali sakit. “Ayo berangkat, Sayang. Bibi Alina pasti sudah menunggu.” Mira mengambil tasnya dan meraih tangan mungil Kian. Hari ini, Mira sengaja tidak membiarkan Kian ke TK Bintang, mengingat dia baru pulih. Mereka melewati pintu dan Kian menda
Terakhir Diperbarui: 2026-10-16
Chapter: 44. Siapa Suami Mira?
Semilir angin pagi menyapu lembut wajah Hayes yang berdiri di dekat jendela. Otaknya terus memutar senandung milik Sora. Senandung yang sama yang akan Mira nyanyikan nanti malam. Untuk ke sekian kalinya, ia bertanya pada dirinya sendiri—apa ia sungguh ingin mendengarkan senandung itu setiap malam? Bagaimana kalau perasaan familier itu tak kunjung hilang setelah dua minggu? Bagaimana kalau ia masih melihat Mira seolah ia tengah menatap sosok Sora? Hayes mengusap wajahnya dan melangkah ke sofa. Tepat saat ia duduk, Erwin mengetuk pintu. “Tuan, Nona Audrey sudah tiba.” “Persilakan masuk.” Pintu terbuka lebih lebar, memperlihatkan seorang wanita dalam balutan blazer dan rok pensil selutut. Sepatu hak tingginya mengetuk keramik dengan keras saat dia berjalan ke arah Hayes dengan percaya diri. Audrey Regina. Seorang maestro desain interior yang menguasai pasar kelas atas. Calon kolega bisnis Hayes. Audrey menawarkan kerja sama bisnis begitu melihat potensi dari perusahaan man
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: 43. Senyum Tipis Misterius
Mira menatap sisa uang yang ada di dompetnya. Setelah membayar sebagian utang dan sewa kontrakannya yang menumpuk, ia masih memiliki cukup uang untuk membeli beras dan lauk selama beberapa minggu.Uang muka dari Tuan Hayes kelewat banyak. Mira seharusnya tidak menerima uang lagi setelah kontrak senandung itu berakhir. Ia merasa tidak enak hati karena biaya rumah sakit Kian saja bukan jumlah yang sedikit.Ia bahkan belum bersenandung untuk Hayes.Apa memang... Tuan Hayes sedermawan itu?‘Aku harus bekerja lebih keras lagi,’ janjinya dalam hati.Mira mengambil bibit kacang koro yang dibelinya dan bergegas naik ke kamar rawat Kian. Pagi itu, Mira ingin memastikan Kian sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke mansion Tuan Hayes.Mira mendorong pintu terbuka dengan senyum mengembang. “Ian Sayang, lihat Ibu beli apa?”Di atas sofa, Kian mendongak penasaran. Dokter sudah memperbolehkannya untuk turun dari ranjang, jadi ia mulai bermain mobil-mobilan di sofa. “Ibu bawa apa?” tanyanya antusias
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: 42. Sikap Asli Nathan
Suasana di dalam rumah kecil itu mendadak sunyi senyap, menyisakan suara detak jam dinding di sudut. Mira terpaku di tempatnya berdiri, menatap Nathan dengan mata membulat tidak percaya.“Nathan...” Mira bersuara lirih, mencoba menarik napas dalam-dalam untuk meredakan kepanikan yang muncul. “Kau... kau pasti hanya bercanda 'kan? Iya, 'kan?”Nathan menggeleng, sepasang mata hitamnya memancarkan keseriusan. Tidak ada sedikit pun candaan di sana. “Mira, aku benar-benar ingin tahu apa ada sedikit ruang di hatimu untukku?” suaranya mengecil, terdengar penuh harap.Mira terdiam, untuk sesaat merasa linglung.Nathan mencoba menariknya lebih dekat, tetapi Mira buru-buru melepaskan pergelangannya.Nathan menatap kecewa. “Mira...”“Maaf, Nathan.” Mira memalingkan wajah dan mundur beberapa langkah. “Aku... aku tidak bisa,” bisiknya.Jawaban itu terasa seperti tikaman belati di hati Nathan. Kekecewaan terpampang jelas di wajahnya. Nathan menatap terluka. “Kenapa, Mira? Kenapa kau tidak bisa? Apa
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Kontrak Pernikahan Sang CEO

Kontrak Pernikahan Sang CEO

"Aku sudah memiliki kekasih, dan ... aku tidak bisa meninggalkan wanita itu." Layla tidak pernah menyangka bahwa perjodohannya dengan sang CEO akan berakhir sebagai perjanjian. Kenyataan bahwa Arsen telah memiliki kekasih membuatnya terpaksa menerima tawaran perjanjian pernikahan yang pria itu sodorkan. Hanya setahun dan kemudian keduanya akan resmi berpisah. Tetapi, apakah takdir menginginkan hal yang sama untuk dua insan itu?
Baca
Chapter: 96. Malam yang Panjang
Pagi harinya, mereka telah meninggalkan resort.Pak Surya datang kembali menjemput keduanya. Duduk di jok belakang, Arsen tidak berhenti bertanya apakah Layla baik-baik saja, semata-mata karena apa yang terjadi semalam.Arsen terlihat begitu khawatir, dan Layla malah ingin tertawa.Rasanya tidak sesakit yang Layla bayangkan. Apalagi dengan sentuhan Arsen yang lembut. Alih-alih sakit, ia justru merasa malu.“Kau ingin makan apa pagi ini?” tanya Layla saat mobil mulai berbelok masuk ke kompleks perumahan mereka.Arsen awalnya ingin memesan makanan, tetapi Layla menolak. Ia ingin memasak sendiri untuk Arsen. Mulai hari ini, ia akan menganggap kalau keduanya baru memulai hubungan sebagai suami-istri yang sesungguhnya.Tanpa kontrak itu.Memikirkannya kembali sungguh terasa seperti mimpi. Ketakutan yang selama ini bersarang di hatinya akhirnya menghilang, seperti burung-burung yang terbebas dari sangkarnya.Ketika ia menatap suaminya, hanya ada perasaan tenang yang tertinggal di dadanya. L
Terakhir Diperbarui: 2025-10-30
Chapter: 95. Malam Pertama
“Kalau kau merasa tidak nyaman, kita bisa pulang ke rumah.”“Tidak, tempat ini nyaman. Aku suka,” ujar Layla, menoleh dengan senyum tipis. Detik itu, sebuah kecupan mendarat di pelipisnya. Layla tidak tahu sudah berapa kali Arsen mengecupnya malam ini. Rasanya di setiap kesempatan, dia akan menunduk dan mengecupi wajahnya sampai Layla merasa geli. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa hatinya dipenuhi bunga yang mekar.Malam ini, sesuai ucapan Arsen, mereka menginap di resort yang baru dibangun. Tempatnya akan diresmikan dalam seminggu. Untuk itu, Arsen ingin memperkenalkan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh resort itu.Selain desain tiap ruangannya yang elegan dan mewah, resort itu juga memiliki fasilitas lengkap seperti kolam renang besar, pusat kebugaran, pusat olahraga air, restoran, spa dan juga arena bermain untuk anak. “Aku senang jika kau menyukainya,” gumam Arsen di belakangnya. Dia berdiri sangat dekat, panas tubuhnya terasa menembus gaun tidur tipis yang Layla k
Terakhir Diperbarui: 2025-10-14
Chapter: 94. Ungkapan Perasaan Arsen
Olivia mendekat ke arahnya dengan cepat. Tatapannya sinis. Dia tidak berbasa-basi dan langsung menyembur Layla dengan cemoohan dan umpatan, “Pasti sekarang kau merasa di atas angin karena Arsen berpihak padamu dan kami sudah putus hubungan, bukan? Dasar wanita jalang.”Layla menghela napas kasar. “Kau berselingkuh darinya. Dan itulah alasan kenapa Arsen putus denganmu. Kenapa kau malah bersikap seolah aku yang bersalah, padahal jelas-jelas itu salahmu sendiri?” ujar Layla acuh tak acuh. Suasana hatinya berubah drastis dalam sekejap. Ia tidak sedang berminat untuk berdebat.Olivia mendecih. “Memangnya kenapa aku bisa berselingkuh dari Arsen? Itu karena kau merebut Arsen dariku.” Suara Olivia sama sekali tidak terdengar bersalah atau menyesal.Layla menatapnya dengan tidak percaya. Dari semua orang yang ditemuinya, Olivia-lah yang memiliki muka paling tebal. Ia tidak menyangka setelah semua kebusukannya terbongkar, Olivia masih saja mencoba menyalahkannya.“Aku tahu berbohong itu sangat
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: 93. Kehadiran Olivia
“... untuk memperhatikan lebih jauh kinerja para karyawan dan tunjangan yang sesuai...”Di atas panggung, penyambutan Arsen telah memasuki inti pembahasan. Seluruh atensi tertuju padanya. Suaranya setenang laut di belakang mereka, tetapi semua orang diam mendengarkan.Layla duduk di kursi depan panggung seraya memperhatikan suaminya. Arsen sebagai seorang direktur dan seorang suami memiliki sisi yang sungguh berbanding terbalik. Selalu seperti ini.Direktur Arsen Sergio adalah pria yang penuh wibawa. Kharismanya tak terbantahkan. Meskipun masih muda, aura kepemimpinan terpancar kuat dari tubuhnya. Mata hitamnya menatap tegas ke arah para karyawan.Pria yang dingin, kaku, dan workaholic itu sedang mengambil alih.Tetapi ketika pandangan Arsen terarah padanya, Layla bisa melihat kehangatan dan kasih sayang itu. Senyum kecil terbit di bibir Arsen, membuat Layla otomatis ikut tersenyum.“Pandangan kak Arsen saat menatap Kakak memang beda, ya,” bisik Kiran di sampingnya. Setelah berkelilin
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: 92. Kesungguhan Arsen
Layla tidak bisa tidur semalaman memikirkan ucapan Arsen.Layla tahu—ia tahu ini yang ia inginkan sejak lama. Tetapi mengingat Arsen baru putus dari Olivia, ia merasa ragu itu hanya kemarahan sesaat Arsen.Meskipun, keseriusan yang terpancar di mata Arsen... afeksinya... harapan dan keinginannya... semuanya terlihat jelas dalam pandangan Layla.Tetap saja, ada sepercik keraguan yang timbul di hatinya.Jadi, Layla belum memberi jawaban. Ia meminta waktu selama beberapa hari, sampai mungkin pikiran Arsen jernih dari segala amarah. Jika dia tidak menyesali ucapannya tentang kontrak itu, maka Layla tidak akan menyimpan keraguan lagi.Lebih dari apa pun, Layla ingin Arsen terus berada di sisinya. Hanya jika Arsen benar-benar menginginkannya, tanpa ada keterpaksaan.“Kak Layla? Kakak dari tadi melamun terus?!”Suara melengking Kiran berhasil menyentak Layla dari lamunannya. Ia menoleh terkejut, dan Kiran menatapnya khawatir.“Kakak tidak apa-apa?”Layla menggeleng. “Tidak, maaf. Aku—agak me
Terakhir Diperbarui: 2025-09-28
Chapter: 91. Di Tengah Kontrak dan Perasaan
Angin sepoi-sepoi berembus menerpa wajah Arsen yang termenung di dekat jendela. Pandangannya terarah ke jalanan yang padat di bawah sana, tetapi pikirannya melanglang buana.Ia merasa pusing.Ia belum berani bicara pada Layla. Mereka sarapan bersama pagi tadi, mengobrol seperti biasa, tetapi seolah ada ketegangan tak terlihat yang membentang di antara keduanya.Helaan napas panjang berembus keluar dari mulutnya. Arsen beranjak dari tempatnya ketika pintu ruangannya terbuka.Olivia melangkah masuk dengan terburu-buru. “Arsen, kau tidak mungkin serius—”“Kau seharusnya sudah berada di kantor cabang sekarang,” sela Arsen, sama sekali tidak menatap Olivia. Ia duduk di kursinya, lalu membuka laptopnya.Olivia memutari meja dan mencoba menyentuh Arsen, tetapi Arsen menepis tangannya. Olivia mundur dengan terkejut.“Arsen, tolong dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan apa yang terjadi semalam. Aku mabuk dan aku tidak sadar! Sungguh! Kali ini saja, tolong maafkan aku!” suara Olivia terdengar p
Terakhir Diperbarui: 2025-09-26
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

Warning 18+ | mature themes, including strong language, graphic violence, and organized crime activities such as human trafficking, gunplay, etc. — Arabella Charlotte telah lama membunuh harapan dalam dirinya setelah berpisah dengan ibunya. Ia pikir, budak seperti dirinya hanya akan terus terikat dan terkungkung dengan pemiliknya. Namun sebuah kebakaran yang terjadi menghantarkan Bella pada jalan hidup yang lain. Benang takdir menuntunnya pada keluarga Linford dan mempertemukannya dengan anak mereka—Damian Linford. Sebuah pertemuan yang membuat hidup Bella terasa dijungkir balikkan. Beberapa fakta yang tidak ia ketahui sebelumnya, datang layaknya badai yang menghantam. Dan Damian Linford mengambil banyak andil di dalamnya.
Baca
Chapter: 149. Ending: Parade Musim Panas Alderson dan Kehamilan Bella
“Awas! Itu ada di mana-mana! Sebaiknya tepikan sepedamu di tempat lain!”Musim panas telah tiba. Kehangatan, liburan, dan piknik yang dirindukan oleh semua orang ada di depan mata. Tetapi, saat itu pula tanaman tumbleweed memulai perjalanannya untuk mencari mangsa. Bella tidak tahu sudah berapa kali ia memberi peringatan pada anak-anak yang tengah bersepeda.Tanaman itu menggelinding seperti bola di sepanjang jalan yang berdebu. Setiap kali angin bertiup kencang, ada saja tanaman tumbleweed penuh duri yang melintas. Bukan hanya satu, tetapi tiga sampai empat sekaligus. Anak-anak mulai berteriak saat kulit atau ban sepeda mereka tertusuk.“Sayang, biarkan saja mereka. Mereka sendiri yang ingin bersepeda ke sana,” kata Damian seraya membelokkan mobilnya ke jalan utama.Bella menoleh dengan tatapan tajam dan Damian mengatupkan bibirnya. “Tetap saja, mereka hanya anak-anak!” protes Bella.Damian menghela napas dan mengangguk mengiyakan. “Baiklah, baiklah. Terserahmu saja, Sayang,” ucapny
Terakhir Diperbarui: 2025-05-27
Chapter: 148. Lembaran Baru, Rangkuman Hidup
“Apa kau sungguh ingin meninggalkan desa kita dan pergi bekerja di kota saat dewasa nanti?”“Ya, aku tidak ingin makan tumis jamur liar terus. Aku ingin sering makan daging dan membelikan apa pun untuk Ibuku,” jawab Bella, menatap Damian dengan senyum kecil.Bibir Damian mengerucut dan ia tampak merenung untuk sejenak. “Ayah juga pernah bilang ingin pergi ke Pennsyl, tapi aku belum tahu apa itu sungguhan,” katanya kemudian.“Berarti kita akan sama-sama meninggalkan desa. Apa kau pikir desa kita akan berubah?”“Entahlah. Saat kita tumbuh dewasa, mungkin desa kita sudah berubah menjadi kota.”Bella mengangguk setuju. “Mungkin.”Kenyataannya tidak begitu. Desa mereka telah menghilang.Bella tersenyum sendu mengingat kenangan masa lalunya. Bella dan Damian kecil yang penuh dengan mimpi dan harapan. Mereka tidak pernah mengira bahwa masa depan akan menjadikan mereka sebagai budak dan mafia.Hidup terus berjalan. Orang-orang pergi dan berdatangan. Tempat yang mereka kira takkan berubah pun k
Terakhir Diperbarui: 2025-05-26
Chapter: 147. Rencana Bulan Madu
Bella menatap suaminya, napasnya masih terengah-engah setelah ciuman panjang mereka. Rasa alkohol yang pahit tertinggal di mulutnya.Senyum tipis merekah di bibir Damian, tetapi matanya terasa membakar seluruh tubuh Bella. Mereka telah melakukannya beberapa kali sebelum pernikahan, tetapi malam ini, Damian tampak berbeda.Ini bukan efek alkohol atau minuman apa pun. Mereka tenggelam dalam gairah dan hanya ada satu hal yang dapat meredakan gejolak itu.Damian membungkuk dan menciumi rahang hingga leher Bella yang terbaring telentang di atas kasur. Bibirnya yang lembap meninggalkan jejak basah di kulit Bella, membuat gadis itu tanpa sadar mendesah. Tangan Bella bergerak turun untuk mengusap pinggang Damian.“Ya, sentuh aku di sana, Sayang,” gumam Damian serak. Suaranya rendah, menggoda.Bella menggerakkan tangannya semakin ke bawah dan napas Damian memberat. Damian memiliki pinggang yang ramping, padat, dan berotot, sementara bahu dan pundaknya lebar.Tubuhnya atletis, terbentuk dengan
Terakhir Diperbarui: 2025-05-13
Chapter: 146. Hari Pernikahan (3)
“Dagingnya matang sempurna, itu terlihat enak.”“Kau mau?”“Tidak, aku hanya ingin memasukkannya ke dalam mulutku, brengsek!”“Sama saja kau mau, dasar bajingan!”“Memangnya aku tadi bilang apa?”“Heh! Mulutmu bau telur busuk!”Bella menggeleng-geleng mendengar percakapan heboh dari para anggota organisasi. Mereka tidak pernah menggunakan filter saat berada di mansion. Semua umpatan dan kata-kata kotor diucapkan secara gamblang.Di luar, mereka mungkin menunjukkan kesopanan dan sikap manis yang tidak ada duanya. Tetapi di wilayah mereka sendiri, semuanya serba transparan.Malam ini, setelah acara resepsi usai, mereka mengadakan perayaan kecil dengan membakar daging di halaman samping mansion. Hanya keluarga Damian dan anggota organisasi yang tinggal, sisanya sudah pulang sejak jam 5 sore.Bella duduk di salah satu bangku sambil menikmati anggurnya. Ia hanya minum sedikit, tidak sampai segelas. Di sisi lain, Damian entah sudah menghabiskan berapa botol anggur.Dia ikut membakar daging
Terakhir Diperbarui: 2025-05-11
Chapter: 145. Hari Pernikahan (2)
“Kuenya sangat enak. Ibu sendiri 'kan yang membuatnya bersama yang lain?”Helena mengangguk, dan memberikan sepotong kue lagi ke dalam piring Bella. “Iya, kami membuatnya bersama-sama. Ibu senang kau menyukainya, Sayang. Damian juga sudah mencobanya?”“Sudah, Ibu. Dia menghabiskan tiga potong sebelum pergi ke sana.” Bella mengedikkan kepalanya ke seberang ruangan, tempat di mana Damian sedang bicara dengan rekan bisnis Martinez. “Ibu sudah makan?”“Sudah. Jangan khawatirkan, Ibu, ya.” Helena tersenyum simpul. Jemarinya dengan lembut merapikan leher gaun Bella yang terlipat, kemudian ia menatap wajah putrinya lekat-lekat.Terlihat jelas bahwa Helena masih tidak menyangka bahwa putri satu-satunya yang ia miliki telah menikah. Helena tidak bisa berhenti mengucap rasa syukur. Setiap kali ia menatap Bella cukup lama, rasanya air matanya akan tumpah.Itu semua adalah air mata kebahagiaan.Seorang ibu yang sepanjang hidupnya membesarkan anaknya dalam keadaan menyedihkan, bahkan menyeretnya k
Terakhir Diperbarui: 2025-05-09
Chapter: 144. Hari Pernikahan (1)
“Damian?”“Hm?”“Damian?”“Ya?”“Vergara?”“Apa?!” Damian menoleh sepenuhnya dengan wajah jengkel. Ia tidak mengerti kenapa Bella sejak tadi hanya terus memanggilnya tanpa mengatakan apa-apa.Bella cengengesan. “Kau marah?”“Tidak. Tapi kenapa kau terus memanggil?”“Aku ingin tahu apa...” Bella memainkan tangannya dan terlihat ragu-ragu sejenak. “Apa kau mau menemaniku mencari jamur liar di hutan?”Damian mengernyit. Tangannya yang tengah membilas badan kuda mendadak terhenti. Ia menatap Bella dengan saksama. “Apa ayahmu masih belum pulang?”Bella menunduk, menatap air sungai yang telah keruh. Mereka hampir selesai memandikan kuda ayah Damian dan berniat pulang. “Iya. Ibu tidak punya uang untuk membeli gandum.”Terdengar helaan napas berat, kemudian Damian menyahut pelan, “Baiklah. Aku akan menemanimu.”Bella langsung mengangkat kepalanya. “Benarkah? Tapi apa ayahmu tidak marah?”“Tidak akan. Kau tunggu di sini, aku akan membawa pulang kuda ini dulu.”Bella mengangguk patuh dan keluar
Terakhir Diperbarui: 2025-05-07
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Kekuatan dan kekuasaan adalah hal yang utama di Mosirette. Rakyat jelata seperti Annalise York hanya bisa tunduk pada perintah. Ia terpaksa harus menerima lamaran dari Kaiden Hyperion—seorang jenderal kejam yang merupakan tangan kanan pemimpin negara mereka. Demi menuruti permintaan ayahnya, Annalise mau tak mau menjadi istri kedua. Tetapi rupanya, keinginan ayahnya tidak sesederhana itu. Ketika rahasia satu per satu terungkap, Annalise hanya bisa memilih satu pihak untuk didukung.
Baca
Chapter: 181. Akhir Cerita: Kayson Hyperion
25 tahun kemudian. “Kayson, sampai kapan kau akan seperti ini?” “Astaga, Ibu—” “Dengar, umurmu sudah 25 tahun!” Anna berkacak pinggang dan menatap putranya dengan tajam. “Sampai kapan kau akan melajang dan menolak semua gadis yang Ibu perkenalkan?” Kayson menghela napas dan meletakkan berkas di tangannya. Ia mendongak, menatap ibunya yang berdiri di depan meja kerjanya, masih memelototinya. “Ibu, aku sedang bekerja sekarang, jadi—” “Ini yang terakhir.” Anna menyela cepat, merasa kesal dan juga gemas dengan sikap putranya yang kelewat menutup diri. Sudah puluhan gadis yang ia perkenalkan, tetapi Kayson selalu menolak mereka semua. “Gadis ini sangat pintar dan manis, Ibu yakin kau akan menyukainya. Cobalah untuk berkenalan, dan jika gagal, Ibu tidak akan mencampuri hubungan asmaramu lagi. Bagaimana?” Tawaran itu terdengar sangat menggiurkan. Terlebih lagi, Kayson sudah lelah dengan semua acara kencan buta yang Ibunya selenggarakan. “Ibu serius? Ini yang terakhir?” tanyanya, memast
Terakhir Diperbarui: 2026-08-16
Chapter: 180. Kisah Mereka Baru Dimulai
Anna tertidur cukup lama setelah sarapan.Ketika ia membuka mata, bukan Fay yang berada di kursi samping tempat tidurnya, melainkan Kaiden.Kaiden menunduk menatapnya dengan tatapan lembut, penuh kasih. Wajahnya masih sangat pucat, membuat luka-luka di kulitnya tampak menonjol. Warnanya merah meradang, beberapa sudah mulai berubah menjadi ungu.Meskipun begitu, tatapan dan ekspresinya yang teduh seolah memudarkan semua luka mengerikan itu.Kaiden tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh wajah Anna dengan lembut. Gerakannya begitu halus dan hati-hati, seolah dia takut akan menyakiti sang istri. “Bagaimana perasaanmu, Sayangku?”“Aku merasa lebih baik. Jauh lebih baik setelah melihat wajah tampan suamiku ini,” jawab Anna, tersenyum manis.Senyum Kaiden melebar. Wajahnya terlihat dua kali lipat lebih menawan. Ia menunduk, dan mengecup lembut puncak hidung Anna. “Bagaimana bisa kau baru bangun dan sudah menggoda suamimu?”Anna tersipu dan mencoba memalingkan muka, tetapi Kaiden tida
Terakhir Diperbarui: 2026-08-16
Chapter: 179. Sampai Mereka Menua
Rasanya seperti tenggelam di laut yang dingin. Seluruh tubuhnya membeku, ia tidak bisa bergerak. Ia ingin menyerah dan menyerahkan hidupnya. Namun, sebuah tangan terasa menariknya ke permukaan.Sayup-sayup, Anna bisa mendengar suara riuh dari kejauhan. Kemudian, suara itu lenyap dan berubah menjadi suara lembut yang familier.Fay?Anna mencoba membuka matanya yang terasa berat. Rasanya seolah kelopak matanya telah direkatkan menggunakan lem. Samar-samar, ada sesuatu yang terasa berdenyut, menusuk-nusuk bagian belakang kepalanya.Tanpa sadar, ia mengerang dan mencoba untuk memijat kepalanya, tetapi tangannya tidak bisa digerakkan.“Nyonya! Anda akhirnya sadar!”Suara Fay terdengar nyaring di atasnya.Anna mengerjap-ngerjap, berusaha membersihkan pandangannya yang terasa berkabut. Sekali lagi ia mencoba menggerakkan tangannya untuk mengucek mata, tetapi tubuhnya terlalu lemas.“Nyonya, apa Anda bisa mendengar saya?” tanya Fay, nadanya khawatir. Setelah beberapa saat, wajahnya akhirnya
Terakhir Diperbarui: 2026-08-16
Chapter: 178. Bantuan Datang
Tidak ada tanda-tanda kalau bantuan akan segera datang. Sejauh mata memandang, hanya ada gurun tak berujung yang terlihat. Anna hanya bisa melihat tembok pembatas Mosirette dari kejauhan. Ukurannya sangat kecil, yang menandakan kalau jaraknya sangat jauh. Ia tidak mungkin bisa menempuh jarak sejauh itu dalam keadaan seperti ini. Kaiden terluka dan tak sadarkan diri. Denyut nadinya sangat lemah, meskipun darah di punggung, perut, bahu, dan sudut mulutnya telah berhenti mengalir. Anna hanya bisa membebat luka Kaiden seadanya menggunakan robekan bagian bawah pakaiannya. Jika dibiarkan seperti itu terus, lukanya bisa mengalami infeksi, apalagi dengan keadaan gurun yang anginnya terus bertiup. Debu pasir dan kuman akan memperparah luka Kaiden dalam waktu semalam. Ia harus mencari bantuan terdekat. Tetapi di mana? Anna memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil kedinginan sambil memikirkan jalan keluar yang bisa ia tempuh. Di sampingnya, tubuh Kaiden ia sandarkan ke batang pohon ag
Terakhir Diperbarui: 2026-08-13
Chapter: 177. Kehancuran Panthera Kroy
Kaiden membeku di tempat, untuk sesaat merasa syok. Sampai kemudian, alarm keras yang berbunyi menyadarkannya dari posisinya. 5 menit. Mereka hanya memiliki waktu lima menit untuk keluar dari bunker itu sampai seluruh bom yang dipasang meledak. “Kaiden, ayo!” Anna sudah berlari ke arahnya dengan membawa pistol milik Baliant. Kaiden segera berdiri dan meraih tangan Anna. Mereka berlari keluar menuju lorong, hanya untuk berpapasan dengan tiga pemberontak. Wajah mereka semua terlihat panik mendengar alarm peringatan yang berbunyi keras. Kaiden tanpa basa-basi melumpuhkan dua pemberontak yang berada di barisan paling depan. Satu lagi berusaha menembak Kaiden, tetapi Anna lebih gesit membidik kepalanya. Mereka bertiga langsung tumbang ke lantai lorong dengan bunyi gedebuk keras. “Ke sana!” Kaiden kembali menarik tangan Anna menuju lorong yang lain. Alarm terus menghitung mundur, membuat adrenalin mereka berpacu tak terkendali. “Mungkin akan lebih banyak pemberontak yang muncul m
Terakhir Diperbarui: 2026-08-06
Chapter: 176. Bom Waktu
“Ka-kaiden?”Anna berbisik rapuh, matanya melebar tidak percaya.Segaris senyum menyakitkan terbentuk di bibir Kaiden. “Ya, ini aku, Sayangku,” ucapnya dengan suara tercekat.Hatinya terasa dicabik-cabik melihat betapa ringkihnya tubuh sang istri. Berat badannya tampak turun drastis dan pipinya yang pucat terlihat sangat tirus. Air mata tanpa bisa ditahan menetes ke wajah Kaiden, merasa bersalah karena datang terlalu lama. “Maaf, aku datang terlambat.”Anna menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin mengatakan bahwa Kaiden tidak terlambat, tetapi tangis lebih dulu mengambil alih. Ia hanya bisa terisak keras saat Kaiden meraihnya dan merengkuhnya ke dalam dekapan.“Maafkan aku, maafkan aku,” bisik Kaiden berulang kali, suaranya pecah. Ia menciumi rambut Anna dalam-dalam dan menenggelamkan wajahnya di sana. Tubuhnya bergetar hebat, dibanjiri perasaan lega dan juga sesak.“Jangan minta maaf.” Anna berbisik parau. Kepalanya bersandar di dada Kaiden, merasakan debaran jantung suaminya
Terakhir Diperbarui: 2026-08-05
Anda juga akan menyukai
Bersyukur Memilikimu
Bersyukur Memilikimu
Romansa · hernaupin
7.5K Dibaca
Pewaris CEO yang Terbuang
Pewaris CEO yang Terbuang
Romansa · Risca Amelia
7.5K Dibaca
Cinta Pertamaku, Suami Orang
Cinta Pertamaku, Suami Orang
Romansa · Hujan Aksara
7.4K Dibaca
Mafia Cantik Dan CEO buruk Rupa
Mafia Cantik Dan CEO buruk Rupa
Romansa · Rindu_Mentari
7.4K Dibaca
Suami gay saya
Suami gay saya
Romansa · Pseudonym
7.4K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status