Share

Menuai Karma Instan

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-25 15:33:01

"Terima kasih, Pak Hotman. Akhirnya, kami bisa keluar dari kantor polisi!" ucap Banyu lega. Sudah 2 x 24 jam dia dan Ratna harus menjadi tahanan sementara padahal dia tidak melakukan apa pun yang berkaitan dengan kejahatan.

"Sama-sama, Pak Banyu. Menurut saya hanya sedikit kesalah pahaman saja kejadian di kapal pesiar itu. Next time lebih hati-hati saja, pesan saya untuk Nona Ratna Kirana!" Pengacara kondang itu melirik ke arah pasangan Banyu penuh arti.

Ratna pun membungkukkan badan dan berkat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (21)
goodnovel comment avatar
Arz kaf Sity
bagus tha akhirnya kamu bergerak buat balas Ratna gtu dong kamu harus tegas sama mereka jgn mau diinjak2 lagi
goodnovel comment avatar
Arz kaf Sity
nah kan lw bukan karna Artha kmu tuh gak ada apa2nya Banyu. dia istri p3mbawa rezeki buatmu tpi kamu malah milih wanita pembawa sial buatmu. ya selamat menikmati hari2 kebruntunganmu yg tinggal diujung krna bemtar lagi kamu akan dibuat abis sma Artha
goodnovel comment avatar
Arz kaf Sity
beuh si Ratna multnya tajem bner berasa dia paling baik aja gk tau aja dia lw Calvin itu lelaki masa kecilnya Artha
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Anniversary Pernikahan Ketiga yang Istimewa (THE END)

    Ruang rapat utama di lantai puncak gedung Perusahaan Respati terasa tenang meskipun penuh konsentrasi. Meja panjang dari kayu jati mengilap dikelilingi jajaran manajemen inti dari dua perusahaan besar yaitu Respati Grup dan Lady A Kosmetika. Di ujung meja, Banyu Respati duduk dengan sikap tegas namun ramah, sesekali melirik ke seberang tempat duduk Arthalita Yudono, wanita yang pernah menjadi pendamping hidupnya selama tujuh tahun. Namun, kini hanya menyisakan rasa hormat dan persahabatan profesional.Setelah pembahasan mendalam mengenai rencana pengembangan pasar, strategi pemasaran, dan spesifikasi produk, tiba pada puncak pertemuan. Dokumen perjanjian kerja sama telah disiapkan rapi di atas meja. Banyu dan Artha masing-masing mengambil pena, lalu menandatangani lembar demi lembar dengan keyakinan penuh.Selesai menandatangani, keduanya berdiri bersamaan. Banyu mengulurkan tangannya, disambut erat oleh Artha.“Kuharap proyek baru ini bisa saling menguntungkan, Tha!” ucap Banyu deng

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Lembaran Baru yang Penuh Harapan

    "Jadi, bagaimana kondisi kesehatanku sekarang, Dok?" tanya Banyu dengan senyuman penuh karisma.Dokter Laura pun menjawab dengan tenang seusai membaca hasil pemeriksaan laboratorium sampel darah Banyu, "Sangat bagus. Ginjal yang dicangkokkan ke tubuhmu berfungsi dengan baik seperti yang diharapkan. Ini kontrol kesehatan terakhir Anda, Pak. Kembali lagi tiga bulan lagi untuk memastikan segala sesuatunya tetap normal!""Terima kasih atas segala pertolongan Anda, Dokter Laura. Ngomong-ngomong, apa boleh saya mentraktir makan malam nanti?" ujar Banyu mencoba untuk mendekati dokter yang terkenal masih single hingga detik ini tersebut."Tentu, kirimkan saja alamat restorannya. Apa jam tujuh malam oke?" sahut Dokter Laura ringan."Sempurna, kutunggu di Restoran King Prawn jam tujuh malam, Dok!" balas Banyu sebelum.berpamitan meninggalkan ruang periksa pasien.Sejak hari itu, hubungan keduanya perlahan berubah. Batas antara dokter dan pasien mulai luntur seiring dengan seringnya mereka berkom

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Akhir Tragis Nasib Ratna

    Ratna yang saat itu belum merasa curiga sedikit pun, menganggap hal itu hanya masalah kecil dan kebetulan saja. Dia pun menuruti saran Pietra. Masuk ke dapur yang sangat asing baginya, dia berusaha mengolah apa yang ada di sana. Hasilnya sederhana saja yaitu mie instan rebus, telur ceplok, dan beberapa potong sosis goreng. Makanan yang sangat sederhana bagi ukuran rumah sebesar ini. Malahan dengan tidak tahu diri, dia tidak menyiapkan makanan untuk Pietra sama sekali.Namun, hari berganti minggu, dan kondisi itu tidak berubah. Tidak ada pelayan yang datang kembali. Ruangan kamar tidur yang luas mulai berantakan, debu menumpuk di sudut-sudut yang tinggi, dan berbau apek.Selain itu menu makanannya tetap berputar pada hal yang sama yaitu mie instan, telur, nuget, atau sosis. Ratna yang sudah terbiasa dilayani, dimanjakan, dan hidup bersih rapi sejak dulu, kini mulai merasa muak dan tidak kuat lagi menahan situasi buruk yang tak terduga ini.Suatu sore, ketika Pietra sedang duduk santai

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Menjemput Istrinya Pulang

    Di tengah hiruk-pikuk malam kota Bangkok yang selalu dipenuhi nyanyian bising, di balik deretan lampu neon berwarna-warni yang menyala terang, berdiri sebuah tempat hiburan malam yang cukup terkenal di kalangan pengunjung asing maupun lokal. Di sanalah Ratna Kirana kini menghabiskan hari-harinya yang kelam.Wajah yang dulu sering menghiasi layar kaca televisi sebagai aktris sinetron dan film.layar lebar populer, kini tampil dengan riasan lebih tebal, pakaian yang seksi hingga sangat terbuka, dan senyuman manis yang dipaksakan demi setiap lembar uang yang didapatnya dari klien hidung belang. Dulu, memang sudah ada kabar tersembunyi bahwa Ratna tidak sepenuhnya bersih. Di balik kemewahan dan popularitasnya, dia juga bersedia melayani tamu istimewa dengan bayaran tinggi. Istilah yang biasa disebut dunia hiburan sebagai open BO. Namun, saat itu masih terselubung rapi. Kini, setelah serangkaian kejadian pahit, Ratna sudah melepaskan semua topeng itu. Di negeri Thailand ini, dia hidup ter

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Satu yang Tidak Pernah Berubah

    Matahari pagi menyelinap lewat celah kaca jendela ruang rawat, menerangi wajah Banyu yang tampak lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sudah empat bulan dia menjalani perawatan intensif pasca operasi cangkok ginjal. Hari ini, akhirnya dia diperbolehkan pulang. Dokter Laura Gallinavera masuk ke ruangan dengan senyum tenang, membawa selembar catatan medis di tangannya.“Selamat, Pak Banyu. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan ginjal barumu berfungsi dengan baik dan tidak ada tanda-tanda penolakan dari tubuh,” ujar Dokter Laura sambil berdiri di samping tempat tidur pasien.Banyu mengangguk lega, tangannya meremas ujung selimut. “Terima kasih banyak, Dokter. Tanpa kesabaran dan perhatian Anda selama ini, saya tidak tahu apakah bisa bernapas sampai hari ini.”Dokter Laura tersenyum lembut. “Ini juga kerja kerasmu sendiri yang menjaga pola makan dan istirahat sesuai anjuran. Tapi ingat, pemulihan tidak berhenti saat kamu keluar dari pintu rumah sakit. Ada satu hal yang harus kam

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Kelahiran Jose Christopher Indrajaya

    Lima hari masa isolasi ketat telah berlalu dengan penuh kesabaran dan doa. Kini, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat nyata pada diri Banyu Respati. Meski tubuhnya masih terasa sangat lemah dan gerakannya harus tetap hati-hati. Namun, ada perubahan besar yang dia rasakan di dalam dirinya. Rasa berat, pegal, dan lelah yang dulu seolah menempel di badannya perlahan menghilang berganti kesegaran baru. Napasnya terasa lebih lega, tekanan darah lebih stabil, dan secara keseluruhan Banyu sadar betul bahwa tubuhnya mulai menerima organ baru itu dengan sangat baik. Ginjal yang sehat kini bekerja diam-diam tapi mantap, menyaring cairan dan racun dengan sempurna. Itu sesuatu yang sudah lama dia rindukan.Sesuai keputusan tim medis, Banyu pun dipindahkan dari ruang rawat intensif menuju kamar rawat VIP yang jauh lebih luas, nyaman, dan lengkap fasilitasnya. Di sini aturan penjagaan sudah dilonggarkan, pintu ruangan kini terbuka bagi siapa saja yang ingin menjenguk, tentu saja tetap menjaga kebe

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Kembali Ke Tempat yang Seharusnya

    "Artha, apa kau sudah siap ikut bersama kami?" tanya Ervan, kakak sulungnya dengan tatapan penuh kebencian tertuju ke Banyu, Nyonya Diana, dan Ratna."Iya. Ayo pergi sekarang!" sahut Artha yakin. Hatinya dibanjiri kelegaan melihat kedua kakaknya tiba tepat waktu menjemputnya keluar dari lembah nest

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Tertampar Kerasnya Kenyataan

    "Mas Banyu, lebih baik kita bicarakan sekarang. Apa rencana kamu dengan membawa perempuan lain ke rumah ini?" ucap Artha membulatkan tekadnya. Dia tak bisa menutup mata dari situasi buruk yang menerpa rumah tangganya tanpa pertanda sebelumnya. Banyu beranjak dari kursinya lalu bergegas masuk ke da

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Desahan Panas Dari Kamar Sebelah

    "Hahaha ... kekanak-kanakan sekali, pake dirayain dengan kue ulang tahun gede banget gitu. Siapa yang bakal ngehabisin sih?" Banyu tertawa kering sembari melihat Artha berdiri menyalakan lilin berbentuk angka 7 itu.Ratna ikut tertawa renyah dibuat-buat untuk mengejek Artha. Dia senang bisa menginj

  • Istri yang Kau Buang Ternyata Bos Besar   Perayaan Tujuh Tahun Pernikahan

    "Wow ... kue buatan Mama bagus sekali!" sorak Geovan sambil bertepuk tangan dengan wajah dipenuhi senyuman.Arthalita Yudono sedang menghias sponge cake dengan butter cream warna pink menggunakan pipping bag. Dia tersenyum gembira mendengar pujian putranya. "Iya dong, Sayang. Ini 'kan buat merayaka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status