LOGINHanya demi mendapat sebuah kontrak bisnis dengan pengusaha muda yang dikenal playboy, bernama Gery, Raka tega menjadikan istrinya sebagai umpan. Namun siapa sangka, Ana, istri Raka justru terlibat skandal hubungan dengan Gery. Karena ternyata Gery bukan seperti yang dikenal banyak orang. Dia adalah....
View MoreSuasana di meja makan yang tadinya sunyi mendadak berubah menjadi medan pertempuran yang dingin.Ibu Dewi dengan kelicikan yang dibungkus rapi dalam nada bicara keibuan, sengaja tidak membiarkan topik itu menguap. Dia tahu bahwa kelemahan terbesar Ana adalah putrinya, dan dia tidak ragu untuk menggunakan Nia sebagai pion dalam permainan ini."Nia, kamu tahu tidak? Mama ini orang hebat. Sekarang Mama sedang memegang kunci supaya Nia bisa terus les balet, supaya kita bisa liburan lagi seperti tahun lalu. Tapi, Mama sepertinya lagi capek dan mau menyerah. Kasihan Papa kan, kalau harus berjuang sendiri?" Ucap ibu Dewi sambil mengusap rambut Nia perlahan, tapi matanya tetap tertuju tajam pada Ana.Ana tersedak air yang tengah diminumnya. Dia menatap mertuanya dengan pandangan tidak percaya."Ibu... tolong, jangan libatkan Nia dalam urusan ini. Ini tidak pantas." Sahut Ana."Kenapa tidak pantas? Nia berhak tahu bahwa masa depannya ada di tangan ibunya. Ana, Pak Gery itu hanya meminta kam
Di lantai bawah, denting sendok yang beradu dengan piring porselen terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur kesabaran Ibu Dewi.Meja makan sudah tertata rapi dengan nasi goreng hangat dan aroma kopi yang kuat, tapi kursi di samping Raka masih kosong.Ibu Dewi melirik ke arah tangga, lalu beralih pada Nia yang sedang mengunyah rotinya dengan pelan."Nia sayang, Bisa bantu Nenek? Coba ke atas, panggil Mama. Katakan pada Mama, kita semua sudah menunggu untuk sarapan. Kalau Mama sakit, bilang Nenek khawatir sekali." Ucap Ibu Dewi dengan nada yang sangat lembut kepada cucunya."Iya, Nek. Mungkin Mama masih mengantuk," jawab Nia dengan polos segera turun dari kursinya dan berlari kecil menaiki anak tangga.Di dalam kamar, Ana masih terduduk di tepi ranjang dengan mata sembab. Saat mendengar ketukan kecil di pintu, dia tersentak."Mama? Ini Nia. Buka pintunya, Ma..." Panggil Nia pada ibunya.Suara bening itu seperti air dingin yang menyiram api kemarahan Ana. Dia segera mengha
Keesokan harinya, sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar dengan cara yang sangat kontras dengan suasana hati Ana.Dia terbangun dengan sisa riasan mata yang menghitam di bawah kelopak, saksi bisu dari air mata yang dia tahan semalaman. Tubuhnya terasa remuk, seolah baru saja melakukan perjalanan jauh melintasi badai. Di lantai bawah, sayup-sayup terdengar suara Raka yang berbicara dengan nada tinggi dan penuh semangat di telepon.Ana duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah gaun hitam yang dia sampirkan begitu saja di kursi. Pintu kamar terbuka dengan kasar. Raka masuk dengan wajah yang tampak merah padam karena kegembiraan yang meluap-luap. Dia menggenggam ponselnya erat-erat, seolah benda itu adalah piala kemenangan."Ana! Kamu tidak akan percaya ini! Barusan Pak Gery menelepon. Dia membatalkan perjalanannya ke luar negeri! Katanya, setelah bertemu denganmu semalam, dia merasa proyek ini terlalu sayang untuk dilewatkan atau diserahkan kepada asistennya. Dia ingin
Malam kian larut saat mobil Ana perlahan memasuki pelataran rumah. Dia duduk diam di balik kemudi selama beberapa menit, membiarkan mesin mobil tetap menyala.Dia menatap map hitam di kursi penumpang, selembar kertas bertanda tangan yang telah menukar ketenangan jiwanya.Dia menyentuh wajahnya di cermin. Riasan dari salon tadi masih sempurna, tapi di matanya, dia hanya melihat orang asing yang baru saja menggadaikan harga diri demi kenyamanan orang lain. Lalu Ana mematikan mesin, mengambil map itu, dan melangkah masuk ke dalam rumah yang terasa seperti penjara mewah.Begitu pintu jati itu terbuka, Raka dan Ibu Dewi ternyata sudah menunggu di ruang tengah.Mereka duduk dengan gelisah, namun seketika bangkit berdiri saat melihat sosok Ana muncul. Suasana yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh dengan harapan yang egois."Ana! Kamu sudah pulang? Bagaimana? Dia tanda tangan? Katakan padaku dia setuju!" Ucap Raka sambil menghampiri Ana dengan langkah lebar. Wajahnya berseri-seri, matan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.