FAZER LOGINArthalita Yudono dicampakkan oleh suaminya setelah pria itu menjadi seorang pebisnis sukses. Banyu Respati membawa pulang selingkuhannya dan meminta Arthalita menanda tangani surat cerai sekaligus mengusir istri beserta putranya keluar dari rumah keluarga Respati. "Enyah dari rumahku, Artha. Ini cek untuk kompensasi perceraian kita, mungkin kau butuh untuk menghidupi Geovan!" Banyu mengulurkan selembar cek bertuliskan nominal seratus juta rupiah. Namun, Arthalita menepis itu dan menggandeng tangan putranya. Rahim yang membawa janin anak keduanya berkontraksi hebat setelah berkelahi dengan suaminya. Dia berkata tanpa membalik badannya, "Aku tak butuh uangmu, Mas. Jangan pernah mencari aku dan Geo lagi di kemudian hari!" Hari itu Arthalita meninggalkan kediaman Respati dan membawa dendam yang tidak akan padam sebelum dia membalas mantan suaminya yang tak tahu diuntung itu. Sederet mobil sedan mewah berhenti di depan halaman, mereka menjemput wanita yang baru saja diceraikan oleh Banyu. Mertua dan selingkuhan Banyu berdiri di teras lalu Nyonya Diana Respati bertanya penasaran, "Mobil mewah milik siapa yang menjemput Artha?"
Ver maisRuang rapat utama di lantai puncak gedung Perusahaan Respati terasa tenang meskipun penuh konsentrasi. Meja panjang dari kayu jati mengilap dikelilingi jajaran manajemen inti dari dua perusahaan besar yaitu Respati Grup dan Lady A Kosmetika. Di ujung meja, Banyu Respati duduk dengan sikap tegas namun ramah, sesekali melirik ke seberang tempat duduk Arthalita Yudono, wanita yang pernah menjadi pendamping hidupnya selama tujuh tahun. Namun, kini hanya menyisakan rasa hormat dan persahabatan profesional.Setelah pembahasan mendalam mengenai rencana pengembangan pasar, strategi pemasaran, dan spesifikasi produk, tiba pada puncak pertemuan. Dokumen perjanjian kerja sama telah disiapkan rapi di atas meja. Banyu dan Artha masing-masing mengambil pena, lalu menandatangani lembar demi lembar dengan keyakinan penuh.Selesai menandatangani, keduanya berdiri bersamaan. Banyu mengulurkan tangannya, disambut erat oleh Artha.“Kuharap proyek baru ini bisa saling menguntungkan, Tha!” ucap Banyu deng
"Jadi, bagaimana kondisi kesehatanku sekarang, Dok?" tanya Banyu dengan senyuman penuh karisma.Dokter Laura pun menjawab dengan tenang seusai membaca hasil pemeriksaan laboratorium sampel darah Banyu, "Sangat bagus. Ginjal yang dicangkokkan ke tubuhmu berfungsi dengan baik seperti yang diharapkan. Ini kontrol kesehatan terakhir Anda, Pak. Kembali lagi tiga bulan lagi untuk memastikan segala sesuatunya tetap normal!""Terima kasih atas segala pertolongan Anda, Dokter Laura. Ngomong-ngomong, apa boleh saya mentraktir makan malam nanti?" ujar Banyu mencoba untuk mendekati dokter yang terkenal masih single hingga detik ini tersebut."Tentu, kirimkan saja alamat restorannya. Apa jam tujuh malam oke?" sahut Dokter Laura ringan."Sempurna, kutunggu di Restoran King Prawn jam tujuh malam, Dok!" balas Banyu sebelum.berpamitan meninggalkan ruang periksa pasien.Sejak hari itu, hubungan keduanya perlahan berubah. Batas antara dokter dan pasien mulai luntur seiring dengan seringnya mereka berkom
Ratna yang saat itu belum merasa curiga sedikit pun, menganggap hal itu hanya masalah kecil dan kebetulan saja. Dia pun menuruti saran Pietra. Masuk ke dapur yang sangat asing baginya, dia berusaha mengolah apa yang ada di sana. Hasilnya sederhana saja yaitu mie instan rebus, telur ceplok, dan beberapa potong sosis goreng. Makanan yang sangat sederhana bagi ukuran rumah sebesar ini. Malahan dengan tidak tahu diri, dia tidak menyiapkan makanan untuk Pietra sama sekali.Namun, hari berganti minggu, dan kondisi itu tidak berubah. Tidak ada pelayan yang datang kembali. Ruangan kamar tidur yang luas mulai berantakan, debu menumpuk di sudut-sudut yang tinggi, dan berbau apek.Selain itu menu makanannya tetap berputar pada hal yang sama yaitu mie instan, telur, nuget, atau sosis. Ratna yang sudah terbiasa dilayani, dimanjakan, dan hidup bersih rapi sejak dulu, kini mulai merasa muak dan tidak kuat lagi menahan situasi buruk yang tak terduga ini.Suatu sore, ketika Pietra sedang duduk santai
Di tengah hiruk-pikuk malam kota Bangkok yang selalu dipenuhi nyanyian bising, di balik deretan lampu neon berwarna-warni yang menyala terang, berdiri sebuah tempat hiburan malam yang cukup terkenal di kalangan pengunjung asing maupun lokal. Di sanalah Ratna Kirana kini menghabiskan hari-harinya yang kelam.Wajah yang dulu sering menghiasi layar kaca televisi sebagai aktris sinetron dan film.layar lebar populer, kini tampil dengan riasan lebih tebal, pakaian yang seksi hingga sangat terbuka, dan senyuman manis yang dipaksakan demi setiap lembar uang yang didapatnya dari klien hidung belang. Dulu, memang sudah ada kabar tersembunyi bahwa Ratna tidak sepenuhnya bersih. Di balik kemewahan dan popularitasnya, dia juga bersedia melayani tamu istimewa dengan bayaran tinggi. Istilah yang biasa disebut dunia hiburan sebagai open BO. Namun, saat itu masih terselubung rapi. Kini, setelah serangkaian kejadian pahit, Ratna sudah melepaskan semua topeng itu. Di negeri Thailand ini, dia hidup ter
"Geo, kamu pulang ke rumah kakek nenek ya. Mereka juga sayang kamu seperti Mama. Jangan takut, sekarang kita aman dan nggak akan berkekurangan lagi!" bujuk Artha kepada anaknya yang nampaknya masih belum bisa menerima kenyataan ayah dan ibunya berpisah.Bocah itu pun mengusap air matanya. "Mama lek
"Artha, apa kau sudah siap ikut bersama kami?" tanya Ervan, kakak sulungnya dengan tatapan penuh kebencian tertuju ke Banyu, Nyonya Diana, dan Ratna."Iya. Ayo pergi sekarang!" sahut Artha yakin. Hatinya dibanjiri kelegaan melihat kedua kakaknya tiba tepat waktu menjemputnya keluar dari lembah nest
"Mas Banyu, lebih baik kita bicarakan sekarang. Apa rencana kamu dengan membawa perempuan lain ke rumah ini?" ucap Artha membulatkan tekadnya. Dia tak bisa menutup mata dari situasi buruk yang menerpa rumah tangganya tanpa pertanda sebelumnya. Banyu beranjak dari kursinya lalu bergegas masuk ke da
"Hahaha ... kekanak-kanakan sekali, pake dirayain dengan kue ulang tahun gede banget gitu. Siapa yang bakal ngehabisin sih?" Banyu tertawa kering sembari melihat Artha berdiri menyalakan lilin berbentuk angka 7 itu.Ratna ikut tertawa renyah dibuat-buat untuk mengejek Artha. Dia senang bisa menginj


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais