แชร์

122. Rasa Pahit Mendera

ผู้เขียน: Almiftiafay
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-31 16:43:27
Napas Eveline tercekat.

Di depannya Rex tertunduk semakin dalam, seolah ia sendiri tidak sanggup menahan berat kalimat itu dan kenangan yang membersamainya.

“Aku tidak mengatakan ini supaya kamu memaafkanku.” Rex mengangkat wajah setelah mengusap kasar kedua matanya.

“Aku tahu aku tidak berhak memintanya, Eve … aku hanya ....”

Untuk pertama kalinya, pria yang selalu tampak tak terkalahkan itu kehilangan kata-katanya.

Eveline tersenyum samar, “Aku tidak menuntutmu untuk menjelaskan apapun, R
Almiftiafay

nahhh tau kau sekarang Rex 🗿🗿🗿

| 16
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Naaah Rex MaMaM tuu CiNta Buta mu yang JahatNya pakai Bunageeeet
goodnovel comment avatar
Eva
Sayangnya Rex mengetahui kebusukan Sarah soal Vitamin itu di kehidupannya yang ke 2
goodnovel comment avatar
eas
penyesalan rex akan terasa tripel krn dulu melindungi sarah... sarah sdh jahat sama eve, noah dan opa.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   314. Satu Hari Bersama Mario

    Sean terpaku. Sisa waktu hidupnya yang tinggal dua bulan ini mendadak disuguhi oleh secercah kehangatan yang tak pernah ia duga. Ia mengangguk, menyetujuinya. “Oke, Uncle mau. Kita pergi sekarang.” Akhirnya, di sinilah mereka. Di bawah langit cerah Fantasy World yang riuh oleh gelak tawa pengunjung. Seluruh rasa sakit yang memeluk tubuhnya itu seperti mendadak hilang kala ia memandu langkah kaki kecil Mario. Mereka menghabiskan waktu dengan menaiki berbagai wahana. Dimulai dari komidi putar yang penuh warna, di mana Mario tertawa lepas sembari melambaikan tangan ke arah Eveline yang mengawasi dari balik pagar pembatas. Hingga puncaknya, saat mereka menaiki Giant Wheel, bianglala raksasa yang bergerak lambat seolah-olah akan membelah awan. Di dalam kabin bianglala yang bergerak tinggi, Sean duduk berdampingan dengan Mario. Pemandangan seluruh kota dari ketinggian terpampang luas di depan mata mereka. Mario menempelkan wajahnya ke kaca kabin dengan decak kagum yang tidak henti-hen

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   313. Hadiah Kecil Untukmu

    Sean telah lama meninggalkan ruangan, namun Rex masih bergeming di tempat duduknya.Ia berdiam diri cukup lama dalam kesunyian yang mengusik. Ia menatap kosong ke arah cangkir kopi yang telah mendingin, sementara terus memutar ulang setiap jengkal permohonan terakhir adik angkatnya.‘Tolong jaga Mario.’Terus saja berulang, bergema bagai lonceng, mendatangkan rasa sesak yang lambat laun menghimpit dada.Suara derit pintu yang terbuka perlahan akhirnya memecah keheningan.Eveline melangkah masuk ke dalam ruangan. Di belakangnya, tampak Mario yang masih menggendong tas ransel kecilnya setelah Eveline menjemputnya dari tempat les piano sore ini.Eveline mengisyaratkan Lim agar membawa bocah itu untuk keluar setelah ia menyapa Rex dan memperlihatkan stiker yang ia tempel di pipi gembilnya.Sementara Eveline lalu melangkah mendekati Rex dan duduk di sebelah prianya itu.Menatap wajah Rex yang tampak memukul beban, Eveline akhirnya bertanya, "Bagaimana pertemuannya dengan Sean? Apa saja yan

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   312. Aku Titip Mario

    Setelah melalui masa pemulihan yang cukup panjang di rumah sakit, akhirnya Rex diperbolehkan untuk pulang ke mansion.Namun, langkah pertamanya kembali ke dunia luar hari ini bukan semata karena ia ingin pergi dari sakitnya infus atau jadwal kontrol berulang yamhntiada habisnya.Ada hal lain yang ingin ia lakukan.Sebuah kabar dari Marvin membawa Rex duduk di ruang kerjanya Yang ada di mansion untuk bertemu dengan seseorang.Sean.Rex terpaku menatap Sean yang duduk di hadapannya.Pemuda yang sama yang beberapa waktu lalu tampil layaknya berandalan dan memicu keributan.Setelah diberitahu oleh Eveline, barulah Rex dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Sean benarlah sedang layu.Dada Rex bergemuruh hebat, sesak mendadak merayap hingga seakan mencekik leher.“Senang karena Kak Rex udah pulih,” kata Sean. “Semoga membaik secepatnya.”Alih-alih menanggapi itu, Rex menarik dalam napasnya dan bertanya, "Kenapa, Sean?" suara Rex pecah, ada perih dan sesal yang mendalam dari car

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   311. Barangkali ... Aku Memang Tidak Patut Dimaafkan

    Perjalanan kembali ke rumah sakit terasa lebih sunyi di dalam mobil.Eveline bersandar pada kursi penumpang belakang, menatap butiran air hujan yang mulai membasahi kaca jendela. Di balik kemudi, Zain duduk dengan tenang seperti biasa, namun sepasang matanya tidak jarang melirik melalui spion tengah untuk memastikan kondisi Eveline."Nona Eveline," panggil Zain pelan, memecah keheningan di antara mereka sejak meninggalkan parkir di pengadilan. “Apakah Nona baik-baik saja?”Eveline menoleh sedikit, memberikan anggukan kecil. "Saya baik-baik saja, Pak Zain. Jauh lebih baik dari sebelumnya."Leila yang duduk di sampingnya serta Jade yang di sebelah Zain sekilas menoleh, seakan ikut memastikannya.Leila tampak mengusap punggung tangan Eveline sebelum berujar, “Yang tadi itu bagus sekali, Eve … Sarah langsung tidak bisa menjawab lagi.”"Benar," sahut Jade, menimpali. "Kalimat Nona tadi sangat … mengena. Sepertinya itu berhasil mengenai sisa nuraninya Sarah. Saya rasa, selain hukuman seumu

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   310. Sarah Anna, Bayarlah dengan Seluruh Hidupmu

    Sebuah helaan napas panjang meluncur dari bibir Eveline, perlahan rasa lega itu hadir. Beban berat yang selama ini menekan pundaknya seolah runtuh bersamaan dengan gema ketukan palu hakim. Di kehidupan kedua ini, ia tidak lagi menjadi wanita yang pasrah. Akhirnya …. Ia berhasil membalikkan keadaan dan membalas tragisnya akhir kehidupan pertamanya dulu, yang telah merenggut napasnya dan juga Noah, putra kecilnya yang tewas tragis bersamanya di bawah hantaman truk maut milik suruhan Sarah. Kematian sia-sia itu tidak akan pernah terulang lagi. Masa depan kelam itu telah ia hancurkan berkeping-keping hari ini. Eveline memejamkan mata sejenak, meresapi setiap detak jantungnya yang kini terasa bebas, sebelum akhirnya ia beranjak bangun dari kursi pengunjung. Ia membalikkan badan, berniat melangkah keluar dari ruangan itu bersama Zain, Leila, dan Jade. Namun, baru beberapa langkah Eveline mengikis jarak menuju pintu ganda, sebuah suara lantang dari arah barisan belakang meng

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   309. Pembalasan

    Malam kembali melingkupi ruang rawat presidential suite, menyisakan hening yang tenang setelah Darrel pamit pulang beberapa saat yang lalu.Eveline letak selimut Rex yang sedikit bergeser. Rex sendiri sudah tampak jauh lebih segar, meski gurat pucat di wajahnya belum sepenuhnya hilang. Netra kelam pria itu tidak pernah lepas menatap Eveline yang ada di sisinya, duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang."Rex," panggil Eveline, memecah keheningan seraya membalas genggaman prianya itu.Rex menoleh, memberinya atensi dan senyum yang manis."Iya, Sayang?" suaranya terdengar serak.Eveline menjeda kalimatnya, menatap jemari mereka yang saling bertautan."Aku mau bicara soal … Sean.”Nama itu seketika membuat sorot mata Rex mengalami perubahan."Saat kamu berada di dalam ruang operasi kemarin ... Sean datang ke sini. Dia menjengukmu," lanjut Eveline dengan nada yang tenang."Apakah dia melakukan sesuatu yang buruk padamu?""Tidak, Rex. Dia tidak melakukan apa pun," Eveline menggeleng pela

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   5. Perjanjian Pernikahan

    ‘Hanya jika … aku mati?’Eveline meremas kuat jemarinya, punggungnya yang bersandar di dinding terasa dingin saat ia menyadari bahwa beberapa waktu sebelum kematiannya ia pun mendengar Rex dan Sarah membicarakan hal yang sama.Setelah mendengar ‘rengekan’ Sarah barusan, tiba-tiba sebuah dugaan berg

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   4. Mencoba Mengubah Takdir

    “Kenapa kamu melakukannya? Minta maaf pada Sarah!” Rex memandang Eveline, menuntut dengan sepasang mata yang menggelap.“Iya! Tante Eveline sangat jahat pada Mama!” Mario berseru lantang, menyahut ayahnya, turut menyudutkan.Eveline mendengus, hampir terdengar enggan. “Menabrak?” ulangnya atas tudu

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   3. Di Bawah Cengkeraman Rexander Rolland

    “Ahh—hentikan, Rex!”Eveline tak bisa bergerak di bawah kungkungan Rex. Tangan besarnya yang membelenggu pinggang Eveline berpindah ke kakinya, menyelusup melalui gaun tidur yang ia kenakan.Bibir pria itu singgah di telinga Eveline, meninggalkan jejak basah sebelum menarik turun lengan gaunnya den

  • Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris   2. Tiga Tahun Sebelum Kematianku

    “Nona? Nona baik-baik saja?”Detak jantung yang semula terasa berhenti, mendadak berpacu dengan kencang dan membuat Eveline membuka mata seakan ia baru saja bangun dari mimpi buruk.Bahunya diguncang lembut oleh seorang wanita yang berlutut di sampingnya. Keadaan yang buram berubah terang dan membu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status