LOGINSevi bekerja di perusahaan susu segar, hidupnya tampak sempurna. Ia mencintai pekerjaannya sebagai milk tester, mencintai susu strawberry, dan hidup mandiri. Tapi semuanya berubah ketika ia menemukan susu baru yang justru membangkitkan ‘reaksi biologis’ aneh pada tubuhnya. Tanpa hamil, tanpa hubungan, tiba-tiba tubuhnya memproduksi ASI... beraroma strawberry. Lebih rumit lagi, bosnya yang dikenal dingin dan perfeksionis, Arlan, mulai mencium rahasia aneh yang disembunyikannya. Tapi siapa sangka? Keanehan itu justru jadi awal kedekatan mereka dengan cara yang tidak pernah terpikirkan Sevi sebelumnya. “Saya tahu cara supaya nggak terlalu sakit. Mau?”
View MorePintu ruang rapat baru saja tertutup ketika langkah Pak Wijaya kembali terhenti."Om." Suara Arlan terdengar tenang.Pak Wijaya tidak berbalik. "Ada apa lagi?"Arlan menatap Maya, Dito, dan beberapa staf yang masih berdiri dengan wajah tegang. "Kalian keluar dulu."Semua saling berpandangan. "Pak...""Keluar."Tidak ada yang berani membantah. Sevi pun ikut berdiri, namun sebelum melangkah menuju pintu, Arlan menggenggam pelan tangannya."Kamu tetap di sini."Sevi mengangguk pelan.Tak lama kemudian ruangan benar-benar sepi, hanya tersisa tiga orang di dalam.Beberapa detik tidak ada yang berbicara. Arlan berjalan perlahan menuju jendela besar yang menghadap ke arah kawasan industri miliknya."Dulu Om yang ngajarin aku kalau bisnis itu dibangun pake kepercayaan."Pak Wijaya hanya diam."Sekarang aku cuma pengin satu hal." Arlan berbalik. "Kejujuran Om."Tatapan mereka akhirnya bertemu. "Semuanya tanpa terkecuali."Pak Wijaya mengembuskan napas panjang. "Kamu emang udah besar ya.""Buka
Ruangan rapat utama yang biasanya dipenuhi suara presentasi kini terasa begitu sunyi. Arlan baru saja kembali dari kantor kepolisian ketika Maya masuk dengan wajah tergesa-gesa."Pak..."Arlan yang sedang membaca beberapa dokumen langsung mengangkat kepala. "Iya?""Pak Wijaya datang."Sevi yang duduk di samping Arlan ikut menghentikan aktivitasnya. "Sekarang?"Maya mengangguk pelan. "Baru banget nyampe beliau."Belum sempat Arlan menjawab, pintu ruang rapat terbuka tanpa ketukan. Pak Wijaya masuk lebih dulu dan di belakangnya berdiri beberapa staf yang langsung memilih mundur begitu melihat ekspresi Arlan.Ruangan menjadi sunyi, tak ada satu pun yang berani membuka percakapan.Pak Wijaya masih memakai senyum yang sama. Senyum yang dulu selalu membuat Arlan merasa tenang ketika baru merintis perusahaan ini. Namun hari ini... senyum itu terasa asing."Jaenul ditahan?" Nada bicaranya datar.Arlan ikut berdiri. "Iya.""Kamu nggak ngobrol dulu sama Om?"Arlan menggeleng pelan. "Buktinya ud
Menjelang siang, Arlan dan Sevi akhirnya berangkat menuju kantor kepolisian. Perjalanan mereka berlangsung nyaris tanpa percakapan. Arlan lebih banyak memandang ke luar jendela mobil, sementara Sevi membiarkannya tenggelam dalam pikirannya sendiri.Sesampainya di sana, mereka langsung diarahkan menuju ruang penyidikan.Ternyata Maya, Bagas, dan Dito sudah lebih dulu tiba.Maya melambaikan tangan kecil. "Pak.""Gimana?" tanya Arlan."Baru selesai dimintai keterangan."Bagas mengangguk. "Semua rekaman udah kita serahin. Backup juga aman." Dito menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Pak Jaenul masih di dalam. Katanya habis ini gantian bapak sama Mbak Sevi."Arlan mengangguk pelan. "Oke, thank u guys."\\\Hampir empat puluh menit berikutnya, Arlan dan Sevi bergantian memberikan keterangan. Penyidik meminta mereka menjelaskan kronologi sejak awal.Mulai dari kejanggalan produksi, merubah takaran, rekaman CCTV, hingga penangkapan Pak Jaenul pagi tadi.Arlan menjawab satu per satu dengan tenang.
Sudah hampir satu jam berlalu dan pintu ruang kerja Arlan masih tertutup rapat. Kesibukan di luar perlahan kembali seperti biasa. Maya sudah lebih dulu berangkat bersama tim legal untuk mengurus proses pemeriksaan Pak Jaenul. Bagas dan Dito juga sibuk menyiapkan dokumen tambahan yang sewaktu-waktu dibutuhkan.Hanya Sevi yang masih bertahan di depan ruangan itu. Sesekali ia melihat jam di ponselnya, bukan karena tidak sabar, melainkan khawatir.Ia tahu Arlan bukan tipe orang yang mudah menangis. Selama mereka bersama, ia bisa menghitung dengan jari berapa kali lelaki itu benar-benar kehilangan kendali. Dan hari ini adalah salah satunya.Sevi akhirnya berdiri. "Kayaknya aku balik ke ruangan dulu deh," gumamnya pelan.Baru saja ia membalikkan badan. Klik. Pintu ruang kerja terbuka perlahan.Arlan berdiri di sana. Dengan matanya merah dan kelopak matanya bengkak. Terlihat rambutnya sedikit berantakan karena berkali-kali diusap sendiri. Begitu melihat Sevi, ia tidak mengatakan apa-apa. I
Malam turun tanpa suara ketika mobil Arlan berhenti di depan kontrakan kecil milik Sevi. Tidak ada percakapan sejak kalimat terakhir yang diucapkan Sevi di dalam mobil. Kalimat yang menyinggung masa lalu Arlan dengan Alya itu masih terngiang di kepala keduanya. Sevi turun tanpa menoleh lagi. Pintu
Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya bagi Sevi.Sejak pagi pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ia sudah berusaha bekerja seperti biasa dengan membuka dokumen, membalas beberapa email, membaca laporan yang menumpuk di mejanya. Namun setiap beberapa menit sekali, fokusnya selalu pecah.
Pagi datang lebih lambat bagi Arlan dan Sevi.Matahari sebenarnya sudah cukup tinggi ketika sinarnya menembus tirai kamar. Namun di atas ranjang itu, keduanya masih enggan bergerak. Tubuh mereka terasa lelah setelah hari yang panjang kemarin, tetapi bukan hanya karena kelelahan fisik.Mereka hanya
Suasana kantor malam itu begitu sunyi. Hanya dengungan pendingin ruangan dan bunyi jarum jam dinding yang sesekali terdengar. Lampu neon berpendar dingin, memantulkan cahaya putih pucat ke meja-meja kerja yang sebagian besar sudah kosong.Sevi masih duduk di balik meja, menatap layar komputer denga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore