Se connecterDalam empat tahun pernikahanku dengan Rexander Rolland, hanya aku yang mencintainya seorang diri sementara dia tak sehari pun melupakan kekasihnya. Saat memutuskan pergi dari sisinya, sebuah kecelakaan tragis justru mengantarku pada kematian. Tapi, takdir berbaik hati dengan memberiku kesempatan kedua. Aku membuka mata pada malam sebelum keterpurukan itu bermula. Kali ini, aku pastikan akan membalik keadaan. Namun ternyata, semua tak sesederhana itu. Setiap langkah yang kuambil seolah malah membawaku kembali ke titik yang paling ingin kuhindari: di bawah cengkeramannya. IG @almiftiafay
Voir plusKalimat itu menggema di telinganya, menyisakan ketakutan luar biasa yang mencengkeram dada. Belum sempat Eveline mencerna arti dari ucapan sang dokter sepenuhnya, pintu kamar rawat lalu terbuka dari luar.Zain melangkah masuk, menundukkan kepala dan membawa tas keperluan Rex.âKami akan mengabari lagi nanti, Nona,â ucap dokter. âBeritahu kami kalau ada yang tidak lazim pada kondisi Tuan Rex.ââIya, terima kasih, Dokter.âRupanya, Zain tidak datang sendirian. Di belakangnya, Mrs. Elise melangkah masuk dengan tatapan mengiba pada Eveline yang berdiri kaku, basah oleh air mata, dengan pandangan kosong ke arah ranjang tempat Rex terbaring.Beliau menghampiri Eveline, merengkuh tubuh Eveline dalam pelukannya.âEve ⌠ya Tuhan,â lirih Mrs. Elise, mengusap punggung Eveline dengan penuh keibuan, mencoba menyalurkan kehangatannya lalu menatap nanar ke arah brankar. âYakinlah semua ini akan terlewati, ya?â Eveline mengangguk samar, nyaris tak terlihat.âNona, biar saya yang menjaga Tuan Rex di
Keesokan paginya, cahaya matahari menerobos masuk melalui celah tirai kamar presidential suite, cahaya hangatnya kontras dengan ruangan yang terasa sejuk.Di atas ranjang besar, Rex perlahan membuka matanya.Eveline, yang sudah terbangun lebih dulu dan duduk di kursi sisi ranjang, berdiri begitu melihat prianya bergerak.Ia membantu Rex untuk duduk, menekan tombol di samping kanan ranjang sehingga hidrolik itu memberikan sandaran yang nyamanâSelamat pagi,â ucap Eveline lembut, menyerahkan gelas sementara Rex meneguknya perlahan. âBadanmu masih lemas? Kepalamu masih pusing?âRex menggeleng pelan, meski wajahnya masih menyisakan pucat.âSudah lebih baik, Sayang.ââBaguslah kalau begitu,â balas Eveline sambil meletakkan gelas kosong di nakas.Rex tampak menyingkap selimutnya, melirik sekilas gantungan infus sebelum menurunkan kakinya.âMau ke mana?â tanya Eveline.âMau ke kamar mandi.ââBiar aku bantu.âRex menaikkan sebelah alisnya, refleks menolak. âTidak usah, Eve. Aku bisa sendiri.
Dengan diantar oleh Ryan, Eveline dengan cepat meninggalkan kampus. Mereka menuju ke rumah sakit yang dikatakan oleh Zain. Tempat di mana Rex dilarikan karena mendadak tidak sadarkan diri.âTuan Rex jatuh di lantai mansion milik Tuan Harrison, Nona. Mimisannya parah sekali.âKalimat Zain yang beberapa saat lalu didengarnya dari telepon membuat seluruh rusuk di dadanya seperti saling berhimpitan dan menciptakan rasa nyeri yang hebat.Kemarin di panti asuhan Bintang Kecil, Rex sudah mimisan dan Eveline memintanya memeriksakan kondisinya saat mereka pulang.Tapi, Rex bilang hasil laboratoriumnya belum keluar.Dan hari ini ⌠prianya itu benar-benar tidak dapat membohongi dirinya sendiri.Ia jatuh pingsan.Eveline menatap ke luar jendela mobil, perjalanan terasa sangat lama.Atau ini dikarenakan hatinya yang diselimuti kegundahan?âTuan akan baik-baik saja, Nona,â ucap Ryan dari balik kemudi.Mencoba menenangkan Eveline yang sedari tadi tak hentinya menggigit kuku di ibu jarinya.Pemuda it
Rex bergerak meraih kartu nama yang tergeletak di atas meja kaca di hadapan Kakek. Iris birunya menatap tajam deretan huruf yang tercetak jelas di sana. Yang saat membacanya saja, ia tahu bahwa Sean pasti Pendiri Yayasan Harapan Luinz. Alis Rex mengerut dalam, benaknya merangkai potongan-potongan teka-teki yang dibawa pria itu hari ini. "Dia mendirikan yayasan amal?" tanya Rex dengan suara tertahan, menatap sang Kakek lalu beralih pada Zain. "Apa ini tujuannya meminta bagian warisan itu? Apakah dia berniat mengalirkan dana besar dari MG Group untuk membiayai yayasan amalnya dan menghidupi anak-anak tidak mampu di kota ini?" Tuan Harrison, yang napasnya mulai teratur berkat obat yang diminumnya tadi, menggeleng perlahan. Wajah tua itu tampak sangat lelah dan dipenuhi rasa bersalah. "Entahlah, Rex," jawab Kakek parau. "Tapi kita tidak boleh tinggal diam.â Kakek segera menoleh ke arah tangan kanannya. "Zain. Cari tahu semua tentang Yayasan Harapan Luinz itu. Selidiki dari mana dia me
Tangan Rex yang bertumpu di atas paha perlahan mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.Rongga dadanya mendadak terasa dihantam oleh beban tak kasat mata yang teramat berat, membuat napasnya terasa memburu dan tercekat di tenggorokan.âSean Veldric âŚ.â nama itu menggema di dalam benak Rex seperti
Seandainya Sean masih hidup, maka pria itulah yang akan menikahi Eveline. Harrison tidak akan mendesak Rex menggantikan posisi adiknya sebagai suami Eveline sehingga saat ini Rex tetap menjadi milik Sarah. Sepanjang mengemudi, wajah Sean berlalu-lalang. Dulu semuanya pernah berjalan dengan baik seb
Pagi ini, Eveline pergi ke kampus bersama dengan Mrs. Elise. Saat meninggalkan parkiran, beliau mengatakan akan menemui salah seorang temannya dulu di perpustakaan fakultas sehingga Eveline berjalan seorang diri menuju ke ruang dosen. Melewati lorong, sepasang maniknya menangkap keberadaan seorang
Rex terpancang di sana, tak bergerak seinci pun selagi Eveline menatapnya dengan menahan nyeri yang belum sepenuhnya hilang dari leher. âAku tahu kamu membenciku, Rex. Dan kamu tidak perlu memperjelasnya dengan cara seperti ini!â tekan Eveline. âMengemis perhatian kamu bilang? Sekalipun aku mati d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus