Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris

Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris

last updateDerniĂšre mise Ă  jour : 2026-06-14
Par:  AlmiftiafayMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.65
31 Notes. 31 commentaires
170Chapitres
11.3KVues
Lire
BibliothĂšque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Dalam empat tahun pernikahanku dengan Rexander Rolland, hanya aku yang mencintainya seorang diri sementara dia tak sehari pun melupakan kekasihnya. Saat memutuskan pergi dari sisinya, sebuah kecelakaan tragis justru mengantarku pada kematian. Tapi, takdir berbaik hati dengan memberiku kesempatan kedua. Aku membuka mata pada malam sebelum keterpurukan itu bermula. Kali ini, aku pastikan akan membalik keadaan. Namun ternyata, semua tak sesederhana itu. Setiap langkah yang kuambil seolah malah membawaku kembali ke titik yang paling ingin kuhindari: di bawah cengkeramannya. IG @almiftiafay

Voir plus

Chapitre 1

1. Mencintaimu, Sesakit Inikah?

“Hanya aku yang boleh menentukan kapan pernikahan ini berakhir, Eveline!”

Tingginya nada bicara pria yang sedang duduk di balik meja itu membuat Eveline mengambil jarak.

Rex, suaminya itu terlihat sangat muak karena Eveline baru saja menyerahkan berkas gugatan perceraian padanya.

“Pa-pa,” panggil suara anak lelaki Eveline yang berusia tiga tahun yang ada di sofa tak jauh dari ia berdiri.

Noah, sepasang matanya berbinar menatap Rex, mengarahkan kedua tangannya ke depan seolah tengah meminta agar Rex menggendongnya.

“Pa-pa.”

Rex mendengus, meletakkan bendelan kertas dari Eveline dengan kasar ke atas meja.

“Suruh anak cacat itu diam!” ujarnya penuh kebencian. “Harus berapa kali aku bilang kalau aku bukan papanya!”

Eveline segera menggendong Noah yang memang tidak sempurna sejak lahir, ia mengalami gangguan yang membuatnya tidak bisa berjalan dan kesulitan bicara.

“Kontrak pernikahannya akan berakhir dalam dua hari lagi, Rex. Tidak ada bedanya bercerai sekarang atau lusa,” ucap Eveline seraya menepuk lembut punggung Noah.

“Kakek mengatakan di wasiat itu kalau kita cerai kamu berhak mendapatkan setengah bagianku. Kamu mau itu, ‘kan?”

“Tidak. Akan aku—”

“Berapa kali kamu bilang mau cerai tapi akhirnya kembali lagi?” sela Rex.

Tawa lirihnya terdengar meremehkan, menggema di penjuru ruang kerjanya di dalam mansion petang hari ini.

“Kamu tidak bisa bertahan tanpaku, Eve! Semua orang tahu kamu mencintaiku, lagi pula anakmu selalu merengek meminta perhatian, sama sepertimu.”

Rex lalu melemparkan berkas perceraian itu ke lantai, jatuh di dekat kaki Eveline.

“Ambil itu! Bersikaplah lebih terhormat, kamu terlihat sangat licik dan gila harta.”

Eveline menggigit bibirnya, frustrasi menghadapi dinginnya perlakuan Rex.

“Papaaa, belum selesai kerjanya?”

Wanita itu menoleh saat mendengar suara datang dari belakangnya. Seorang bocah lelaki berusia lima tahun menerobos masuk dan langsung duduk di pangkuan Rex. Namanya Mario, anak hasil hubungan selama Rex di luar negeri bersama pacarnya.

“Sudah,” jawab Rex. Matanya yang semula tajam pada Noah lenyap saat berhadapan dengan Mario.

Eveline mendapati hangatnya perlakuan Rex saat mendengar Mario berujar, “Papa sudah janji untuk pergi makan malam dengan Mama di hari valentine, ‘kan? Apa Papa lupa?”

‘Mama’ yang disebutkan oleh Mario itu adalah Sarah, cinta pertama Rex yang gagal dinikahinya karena empat tahun lalu ia diminta sang Kakek untuk menikah dengan Eveline sebagai syarat menjadi pewarisnya.

Jika dulu ada Kakek yang membuat Sarah tak bisa mendekati Rex, sekarang situasinya berbeda. Sejak beliau meninggal, Rex membawa Sarah pindah ke mansion ini.

Wanita itu bisa disebut sebagai simpanan, tapi dialah yang menjadi Nyonya dan menempatkan Eveline sebagai bayangan.

“Tidak kok! Papa ingat. Sebentar lagi kita pergi.” Rex menjawab seraya mengusap lembut puncak kepala Mario yang bersandar nyaman padanya.

Dada Eveline seperti digores pisau tumpul saat menyadari bahwa di gendongannya Noah menyaksikan semua itu dan mulai menangis, menggumam memanggil Rex yang tak sudi meliriknya.

“Tapi aku tidak mau kalau Tante Eveline dan anaknya ikut!” kata Mario.

Dengus napasnya terdengar kesal, ia menarik dirinya dan bersedekap saat melanjutkan, “Itu sangat mengganggu!”

Bukankah semua itu telah menjawab alasan Eveline meminta cerai pada Rex?

Selain karena pernikahan mereka hanyalah sebatas kontrak, tak ada secebis pun cinta Rex untuknya dan Noah.

Eveline mendekap Noah, memutuskan untuk pergi dari sana.

“Pergi saja kalau mau,” kata Rex yang membuat Eveline berhenti di ambang pintu. “Kita lihat berapa lama kamu bertahan lalu akhirnya pulang lagi seperti sebelumnya karena kamu dan anak haram itu kelaparan.”

“A-anak haram itu a-apa, Mama?” tanya Noah, meratap nelangsa menunjuk Rex, seolah ingin melihatnya lebih lama.

“Sepertinya kali ini kamu serius meminta cerai dari Rex,” ucap seorang wanita yang tengah berdiri menyandarkan punggungnya ke pilar besar mansion seolah memang sengaja menunggu Eveline keluar.

Sarah, wanita itu tertawa saat menarik tubuhnya dan berjalan mendekat.

“Sudah menyerah untuk mengambil hati Rex? Bertahun-tahun berusaha sampai mengorbankan harga dirimu tapi tidak pernah dianggap. Baguslah kalau akhirnya kamu tahu diri.”

Eveline mengencangkan rahang saat tatapan Sarah naik turun menilainya.

Wanita itu lantas berjalan melewati Eveline saat Noah meletakkan kepala di bahunya.

Eveline pun berlalu tanpa menoleh ke belakang. Ia keluar dengan tak membawa barang selain hanya tas yang berisi beberapa pakaian dan mainan milik anaknya. Ia akan pergi ke sebuah rumah yang telah disewanya tak jauh dari tempatnya bekerja.

Hujan mengguyur deras saat taksi yang dipesannya tak kunjung datang. Eveline berlari menuju halte terdekat, menggendong Noah yang sudah menggigil kedinginan.

Di bawah kanopi halte yang tak sepenuhnya melindungi dari tempias hujan itu, Eveline duduk dan merapatkan pakaian Noah. Hatinya mengetat mengingat ucapan Rex yang menyebutnya sebagai anak cacat, anak haram.

“Ma-ma
?”

Panggilan itu membuat Eveline menunduk, memandang bocah kecil di pangkuannya ini.

“Iya, Sayang?”

Mata Noah berair, bibirnya tertekuk sedih. Ia terbata bicara mengucapkan, “M-Mama ... Noah j-juga mau d-dipeluk dan d-disayang Papa ... s-seperti Kakak Mario ... ke-kenapa Papa membenci Noah, Ma-Mama...?”

Eveline tak kuasa menjawab, air matanya luruh saat ia memeluk Noah erat-erat.

‘Dia bukan anak haram, Rex menutup mata dan tidak mau tahu kebenarannya.’

“Tidak apa-apa. Ada Mama yang akan selalu menyayangi Noah.”

“Ca-cat itu apa, Ma?” Noah terlihat bingung dengan kata-kata yang didengarnya dari Rex. “P-Papa me-marahi Ma-ma karena Noah ca-cat ya?”

Retak hati Eveline hingga berkeping-keping saat tangan kecil Noah menyentuh pipinya yang basah, kembali ia berujar, “Ma-maaf, Ma-ma .
”

“Tidak, Sayang. Noah tidak bersalah. Mama yang minta maaf karena membuat baju Noah basah. Nanti setelah sampai rumah kita ganti ya?”

Tapi sepertinya, keinginan Eveline untuk hidup damai bersama anaknya hanya akan menjadi angan.

Dari arah barat, sebuah truk melaju kencang, kehilangan kendali.

Eveline belum sempat berlari saat suara decit ban dan dua benda yang bertumbuk terjadi begitu cepat. Truk itu menerjang halte tempatnya bernaung, membuat ia dan Noah terlempar sekian meter jauhnya.

Kepalanya berdengung saat menghantam aspal.

Dunia seakan berhenti saat ia melihat mainan Noah yang berserakan sementara bocah kecil itu tak bergerak di sampingnya.

Dengan lemah Eveline menyeret tubuhnya untuk mendekat, berusaha memanggilnya.

“Noah?”

“....”

“Noah
!”

Berulang kali, tapi tak membuahkan hasil. Saat Eveline menyentuh tangannya 
 Noah tergolek lunglai seakan tulang tak lagi menyangganya.

Mata Eveline terasa berat, darah keluar dari bibir, tergenang di sekitarnya berbaur dengan air hujan.

Dalam pandangan temaram itu, ia melihat ponselnya. Ia menggapainya dan berusaha menghubungi Rex.

Tapi, Rex tak menjawab. Pria itu mungkin sedang bahagia dengan anak dan cinta pertamanya, sibuk merayakan hari valentine saat Eveline sekarat.

‘Apa mencintai seseorang harus dibayar semahal ini?’

Eveline terisak pasrah, ia menggenggam tangan mungil Noah yang berlumuran darah. Meringkuk, dan memeluknya.

‘Maafkan Mama, Noah 
.’

Maniknya terasa perih, seluruh tubuhnya remuk. Bisingnya suara hujan yang tadi mencemari telinga telah menghilang teriring matanya yang tertutup.

**

“Korban tewas pada kecelakaan di Jalan Kota Tua sudah berhasil diidentifikasi sebagai Nona Eveline dan anak Anda, Tuan Rex.”

Kalimat itu terus saja berdengung di telinga Rex sejak ia lari dari restoran tempat ia harusnya menghabiskan malam valentine bersama Sarah dan Mario setelah mendapat panggilan dari polisi.

Di dalam ruang mayat, tangan Rex gemetar kala membuka kain yang menutupi dua jasad yang dibaringkan berdampingan itu.

Benar ....

Wanita yang terbujur kaku di brankar bersama seorang anak laki-laki yang pucat pasi itu adalah Eveline dan Noah.

‘Bagaimana bisa seperti ini?’

Rex mengabaikan telepon Eveline tanpa tahu itu adalah panggilan terakhirnya?

Rex selangkah mundur, mengusap wajahnya yang panas saat ponselnya berdenting. Ada sebuah email dari rumah sakit yang mengirim hasil tes DNA Noah yang pernah ia ajukan.

Perih menyayat mata saat Rex membacanya.

[Probabilitas Rexander Rolland sebagai ayah biologis dari Noah Leander adalah 99,99%.]

Barisan huruf itu mengabur di matanya, beruraian lalu menjelma menjadi sembilu yang menusuk ulu hati.

Perasaannya tak bisa dijelaskan. Napas mencekik leher, sesak menggelegak merobek dadanya.

‘Noah yang selalu aku sebut sebagai anak haram dan cacat itu adalah 
 anak kandungku?!’

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Notes

10
94%(29)
9
0%(0)
8
3%(1)
7
0%(0)
6
3%(1)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.65 / 10.0
31 Notes · 31 commentaires
Écrire une critique

commentairesPlus

Kim Jennie
Kim Jennie
waaaa suka sekali sama part bintang kecil.... seakan ada di sana juga dan lihat tempatnya. semangat Thor, tx u/ update 4 bab đŸ«¶đŸ«¶đŸ«¶đŸ«¶đŸ«¶đŸ«¶ syg Thor banyak banyak banyak đŸ«¶đŸ«¶
2026-06-10 10:03:37
1
0
Yuly Zaky
Yuly Zaky
Thor hadirkan tokoh cowo yg bikin Evelyn fall in love, biar impas. wlopun endingnya Evelyn balikan ma siRex
2026-06-10 00:41:41
0
0
Yuly Zaky
Yuly Zaky
best novel .. lanjut thor'ku
2026-06-09 00:16:30
1
1
Cantik
Cantik
cerita yang bagus, terimakasih Author..
2026-06-08 22:21:31
1
0
Kim Jennie
Kim Jennie
nice n cool, q suka ini... ma fav sejauh ini selain Tuan Jake, Rahasia Hati n Tuan Muda đŸ«Ł guddd
2026-06-06 08:06:48
1
1
170
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
AccĂ©dez gratuitement Ă  un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. TĂ©lĂ©chargez les livres que vous aimez et lisez oĂč et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status