เข้าสู่ระบบDalam empat tahun pernikahanku dengan Rexander Rolland, hanya aku yang mencintainya seorang diri sementara dia tak sehari pun melupakan kekasihnya. Saat memutuskan pergi dari sisinya, sebuah kecelakaan tragis justru mengantarku pada kematian. Tapi, takdir berbaik hati dengan memberiku kesempatan kedua. Aku membuka mata pada malam sebelum keterpurukan itu bermula. Kali ini, aku pastikan akan membalik keadaan. Namun ternyata, semua tak sesederhana itu. Setiap langkah yang kuambil seolah malah membawaku kembali ke titik yang paling ingin kuhindari: di bawah cengkeramannya. IG @almiftiafay
ดูเพิ่มเติมSepulang dari kegiatan mengajarnya di kampus, Eveline menyempatkan diri mampir ke sebuah kafe yang terletak tidak jauh dari universitas. Kafe yang paling sering ia datangi bersama dengan Leila. Dan memang untuk bertemu gemannha itulah Eveline pergi ke sana hari ini. Begitu pintu kaca kafe terdorong, maniknya menangkap seorang wanita berambut sebahu yang duduk di dekat jendela di sudut ruangan. Itu Leila. Eveline melangkah dengan senyum di bibirnga, menghambur memeluk Leila erat-erat. Padahal baru sekitar … satu, dua, tiga, lima hari tak bertemu Leila tapi rasanya sudah sangat lama. Di hidup Eveline yang sekarang, ia benar-benar mengerti rasanya memiliki seorang sahabat. Tangannya terulur lembut, mengusap perut Leila yang kini tampak membuncit. Ya, Leila memang tengah mengandung tujuh bulan setelah resmi menikah dengan Marvin—sekretaris Rex—tahun lalu. Jika membicarakan tentang perjalanan cinta mereka, Eveline dan Leila selalu tersenyum geli. Dari yang malu-malu lalu akhirnya
Bagi Eveline, dunia seolah berhenti berputar, dengan cara yang indah.Ini seperti keajaiban yang semesta ciptakan untuk dirinya, sekali lagi. Ketakutan, bayang-bayang kelam masa lalu, dan kecemasan mencekam tentang hari Valentine yang selama ini menghantui Eveline musnah seketika, tertelan oleh gelombang kebahagiaan yang meluap-luap di dada mereka.Valentine kali ini, takdir memberi Eveline hadiah yang membahagiakan, bukan lagi sebuah kematian.“Kamu … hamil?” ulang Rex, tak bisa menyembunyikan suaranya yang serak.Belum sempat Eveline menjawab untuk kedua kalinya, pertahanan diri pria itu luluh lantak. Rex menghambur memeluk tubuh Eveline dengan erat-erat, mengangkat gadisnya dari lantai dan membawa tubuhnya berputar di udara sembari melepaskan tawa bahagia yang memenuhi kamar.“Rex! Astaga, turunkan aku …!” pinta Eveline di sela tawanya.Rex menurutinya, lalu menurunkan Eveline dengan kedua tangannya tetap mendekap pinggang. Tawa bahagia itu masih belum reda, binar di mata birunya m
Satu hal yang disukai oleh Rex setiap kali ia membuka mata. Ia akan dengan cepat bergegas turun dari kamar utama untuk menemui si kembar yang sudah pasti telah bangun dan berkegiatan.Biasanya bersama Mario, berlarian di halaman, atau kadang-kadang dua bocah kecil itu mengganggu Mario yang bersiap untuk pergi ke sekolah.Selagi si kembar sedang dimandikan oleh baby sitter mereka, Rex sedang duduk di ruang makan, jemarinya berhenti mengukir layar pada salah satu chapter menuju ending, manhwa yang belakangan ini menyita perhatiannya dan nyaris ia baca sampai tamat.Biasanya ia tak suka. Tapi, Eveline mengatakan bahwa ini adalah buatan mahasiswa Eveline dari Universitas Luinz jadi ia mencoba membacanya.Dan menurutnya … kisahnya hampir sama seperti ia dan Eveline. Bahwa tak ada satu orang pun yang tahu bahwa mereka telah melintasi garis waktu dan bangkit setelah pernah menghadapi kematian yang mengerikan.[Berapa kali pun kita diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup, ada garis takdir
Di bawah langit yang teduh pagi ini, Eveline, Rex dan Mario melangkah memasuki area pemakaman asri tempat Sean bersemayam.Sementara Louis dan Louisa berlarian kecil dengan tawa renyah bersama Lim di taman hijau tak jauh dari sana, Mario Mario berulang kali menatap buket bunga yang dirangkai sendiri oleh Eveline semalam, paduan calla lily, mawar putih, dan hortensia biru.Tiba di hadapan nisan Sean, Mario berjongkok. Seperti biasa, bocah itu yang akan meletakkan buket dengan penuh kehati-hatian.Eveline menatap Mario dengan senyuman tipis yang menyembunyikan kepedihan. Ya, Eveline dan Rex memang telah memilih untuk jujur pada Mario bahwa pria itu adalah ayah kandung yang mencintai dan menyayanginya dalam diam.“Apa kabar, Papa?” sapa Mario, suaranya yang manis seperti sembilu yang menyayat.Eveline mengusap rambut hitam Mario, sementara tangan Rex terulur untuk merangkul bahunya.“Mario harap Papa baik-baik saja di sana,” ucap Mario, matanya berkaca-kaca menatap foto Sean yang disanda
Rex terpancang di sana, tak bergerak seinci pun selagi Eveline menatapnya dengan menahan nyeri yang belum sepenuhnya hilang dari leher. “Aku tahu kamu membenciku, Rex. Dan kamu tidak perlu memperjelasnya dengan cara seperti ini!” tekan Eveline. “Mengemis perhatian kamu bilang? Sekalipun aku mati d
‘Aku tahu kamu akan melakukan ini, Sarah Anna ....’ Eveline menatap senyum masam Sarah yang berdiri di samping Rex. Setelah menerima panggilan dari Rex beberapa saat yang lalu, kepala pelayan mengatakan bahwa Mario sempat berada di sekitar kamarnya bersama dengan Sarah. Itu sudah cukup baginya u
“Ini—” Rex mengangkat tangannya di hadapan Eveline.Menunjukkan surat penagihan utang atas nama Eveline yang lalu ia lempar ke wajahnya.“Berhenti menggunakan rumah ini sebagai alamat penagihan utang-utangmu yang menjijikkan ini!” katanya. “Masih kurang kamu dan keluargamu menumpang hidup dan meman
“Omong … kosong?” Rex mengernyit, dalam tertegunnya pria itu tampak keras berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Melihat mata birunya yang tajam, Eveline tahu harga dirinya terluka. Tapi di saat seperti ini, Rex masih bersikap angkuh. “Berhenti berpura-pura, Eveline!” katanya. “Siapapun tahu kal
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม