Compartir

5 - Tunangan

Autor: Vickry
last update Última actualización: 2025-12-15 00:04:01

Tok! Tok!

“Masuk.”

Ye Han memasuki ruangan ibunya.

“Ada apa, Ye Han?”

“Ibu, aku punya hadiah unutkmu.” Ye Han mendekat dan memberikan sebuah buku teknik yang bertuliskan Nine Dragons Divine Fire.

Ibunya adalah kepala Klan Ye dan seorang kepala seharusnya memiliki kekuatan yang mumpuni untuk memimpin keluarga dan bawahannya. Namun, kekuatan Ye Shiyuan sudah lama terhenti di Ranah Golden Core, yang mana itu sangat rendah untuk pemimpin dari salah satu klan terbesar. Karena ini juga Klan Ye dengan mudah menjadi target dari klan dan sekte besar lainnya.

Ye Han akan memperkuat ibunya dan juga beberapa anggota inti Klan Ye sampai tidak ada lagi yang berani bermacam-macam dengan keluarganya. Dia akan mulai dari ibunya.

“Ini teknik tingkat tinggi... Darimana kau mendapatkannya?” tanya Ye Shiyuan dengan penuh keterkejutan. Teknik setingkat ini bahkan sulit didapat oleh sekte besar.

“Ibu bisa menyimpan pertanyaan itu untuk nanti. Ibu hanya perlu tahu bahwa aku sudah berubah dan mulai dari sekarang, aku akan menjaga Klan Ye agar tetap aman dan melindungimu dari bahaya. Ibu tidak perlu takut lagi klan dan sekte besar di sekitar akan menyerang kita,” ucap Ye Han dengan penuh kepercayaaan diri tapi dengan nada yang menenangkan.

Ye Shiyuan tidak bisa merespon melainkan hanya tersenyum bangga. Akhirnya putranya sudah dewasa sekarang. Melihatnya membuatnya mengingat mendiang suaminya. Mata Ye Han sekarang menunjukan kepercayaan diri dan kegigihan yang pernah dimiliki ayahnya semasa mudanya. Itu membuatnya tidak tahan untuk memeluknya dengan penuh kesenangan.

“Ah... sebelum pergi, aku ingin memberitahumu sesuatu. Tunanganmu akan datang dalam waktu dua hari,” ucap Ye Shiyuan dengan senyum lebar.

“Tunangan? Yun Linger?” tanya Ye Han. Dia baru ingat kalau di waktu ini dia masih memiliki tunangan, walaupun itu akan diputuskan saat dia datang kesini.

Pertunangan antara Ye Han dan Yun Linger dibuat oleh kakek-kakek mereka semasa keduanya masih kecil. Saat itu, kekuatan Klan Ye masih stabil, begitu juga dengan Klan Yun. Namun saat ini, keduanya telah jatuh. Klan Ye masih penuh dengan kekayaan, tapi tidak memiliki kekuatan untuk melindunginya. Klan Yun lebih parah lagi, mereka hanya klan menengah dengan kekuatan seadanya.

Tapi Klan Yun memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Klan Ye, yaitu bakat. Yun Linger adalah seorang jenius berbakat dalam kultivasi dan pedang. Di umurnya yang baru menginjak 19 tahun ini, dia sudah menerobos ke Tahap Akhir Ranah Qi Condensation. Di kehidupan masa lalu Ye Han, Yun Linger menjadi salah satu puncak tak tersentuh Benua Xuantian. Bahkan beberapa ahli benua lain bukan tandingannya.

Beberapa bulan yang lalu, Yun Linger direkrut oleh salah satu sekte besar teratas, Sekte Zenith Sword. Yun Linger dengan cepat menjadi salah satu talenta besar yang dimiliki Sekte Zenith Sword. Itu merupakan anugerah besar untuk Klan Yun, tapi itu juga berarti kalau mereka tidak lagi membutuhkan Klan Ye.

Yun Linger adalah bakat yang tidak bisa dilewatkan. Ye Han akan mempertahankan pertunangan ini. Mau bagaimanapun, Yun Linger adalah cinta pertamanya yang dulu disia-siakan karena ketidakberdayaannya.

“Aku menantikannya,” ucap Ye Han sebelum meninggalkan ruangan ibunya.

2 hari kemudian, dua orang mengetuk pintu rumah Klan Ye. Seorang pelayan membuka pintu dan mengantar keduanya ke ruangan Matriark Klan.

“Lama tidak bertemu, Bibi.” Seorang gadis menyapa dengan sopan pada Ye Shiyuan.

Gadis itu memiliki rambut coklat dengan bagian sampingnya yang diikat ke belakang. Wajahnya sangat cantik sampai membuat siapapun sulit terlepas setelah memandangnya. Mata silver miliknya terlihat anggun tapi juga tajam. Aura yang diberikannya lembut tapi di saat yang bersamaan juga ganas, membuatnya terasa sulit didekati. Dia adalah bakat teratas Benua Xuantian dan jenius pedang, tunangan Ye Han, Yun Linger.

“Salam, Matriark Ye. Aku adalah Tetua Klan Yun, Yun Weijin. Aku membawa beberapa hadiah untuk kunjunganku kali ini.” Di samping Yun Linger, seorang pria tua dengan wajah sombong memberi hormat pada Ye Shiyuan. Dia melambaikan tangan saat beberapa peti harta berharga keluar.

“Terima kasih atas kunjunganmu. Tapi hadiah ini terlalu banyak untuk dibilang sekedar hadiah kunjungan.”

Ye Shiyuan tersenyum dengan curiga. Dia adalah seorang pebisnis yang memiliki mata yang tajam dan keahlian tingkat tinggi dalam hal hubungan antar manusia. Tentu saja dia memiliki gambaran sesaat setelah melihat orang macam apa yang dikirim Klan Yun.

“Aku akan langsung ke intinya saja. Aku datang kesini atas perintah Patriark Klan Yun untuk memutus hubungan pertunangan antara Yun Linger dan Ye Han. Peti-peti ini berisi harta berharga Klan Yun yang akan diberikan sebagai kompensasi.” Pria tua itu, Yun Weijin, mengatakannya dengan nada sombong dan penuh kebanggaan.

Itu adalah perkataan yang sudah bisa diprediksi oleh Ye Shiyuan. Dibandingkan dengan itu, dia lebih peduli dengan respon Yun Linger. Ketika Yun Weijin mengatakan memutus hubungan pertunangan, ekspresi wajah Yun Linger terlihat sangat sedih. Dia terlihat dipenuhi dengan keengganan, tapi tekanan keluarganya hanya bisa membuatnya pasrah.

Ye Shiyuan merasa kasihan melihatnya. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun. Klan Yun sudah tak tersentuh sejak memiliki perlindungan dari Sekte Zenith Sword.

BRAK!

Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu dengan keras. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ye Han. Tentu saja hal itu mengejutkan mereka, khususnya ibunya, yang khawatir dengan kekacauan yang akan diperbuatnya kali ini.

“Kesombongan kalian sulit dipercaya, Klan Yun. Kau bertindak seakan-akan seluruh anggota klanmu memasuki Sekte Zenith Sword. Ketika susah kalian menjilat uang kami dan sekarang kau memberikan penghinaan. Sangat tidak tahu diri.” Ye Han berjalan mendekat dan mengatakannya tepat di depan wajah Yun Weijin.

Yun Weijin menggertakkan giginya dengan kesal. “Kau terlalu banyak bicara untuk seorang sampah yang tidak bisa berkultivasi.”

“Tetua Yun Weijin, sebaiknya kau menjaga mulutmu jika masih ingin pulang dengan keadaan utuh.”

Aura yang sangat panas menyebar ketika Ye Shiyuan menatap Yun Weijin dengan tatapan kematian. Auranya dengan mudah menekan Yun Weijin yang merupakan ahli Tahap Akhir Ranah Golden Core. Kekuatan yang dikeluarkannya mengejutkan Yun Weijin. Terakhir kali, kekuatannya bahkan tidak bisa mendekati miliknya.

“Sampah? Apa aku masih terlihat seperti sampah di matamu?” Ye Han menyeringai saat mengeluarkan auranya yang seketika mengejutkan Yun Linger dan Yun Weijin.

“Sangat kuat!”

Aura yang dikeluarkan Ye Han harusnya ada di tingkatan Ranah Foundation Establishment, tapi mereka merasakan kekuatan yang dikeluarkannya tidak kurang dari Ranah Qi Condensation. Bahkan Yun Linger merasa tertekan oleh aura yang dikeluarkannya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ye Han tersenyum puas melihat ekspresi keduanya. Ini adalah kekuatan yang bisa dia raih hanya dalam waktu 3 bulan dengan latihan mati-matian. Tentu saja ini hanyalah bagian kecil dari hal besar yang akan mereka saksikan di masa depan.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   16 – Persiapan Selesai

    Hari-hari berikutnya dilalui dengan berburu Spiritual Beast, berkultivasi, dan berlatih di kedalaman Hutan Hundred Beasts. Hei Jianyu berburu tanpa henti sembari menyempurnakan Moonless Severence dan menyeimbangkan tingkatan pedang yang baru dia capai. Nie Yao sesekali keluar dari Heavenly Bead untuk mengambil Beast Core yang telah dikumpulkan. Si kembar Huang Zhan dan Huang Yue ikut berburu dengan Hei Jianyu sambil berlatih untuk membangkitkan Primal Wilderness yang telah diberitahu Ye Han.“Primal Wilderness adalah kekuatan khusus yang dimiliki oleh garis darah keturunan Primordial Beast. Tidak semua Spiritual Beast memiliki garis darah keturunan Primordial Beast karena itu merupakan garis darah yang sangat langka dan tipis sampai sulit untuk dibangkitkan. Tapi karena Huang Yue bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan tidak sadar, itu artinya kalian memiliki garis darah keturunan Primordial Beast,” ujar Ye Han.“Jadi, bagaimana kami bisa membangkitkannya?” tanya Huang Zhan penasa

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   15 - Huang Zhan dan Huang Yue

    “Moonless Severence. Kematian dingin yang datang tanpa suara dan peringatan dengan niat membunuh besar yang tenggelam dalam kesunyian. Sepertinya kau semakin dekat dengan Sword Path milikmu, Hei Jianyu.” Ye Han tersenyum. Teknik yang digunakan Hei Jianyu adalah kemajuan yang signifikan dalam ilmu pedangnya. “Sword Path... Dulu itu merupakan sebuah kata-kata khayalan belaka. Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi ingin segera mencapainya,” ucap Hei Jianyu dengan sebuah ambisi baru yang tumbuh dalam dirinya. Sword Path adalah sebuah langkah yang akan dilalui oleh seorang ahli pedang selama hidup mereka. Masing-masing ahli pedang akan melangkah di Sword Path yang berbeda tergantung sifat, atribut, dan pemahaman mereka akan pedang. Berbeda dengan kultivasi yang berfokus pada pengumpulan energi spiritual, Sword Path menuntut pemahaman akan pedang dengan interpretasi yang berbeda bahkan unik. Bagi para ahli pedang, pedang bukan hanya sebuah senjata dingin, tapi sebuah perwujudan

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   14 - Moonless Severence

    Ye Han menerjang ke arah Xue Gu dengan pedang yang telah dilapisi energi putih. Xue Gu masih berjalan dengan sangat santai. Tapi kemudian dia membuka matanya dan sikap waspada.“Jadi akhirnya kau bisa merasakannya?” Ye Han tersenyum. Dia baru saja mengeluarkan kekuatan yang telah dia tekan.Ye Han mengangkat pedang sampai menunjuk ke langit. Saat energi putih besar berkumpul di pedangnya, Ye Han menebaskannya ke bawah. Sebuah cahaya putih raksasa menyembur keluar dan menyerang Xue Gu dengan kekuatan yang besar.“Sial!” Xue Gu mengumpat. Dia sudah terlalu meremehkan lawannya ini. Siapa sangka kalau dia memiliki kekuatan yang bisa setara dengannya saat dia merasakan aura lemahnya beberapa menit yang lalu.Xue Gu melapisi kedua tangannya dengan energi yang paling kuat yang bisa dia keluarkan. Dia menahan serangan cahaya putih itu selama beberapa saat sebelum melemparkan tubuhnya ke belakang. Serangan itu terlalu kuat untuk dia tahan secara langsung. Dia mundur sampai kembali ke posisinya

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   13 - Dua Bocah Half-Beast

    “Apa sebelah sana sudah selesai, Hei Jianyu?” tanya Ye Han begitu dia menebas Spiritual Beast di sekitarnya.“Sudah,” jawab singkat Hei Jianyu.Gelombang pertama ini menghabiskan lebih dari 2 jam pertarungan. Sebagian dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 5 dan beberapa di antaranya adalah Spiritual Beast Tingkat 4 yang cukup kuat. Sekarang, puluhan Beast Core dan material berharga berkumpul di sekitar mereka, menunggu untuk dipanen.Nie Yao keluar dari Heavenly Bead sesaat setelah pertarungan selesai. Dia secara khusus meminta pada Ye Han dan Hei Jianyu untuk tidak terlalu menghancurkan tubuh Spiritual Beast yang dikalahkan. Beast Core dan material berharga dari tubuh Spiritual Beast adalah katalis utama untuk pil yang baru-baru ini dia ciptakan.“Kalian, kumpulkan semua Beast Core, jantung, dan peras habis darah mereka,” ucap Nie Yao sambil membelah mayat Spiritual Beast dan mengambil jantungnya. Kemudian dia mengambil darah dari hati, limpa, dan vena, lalu memasukkannya ke dal

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   12 - 2 Bulan Persiapan

    “Di-Dimana ini?” Kelima murid Sekte Zenith Sword terbangun dari pingsan dan mendapati diri mereka di tempat yang asing di mata. Mereka merasakan kesakitan yang luar biasa di tubuh mereka. Ingatan tentang kejadian di arena pertarungan Klan Ye muncul dan membuat mereka merinding.BRAKK!Ye Han mendobrak pintu itu. Sepertinya mendobrak pintu akan menjadi kebiasaan buruk Ye Han. Hiik!Kelima murid itu bergidik ngeri dengan kedatangan Ye Han dan menjauh, sementara itu Ye Han mendekat. “Jadi kalian sudah bangun, para pecundang.” Ye Han memberi kelima orang pasiennya senyuman kecil. Dia duduk di depan mereka dengan ekspresi wajahnya yang seketika menjadi dingin. “Kembalilah. Katakan pada teman-temanmu aku akan datang dalam 2 bulan.”“Ba-Baik, Tuan Muda Ye Han.”Kelima murid Sekte Zenith Sword itu bergerak menghindari Ye Han dan pergi keluar. Mereka dengan cepat kembali ke Sekte Zenith Sword dengan membawa ketakutan dan dendam. Mereka memang tidak akan bisa membalaskan dendam pada Ye Han d

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   11 - Tamu dari Sekte Zenith Sword

    “Heh! Kesombonganmu ini hanya akan berarti kalau kau memiliki kekuatan, Tuan Muda Ye. Sayangnya, kau menunjukan kesombonganmu di hadapan kami para murid jenius Sekte Zenith Sword.” Seorang pemuda pendek dengan rambut hijau naik ke arena dan mencemooh Ye Han dengan wajah menghinanya. Di matanya, Ye Han tidak lebih dari orang lemah yang baru saja menerobos ke Ranah Qi Condensation. Dia yang merupakan orang paling lemah dibandingkan empat kakak seniornya saja sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya.“Majulah. Aku, Wen Kuang, akan memberimu pelajaran berharga.” Pemuda itu menghunuskan pedangnya ke arah Ye Han. Tapi kemudian dia menjadi sedikit kesal dengan ekspresi tidak peduli dan meremehkan yang ditunjukkan Ye Han.“Tuan Muda, biarkan aku yang melawannya.” Hei Jianyu memasuki lapangan latihan. Dia langsung datang kemari begitu merasakan orang-orang ini di lapangan latihan.“Ya. Dia memang masih lebih lemah darimu, tapi ini akan menjadi pengalaman yang bagus,” Ye Han mengangguk.“Le

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status