Home / Fantasi / Kembalinya Sang Raja Surgawi / 6 - Pergi Menjemput Harta

Share

6 - Pergi Menjemput Harta

Author: Vickry
last update publish date: 2025-12-23 00:52:58

“Hah, apa yang bisa dibanggakan dari kultivasi Ranah Foundation Establishment?” ucap Yun Weijin dengan sombong. Momentum yang diberikan aura Ye Han memang kuat, tapi itu hanya sebatas Ranah Foundation Establishment.

“Yah, aku tidak perlu menjelaskan kehebatanku kepadamu, orang tua. Aku hanya ingin mengatakan kalau Yun Linger adalah milikku. Dan aku tidak akan membiarkan wanitaku direbut oleh orang lain, tidak lagi.” Ye Han mengatakannya dengan tegas dan menoleh ke arah Yun Linger.

[ Informasi Karakter ]

Nama: Yun Linger

Umur: 19 tahun

Bakat: Tingkat Tinggi

Potensi: Xuantian Sword Saintess

Ye Han tersenyum. Mana bisa dia melepaskan bakat dan kecantikan setingkat ini.

Pernyataan Ye Han membuat Yun Linger tersipu malu dan memerah, ibunya bahkan menutup mulutnya dengan terkejut. Sejak kapan anaknya menjadi begitu berani?

“Apa katamu? Apa kau pikir seseorang yang baru bisa berkultivasi di umur 20 tahun layak bersanding dengan seorang jenius Sekte Zenith Sword seperti Yun Linger? Jangan bermimpi!” ucap Yun Weijin dengan keras.

“Layak atau tidaknya aku bukan urusanmu, tapi Yun Linger. Jadi Yun Linger, apa kau benar-benar ingin memutus pertunangan kita?” Ye Han menoleh pada Yun Linger.

“Tidak, aku tidak ingin membatalkannya.” Yun Linger menjawabnya dengan yakin walaupun pipinya memerah.

“Linger, apa maksudmu?!” seru Yun Weijin.

“Aku tahu kau tidak ingin melakukan ini. Sekarang kau bisa kembali ke Sekte Zenith Sword, Yun Linger. Aku berjanji akan mendatangimu ke Sekte Zenith Sword dalam beberapa bulan.”

“Ba-Baiklah.” Yun Linger memberi salam pada Ye Shiyuan dan keluar dari ruangan. Entah akan sepanas apa wajahnya jika dia tetap disana. Ye Han benar-benar telah berubah menjadi pria sejati dengan kekuatan dan keberanian.

Ye Han memang memiliki wajah yang tampan, tapi itu saja tidak cukup untuk membuat Yun Linger jatuh hati padanya. Ye Han adalah satu-satunya teman masa kecil Yun Linger. Ye Han kecil memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Hanya dia yang menemaninya saat anak kecil lain menjauhinya karena dia anak selir.

Karena anak selir, Yun Linger selalu dijauhi dan dicemooh oleh anak seumurannya dan orang dewasa. Bahkan dia dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang kuat dengan Klan Ye tanpa peduli kalau tunangannya adalah seorang sampah yang selalu berbuat onar. Namun setelah bakatnya diketahui dan direkrut Sekte Zenith Sword, dia selalu dipuji-puji dan dihargai layaknya putri kesayangan. Klan Yun memang sudah memalukan sejak awal.

“Kau!” Yun Weijin menatap tajam Ye Han dengan penuh kebencian, lalu menoleh pada Yun Linger yang telah meninggalkan ruangan. “Linger!”

Ye Shiyuan menghela napas melihat kepergian Yun Weijin. Nasib pertunangan ini menjadi tidak jelas sekarang. Tapi dia juga merasa kasihan pada Yun Linger yang dianggap sebagai alat oleh keluarganya sendiri.

“Apa kau serius ingin tetap melanjutkannya, Han’er?”

“Tentu saja. Aku menyukainya, begitu pun sebaliknya. Kenapa aku harus menyerah hanya karena tulisan di atas kertas belaka?” ucap Ye Han.

“Kau memang telah berubah, menjadi lebih sembrono. Bagaimana jika Klan Yun meminta bantuan Sekte Zenith Sword?” Ye Shiyuan tahu betul mental yang dimiliki para tetua Klan Yun itu.

“Aku sudah memperkirakan kalau beberapa penggemar Yun Linger akan datang. Tapi aku masih punya waktu sebelum itu. Jadi aku akan pergi keluar dulu untuk mencari harta karun.” Ye Han tersenyum.

“Harta karun? Apa maksudmu?” Ye Han memang telah berubah, tapi senyumannya itu masih sama mengkhawatirkannya.

Beberapa hari kemudian, Ye Han dan Hei Jianyu pergi keluar. Sulit untuk meyakinkan ibunya, tapi setelah Ye Han dan Hei Jianyu mengalahkan semua anggota Klan Yun yang ada di Ranah Foundation Establishment, Ye Shiyuan barulah mengizinkannya pergi. Tentu saja dia menempatkan Quan Tong di balik bayangan untuk menjaganya.

“Kemana kita akan pergi, Tuan Muda?” tanya Hei Jianyu.

“Kita akan pergi ke Hutan Thousand Beasts. Ada harta karun yang sedang menunggu disana.” Ye Han tersenyum saat mengingat seseorang yang mendapatkan harta itu di kehidupan lalunya.

Dia hanya orang biasa yang memiliki tubuh lemah, tapi saat mendapatkan harta ini, tubuhnya menjadi sekeras berlian dan kemampuan pemulihannya juga sangat tinggi. Waktu penemuannya memang sedikit lebih lambat dari keberangkatan Ye Han saat ini. Tapi justru ini adalah waktu yang tepat.

“Hutan Thousand Beasts? Bukankah itu tempat berbahaya yang dipenuhi dengan Spiritual Beast?” tanya Hei Jianyu dengan terkejut. Dia tidak menyangka Ye Han akan membawanya pergi ke Hutan Thousand Beasts dengan tingkat kultivasinya yang masih di Ranah Foundation Establishment.

“Tenang saja. Kebanyakan Spiritual Beast di hutan ini hanya Tingkat 3 atau 4 yang setara dengan Ranah Qi Condensation dan Ranah Core Formation. Dengan kita berdua, bahkan Spiritual Beast Tingkat 4 masih bisa dikalahkan. Sekalipun Tingkat 5 muncul, kita masih tetap aman.”

Ranah kultivasi Ye Han dan Hei Jianyu memang hanya di tingkat Ranah Foundataion Establishment. Tapi kekuatan keduanya ada di tingkatan yang membuat kultivator Ranah Qi Condensation saja tidak bisa mengalahkannya. Sama halnya dengan Spiritual Beast Tingkat 3 yang setara dengan Ranah Qi Condensation.

Selain itu, dia dapat merasakan dengan jelas kalau Quan Tong sedang mengawasi di kejauhan. Quan Tong memiliki teknik penyembunyian tingkat tinggi. Tetapi indera spiritual terhubung dengan jiwa dan jiwa Ye Han adalah jiwa seorang ahli Ranah Divine Immortal. Tidak akan ada yang bisa luput dari inderanya.

“Ya, tidak ada yang bisa luput dari indera spiritualku. Termasuk kau, kucing kecil.”

Ye Han dengan cepat menerjang ke arah pohon besar dan melancarkan tinjunya. Pohon itu hancur berkeping-keping karena tinjunya. Seekor harimau melesat dari balik pohon yang hancur dan menyerang Ye Han dengan cakar tajamnya.

Tangan Ye Han menahan kakinya itu dan mencengkeramnya dengan erat sampai tulangnya patah. Kemudian dia menendang tubuhnya sampai terlempar dan menghantam batu. Tulang-tulangnya hancur bersamaan dengan batu yang dihantamnya.

“Spiritual Beast Tingkat 3. Sambutan yang menyenangkan.”

Begitu memasuki wilayah Hutan Thousand Beasts, keduanya dengan cepat disambut oleh beberapa Spiritual Beast Tingkat 3 di sepanjang jalan. Tapi seperti halnya harimau itu, semua Spiritual Beast Tingkat 3 yang mereka temui berhasil dibasmi dengan mudah. Hei Jianyu bahkan hanya menggunakan kedua jarinya untuk menebas mereka.

“Kita sampai.”

Setengah hari kemudian, Ye Han dan Hei Jianyu tiba di depan sebuah gua yang gelap dan dipenuhi dengan aura yang mencekam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   20. Hei Jianyu vs Wang Tianlu

    Wang Tianlu memiliki wajah tampan dan penuh kepercayaan diri. Pemahamannya pada pedang lebih tinggi dari orang-orang seusianya. Bakatnya juga cukup tinggi sampai membuatnya diangkat menjadi murid oleh salah satu tetua. Sebagai peringkat 2, dia hanya ada di bawah Yun Linger. Sejak pertama kali mendengar kabar tentang pertunangan Ye Han dengan Yun Linger, Wang Tianlu menyimpan dendam pada Ye Han. Wang Tianlu menyimpan rasa pada Yun Linger dan mengaguminya setelah dia dikalahkan dengan telak. Jadi kemunculan Ye Han sekarang menyulut amarahnya. Tapi, dia harus mengalahkan bawahannya dulu sebelum mengalahkan Ye Han dan mengakhiri pertunangan konyol itu.“Majulah. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat!” ucap Wang Tianlu dengan nada meremehkan.Hei Jianyu hanya bisa tersenyum kecil melihat perilaku Wang Tianlu. Dia maju ke arena dengan pedang di tangannya. Ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan. Ya, menyadarkan orang bodoh seperti Wang Tianlu selalu menjadi hal menyenangkan.Pedang

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   19 - Kemenangan Berturut-turut

    Setelah Ye Han dan Mu Feng keluar arena, saat ini seorang pemuda dengan tubuh tinggi besar sedang berdiri disana. Tingginya dua meter. Tangan kanannya mengenggam erat greatsword hitam sepanjang tubuh manusia dewasa. Bilahnya tebal dan berat, lebih mirip sebongkah baja raksasa daripada sebuah pedang. Dia adalah Gao Ren, peringkat 8.“Biarkan aku yang menghadapinya.” Huang Zhan maju ke arena degan penuh kepercayaan diri. Melihatnya membuat Ye Han tersenyum puas.Huang Zhan berdiri berhadapan dengan Gao Ren. Huang Zhan hanya setinggi bahu Gao Ren, membuatnya terlihat kecil jika dibandingkan. Tapi itu adalah peningkatan untuk Huang Zhan. Dua bulan lalu, Huang Zhan hanya memiliki tinggi 160 cm. Bersamaan dengan kekuatan dan fisiknya yang menguat, tingginya juga meningkat menjadi lebih dari 170 cm.“Aku tidak suka memukul anak-anak.” Gao Ren menyeringai.“Aku tidak suka banyak bicara.” Huang Zhan menatap Gao Ren dengan mata yang menyipit layaknya predator. Seperti serigala yang mengincar ma

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   18 - Teknik Dasar adalah Fondasi

    “Biarkan aku maju terlebih dahulu. Aku akan menghancurkan kesombongannya itu.” Seorang murid dengan rambut hitam panjang dan penampilan yag berwibawa menghunuskan kedua pedangnya saat memasuki arena. Dari obrolan para penonton, Ye Han tahu kalau orang ini adalah peringkat lima Sekte Zenith Sword, Mu Feng.“Majulah.”“Hmph!”Mu Feng menarik kedua pedang perak di punggungnya. Di saat bersamaan, aura pedangnya memancar seperti kabut tipis yang membelah udara. Banyak murid yang memandangnya dengan penuh dukungan, seharusnya Mu Feng yang berada di peringkat lima saja sudah cukup untuk mengalahkan Ye Han. Sebagai peringkat lima dengan kutivasi Ranah Qi Condensation Tahap Menengah dan penguasaan teknik pedang yang cukup tinggi, dia tidak bisa diremehkan bahkan oleh empat murid di atasnya.Di sisi lain, Ye Han hanya tersenyum. Dia bahkan tidak menarik pedangnya atau mengeluarkan energi spiritualnya. Hal ini benar-benar membuat para murid dan Mu Feng sangat marah. Dia benar-benar meremehkan mu

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   17 - Tantangan Dimulai

    Keesokan harinya, Ye Han dan yang lainnya pergi ke Sekte Zenith Sword.“Berhati-hatilah, Han’er. Kedatanganmu ke Sekte Zenith Sword juga berarti suatu provokasi untuk mereka, khususnya orang-orang yang menghargai bakat Yun Linger,” ucap Ye Shiyuan dengan serius.“Aku mengerti. Kau bisa tenang, Ibu. Aku bisa mengatasinya.” Ye Han tersenyum percaya diri. Mungkin beberapa tetua berotak kecil akan membuat masalah untuknya. Tapi dia memiliki Quan Tong yang akan bersembunyi di balik bayangan. Mereka tidak akan jadi masalah besar.“Baiklah. Aku percaya kau bisa melakukannya.” Ye Shiyuan tersenyum. Melihat Ye Han sekarang seakan melihat ayahnya di masa lalu. Dia benar-benar tumbuh menjadi pria yang memiliki kekuatan dan keteguhan yang besar. Dia menatap punggungnya dengan penuh kebanggan. Sekte Zenith Sword dikenal sebagai salah satu sekte terbesar di Benua Xuantian. Hampir seluruh muridnya memfokuskan pada kultivasi pedang. Murid teratas mereka adalah para kultivator pedang yang memiliki ba

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   16 – Persiapan Selesai

    Hari-hari berikutnya dilalui dengan berburu Spiritual Beast, berkultivasi, dan berlatih di kedalaman Hutan Hundred Beasts. Hei Jianyu berburu tanpa henti sembari menyempurnakan Moonless Severence dan menyeimbangkan tingkatan pedang yang baru dia capai. Nie Yao sesekali keluar dari Heavenly Bead untuk mengambil Beast Core yang telah dikumpulkan. Si kembar Huang Zhan dan Huang Yue ikut berburu dengan Hei Jianyu sambil berlatih untuk membangkitkan Primal Wilderness yang telah diberitahu Ye Han.“Primal Wilderness adalah kekuatan khusus yang dimiliki oleh garis darah keturunan Primordial Beast. Tidak semua Spiritual Beast memiliki garis darah keturunan Primordial Beast karena itu merupakan garis darah yang sangat langka dan tipis sampai sulit untuk dibangkitkan. Tapi karena Huang Yue bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan tidak sadar, itu artinya kalian memiliki garis darah keturunan Primordial Beast,” ujar Ye Han.“Jadi, bagaimana kami bisa membangkitkannya?” tanya Huang Zhan penasa

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   15 - Huang Zhan dan Huang Yue

    “Moonless Severence. Kematian dingin yang datang tanpa suara dan peringatan dengan niat membunuh besar yang tenggelam dalam kesunyian. Sepertinya kau semakin dekat dengan Sword Path milikmu, Hei Jianyu.” Ye Han tersenyum. Teknik yang digunakan Hei Jianyu adalah kemajuan yang signifikan dalam ilmu pedangnya. “Sword Path... Dulu itu merupakan sebuah kata-kata khayalan belaka. Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi ingin segera mencapainya,” ucap Hei Jianyu dengan sebuah ambisi baru yang tumbuh dalam dirinya. Sword Path adalah sebuah langkah yang akan dilalui oleh seorang ahli pedang selama hidup mereka. Masing-masing ahli pedang akan melangkah di Sword Path yang berbeda tergantung sifat, atribut, dan pemahaman mereka akan pedang. Berbeda dengan kultivasi yang berfokus pada pengumpulan energi spiritual, Sword Path menuntut pemahaman akan pedang dengan interpretasi yang berbeda bahkan unik. Bagi para ahli pedang, pedang bukan hanya sebuah senjata dingin, tapi sebuah perwujudan

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   13 - Dua Bocah Half-Beast

    “Apa sebelah sana sudah selesai, Hei Jianyu?” tanya Ye Han begitu dia menebas Spiritual Beast di sekitarnya.“Sudah,” jawab singkat Hei Jianyu.Gelombang pertama ini menghabiskan lebih dari 2 jam pertarungan. Sebagian dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 5 dan beberapa di antaranya adalah Spi

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   12 - 2 Bulan Persiapan

    “Di-Dimana ini?” Kelima murid Sekte Zenith Sword terbangun dari pingsan dan mendapati diri mereka di tempat yang asing di mata. Mereka merasakan kesakitan yang luar biasa di tubuh mereka. Ingatan tentang kejadian di arena pertarungan Klan Ye muncul dan membuat mereka merinding.BRAKK!Ye Han mendo

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   10 - Rahasia Quan Tong

    [ Informasi Karakter ]Nama: Quan Tong ( Mo Quantian )Umur: 55 tahunBakat: Tingkat MenengahPotensi: Death KingYe Han menatap Quan Tong dengan terkejut. Dia memang sudah mendeteksi seluruh orang di Klan Ye, tapi dia sama sekali tidak memerhatikan informasi Quan Tong atau mungkin dia baru kali in

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   9 - Nie Yao

    Hari sudah gelap saat Ye Han dan Hei Jianyu sampai di sebuah kota dengan sungai besar yang memanjang di sekitar kota. Dibandingkan dengan Kota Klan Ye, Kota Riverside hanyalah sebuah kota kecil. Karena itu, Mata Dewa bisa langsung mendeteksi bakat seluruh kota dan dia menemukan satu, target perekru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status