Compartir

Marah manja

Autor: De Sore
last update Fecha de publicación: 2026-09-28 08:24:33

Pagi pertama setelah empat hari yang terasa berjalan sangat lambat.

Kiara terbangun karena napasnya sedikit sesak. Bukan karena Chery, tapi karena lengan Joshua melingkar terlalu erat di pinggangnya. Napas teratur pria itu berhembus di ceruk leher Kiara.

Kiara tersenyum kecil. Pagi ini ia tidak terbangun karena rasa mual atau pusing dan akhirnya apartemen tidak terasa sepi lagi.

Ia mencoba melepas pelukan Joshua pelan-pelan, tapi justru pelukan itu makin erat.

“Jam berapa?” Suara Joshua serak,
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Nama untuk Chery

    Setelah dua bulan melakukan renovasi rumah, dengan desain klasik eropa sesuai keinginan Joshua akhirnya rampung juga.Sedangkan Kiara tidak ingin ambil pusing soal itu. Dia menyerahkan semuanya pada Joshua. Siang itu Kiara dan Joshua berada di toko perlengkapan bayi. Mengingat usia kandungan Kiara yang sudah memasuki minggu ke 28, mereka akan mempersiapkan pakaian dan segala kebutuhan untuk Chery.“Sayang, kamu yakin ini ukurannya?” Joshua melirik Kiara dan baju bayi yang sedang ia pegang bergantian.“Kenapa kamu ngomong kayak gitu?” Dahi Kiara bertaut tipis menoleh pada Joshua yang terlihat ragu.“Ini kecil banget, sayang. Apa muat untuk Chery pas udah lahir nanti?” Joshua meletakkan baju itu di telapak tangannya. “Lihat, cuma setelapak tangan aku loh, sayang,” bisik Joshua sedikit menunduk.“Astaga, Mas, aku kirain kenapa kamu ngomong kayak gitu, ternyata. Ya iya lah, sayangku, memang ini ukuran baju untuk bayi baru lahir. Kamu pikir nanti anak kamu lahir langsung gede?” Kiara memu

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Pertanyaan yang sulit

    Pertanyaan Kiara membuat Joshua membeku, ia tidak pernah berpikir akan dihadapkan dalam situasi seperti itu. Setiap saat dia berdoa agar Kiara dan buah hati mereka lahir dengan sehat dan selamat.Kali ini hening turun cukup berat. “Kenapa kamu nanya kayak gitu?” Joshua mencoba mengulur waktu untuk menjawab.“Nggak kenapa-kenapa, kita gak tau apa yang akan terjadi nanti. Dokter tidak akan menunggu lama, dia bakal meminta kamu memilih dengan cepat.” Sebenarnya Kiara juga tidak akan bisa jika dihadapkan dalam situasi seperti itu, Membayangkannya saja sudah membuat hatinya nyeri seperti diremas dari dalam.Apa lagi harus benar-benar disuruh memilih, hanya bisa menyelamatkan satu di antaranya, Joshua atau anak mereka.“Mas…” panggil Kiara melihat Joshua tak kunjung memberi jawaban.Joshua mengelus perut Kiara, tendangan Chery menyapa telapak tangannya yang besar. Jelas dia tidak ingin kehilangan buah hati yang sudah lima bulan ini dia ajak bicara serta selalu ia sapa. Namun, kehilangan Kia

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Mas Joshua

    Malam hari setelah survei dua lokasi rumah, Joshua menghampiri Kiara yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang, wanita itu terlihat asyik bermain ponsel.“Sayang,” panggil Joshua lembut, lalu naik ke atas ranjang dan duduk tepat di samping Kiara.Kiara menoleh pada Joshua, ia mematikan layar ponsel dan meletakkan benda pipih itu ke atas nakas, “Kenapa, sayangku?” sahut Kiara tak kalah lembut.“Aku mau ngomong sesuatu, kamu lagi sibuk gak?” ujar Joshua basa-basi.“Nggak kok, emangnya kamu mau ngomong apa?” Kiara menatap lekat pria itu.Joshua berdehem kecil, mengusir kegugupannya sebelum memulai bicara. “Sekarang kan kita juga tinggal di lantai dua puluh, sayang. Jadi gak ada bedanya dong dengan rumah yang cuma dua lantai?” ucap Joshua membalas tatapan Kiara.Kiara mengerti arah pembicaraan itu, merujuk pada perbedaan pendapat mereka tentang selera rumah.“Jelas beda dong, sayang. Walau pun kita tinggal di apartemen setinggi ini, tapi rumah kita tetap satu lantai, tidak ada tang

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Berbeda pendapat

    Siang itu Joshua sengaja pulang lebih awal, ia menjemput Kiara di kantornya. Setelah obrolan tentang membeli rumah satu minggu lalu, hari ini mereka akan mulai survei mencari yang sesuai dengan dengan selera keduanya. “Selamat siang, Bu Kiara,” suara berat Joshua mengalun di ruang kerja Kiara yang hening. Kiara menoleh pada Joshua yang berjalan mendekat, ia tertawa kecil, “Gak sopan ya anda, Pak Joshua. Tidak mengetuk pintu sebelum masuk,” Kiara menanggapi gurauan Joshua. “Maaf, Bu, wanita yang ada di dalam ruangan ini membuat saya sedikit tidak sabaran ingin berjumpa dengannya.” Joshua tiba di sebelah Kiara, ia memegang dagu wanita itu lalu mencium pipinya berkali-kali. Kiara hanya tersenyum, “Udah ah, kamu kalau nyium basah gini,” gerutu Kiara gemas melihat tingkah suaminya. Joshua tidak menjawab, ia tertawa puas kemudian menghapus bekas ciumannya yang sengaja dia buat basah. Suara seseorang berdehem sengaja sedikit keras di sudut ruangan. Hal itu membuat Joshua terkejut, s

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Hadiah terima kasih

    Pagi ini hal pertama yang Kiara lakukan setelah bangun tidur adalah mengecek suhu tubuh Joshua. “Hari ini kamu jangan kerja dulu, ya. Demam nya sudah turun sih, tapi istirahat aja dulu,” ucap Kiara saat telapak tangannya berada di dahi Joshua.Pria itu mengangguk pelan dengan tubuh masih di balut selimut. Sedangkan Kiara bergegas membersihkan diri ke kamar mandi, lalu melangkah menuju dapur.“Selamat pagi, Mbak Ririn. Ya ampun kangen banget sama, Mbak,” sapa Kiara ramah. Suara Kiara memecah keheningan dapur, membuat Ririn menoleh pada sumber suara.“Pagi, Bu Kiara. Saya juga kangen banget, Bu. Hampir dua minggu ya kita gak ketemu,” sahut Ririn sama ramahnya seperti Kiara.“Bener, Mbak,” Kiara mengangguk setuju. “Oya, Mbak masak bubur yang aku minta tadi malam kan?” timpal Kiara.“Sudah, Bu. Ini buburnya. Semoga Bapak cepat sembuh, ya, Bu,” Ririn mengulurkan mangkuk porselen putih.“Terima kasih, Mbak.” Kiara mengulas sebuah senyuman. Kemudian berlalu kembali ke kamar.“Jo, sarapan dul

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Demam

    Kiara merasa ada yang aneh dengan Joshua. Hawa tubuh pria itu terasa panas, kepalanya kian berat bersandar di bahu Kiara. “Joshua,” panggil Kiara pelan. “Hmm,” Joshua hanya bergumam singkat. Tangan Kiara yang tadi mengusap-usap punggung Joshua, kini menyusup masuk ke dalam baju pria itu, lalu meraba kulit punggung Joshua yang mengeluarkan hawa panas. “Jo, kamu demam, ya?” Kiara menjauhkan kepala Joshua dari bahunya, mendapati wajah pucat pria itu. Pantas saja dari tadi wajah Joshua sendu, Kiara pikir itu hanya karena mereka sedang cekcok kecil tadi. Tapi ternyata pria itu sedang menahan sakit di fisiknya juga. “Ayo pindah ke kamar dulu, Jo. Biar aku ambil kompres. Badan kamu anget banget ini,” Kiara berdiri memapah Joshua menuju kamar. Dengan langkah kecil yang tersendat-sendat akhirnya Kiara berhasil membaringkan Joshua di atas ranjang. Kiara meletakkan telapak tangannya di dahi Joshua, mengecek suhu tubuh pria itu, “Tunggu bentar, ya,” Kiara mencari kotak P3K di laci nakas

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status