“Jo, jika pertanyaan itu aku balik ke kamu... apa kamu bisa menjawabnya?” Mendengar Kiara membalikkan pertanyaan itu, Joshua terkekeh pelan. Sebuah senyum tipis terbit di bibirnya, meski sorot matanya sarat akan kerapuhan yang amat dalam. “Saat kamu datang ke dalam kehidupanku, aku sedang dalam keadaan sangat buruk,” ucap Joshua, suaranya mengalun lembut memecah hening malam. “Tidak banyak perempuan yang mau bertahan bersamaku. Apalagi saat itu rumor di luar sana menyebutkan kalau aku punya kekasih lain... dan kemungkinan besar lumpuh permanen.” Joshua menjeda kalimatnya. Ia menatap lurus ke dalam netra cokelat Kiara yang kini berkaca-kaca, memantulkan bayangan lampu gantung meja makan. “Tapi kamu bersedia di sini, Kia...” “Itu karena...” Kiara berusaha memotong, namun lidahnya terasa kufur. “Aku tahu, karena investasi Papaku di perusahaan Papa kamu, kan?” sahut Joshua menyambung cepat. Pria itu menggeleng pelan. “Tapi kalau kamu memang tidak punya ketulusan itu dari awal, kam
Última atualização : 2026-08-21 Ler mais