“Bagaimana kalau aku tidak mau?” Jawaban Joshua membuat air mata Kiara akhirnya lolos membasahi pipinya. Dengan kasar, ia mengusapnya menggunakan punggung tangan, berusaha mengumpulkan sisa ketegaran yang tersisa. “Nggak bisa, Jo. Kita harus tetap cerai,” bisik Kiara, suaranya bergetar menahan sesak. Joshua bergeming. Manik hitamnya menatap Kiara tajam, seolah sedang mencari kebohongan di balik wajah lembut yang selama dua tahun ini selalu menyambutnya saban pagi. Pria itu menarik napas panjang, menekan gejolak di dadanya agar tetap terlihat tenang. “Jadi... apa arti aku buat kamu, Kiara?” tanya Joshua pelan, suaranya sarat akan kekecewaan yang tersirat. “Dua tahun kita tinggal bersama. Aku yang bergantung padamu, dan kamu yang selalu ada untukku. Apa semua itu cuma bagian dari tugas dalam perjanjian?” Kiara mengepalkan jemarinya di bawah meja makan hingga memutih. Hatinya menjerit. Mana mungkin Joshua hanya sekadar tugas? Pria ini adalah suaminya, pria yang perlahan-lahan me
Last Updated : 2026-08-21 Read more