INICIAR SESIÓNDua tahun Kiara mendedikasikan hidupnya merawat Joshua yang lumpuh, meski sadar statusnya hanyalah istri pengganti berbalut pernikahan kontrak. Namun, di saat benih cinta yang tulus mulai tumbuh dan Joshua sembuh total, wanita impian Joshua kembali. Terjerat ancaman hukum serta paksaan mertua, Kiara memilih mundur dan menuntut perceraian demi menyelamatkan harga dirinya. Tetapi, apakah melepaskan pria dingin yang perlahan mulai membalas perasaannya itu akan semudah yang ia bayangkan? “Bagaimana kalau aku tidak mau bercerai, Kia? Apa kamu akan tetap melangkah pergi?”
Ver más“Demi Papa, jangan tanda tangani, Kiara!”Suara Arman terdengar tegas dan keras menembus hening ruang tamu. Kiara yang baru saja hendak membungkuk mengambil salinan kertas berserakan di lantai membeku seketika.“Oooh… ternyata serakah juga ya kamu? Bapak dan anak sama-sama serakah dan tidak tahu malunya!” sindir Anggun tajam, melipat tangan di dada.Pria paruh baya yang biasanya selalu bersikap tenang dan mengalah itu melangkah tegas ke depan. Dengan sisa tenaga di tubuhnya yang makin ringkih, Arman memasang badan, berdiri tepat di hadapan Anggun dan Laura—memblokir akses kedua wanita itu ke arah Kiara.“Saya tidak begitu, Bu Anggun. Kalau memang mereka mau bercerai, biarkan mereka bercerai. Tapi tidak bisakah semua dilakukan dengan kepala dingin? Kenapa harus membuat masalah sebesar ini?”“Itu karena putrimu yang melanggar kontrak!” gertak Anggun, matanya menyalang penuh kemarahan. “Surat pengakuan itu satu-satunya cara agar kamu dan anakmu tidak membusuk di penjara!”“Saya yang puny
“Apa pun yang terjadi dengan pernikahanmu, ini tetap rumahmu. Maafkan kami, Nak... yang dulu sudah sangat egois memanfaatkanmu.”Suara Arman—Papa Kiara bergetar saat kalimat itu terucap. Pria paruh baya yang kini tampak makin ringkih itu memeluk Kiara erat, disusul elusan lembut Ibu di punggungnya. Suasana ruang tamu rumah sederhana mereka mendadak diliputi haru yang menyayat dada.Pagi tadi di apartemen, dekapan hangat Joshua di depan Anggun dan Laura sempat menghentikan detak jantung Kiara. Namun, ia tak ingin membiarkan keributan tak berujung itu berlarut-larut. Dengan suara lirih namun mantap, Kiara meminta izin pada Joshua untuk pulang sementara waktu ke rumah orang tuanya demi menenangkan diri.Joshua—meski berat hati dan sempat menahan lengannya—akhirnya luluh dan membiarkan Kiara pergi, memberi ruang yang wanita itu butuhkan.Keputusannya melangkah sejenak dari lingkaran kehidupan Joshua membawa Kiara kembali ke satu-satunya tempat ia bisa bernafas lega.Kiara menyandarkan kep
“Ternyata apartemenmu tidak banyak berubah ya, Jo, masih sama seperti selera minimalismu yang dulu.”Suara renyah nan elegan itu bergetar halus di udara, memecah ketenangan ruang tengah. Kiara yang baru saja selesai menyusun cangkir teh di atas nampan membeku.Pagi baru saja merambat naik, namun pintu apartemen sudah diketuk keras. Anggun datang tanpa pemberitahuan, dan kali ini ia tidak sendirian. Ia membawa Laura—sosok anggun dan cerdas dari berita bisnis kemarin malam.Laura berdiri anggun membelakangi jendela kaca. Gaun pastel berpotongan haute couture membalut tubuh semampainya dengan sempurna, berpadu erat dengan riasan wajah halus yang memancarkan aura kelas atas.Perhiasan berlian berukuran kecil berkedip lembut di leher dan pergelangan tangannya. Dibandingkan dengan Kiara yang hanya mengenakan kemeja katun kelabu dan celana kain sederhana, jurang perbedaan di antara mereka terlihat sangat nyata.“Laura, kamu duduk dulu. Biar Kiara membuatkan minum untukmu,” cetus Anggun santa
“Jo, jika pertanyaan itu aku balik ke kamu... apa kamu bisa menjawabnya?” Mendengar Kiara membalikkan pertanyaan itu, Joshua terkekeh pelan. Sebuah senyum tipis terbit di bibirnya, meski sorot matanya sarat akan kerapuhan yang amat dalam. “Saat kamu datang ke dalam kehidupanku, aku sedang dalam keadaan sangat buruk,” ucap Joshua, suaranya mengalun lembut memecah hening malam. “Tidak banyak perempuan yang mau bertahan bersamaku. Apalagi saat itu rumor di luar sana menyebutkan kalau aku punya kekasih lain... dan kemungkinan besar lumpuh permanen.” Joshua menjeda kalimatnya. Ia menatap lurus ke dalam netra cokelat Kiara yang kini berkaca-kaca, memantulkan bayangan lampu gantung meja makan. “Tapi kamu bersedia di sini, Kia...” “Itu karena...” Kiara berusaha memotong, namun lidahnya terasa kufur. “Aku tahu, karena investasi Papaku di perusahaan Papa kamu, kan?” sahut Joshua menyambung cepat. Pria itu menggeleng pelan. “Tapi kalau kamu memang tidak punya ketulusan itu dari awal, kam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñas