Share

Pertemuan kembali

Author: De Sore
last update publish date: 2026-09-05 00:47:33
Kiara bersama divisi teknik sedang berada dalam bangunan yang akan mereka robohkan agar Zenda Corp dapat segera mendirikan hotel di lahan ini.

Dua bulan berlalu sejak pertemuan Kiara dan Joshua di rumah sakit. Keduanya sengaja tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Memadatkan waktu dengan pekerjaan, guna melampiaskan kerinduan yang sulit dikendalikan.

Awalnya Kiara ingin menolak kerja sama ini, namun ia urungkan niat tersebut mengingat perusahaannya masih tergolong kecil, pasti tidak mudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
nadine keyla
gacorr akhir nya josuaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Berkunang-kunang

    Kiara terjaga dari tidurnya saat mendengar suara air mengalir dari arah kamar mandi. Dia mengerjapkan mata beberapa kali, menyesuaikan dengan cahaya masuk.“Aahh…” gumam Kiara saat meregangkan tubuh. Ia ingin duduk tapi kepalanya terasa berat dan pusing. Kiara kembali berbaring membungkus dirinya dalam selimut tebal.Beberapa menit menunggu akhirnya Joshua keluar dari kamar mandi. Dengan handuk melilit di pinggang, Joshua berjalan mendekati Kiara yang menatapnya sedari tadi.“Kamu mau berangkat kerja, ya?” tanya Kiara saat Joshua duduk di pinggir ranjang.“Iya, sayang. Ini sudah hari senin.” Balas Joshua sambil mengelus pipi Kiara.“Kalau aku minta kamu untuk di rumah aja hari ini boleh gak?” Bujuk Kiara, telapak tangannya meraba-raba otot perut suaminya.Joshua tersenyum hangat lalu mencium singkat bibir Kiara, “Boleh, sayang. Aku bakal nemani kamu di rumah seharian.” Suara berat Joshua mengalun lembut di telinga Kiara.Mendengar jawaban itu Kiara langsung sumringah. “Makasih, sayang

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Acara tujuh bulanan

    Hari ini syukuran tujuh bulanan Kiara digelar. Setelah tadi pagi acara siraman yang dihadiri oleh keluarga inti dan orang-orang terdekat, sore ini ratusan tamu dari kerabat dan rekan bisnis mereka akan turut meramaikan acara.Kiara duduk di depan meja rias, ia menatap dirinya dalam pantulan cermin. Wajahnya yang dipoles dengan make up natural menambah paras cantik wanita itu.Selama proses siraman tadi berlangsung, banyak yang memuji Kiara terlihat semakin cantik, kulitnya tampak lebih halus dan cerah, para orang tua mulai menebak-nebak bahwa anak mereka yang akan lahir adalah seorang perempuan.Kiara dan Joshua sengaja tidak ingin mengetahui apa jenis kelamin calon bayi mereka, biar nanti jadi kejutan saja.Suara pintu kamar dibuka dari luar, membuyarkan lamunan Kiara. Ia menoleh pada Joshua yang berjalan mendekat. Wanita itu menatap lekat pada sang suami, ia mulai menyadari perubahan itu juga terjadi pada Joshua. Belakangan ini Kiara melihat Joshua semakin tampan dan gagah. Atau ha

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Hari pindahan

    “Sudah siap, sayang?” Joshua merangkul Kiara yang masih berdiri terpaku dengan sorot matanya menyapu seisi apartemen yang hampir kosong.Tiga hari setelah Kiara dan Joshua belanja perlengkapan untuk calon bayi mereka, dan membeli furniture baru, akhirnya hari ini keduanya memutuskan pindah.Beberapa perabotan yang ada di apartemen sudah Joshua pindahkan menggunakan jasa pindahan. Begitu pula dengan furniture yang kemarin mereka beli sudah tiba di rumah baru dan disusun di tempatnya sesuai permintaan Joshua.“Kenapa keliatan sedih begitu? Kapan-kapan kan bisa main ke sini lagi, cantik,” Joshua mengelus lengan Kiara yang masih enggan menggerakkan kakinya.“Banyak kenangan kita di tempat ini, Mas. Mulai dari awal kita nikah. Aku merawatmu di sini selama dua tahun. Dari kamu yang dulunya tidak banyak bicara, sampai sering bercanda seperti sekarang kita lewati di apartemen ini, Mas.” Suara Kiara terdengar sedikit bergetar.Joshua tersenyum tipis mengingat masa-masa itu. Kiara benar, banyak

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Nama untuk Chery

    Setelah dua bulan melakukan renovasi rumah, dengan desain klasik eropa sesuai keinginan Joshua akhirnya rampung juga.Sedangkan Kiara tidak ingin ambil pusing soal itu. Dia menyerahkan semuanya pada Joshua. Siang itu Kiara dan Joshua berada di toko perlengkapan bayi. Mengingat usia kandungan Kiara yang sudah memasuki minggu ke 28, mereka akan mempersiapkan pakaian dan segala kebutuhan untuk Chery.“Sayang, kamu yakin ini ukurannya?” Joshua melirik Kiara dan baju bayi yang sedang ia pegang bergantian.“Kenapa kamu ngomong kayak gitu?” Dahi Kiara bertaut tipis menoleh pada Joshua yang terlihat ragu.“Ini kecil banget, sayang. Apa muat untuk Chery pas udah lahir nanti?” Joshua meletakkan baju itu di telapak tangannya. “Lihat, cuma setelapak tangan aku loh, sayang,” bisik Joshua sedikit menunduk.“Astaga, Mas, aku kirain kenapa kamu ngomong kayak gitu, ternyata. Ya iya lah, sayangku, memang ini ukuran baju untuk bayi baru lahir. Kamu pikir nanti anak kamu lahir langsung gede?” Kiara memu

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Pertanyaan yang sulit

    Pertanyaan Kiara membuat Joshua membeku, ia tidak pernah berpikir akan dihadapkan dalam situasi seperti itu. Setiap saat dia berdoa agar Kiara dan buah hati mereka lahir dengan sehat dan selamat.Kali ini hening turun cukup berat. “Kenapa kamu nanya kayak gitu?” Joshua mencoba mengulur waktu untuk menjawab.“Nggak kenapa-kenapa, kita gak tau apa yang akan terjadi nanti. Dokter tidak akan menunggu lama, dia bakal meminta kamu memilih dengan cepat.” Sebenarnya Kiara juga tidak akan bisa jika dihadapkan dalam situasi seperti itu, Membayangkannya saja sudah membuat hatinya nyeri seperti diremas dari dalam.Apa lagi harus benar-benar disuruh memilih, hanya bisa menyelamatkan satu di antaranya, Joshua atau anak mereka.“Mas…” panggil Kiara melihat Joshua tak kunjung memberi jawaban.Joshua mengelus perut Kiara, tendangan Chery menyapa telapak tangannya yang besar. Jelas dia tidak ingin kehilangan buah hati yang sudah lima bulan ini dia ajak bicara serta selalu ia sapa. Namun, kehilangan Kia

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Mas Joshua

    Malam hari setelah survei dua lokasi rumah, Joshua menghampiri Kiara yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang, wanita itu terlihat asyik bermain ponsel.“Sayang,” panggil Joshua lembut, lalu naik ke atas ranjang dan duduk tepat di samping Kiara.Kiara menoleh pada Joshua, ia mematikan layar ponsel dan meletakkan benda pipih itu ke atas nakas, “Kenapa, sayangku?” sahut Kiara tak kalah lembut.“Aku mau ngomong sesuatu, kamu lagi sibuk gak?” ujar Joshua basa-basi.“Nggak kok, emangnya kamu mau ngomong apa?” Kiara menatap lekat pria itu.Joshua berdehem kecil, mengusir kegugupannya sebelum memulai bicara. “Sekarang kan kita juga tinggal di lantai dua puluh, sayang. Jadi gak ada bedanya dong dengan rumah yang cuma dua lantai?” ucap Joshua membalas tatapan Kiara.Kiara mengerti arah pembicaraan itu, merujuk pada perbedaan pendapat mereka tentang selera rumah.“Jelas beda dong, sayang. Walau pun kita tinggal di apartemen setinggi ini, tapi rumah kita tetap satu lantai, tidak ada tang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status