Short
Killed My Baby to Save Hers

Killed My Baby to Save Hers

에:  Yogurt Monster참여
언어: English
goodnovel4goodnovel
11챕터
3.5K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

My husband forced me into labor the same day his widowed sister-in-law went into labor. I was only seven months pregnant when he dragged me to the hospital and demanded that the doctors induce me. Eugene Cobb locked me inside the delivery room, his expression tense and urgent. "The baby Fiona's carrying has a rare disease. The doctors say he'll die as soon as he's born. They need umbilical cord blood and special stem cells during delivery to save him! My brother's already gone. It's my responsibility to take care of her and her child." A four-inch-long induction needle pierced into my body. Violent contractions crashed through me, cold sweat soaking my back. I said weakly, "Fiona's pregnancy has been perfectly healthy. How could the baby suddenly have a rare disease? And my pregnancy is high-risk. The doctor said I need to carry to term. If you force an early birth, you'll kill both our baby and me!" Eugene frowned slightly and pinned me firmly to the hospital bed. "The doctor already explained everything. The baby just needs to be born two months early. Nothing will happen." As Fiona Smith's screams rang out from the delivery room next door, something seemed to occur to him. "You're not trying to get rid of Fiona because I've been taking care of her all the time, are you? I told you a long time ago I'm only helping her because she's my sister-in-law. How can you be so vicious?" I stared at the blood spreading beneath me and begged through tears. As long as he spared the child, I was willing to divorce him and give them my place. Eugene's eyes filled with impatience. "What are you talking about? I'm the baby's father. Why would I harm my own child?" My umbilical cord blood and stem cells were finally used on Fiona's baby. Both mother and child were declared safe. Only then did Eugene finally remember us. But when he arrived at the hospital room, the only thing waiting for him was an empty bed.

더 보기

1화

Chapter 1

Tengah malam.

Audrey Conner sedang membersihkan kamar tamu sesuai tugasnya. Sejak ibunya sakit parah, dia bekerja di pagi hari dan datang ke tempat ini di malam hari untuk melakukan pekerjaan bersih-bersih. Dengan bekerja begitu keras, dia baru sanggup membayar biaya pengobatan ibunya yang mahal.

Akhirnya, pekerjaannya hari ini sudah hampir selesai, hanya tersisa sebuah kamar presidensial saja. Audrey menyeka keringat di dahinya, lalu masuk ke kamar itu.

Kamar ini gelap gulita. Baru saja Audrey hendak mencari saklar lampu, sepasang tangan yang kuat tiba-tiba menekannya. Dia langsung terkejut dan hampir berteriak. Namun, sebelum dia sempat berteriak, pria itu membekap mulutnya dan berkata, “Jangan bersuara.”

Audrey membelalak ketakutan. Dia tidak tahu siapa pria ini dan apa maksudnya. Apa pria ini adalah orang cabul atau orang gila? Saat memikirkan hal ini, Audrey langsung memberontak dengan sekuat tenaga. Hanya saja, dia benar-benar tidak bisa melawan pria yang begitu tinggi dan kekar.

Sebelumnya, pria ini sudah merasakan hal yang tidak beres. Dia menyadari dirinya sudah diberikan obat perangsang dengan khasiat yang sangat kuat. Jadi, dia menyuruh asistennya untuk mengantarkan seorang wanita kemari. Namun, sekarang … entah kenapa gadis yang sangat putus asa dan tidak berdaya ini bisa menarik perhatiannya.

...

Keesokan paginya.

Audrey tiba-tiba membuka matanya dan menyadari sudah tidak ada orang di sisinya. Noda merah yang tertinggal di seprai sangat menusuk matanya. Begitu dia bergerak, tubuhnya juga terasa sangat sakit. Hal yang paling berharga baginya ... sudah direbut oleh seorang pria asing. Kesedihan yang tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata pun merayap ke dalam hatinya.

Pada saat ini, Audrey melihat sebuah jam tangan yang ditinggalkan pria itu di meja samping tempat tidur. Di bawahnya, terdapat sebuah notes yang bertuliskan sepatah kata “Kompensasi”.

Apa pria itu mengira dirinya menjual diri? Audrey langsung merasa sangat terhina. Dia membanting jam tangan itu ke lantai dengan kuat, lalu langsung menangis dengan getir. Setelah menangis sebentar, dia baru perlahan-lahan kembali tenang. Saat ini, dia tidak boleh menangis maupun runtuh. Ibunya yang berada di rumah sakit masih membutuhkannya.

Setelah memikirkan hal ini, Audrey turun dari tempat tidur dan memakai bajunya dengan kesulitan. Kemudian, dia meninggalkan kamar yang terasa bagaikan mimpi buruknya tanpa menoleh sama sekali.

Setelah keluar dari hotel, Audrey berjalan menyusuri jalan raya. Saat melihat mobil yang berlalu-lalang, dia bahkan berniat untuk langsung mengakhiri hidupnya. Hanya saja, begitu memikirkan ibunya yang masih sakit, dia mau tak mau menyingkirkan niat itu. Dia tidak boleh runtuh. Jika terjadi sesuatu padanya, tidak akan ada orang yang mengurus ibunya. Dia hanya perlu berpikir bahwa dirinya sudah digigit oleh seekor anjing rabies dan tidak perlu memedulikannya.

...

“Tuan Zayden, aku sudah menangkap orang yang memberimu obat semalam. Dia seharusnya adalah orang yang diutus Tuan Zachary. Apa yang harus kita lakukan?”

Setelah mendengar laporan dari asistennya, Zayden Moore memicingkan matanya. Dia baru kembali dari luar negeri beberapa hari yang lalu, tetapi orang-orang itu sudah tidak sabar?

“Beri dia pelajaran baik-baik, lalu antar dia kembali,” perintah Zayden. Setelah itu, terdengar teriakan kesakitan dan permohonan ampun seseorang dari ujung telepon. Namun, ekspresi Zayden tetap terlihat datar. Hanya saja, saat melihat pergelangan tangannya yang kosong, dia tanpa sadar teringat kejadian semalam. Entah kenapa, insiden itu sangat sulit dilupakannya ....

Tatapan Zayden menjadi kelam, lalu dia berkata, “Berikan tambahan uang kepada wanita semalam.”

Caleb Yohan, asisten Zayden itu langsung tertegun dan bertanya, “Wanita semalam? Saat wanita itu sampai, dia bilang sudah ada wanita lain di sana. Jadi, dia langsung kembali ....”

Setelah mendengarnya, genggaman Zayden pada setir langsung menjadi lebih erat. Jika begitu, orang yang dia tiduri semalam bukanlah wanita yang dicari Caleb, melainkan seorang gadis tak berdosa?

Saat memikirkan gadis yang meronta dengan sekuat tenaga itu, ekspresi Zayden langsung menjadi suram. Pada saat itu, dia mengira wanita itu hanya ketakutan dan tiba-tiba ingin mundur. Tak disangka, ternyata dia bukanlah wanita yang disiapkan Caleb.

Tanpa berpikir panjang, Zayden langsung memutar setirnya untuk kembali ke hotel. Namun, ada sebuah truk besar yang tiba-tiba melintas dengan cepat dari sampingnya.

Setelah itu, terdengar suara ledakan yang kuat. Kemudian, api yang besar menelan segalanya dan menyambar ke sekitar hingga menjadi lautan api ....
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

댓글 없음
11 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status