Mag-log inBusiness Tycoon, Nikolas Sica has never imagined himself playing the role of a father but a mysterious call inadvertently forces two miracles into his life; A son he had no idea existed and a woman he is damn sure he would never bang. Trouble is, The boy does share his DNA and he needs to know how.
view more“Tidak becus! Bawa timmu pergi dari sini dalam dua hari, Brianna Ellery!”
Jari-jari Brianna mati rasa saat kalimat itu menghantam telinganya. Suara dingin yang membungkam seisi ruangan itu datang dari seorang CEO perusahaan developer, Leon Alejandro Ronan. Saat ini, mereka tengah bekerja sama dalam pembangunan sebuah rumah sakit. Banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh project manager sebelumnya membuat Brianna dimutasi ke kota kecil ini. Kini, ia lah yang bertanggung jawab membersihkan ‘sampah’ yang ditinggalkan oleh rekannya itu. Meski sudah berusaha sebaik mungkin, tapi bagi Leon kehadirannya masih dianggap tidak bisa memperbaiki keadaan. Keterlambatan kedatangan bahan konstruksi dari pihak vendor dinilai Leon sebagai kelalaian yang menghambat, dan pria itu berakhir mengusir mereka. Berdiri di dekat layar proyektor, Brianna menelan ludah, darahnya berdesir panas sewaktu mengatakan, “Tolong, dengar—” “Rapat selesai,” potong Leon seraya menutup map di depannya. Leon berdiri, berjalan melewati Brianna bersama anak buahnya tanpa menoleh sedikit pun. Brianna hanya bisa menyaksikan punggungnya menghilang di balik pintu. Detak jantungnya berpacu kencang. Rasa malu seperti menarik kulit wajahnya hingga terkelupas. Di mata Brianna, kepribadian pria itu sangat jauh berbeda dengan yang pernah ia kenal. Leon adalah mantan pacar Brianna di masa lalu dan dulunya ia adalah seorang pribadi yang hangat. Namun, lima tahun yang lalu, hubungan mereka berakhir dengan cara yang kurang baik. Mungkinkah karena itu sekarang Leon bersikap angkuh? “Kamu baik-baik saja?” tanya Katie, teman sekaligus bawahannya. Ia berjalan menghampiri Brianna saat semua orang sudah pergi dari ruangan itu tanpa banyak berkomentar, mereka sudah hafal betapa buruk hubungan kerjasamanya dengan Leon. “Iya, Kat.” “Setidaknya dia harus mendengar penjelasanmu dulu, ‘kan? Kita juga tidak mau ada keterlambatan seperti ini.” “Aku tidak mau pergi dari proyek ini, Kat. Kalau ini gagal, aku pasti dipecat. Kepala divisi terlanjur percaya padaku.” Dengan khawatir, Katie bertanya, “Lalu sekarang bagaimana, Brianna?” “Tidak tahu, sebentar biar aku pikirkan,” jawab Brianna seraya duduk dan meremas rambutnya. “Ya sudah aku keluar dulu. Beri tahu aku kalau mau kembali ke kantor.” Brianna mengangguk, sementara Katie meninggalkan ruang meeting dan menyisakan dirinya di dalam sana. ‘Dua hari.’ Peringatan Leon terngiang dan membuat perutnya mual. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan lalu menatap ponselnya yang bergetar di atas meja. Satu notifikasi muncul di layar, yang tanpa pikir panjang Brianna segera melihatnya. Sebuah foto dari sosial media milik wanita yang dibenci setengah mati oleh Brianna, wanita selingkuhan suaminya. ‘Honeymoon’, begitu yang tertulis di sana. Sebenarnya, kepergian Brianna ke kota ini bukan semata untuk pekerjaan, tapi karena ia ingin menenangkan diri dari kenyataan pahit yang diketahuinya tentang Robert Elwin, suaminya. Pernikahannya ada di ambang kehancuran karena pria itu berselingkuh. Ditambah lagi, wanita simpanannya sedang hamil sepuluh minggu. Banyak sekali foto-fotonya, bahkan ada beberapa yang menunjukkan Robert secara jelas meski itu hanya dari belakang. Seolah yang mereka lakukan itu tidak berdiri di atas hatinya yang luluh lantak. Brianna bangun dari duduknya lalu berjalan menuju ruangan Leon. Memutuskan dalam hati, tak akan ia biarkan mantan pacarnya itu membuatnya semakin terpuruk. Sudah cukup Robert dan wanita itu saja. Brianna mengetuk pintu berdaun dua di depannya. Suara berat terdengar dari dalam mempersilakannya masuk. Di balik mejanya, Leon tak langsung menoleh. Ia hanya mengangkat sedikit wajah tampannya. Tatapan beberapa detik itu membuat dada Brianna seakan diremas. Meski ada banyak kemelut di benaknya, ia memaksa dirinya terus melangkah. “Jangan bawa masalah pribadi dalam hal ini, Leon,” ucap Brianna tanpa basa-basi. “Kalau tidak suka padaku sebaiknya kamu bilang! Jangan dicampurkan ke pekerjaan!” “Jangan terlalu percaya diri.” Leon tertawa lirih, mengunci pandang pada manik hazel Brianna dan dengan tenang menyandarkan punggungnya. “Aku tidak perlu alasan pribadi untuk menyingkirkan orang yang menghambat proyekku.” “Dengar dulu penjelasan—” “Tidak akan mengubah apapun,” balas Leon, nyaris terdengar enggan. “Aku sudah mengatakan semuanya tadi di ruang meeting.” Brianna mengamati Leon yang tampak sibuk dengan map dokumen, hampir tak sudi menatapnya. “Aku akan lakukan apapun untuk tetap berada di sini. Pekerjaan ini bukan hanya aku saja yang membutuhkan. Ada banyak orang yang bergantung. Jangan egois!” Pena yang digenggam oleh Leon diletakkan tanpa celah emosi. Ada hening panjang yang terjadi kala pria itu menatap Brianna. “Jadi kamu mau apa?” Leon bangun dari duduknya. Langkah tenangnya mengitari meja, berhenti di depan Brianna yang harus menengadahkan wajah sebab ia hanya berdiri sebatas dada pria itu. “Jangan berharap bisa merayuku dengan wajah cantikmu itu, Brianna!” Brianna mengepalkan jemarinya di samping tubuh, “Aku tidak—” “Tapi—” Leon menyela seraya selangkah mendekat. Mata birunya menatap Brianna cukup lama dengan rahang yang mengetat. “Kalau kamu bisa mencari cara yang membuat kita sama-sama diuntungkan, aku akan pertimbangkan permintaanmu.” Brianna menahan napas mendengarnya, pria itu seolah memberinya tantangan yang sama sekali bukan soal pekerjaan. Ia meraba-raba dalam prasangka, apa yang sebenarnya diinginkan Leon? “Pergilah kalau sudah selesai bicara.” Kalimat bernada pengusiran itu terdengar bersamaan dengan Leon yang mengayunkan kakinya untuk pergi dari hadapan Brianna. “Leon, tunggu,” panggil Brianna. Langkah Leon berhenti di dekat pintu. Namun, ia tak sepenuhnya menoleh, hanya menatap melalui bahunya sebelum Brianna mengatakan, “Kalau begitu, ayo tidur denganku!”ALVA The sound of the car engine roused me from my half-sleep as Nikolas pulled up in front of me. That was what I got for insisting I made breakfast for all three of us despite staying up super late the night before and playing a game of 'we aren't really strangers' with Nikolas. For me, it was some sort of escapism. When Nikolas got through to me, it always felt like I was betraying Charis' memory. At the same time, it felt wrong to continue to judge Klaus by actions he committed in the past when it was crystal clear he wasn't that sort of person anymore. I patted an equally sleepy Samuel and carried him in my arms. He had an appointment today, and while I wanted to follow him, I had school. Nikolas was more than capable of taking care of Samuel. I allowed myself to trust him that much. I rubbed my eyes with my free hand and groggily got into the car, barely managing a mumbled "Good morning" as I set Samuel into his seat and latched his seatbelt in place. Nikolas simply no
ALVA His eyes popped against the bright yellow light. I stared, trying my possible best to swallow the lump that had formed in my throat out of nowhere. "I'm sorry. I don't know what came over me.""Well," I began. "It was wrong in all manners considering you have a fiancee. You are a businessman and she is a model. Both of you are public people and that makes your business people's business. I don't want to surround myself with a scandal. I can't risk putting Samuel in the spotlight. Not with his treatment commencing.""No scandal will come of this," Nikolas promised me. I knew he meant it because this was not the first time he had done it. Killed a scandal. He probably didn't even realize that I knew. "Are you talking about your brown envelopes?" I sighed. "I know you have been paying the press and whatever tabloid you can to hush about the existence of Samuel.""How do you...""People see Nikolas. People talk. Your money and influence cannot contain everything."Nikolas paused, s
ALVAArriving back at the apartment, I proceeded to the room to find Samuel sleeping. To think I was afraid to leave him to a babysitter. Whoever the woman was, she had outdone herself. Nikolas walked in soon after. He sloped by the door and watched us. I found it unsettling so I spoke first to ensure that things stopped from ending up weird."You should go to sleep." I urged."You wanna know what I think?" Nikolas asked as he strode closer."What?""I think you should take your own advice. You look like a single mother micromanaging everything. Give yourself some space to breathe.""Except I can't. Samuel's health is my priority."Nikolas sat next to me, his hands reaching out for mine. It was stupid to accept it knowing what had transpired tonight. I wanted to get him out of my head but his presence refused to let me forget. However, he was being nice. I had to tell myself that not to mention that he sincerely cared f
DORIA "Hello Katherine," I croaked. "What the fuck do you want?" "You sound pissed. Have you seen the link I sent you?" "The one with that bitch leeching off Nik? Yes. Yes, I have. Abundantly so if I must add." I looked over at Lilika. She seemed so unfazed and that tiny detail pissed me off more than the fact that my ex-fiancee technically cheated on me and broke up with me barely minutes after. "Katherine, if you are here to gloat or mock me, I really don't have the energy. I have my own issues to deal with so relish in my misery all night because you have nothing better to do." "Stop it!" Katherine retorted. "I am not that shallow. I sent the link to you only because I cared and I am calling right now for the same reason. I do not intend to mock you for what Nikolas Sica has done. It is the nature of rich men and trust me DORIA, I have had my fair share of heartbreaks in the hands o











![MOMMY FOR HIRE: BREAKING THE CEO'S WALL [ ENGLISH ]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
RebyuMore