Share

Bab 190

Penulis: Hare Ra
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-01 09:37:54

“Siapa?” tanya Indra dengan suara serak saat suara ketukan itu kembali terdengar.

“Lita.”

“Ada apa?”

“Sarapan sudah siap di meja. Tinggal menunggu dokter Salsa dan Pak Indra,” jawab Lita dari luar.

Indra melirik jam yang terletak di dinding, memang sudah lewat lima belas menit dari waktu biasanya mereka sarapan.

“Kalian makan saja dulu, Lita. Kami akan menyusul nanti setelah mandi,” ucap Indra akhirnya.

Sedangkan Salsa memilih diam, tapi matanya tidak lepas dari Indra. Menunggu lelaki itu meneruskan ucapannya yang sangat aneh itu.

“Baiklah. Apa ada menu khusus yang harus disiapkan, Pak?” tanya Lita lagi.

Entahlah, mengapa Lita tampak begitu bawel, dia berharap dua orang yang di dalam kamar membuka pintu untuknya.

“Siapkan saya air rendaman jahe, sepertinya tubuh saya sedikit masuk angin,” jawab Salsa.

“Baik, Dok.”

Terdengar langkah kaki Lita menjauh dari kamar mereka, mungkin untuk segera bergabung dengan yang lainnya dan sarapan bersama.

Indra kembali menatap Salsa dengan senyuman ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 396

    “Oh sorry,” ucap Indra merasa tidak enak, apalagi saat itu Hasan menyaksikan adegan itu langsung.“Tidak apa-apa kok, Pak.”Indra hanya mengangguk, kembali menghisap rokoknya tanpa mempedulikan Puput lagi. Wanita itu tampak mengutak atik beberapa bagian pengaturan. Entah, Indra sendiri tidak paham.Yang pasti, Puput berkali-kali mencoba menggoda Indra.“Sudah selesai, Pak. Nanti kalau ada masalah lagi, bisa panggil saya saja, Pak,” ujar Puput setelah beberapa saat kemudian.“Oke. Apakah kamu karyawan baru?” tanya Indra kemudian.Puput mengangguk. “Iya, Pak. Saya baru sekitar dua bulan gabung disini.”“Siapa yang menyuruh kamu kesini?”“Pak Ronald.”“Oke.”Setelah Puput pergi meninggalkan tempat itu, Indra hanya menggelengkan kepalanya. Dan tersenyum ke arah Hasan.“Karyawan seperti ini yang bahaya, dia datang dengan menunjukkan tubuhnya yang seksi. Seharusnya, kita memiliki aturan berpakaian untuk semua karyawan terutama yang wanita. Jangan sampai yang seperti ini lolos lagi masuk ke

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 395

    Plak!Sebuah tamparan mendarat dengan tegas dan jelas di wajah Gavin. Tangan besar itu meninggalkan bekas di wajahnya.“Sudah aku beri kau satu kali kesempatan hidup, mengapa kau sia-siakan? Berani sekali kau datang ke rumahku lagi!”Aliman sudah mencapai puncak emosinya.Dia akan diam kalau orang mengusiknya, akan dimaafkan dianggap angin lalu. Tapi, kalau orang sudah berani mengganggu istri, anak-anak dan cucunya, tunggu saja kehancurannya.Lihatlah, sekarang Tomy tidak mampu berkutik, mau tidak mau, suka tidak suka Tomy menjalani hukumannya setelah terbukti melakukan kejahatan kepada Seva.Sekarang, Gavin mencoba menunjukkan taringnya. Dan itu salah alamat, yang ada dia akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dia pikir, karena Dira mencintainya dia akan mendapatkan Dira kembali dengan mudah.Ternyata, Dira telah menemukan orang yang lebih baik. Dan satu yang membuat Gavin penasaran, anak siapa yang Dira gending.“Pa…” panggil Gavin.“Jangan panggil aku begitu, aku bukan

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 394

    “Kenapa kamu sudah bebas?” tanya Aliman.Aliman tahu, seharusnya Gavin masih dikurung di dalam penjara menerima hukuman akibat apa yang dia lakukan.Sebenarnya Gavin juga tampak terkejut melihat Andira menggendong anak. Dia tahu kapan Andira menikah, tapi dia ingin bertanya tentu saja takut.“Aku mendapat keringanan dan membayar,” jawab Gavin pelan.“Ini bukan rumahmu, untuk apa kau pulang kesini?”“Aku minta maaf dan ingin memulai semuanya dari awal. Aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku meninggalkan Andira saat pernikahan. Aku sudah menyadari kesalahanku.”Sedangkan Dira hanya diam, sedikitpun dia tidak ingin melihat lagi wajah Gavin. Dan dia tidak akan pernah mengenalkan kepada Sandi siapa ayah kandungnya. Biarlah yang Sandi tahu kalau ayahnya adalah Hasan.“Mas Hasan, ayo ke kamar,” ujar Dira memanggil Hasan.Hasan bingung, dia menatap Indra dan Aliman bergantian. Dia sekarang tahu siapa lelaki itu, sudah pasti itu Gavin. Lelaki yang telah meninggalkan Dira dan membuat keluarg

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 393

    “Kamu malu gak punya mertua kayak gitu?” tanya Salsa kepada Indra.Indra menggeleng. “Ngapain malu.”“Kamu berasal dari keluarga yang jelas asal usulnya. Memiliki seorang ayah dokter dan berpengaruh, sedangkan aku? Papa hanya terkenal sebagai orang jahat,” jawab Salsa.Indra meraih tangan Salsa dan mengecupnya lembut. “Kamu kayak gak tau bagaimana perjuanganku mencari orang tua.”“Tapi, sekarang sudah ketemu. Dan aku yang tidak ada habisnya, hilang bertahun-tahun tanpa gangguan. Dan saat Papa ada merasa bakal dapat keuntungan dariku, dia akan muncul lagi.”“Jangan dipikirkan.”Keduanya kembali ke rumah, untuk hari ini Indra masih akan beristirahat di rumah. Besok, dia baru akan kembali ke kantor dengan segala permasalahan yang menanti.“Loh, mana Juna? Dirawat?” tanya Dira khawatir saat melihat Juna tidak ikut pulang.“Dia mau sama kakeknya, dia baru lihat kalau Papa itu dokter,” jawab Indra.“Jadi, tadi Papa langsung yang periksa dia?”“Iya. Dan Juna baru tahu kalau kakeknya dokter,

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 392

    "Junaa!" "Sayang, Juna kenapa?" tanya Salsa yang segera menyusul Indra keluar kamar.Sementara Indra berlari menuruni tangga."Papa... Huuuu!"Juna terpeleset dan jatuh dari tangga. Wajah mungil itu menangis."Nak..." Indra langsung memeluk Juna dan memeriksa kepalanya, juga seluruh tubuhnya.Untungnya tidak ada yang luka."Bawa ke rumah sakit, Sayang. Kita periksa," ujar Salsa yang juga sudah tiba di bawah dengan air mata mengalir deras."Ini rusak..." ujar Juna menunjukkan burung dari kertas origami yang mau dia berikan kepada orang tuanya."Gapapa, Sayang.""Ini untuk Papa dan Mama."Indra kembali memeluk Juna, anaknya telah menyiapkan kado spesial yang dibuat oleh tangannya sendiri.Salsa dan Indra menerima hadiah itu dari Juna. Memang, hanya sebuah hadiah sederhana, tapi nilainya sangat berharga. "Terima kasih, Nak. Ini masih terlihat bagus kok. Mama suka," jawab Salsa."Nanti Juna buat lagi deh."Juna sudah tidak lagi menangis, ternyata tangisannya karena burung yang telah dia

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 391

    “Salsa, tidak ada seorang ayah pun yang mau membuat anaknya menderita!” teriak Andy Marigo marah.“Oh ya?”“Kamu tidak mau percaya dengan Papa. Setiap ayah, ingin anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kamu tidak mengerti dengan jalan pikiran Papa.”Salsa tersenyum kecut. “Kalau begitu, jangan campuri rumah tanggaku dengan Indra. Aku bahagia, bahkan sangat bahagia. Seperti yang Papa katakan, hanya ingin aku bahagia. Sekarang aku katakan, aku sudah bahagia.”Andy Marigo tidak menyerah. “Dengan suami mata keranjang kamu bahagia? Jangan membohongi dirimu sendiri, Salsa.”“Terserah kalau Papa tidak percaya.”Salsa berbalik meninggalkan sang ayah yang tampak mengepalkan tangannya.“Salsa, jangan menyesal!”“Tidak, aku tidak akan menyesal, Pa. Maaf,” jawab Salsa yang kembali menoleh ke belakang menatap sang ayah dengan pandangan tegas dan yakin.“Dia menerima kamu apa adanya, dia akan memberikan modal yang besar pada perusahaan Papa. Sekarang, saatnya kamu yang berbakti kepada Papa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status