Share

2 Diserang Perampok

Author: Klan Fang
last update publish date: 2025-12-02 16:24:44

Rombongan memasuki hutan Qingshan saat siang hari. Pepohonan rimbun menghalangi cahaya matahari, menciptakan suasana yang suram dan menyeramkan. Suara binatang buas terdengar dari kejauhan, membuat beberapa prajurit memegang senjata mereka lebih erat.

"Tetap waspada," perintah Lao Zhang. "Hutan ini terkenal berbahaya."

Mereka berjalan dalam keheningan yang tegang. Xiao Fan memperhatikan sekeliling dengan seksama. Meskipun kultivasinya lemah, ia memiliki indera yang tajam, warisan dari latihan bertahan hidup yang ia lakukan sendiri tanpa bantuan keluarga.

Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang aneh. Ada aura kultivasi di sekitar mereka, tersembunyi dengan baik tetapi tetap dapat dirasakan oleh mereka yang cukup sensitif.

"Lao Zhang," panggil Xiao Fan. "Aku rasa kita diikuti."

Guo Ming tertawa keras. "Dengar ini, bocah lemah merasa bisa merasakan bahaya. Dengan kultivasinya yang rendah itu. Hahaha."

Lao Zhang mengerutkan kening tetapi kemudian mengabaikannya. "Tetap bergerak. Jangan dengarkan ketakutan yang tidak berdasar."

Xiao Fan terdiam. Ia tahu tidak ada gunanya bersikeras. Tidak ada yang akan mendengarkan kata-katanya.

Malam tiba dan mereka berkemah di sebuah tanah datar kecil. Api unggun dinyalakan, dan para prajurit duduk melingkar sambil makan. Xiao Fan mendapat jatah paling sedikit, seperti biasa.

"Kau tahu," Guo Ming membuka pembicaraan sambil mengunyah daging panggang. "Aku dengar tuan muda Xiao Tian akan bertunangan dengan putri keluarga Lin bulan depan. Keluarga Lin adalah salah satu keluarga terkuat di provinsi ini."

"Tentu saja," sahut prajurit lain. "Sementara kakaknya ini bahkan tidak akan mendapat jodoh yang layak. Siapa yang mau menikah dengan kultivator gagal?"

Mereka tertawa bersama. Xiao Fan menatap api unggun dengan tatapan kosong. Ia sudah kebal dengan hinaan seperti ini, tetapi tetap saja ada rasa sakit yang menusuk di dadanya.

Tengah malam, saat sebagian besar prajurit tertidur, Xiao Fan yang mendapat giliran jaga pertama tiba-tiba berdiri. Inderanya tidak salah. Ada pergerakan di kegelapan, dan kali ini lebih jelas.

"Bangun!" teriaknya keras. "Kita diserang!"

Belum sempat yang lain bereaksi, puluhan panah terbang dari kegelapan. Dua prajurit langsung terkena dan terjatuh. Lao Zhang melompat berdiri, pedangnya sudah terhunus.

"Perampok! Lindungi peti itu!"

Dari bayang-bayang hutan, sekelompok pria berpakaian hitam muncul. Mereka bergerak cepat dan terlatih, jelas bukan perampok biasa. Pemimpin mereka, seorang pria dengan bekas luka di wajah, memancarkan aura kuat darinya.

"Serahkan Batu Giok Roh Ungu itu dan kami akan membiarkan kalian hidup," ucap pemimpin perampok dengan suara dingin.

Lao Zhang meludah. "Kalian bermimpi!"

Pertarungan pecah dengan brutal. Para prajurit keluarga Xiao bertarung mati-matian, tetapi para perampok jelas lebih kuat. Satu per satu, prajurit mulai tumbang.

Xiao Fan bertarung dengan segenap kemampuannya. Meskipun kultivasinya lemah, teknik pedangnya cukup solid berkat latihan yang tidak pernah ia tinggalkan. Ia berhasil mengalahkan dua perampok tingkat rendah, tetapi kemudian dihadang oleh musuh yang lebih kuat.

Seorang perampok  menyerangnya dengan ganas. Xiao Fan bertahan sebisa mungkin, tetapi perbedaan kekuatan terlalu besar. Sebuah pukulan keras menghantam dadanya, melemparkan tubuhnya ke pohon.

Darah mengalir dari sudut bibirnya. Saat ia mencoba berdiri, pandangannya tertangkap pada pemandangan yang menyakitkan. Lao Zhang sudah tewas. Hanya tersisa tiga prajurit yang masih berdiri, dan mereka jelas kalah.

"Sudah kubilang," suara Guo Ming terdengar lemah dari samping. Pria itu terluka parah, darah mengalir dari perutnya. "Kau membawa sial, Xiao Fan. Kau memang bencana bagi keluarga Xiao."

Pemimpin perampok berjalan santai menuju peti. "Terima kasih atas hadiah kalian."

Sesuatu dalam diri Xiao Fan tersulut. Bukan karena peti itu penting baginya. Bukan karena ia peduli dengan keluarga yang telah mengabaikannya. Tetapi karena ia lelah selalu menjadi yang tersalahkan, selalu menjadi yang paling lemah, selalu menjadi yang tidak berharga.

Dengan sisa tenaganya, ia bangkit dan melesat ke depan. Pedang tuanya terayun dengan tekad mati-matian. Tentu saja, pemimpin perampok dengan mudah menangkisnya.

"Bocah bodoh," ucap pria itu sambil mengayunkan pedangnya.

Xiao Fan merasakan nyeri yang luar biasa saat pedang itu menghantam dadanya. Tubuhnya terpental jauh, menabrak pohon sebelum jatuh ke jurang kecil di belakangnya.

Saat ia jatuh ke kegelapan, hal terakhir yang ia dengar adalah tawa para perampok dan suara peti yang dibuka.

Kesadarannya melayang di antara hidup dan mati. Dingin. Sangat dingin. Tubuhnya terasa remuk, dan darah terus mengalir dari luka-lukanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 852 Menyelami Urat Leluhur

    S2 Bab 852 Menyelami Urat Leluhur Jun Xiaoyao dengan tegas membunuh empat dari Delapan Penunggang Iblis Surgawi tanpa ragu-ragu. Ling Yuan juga sedikit terkejut setelah melihatnya. Apakah kamu benar-benar tidak akan memberinya kesempatan untuk tampil? "Kapten Meng, mari kita masuk ke dalam," kata Jun Xiaoyao. Di sisi lain, Meng Zhan mengangguk sedikit dan menyerahkan Quasi-Supreme Raja Iblis Langit yang terluka kepada Ksatria Agung lainnya. Dia membawa Jun Xiaoyao lebih dalam ke dalam urat leluhur sumber keabadian. Melihat itu, Ling Yuan sedikit menggigit bibir merahnya dan mengikuti dari dekat. Dalam garis keturunan leluhur, pasukan keluarga Meng terlibat dalam pertempuran sengit dengan makhluk asing. Sementara itu, Meng Zhan, Jun Xiaoyao, dan Ling Yuan menjelajah jauh ke dalam urat nadi leluhur. Jika melihat sekeliling, urat keabadian leluhur ini membentang jauh di bawah tanah seperti naga yang panjang. Sebuah lorong telah ditemukan, kemungkinan besar hasil karya makhluk

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 851 Membunuh Empat Penunggang Iblis Surgawi 

    S2 Bab 851 Membunuh Empat Penunggang Iblis Surgawi "Sialan, itu adalah urat leluhur Alam Abadiku, dan sedang ditemukan oleh bocah-bocah alien itu!" Dari balik bayangan, Meng Zhan menyaksikan pemandangan ini dan mengepalkan tinjunya. Jun Xiaoyao juga terkejut, tidak pernah menyangka akan menemukan urat nadi keabadian leluhur. Inti Abadi adalah bahan kultivasi tingkat atas dan juga merupakan bentuk mata uang di antara para kultivator. Satu urat mineral abadi saja dapat menarik perebutan kekuatan abadi. Tambang Sumber Abadi sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan Urat Leluhur Sumber Abadi. Konon, Sumber Abadi Leluhur adalah apa yang ditinggalkan para abadi setelah mereka naik ke surga, menyatu dengan bumi, dan diberikan kembali kepada dunia manusia. Satu segmen dari urat leluhur keabadian dapat mengubah hamparan bintang yang luas menjadi lahan pertanian suci. Hal ini bahkan dapat mengembalikan lingkungan budidaya yang sangat baik seperti di zaman dahulu hingga batas tertentu

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 850 Pergerakan Aneh Benih Teratai Kuno

    S2 Bab 850 Pergerakan Aneh Benih Teratai Kuno Meng Zhan menjelaskan pada Jun Xiaoyao. Secara umum, sebuah keluarga kerajaan dari wilayah lain dapat memimpin banyak jenderal dan klan. Klan Ular Yaksha, pemimpin klan Iblis Jurang, adalah Klan Kerajaan Iblis Surgawi, salah satu dari seratus klan kerajaan besar di alam asing. Meskipun klan ini tidak termasuk dalam sepuluh klan kerajaan teratas, klan ini tetap sangat kuat. Kini, Jun Xiaoyao, Meng Zhan, dan yang lainnya telah memusnahkan makhluk-makhluk mirip ular tersebut. Hal ini tentu akan membuat Klan Raja Iblis Surgawi khawatir. Di masa lalu, Meng Zhan mungkin agak waspada terhadap Klan Raja Iblis Surgawi. Namun sekarang, entah mengapa, dengan kehadiran Jun Xiaoyao, dia merasa jauh lebih tenang. Selanjutnya, Meng Zhan dan kelompoknya melanjutkan perjalanan, karena mereka masih memiliki tujuan utama: menemukan Dewa Tujuh Dosa Besar, Nian. Dibandingkan dengan membunuh makhluk asing, menemukan esensi ilahi adalah tugas utama dan

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 849 Berita Keluarga Kerajaan Asing

    S2 Bab 849 Berita Keluarga Kerajaan Asing "Sialan kau, bocah nakal!" Iblis ular itu terkejut dan marah, baru kemudian menyadari bahwa Jun Xiaoyao tidak dirasuki! Meng Zhan dan yang lainnya menunjukkan ekspresi kegembiraan yang luar biasa! Melihat hal ini, Ling Yuan, yang berada tidak jauh dari situ, merasa lega. Tombak Besar Hutan Belantara, yang membawa aura buas dan mematikan, membelah langit dan alam semesta, dan praktis dapat membelah hutan belantara kuno dalam satu pukulan! Ini adalah senjata semi-kaisar yang khusus dirancang untuk membunuh dan menghancurkan, dengan kekuatan yang tak tertandingi! Jun Xiaoyao jarang menggunakannya karena dia biasanya tidak perlu mengeluarkan senjata semi-kaisar ini. Namun kini, dia tiba-tiba bergerak, berniat untuk membunuh sendiri alien quasi-supreme yang terluka ini! "Mati..." kata Jun Xiaoyao dengan acuh tak acuh. "Kalian para semut sedang mencari kematian!" Iblis ular itu melepaskan gelombang kekuatan magis. Meskipun terluka, dia ma

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 848 Hantaman Dahsyat untuk Membunuh Penguasa Suci Klan Iblis Jurang

    S2 Bab 848 Hantaman Dahsyat untuk Membunuh Penguasa Suci Klan Iblis Jurang Pakar tingkat Penguasa Orang Suci yang menyerang Jun Xiaoyao adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam dengan wajah muram. Namun di kepalanya tumbuh dua tanduk kambing berwarna merah darah. Dalam beberapa legenda perdukunan, kambing adalah simbol kejahatan. Ini adalah sosok kuat setingkat Penguasa Orang Suci dari Klan Iblis Abyss. Meskipun Klan Iblis Jurang bukanlah klan kerajaan, klan ini tetap merupakan klan militer tingkat atas di bawah klan kerajaan. Pasukan dan ras alien tersusun seperti piramida, dengan hierarki yang ketat. Klan Budak, Klan Jenderal, Klan Kerajaan, Klan Kerajaan Tertinggi, Klan Semi-Kaisar, Klan Kaisar Abadi. Dapat dikatakan bahwa bahkan makhluk dari Klan Jenderal memiliki kekuatan tempur rata-rata yang satu tingkat lebih tinggi daripada kultivator Alam Abadi. Adapun keluarga kerajaan, keluarga kekaisaran, dan sebagainya, tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. “Be

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 847 Menekan Makhluk Asing

    S2 Bab 847 Menekan Makhluk Asing Namun satu-satunya kesamaan yang mereka miliki adalah aura mereka berdua sangat kuat. Orang yang menyerang Jun Xiaoyao adalah yaksha yang menyerupai ular. Iblis ular itu memiliki tubuh yang terbuat dari baja dan besi, memiliki kekuatan yang luar biasa, dan memiliki sayap berdaging merah tua yang tumbuh dari punggungnya. Namun kepalanya berbentuk kepala ular. Sepasang mata seperti ular menatap Jun Xiaoyao dengan niat yang sangat menakutkan. "Bajingan asing itu!" Meng Zhan dan yang lainnya segera melepaskan niat membunuh mereka dan mengunci target pada Snake Yaksha. Karena Yaksha Ular adalah yang terkuat di antara kelompok makhluk asing ini, setelah mencapai Alam Kuasi-Tertinggi. "Dasar bocah nakal, kau benar-benar berhasil menahan salah satu seranganku. Kau pasti 'benih' dari Alam Abadi. Jika aku membunuhmu, akan ada hadiah besar." Iblis ular itu menjulurkan lidahnya, matanya dipenuhi niat membunuh, saat ia menerjang Jun Xiaoyao. Sama seperti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status